
** Rako masih tidak percaya bahwa wanita yang dia cintai akan menikah, dan 3 bulan lagi??..
"Kamu sudah bisa mencintai pria lain ya ?"..ucap Rako terrsenyum getir
"Apa kamu sudah tidak mencintaiku Kia??" tutur Rako dan membalikan tubuhnya menghadap Kia. Kia hanya diam.
"Aku sangaaaat sangat sangaaat mencintaimu Rako!!! bahkan sampai detik ini tidak ada pria yang bisa mengfantikan dirimu di hatiku!!" .. batin Kia ingin sekali mengatakan itu
Kia menghela nafasnya..
" Rako, dengarkan aku!.. Aku dan kamu hanyalah masa lalu!! Dan apa kamu mau aku terus-terusan hidup dalam kesendirian??? keterpurukan?? apa kamu bahagia melihat aku yang selalu meratapi nasib??? " lirih kia sambil menggenggam tangan Rako.. Kia menjeda perkatannya sebentar
" Kamu jangan egois Rako! kamu saja boleh berumah tangga dengan wanita lain. Lalu aku tidak boleh berumah tangga dengan pria lain..hmm??".. tanya Kia lembut
"Oke, aku akan menceraikan Dia, dan kita segera menikah. so, tidak ada yang egois kan di sini?".. ucap rako tegas.
plaakk!!..
Sebuah tamparan mendarat di wajah tampan Rako. Kia sudah menampar pria yang sangat di cintainya ini. Rako sangat terkejut atas tindakan Kia. Selama kenal dengannya, baru kali ini Kia berbuat kasar apalagi sampai menamparnya.
Rako tidak merasakan sakit pada pipinya. Hati nya lah yang sakit mendapat penolakan dari sang pujaan hati.
Kia pun tidak menyangka bisa menampar pria ini. Dia begitu benci dengan perkataan Rako. Bisa-bisanya dia dengan mudah menceraikan istrinya dan menikah denganku. Bagaimana perasaan istrinya kalau tahu dia di ceraikan karena ada wanita lain!? Dan aku tidak mau merusak rumah tangga orang.
" Istighfar kamu Rako!!!".. bentak kia dengan suara tinggi.
"Kamu sangat egois!!! jika kamu menceraikan istri mu dan kita menikah, bagaimana perasaan dia dan calon suamiku..hah???.. ".. ucap Kia dengan lantang dan meneteskan air mata
Rako hanya diam mendengarkan wanita ini. Dia masih di posisi yang sama, berdiri berhadapan dengan Kia. Di tatapnya mata indah mantannya ini yang sedang meneteskan air mata.
"Jika suatu saat aku yang di posisi istrimu, dan pria yang tak lain suamiku mencampakkanku demi wanita lain, apa kamu tega itu terjadi padaku,,hmm??".. ucap kia melemah.
Entah setan apa yang merasukimu..eh nya.,! 😅.. Kia langsung berlutut di hadapan Rako.
"Aku mohon Rako jangan buat hidupku tambah menderita. Jangan membuat Orang Tua mu semakin membenciku. Aku sudah cukup bahagia sekarang, bisa bekerja di perusahaan ini. Aku tidak mau 4 tahun lalu, selama 2 tahun lamanya aku sulit mendapatkan pekerjaan. Seakan semua akses di tutup oleh seseoranh. Aku mau hidupku normal Rako!! Aku mohon jangan menggangguku lagi, fokus lah pada rumah tanggamu, cintai dia, dan kamu pasti bahagia".. ucap kia memohon dan berlutut di hadapan pria ini. Sungguh, hatinya pun berat mengatakan seperti itu, tapi dia tidak mau pria ini terus mendekatinya, ia takut Ibu nya akan lebih semena-mena.
Rako yang melihat dan mendengar Kia mengatakan itu sambil berlutut, hatinya sakit. Dia rela berlutut hanya untuk agar aku tidak mengganggunya dan harus mencintai istriku.. begitulah batin Rako.
"Bangun Kia, kamu tidak pantas berbuat seperti ini"..ucap rako lembut sambil mengangkat tubuh Kia untuk berdiri. Dan Rako langsung memeluk wanita ini. Mungkin pikir Rako ini adalah pelukan terakhirnya. Kia menangis dalam pelukan Rako, ia membalas pelukan itu, ia berpikir sama dengan Rako, mungkin pelukan yang terakhir.
"Maafkan aku Kia, ternyata kamu sangat menderita selama ini. Maafkan aku yang egois. Aku janji aku tidak akan mengganggumu lagi Kia, carilah kebahagiaan kamu. Aku akan berusaha untuk mencintai istriku".. ucap rako lembut
Kia semakin menangis, ia sendiri yang memohon agar pria ini tidak mengganggu hidupnya dan mencintai istrinya. Tapi setelah mendengar penuturan Rako, dia sangat sakit..Bagaimana kalau benar Rako akan menjauhinya, dan bagaimana kalau ia mencintai istrinya!?..Tapi itulah yang di harapkan Kia . Ia tidak ingin merusak rumah tangga orang lain.
Cukup lama mereka berpelukan, dan Kia melepaskan pelukan itu.
Tanpa mereka sadari, ada pasang mata yang melihat semua adegan dan obrolan mereka.
" Pantas saja kamu tidak bisa melupakannya Mas. Ternyata kamu benar, selain cantik, Kia sangat baik. Dia rela sakit kesekian kalinya untuk aku agar di cintai olehmu. Dan ia rela berbohong bahwa ia akan menikah. Ia bahkan sampai berlutut untuk kamu menjauhinya, tujuannya adalah menjaga perasaan aku. Aku janji akan menyatukan kalian, Kalian memang pantas bersatu. Akulah yang egois Kia. Aku sampai melakukan segala cara agar bisa menikah dengan Rako. Maafkan aku".. batin Lidya
Yapss, yang sudah melihat mereka berdua adalah Lidya, Istri Sah Rako Hadi Pratama.
#Flashback On#
Lidya yang sedang berbelanja di Mall megah yang berada di pinggiran kota itu berniat ingin mampir ke Kantor suaminya. Ia ingin melihat bagaimana suasana disana. Apalagi ini hari pertama suaminya menjadi Ceo disana.
Dengan membawa Cheese Cake kesukaan suaminya, ia menuju parkiran dan mengendarai mobil mewahnya. Tak sampai 20 menit Lidya sudah berada di depan gedung tinggi berwarna hijau itu bertulisan Mango Group.
Ia berjalan dengan menenteng tas mahalnya di tangan kirinya dan Cheese cake di tangan kanannya. Ia menghampiri meja Receptionist yang ada seorang laki-laki berseragam Office boy ( Ob ) sendiri.
Ob yang melihat kedatangan tamu itu langsung berdiri dan menyapa sopan.
"Selamat sore Bu, ada yang bisa saya bantu?".. tanya Didit Ob yang menggantikan Koa sementara dengan ramah.
"Sore mas, mau tanya ruangan Pak Rako dimana ya?" .tanya Lidya ramah
"Maaf Bu, kalau boleh tau dengan Ibu siapa ?ucap Didit sopan
" Saya Lidya, istri nya mas.".. jawab Lidya tersenyum
Didit yang mendengar jawaban wanita cantik ini membulatkan matanya. Tubuhnya tiba-tiba kaku. Ia takut kalau di bilang tidak sopan.
"Ma..maafkan saya Bu, saya tidak tahu.".. ucap didit menundukan kepalanya
"Ruangan Pak Rako di lantai 7 Bu, nanti disana juga ada Pak Ali bu. Dan ibu bisa menggunkaan lift sebelah sana, itu khusus untuk Ceo". ucap didit sambil mengarahkan tangannya ke arah lift yang dimaksud dengan sopan.
__ADS_1
" Baik mas, terimakasih ya infonya".. ucap lidya senyum dan langsung menuju lift.
Setelah sampai di lantai 7, ruangannya begitu sepi, hanya ada 1 pintu, dan sudah pasti itu milik suaminya. Ia mencari Ali, namun tidak ada. Akhirnya ia berjalan mendekat ke depan pintu ruangan suaminya. Samar-samar ia mendengar suara wanita dan seperti sedang berdebat sama suaminya. Siapa wanita yang di dalam ya? Tanpa pikir panjang, Lidya membuka pintu perlahan, dan hanya melongokan kepalanya ke dalam.
Deg!!
Jantungnya seakan berhenti melihat suaminya memeluk wanita cantik. Dan ia sangat mengenali wanita itu, orang yang pernah membantunya saat penyakit kram di perutnya beberapa minggu lalu.
Ia juga sangat kaget, yang tadinya ia berpikir Kia akan menerima suaminya itu, justru malah menolak keras dan bahkam rela berlutut agar suaminya ini menjauhi dirinya dan mencintai istrinya. Mungkin kalau itu wanita yang hanya menginginkan harta dan ketampanan pria ini, sudah pasti akan bahagia menerima cinta pria bersuami ini.
Cukup lama ia melihat semuanya, akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Ia berjalan cepat menuju lift, saat ia masuk ke dalam lift, Ali yang habis dari toilet itu datang.
Lidya sudah sampai lobby dan menuju mobilnya terparkir. Dengan jantung yang masih berdebar, ia membuka pintu mobil dan mulai masuk ke dalam. Setelah ia duduk di kursi pengemudi, ia tidak langsung menjalankan mobilnya, melainkan menangiss sesegukan. Bagaimana pun ia seorang istri. Mana ada istri yang sanggup mendengar suaminya tidak mencintainya. Terlebih lagi ingin menceraikannya dan menikah dengan wanita lain.
"Hiks..hiks... aku tau mas aku salah, tapi sakit sekali aku mendengar perkataanmu"..tangis lidya dalam mobil
15 menit ia menangis, akhirnya ia menjalankan mobil mewahnya itu untuk pulang.
#Flashback Off#
** Kembali di dalam ruangan Ceo yang sedang bernostalgia. Siapa lagi kalau bukan Rako dan Kia.
Kia dan Rako sekarang berdiri berhadapan. Rako mendekati wajahnya ke wajah kia, Kia yang seakan terhipnotis hanya diam. Dan bibir Rako sudah menempel di bibir Kia. Karena tidak ada penolakan, Rako mencium dan m****** bibir kia dengan lembut. Kia yang hanyut dalam perlakuan Rako, ikut membalas ciuman itu. Rako yang senang Kia membalasnya semakin memperdalam ciumannya, ia menarik tengkuk leher kia agar tidak lepas. Dan tidak lama itu terjadi, kia sadar atas kesalahannya. Ia mendorong kuat tubuh Rako, dan rako melepaskan ciuman itu.
Kia menghela nafasnya..
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud...saya permisi".. ucap kia yang langsung berjalan menuju pintu, ia sangat merasa bersalah, bagaimanapun ia sudah menyakiti istri mantannya itu
Rako yang bahagia karena ia bisa merasakan bahwa Kia masih mencintainya hanya diam dan tersenyum melihat kepergian mantannya itu.
Dan tiba-tiba Rako ingin mengetes apa benar Kia punya calon suami.. perkataan Rako berhasil membuat langkah Kia berhenti.
"Kia, lain waktu bisakah kita makan malam bersama? ajaklah calon suamimu, dan aku akan mengajak istriku?".. tanya rako.
Kia yang mendengar itu membulatkan matanya. Yang ada di hatinya adalah, bisa-bisanya dia memperkenalkan aku dengan istrinya!! Dan siapa yang akan aku ajak untuk bepura-pura menjadi calon suaminya!?..
"Insyaallah, nanti atur saja waktunya".. ucap Kia lembut tanpa membalikan tubuhnya, karena dia sangat malu.
Akhirnya wanita itu berhasil keluar dari ruangan yang membuat dadanya sesak.
"Kamu baik-baik saja Kia?".. tanya Ali yang sekarang sudah berdiri depan Kia
Kia sangat terkejut. Dia melupakan ada Ali disini. Dan Kia mencoba rileks dan menjawab pertanyaan Ali.
" eh.. Al, kaget saya.!". ucap kia memegang dadanya.
" Saya tidak apa-apa kok Al, cuma gemeter abis ketemu Boski.." canda kia
"Dasar kamu, kaya abis naik rollcoaster aja, tapi lama banget sih di ruangan Bos, emang ngapaain aja? padahal aturan baru untuk kamu sudah aku email loh!".. tanya Ali menyelidik
Kia bingung harus menjawab apa. Dia sangat takut Ali mendengar dan melihat semuanya. Dan terpaksa dia berbohong.
"hmm.. itu Al, ee.. tadi si bos banyak banget terima telpon, jadi ngomong sama saya nya ketunda terus".. ucap kia gugup
" Ya sudah Al, saya pamit ya mau pulang nih, takut nanti kemaleman". ucap kia sopan dan berjalan menuju lift meninggalkan Ali.
Ali yang sadar wanita cantik ini meninggalkannya, tiba-tiba dia berlari menuju kia yang sudah berada depan lift.
"Kia, tunggu!!".ucap Ali berlari kecil menghampiri kia.
Kia pun menoleh ke arah Ali. Mereka dalam posisi berhadapan lagi, dan dengan jarak yang cukup dekat.
"Mata kamu kenapa, kok seperti habis menangis?". tanya lembut Al, yang sedari tadi menyadari mata indah Kia terlihat sembab
Kia bingung harus jawab apa, dia mengalihkan pandanganya ke sembarang arah. Dan sebelum ia menjawab, suara bass yang dia kenal itu membuat ia lega.
"Cinta Ali Ramadhan!! ngapain kamu!?? pantas di telpon gak diangkat-angkat!!". ucap Rako yang memanggil nama lengkap Ali itu. Tadinya ia ingin mengajak Ali pulang, namun telpon meja dan ponselnya tidak ada jawaban, akhirnya Rako keluar dari ruangannya. Dan ia melihat Ali sedang berhadapan dengan Kia dengan jarak yang cukup dekat. Hatinya sangat panas, ingin sekali dia memukul pria yang notabennya sepupu dan asistenya itu.
Ali dan Kia menoleh ke arah suara itu. Kia cukup lega karena dia tidak harus menjawab pertanyaam Ali
Sedangkan Ali sangat kesal dengan sepupunya itu.
"Wah..s***** banget loe ya manggil nama lengkap gw depan cewek cantik kaya Kia".. batin Ali menatap tajam Rako
Sedangkan Rako tidak perduli dengan tatapan tajam sepupunya itu. Ia hanya melihat Kia, dan kia pun sudah masuk ke dalam lift tanpa pamit sama keduanya.
__ADS_1
**Di Lantai 5**
Kia yang sudah sampai di lantai 5 mencoba rileks. Saat menuju meja kerjanya ia melihat sudah ada Dinda dan Didit yang sedang mengobrol.
"Din, loe nungguin gw yaa?"..tanya Kia meledek
Dinda yang mendengar suara Kia, langsung berdiri dan menghampiri sahabatnya itu.
" Ya ampun Ki, Alhamdulillah loe selamat.. gw sm didit khawatir banget tau gak!! 1 jam loe sama Boski. Loe gak di apa-apain kan Ki??terus loe tadi ngapain aja disana?? Ditanya macem-macem gakk??..tanya Dinda dengan mengikuti kia yang sedang merapihkan barang-barangnya di meja. Kia hanya tersenyum mendengar banyak pertanyaan dari Dinda, ia juga senang dinda sangat khawatir padanya.
" Iya mbak kok lama banget, Didit takut terjadi apa- apa sama mbak Kia, soalnya tadi istri si Boss ke sini.". jelas didit
Kia yang mendengar kata Istri Boss langsung menghentikan kesibukannya. Ia sangat terkejut. Tapi selama disana, tidak ada yang datang selain dirinya, dan Asisten Ali pun tidak bicara apa-apa. Dia menatap Didit, dan bertanya.
" Apa?? Istri bos kesini?? jam berapa Dit ?..tanya kia panik
'Kira-kira 40 menit yang lalu lah mba.. Orangnya cantik deh baik lagi. Tapi kata Didit tetep lebih cantik mbak Kia sih.hehee." ucap didit polos dan jujur
"Ta..tapi tadi gak ada kok yang datang. Aku cuma berdua aja sama Rako eh Pak Rako. Asisten Al juga diam saja".. ucap kia sambil berpikir
" Ya udah mungkin bininya Boski pas sampe lantai atas liat lakinya lagi pelukan sama cewek lain, terus ngambek dan pulang aja gituu kaya di sinetron-sinetron..hahaa.." ucap Dinda yang hanya bercanda tapi membuat jantung kia berdebar kencang.
"Ya Allah, apa benar yang dikatakan Dinda. Kalau istrinya sudah datang dan pasti salah paham karena melihat aku dan Rako pelukan, dia memutuskan untuk pulang. Aku harus tanya sama Al".batin kia yang merasa bersalah
Dinda yang melihat temannya bengong, mengagetkan Kia dengan menggebrak meja.
Braaakk!!
"Kia jangan bengong, kesambet loe..hahaa..".,ucap dinda tertawa
"Astaga!! Dindaaaaaaa!!! kaget tau!!!" teriak Kia."Ya udah ayo pulang"..
Dan akhirnya mereka pulang ke kontrakan Kia menggunakan motor Kia.
#Perjalanan Pulang Rako dan Ali#
Ali yang melihat Bos nya itu yang hanya diam dan melihat ke arah jendela sangat heran. Biasanya kalau sedang diluar kerjaan dan apalagi berdua saja, Rako sangat asik dan suka memberi nasehat pada Ali.
Akhirnya Ali memecahkan kesunyian di dalam mobil itu.
"Bang, apa loe baik-baik aja?".. tanya Ali khawatir.
"Gw gapapa kok. Cuma lagi banyak pikiran aja". ucap Rako yang duduk di jok belakang kemudi.
"Hmm.. bang Kia itu cantik banget ya, gw jadiin pacar aja kali ya".. ucap Ali terkekeh
Rako yang mendengar ucapan Ali langsung menoleh ke arah nya, dan reflek ia menendanh kursi pengemudi yang Ali duduki..
Bughh!!
" Jangan macem-macem loe Al!!! dia udah punya calon suami".. ucap rako tegas.
Ali yang mendapat tendangan di kursi nya kaget, dan ia hanya tersenyum sambil melihat ekpresi Rako di kaca spionnya.
"kenapa dia?? emosi banget kaya lagi cemburu!".batin Ali
Ya, memang dulu selama berpacaran dengan Kia, Ali sedang kuliah di Surabaya. Dan Kia juga hanya sekali berkunjung ke rumah mewah Rako. Dan itupun hanya bertemu dengan Ibunya Rako. Bukan karena Rako tidak mengajak Kia kerumahnya lagi, tapi Kia nya yang tidak mau karena di awal pertemuannya saja sudah menunjukkan sikap tidak ramah Ibunya.
"Lagi pula masa dia mau sama berondong! Kia itu 25 tahun umurnya. Nah.loe kan 24 , mukanya aja yang tua".. celetuk rako
"Kok loe tau bang? wah jangan-jangan loe juga demen nih sama Kia".. saut Ali meledek
Rako sadar akan ucapannya, dia tidak mau Ali curiga. Takut akan membahayakan Kia jika Ali tau, karena Ali juga di minta ibunya untuk memata-matai Rako. Walaupun tanpa sepengetahuan Rako, Ali juga tidak suka sikap tantenya itu.
"Gila kali loe, gw kan udah nikah. Gw tadi sempat Interview dia sedikit".. tutur Rako mengelak dan tanpa disadari ia senyum-senyum sendiri mengingat adegan mesra tadi di ruangannya.
Ali yang melihat tingkah sepupunya itu sedikit merasa aneh.
"Gw kayanya curiga nieh sama abang gw! selama ini gw gak pernah liat dia cengar cengir begini. Kecuali pas sama mantannya dulu. Gw harus selidiki siapa Kia". batin Ali.
Dan akhirnya mereka masuk ke dalam pikirannya masing-masing.
****
#**Haiii Readers... penasaran gaak sampai sini???.. nanti aku akan menceritakan masa-masa pacaran Rako dan Kia kok..😊.
__ADS_1
Terus support aku yaahhh....💋**