Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Vino Dan Dinda


__ADS_3

Dinda yang tadi siang di beritahu Pak Rako kalau Kia di rawat di Rumah sakit, berencana akan cuti esok hari. Dia mau menjaga dan merawat sahabatnya itu. Sekaligus ia mau melindungi Kia dari tuduhan kata pelakor. Dalam benak Dinda, Pasti Pak Rako masih setia menunggu Kia di Rumah sakit. Biar bagaimana pun, itu adalah salah!! Karena mereka belum Sah menjadi Suami Istri.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16:00, yang artinya seluruh karyawan Mango Group sudah di perbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Dinda yang sedang menunggu Vino di meja kerjanya, sangat gugup. Bagaimana tidak?? 3 tahun ini selama bekerja, dia sudsh memyimpan rasa pada Vino. Dan sekarang, lelaki yang di pujanya itu mengajak kencan..#tsaaaahh 😆


"Haduhh aku kok gerogi gini ya? nih jantung juga kenceng banget sih berdetaknya?!"..gumam Dinda


"Din, yukk".. tiba-tiba vino sudah ada di depan meja kerja Dinda. Dinda yang tadi sedang berusaha menetralisir kegugupannya, mendengar suara itu langsung keringat dingin.


"Ah.. i..iya Pak. Kita mau kemana ya?"..tanya dinda gugup yang langsung bangun dari duduknya dan berjalan mensejajarkan dengan Vino.


"Mumpung belum jam 5 kita ke Ancol yuk, di sana ada restoran yang menggugah selera".. ajak Vino dan sekarang mereka sudah masuk ke dalam mobil yang Vino bawa. Dinda yang memakai kemeja kaos putih di lapisi cardigan coklatnya dan rok yang agak ketat selututnya berwarna coklat pula terlihat sangat cantik. Karena sebelumnya ia melapisi kaos itu dengan blezer, dan untungnya ia selalu membawa jaket atau cardigan. Jadi saat di kantor ia melepas blezernya digantikan dengan cardigan, supaya tidak terlalu formal. Vino yang juga memakai kaos di lapisi jaket santainya berwarna merah dan celana berbahan hitam terlihat sangat tampan. Ya, karena ia juga sudah melepas kemejanya.


"Ya udah terserah Pak Vino aja." tutur dinda tersenyum.


Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Mereka di sambut dengan suasana menjelang malam dengan angin pantai yang sejuk dan terkesan romantis.


Mereka sudah masuk ke Restoran di dekat pesisir pantai itu. Dan mereka berdua sudah duduk berhadapan sambil memegang menu makanan di Resto tersebut.


Mereka juga sudah memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu makanan itu datang, Vino membuka suara.


"Din, kamu tahu nggak ekspresi Pak Regar tadi waktu aku nunjukin rekaman Vera?".. tanya vino terkekeh..


"Aku?? ayang mbeb bilang akuuu??" batin Dinda kegirangan


"Apa katanya Pak?".. ucap dinda semangat


"Besok dia mau di eksekusi. Tapi dia info ke Pak Rako dulu, kalau Beliau Ok, yaa langsung cut hari itu juga".. ucap Vino menatap Dinda


"ternyata Dinda cakep juga ya, manis banget wajahnya"..batin Vino


"Ya baguslah, emang harus di kasih pelajaran tuh orang Pak".. ujar Dinda yang kesal mengingat kelakuan Vera


"Din, kalau lagi di luar kantor, jangan panggil Pak donk..panggil Vino aja". ucap Vino menaikan kedua alisnya dan tersenyum. Dinda yang melihatnya meleleh, dia sangat gemas dengan lelaki yang di sukainya ini.


"Emang Nggak apa-apa Pak..eh Vin..? Lagian usia kita beda jauh kayanya".. ucap dinda terkekeh


"Wah ngeledek kamu, aku baru 28 Din, mang kamu berapa?".. tanya Vino tersenyum menampkan giginya


"Tuh kaaan... aku baru 23 Pak..hahaa".. ucap Dinda seraya tertawa. Vino pun ikut tertawa. Tak lama makanan mereka pun datang. Sambil makan makanan yang sudah di hadapan masing-masing, Vino bertanya hal pribadi pada Dinda, dan membuat Dinda tersedak.


"Oia Din, kamu udh punya pacar ?".. tanya vino sambil makan makanannya.


"uhukk..uhukkk..." Dinda pun tersedak, Vino langsung memberikan air minum kepada Dinda


"Duh pelan-pelan donk neng.." ucap vino meledek.


"eh Maaf ya Pak, saya malu aja sama pertanyaannya".. ucap dinda merona, Vino tersenyum melihat dinda yang wajahnya sudah memerah.


"Malu kenapa? kan kamu pakai baju"., ucap Vino terkekeh meledek Dinda.

__ADS_1


"Ih Pak Vino mahhh".. ujar Dinda sambil melempar gigitan ayam pada Vino, vino pun menghindar dan tertawa.


"hahaa , lagian kamu lucu Din. Maksud aku kalau kamu udah punya pacar, kan nggak enak kalau dia liat kita lagi makan berduaan".. ujar vino jujur


"ehemm.. saya nggak pernah punya pacar pak sampai sekarang''. ucap dinda malu dan sambil minum jus alpukat yang di depannya. Vino yang mendengar itu sangat senang, entah sejak kapan ia sudah mulai tertarik pada Dinda.


"Hah.. seriuss??".. tanya vino terkekeh


"Iyalah, mangnya Pak Vino yang banyak pacarnya".. tutur dinda jengkel


"Kata siapa kamu? Aku juga jomblo kalii.. Mantan aku juga cuma satu, dan dia juga sudah menikah".. tutur Vino menjelaskan, dinda yang mendengarnya sangat senang.


"Jangan panggil Pak donk Din. Panggil Beb aja",, ucap vino terkekeh meledek Didna, Dinda sungguh terkejut karena selama ini panggilan sayangnya memang ayank Mbeb..


"Hahaa ya kali pak, eh Mas..kayanya Mas aja kali yaa lebih sopan".. ucap Dinda


"Boleh tuh, kebetulan aku juga orang Jawa"., jawab vino.


Setelah mereka menyelesaikan makannya, sekarang waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Mereka sedang duduk di bangku dekat pantai, tentunya mereka sudah menjalankan kewajibannya sebagai Umat Muslim. Dengan angin yang kencang, rambut Dinda yang terurai berterbangan menutupi wajah manisnya. Dinda yang ingin mengikat rambutnya supaya tidak berantakan, tiba-tiba di larang Vino.


"jangan di ikat, begini aja gapapa, cantik.." ucap vino sambil membenarkan rambut-rambut Dinda yang terkena angin. Dinda langsung mengurungkan niatnya. Dia sangat senang sekali, sepertinya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"ah.. ohh.. iya..". ucap dinda kikuk dan tersenyum. Dinda baru ingat kalau ia besok izin cuti.


"Oia Mas, besok aku izin cuti mendadaknya, soalnya mau nemenin Kia di rumah sakit..". Vino yang sejak siang sudah di infokan Dinda bahwa Kia di rawat inap, langsung mengiyakan ucapan Dinda.


"Oh yasudah, memo nya menyusul aja. Mungkin besok pulang kerja aku jenguk Kia juga deh sama Pak Regar". ucap vino dan di anggukan Dinda.


"Oh yasudah yukk". tiba-tiba vino menggandeng Dinda seakan memberitahu semoa orang bahwa Dinda miliknya. Dinda yang tidak menolak tersenyum yang tidak di lihat oleh Vino.


****


Tiba di Kontrakan Kia, Dinda yang di antar Vino sampai rumah kontrakan Kia mampir sebentar, karena ia ingin menumpang buang air kecil. Dinda pun menunjukkan kamar mandinya.


Setelah selesai, Vino langsung pamit pada Dinda. Karena ia juga tidak enak dengan tetangga.


"Din, aku pulang yaa, kamu besok hati-hati berangkatnya, salam juga untuk Kia ya".. ucap Vino


''Loh gak mau minum teh dulu Mas, aku buatin ya sebentar"., tutur Dinda.


"Nggak usah lah masih kenyang banget tadi makan kebab di mobil" .. ucap vino sambil memegang perutnya. Karena di mobil dalam perjalanan pulang, mereka membeli 2 kebab dan 2 botol air mineral.


"Oh iyaa, ya udah Mas hati-hati ya pulangnya, jangan ngebut-ngebut, Makasih juga buat hari ini traktirannya"... ucap dinda terkekeh..


"Ya sama-sama, aku pulang yaa".. dan... Cup..Vino yang posisinya berdiri berhadapan dengan Dinda, memudahkan ia untuk mencium kening Dinda, yang notabennya tinggi Dinda sebahu Vino. Dinda yang merupakan ciuman pertama nya, karena selama ini hanya papah nya yang suka mencium keningnya. Sekarang... Lelaki yang ia sukai sejak lama mencium keningnya, dia bisa merasakan bahwa Vino mencium dengan sayang. Dinda yang diam dengan wajah merona, di goda oleh Vino.


"Maaf ya Din, kamu kok merah gitu mukanya? kenapa jadi diam? apa Cinderlela ini mau di cium lagi biar bangun!?".. ucap vino terkekeh geli, Dinda yang sadar perkataan Vino mendorong laki-laki itu agar keluar dari rumahnya. Ia tidak marah, melainkan ia bingung harus apa, dan wajah merahnya juga sangat bikin malu.


"iihhh.. ya udah sanaa pulang ah ngeledek terus deh.. Dadaaaa Mas hati-hati..Brakk!". ucap dinda menutup pintu. Ia tadi mendorong tubuh kekar Vino keluar rumahnya dan vino hanya tertawa.

__ADS_1


"Gemesin banget deh kamu Din, aku kayaknya jatuh cinta sama kamu".. gumam Vino tersenyum yang berjalan menuju mobilnya terparkir.


****


Rako yang terbangun malam-malam karena mau buang air kecil,melihat Kia belum tidur.


"Loh kamu kok belum tidur sayank? Apa yang di rasa? ".. ucap Rako menghampiri gadisnya itu.


"Nggak kok, aku mau minum tapi susah ngambilnya".. ujar Kia sambil menunjuk gelas yang agak jauh darinya.


"Ya ampun, maaf ya sayank aku lupa tadi taruh gelas itu dekat kamu, lagian kamu bukannya bangunin aku!", ucap Rako yang menyodorkan gelas itu di bibir Kia. Kia yang menerimanya meminum habis air putih yang ada di gelasnya.


"Makasih ya.. aku nggak enak bangunin kamu, nyenyak banget tidurnya kaya nggak tidur bertahun-tahun''.. ucak Kia terkekeh..Rako yang melihat senyum Kia ikut tersenyum juga, ia duduk di kasur samping Kia.


"Iya kamu bener yank, selama 4 tahun ini aku tidur tidak pernah nyenyak! Karena pikiran dan Jiwa aku di bawa sama kamu.." lirih Rako yang mengusap lembut wajah Kia. Kia yang mendengarnya menatap Rako dengan berlinang air mata.


"Dan sekarang, Pikiran dan jiwa aku telah kembali. Walau aku tidur di sofa, tapi tidur aku sangaaaaat nyenyak"., ucap rako jujur. Karena selama ini ia memang kurang tidur, selain tidak nyaman dengan Lidya yang di sampingnya, ia juga selalu memikirkan Wanita yang sangat di cintainya, Kia.


"Maafkan aku".. ucap Kia meneteskan air mata, Rako langsung menarik Kia ke dalam pelukannya. Ia juga menangis karena bahagia, tapi Kia tidak tahu itu.


''Yank, apapun nanti yang terjadi, aku harap kamu tidak akan menyuruhku meninggalkanmu, dan kamu juga jangan pernah tinggalkan aku lagi.. kamu mengerti?".. ucap rako memegang wajah Kia dengan kedua tangannya.


"Iya sayank".ucap Kia yang langsung menutup mulutnya. Rako yang mendengar itu sangat senang, akhirnya panggilan itu terucap kembali dari orang yang di cintainya. Dan ia juga tertawa melihat ekspresi kekasihnya itu saat keceplosan memanggil kata Sayank.


"Haha.. aku senang sekali akhirnyaa kata itu terucap dari kamu lagi yank".. ucap Rako tertawa. Kia hanya memajukan bibirnya.


q


"Yank, besok Dinda akan jaga kamu seharian, dan aku besok harus menghadiri Meeting di Surabaya. Jadi besok aku nggak ke sini dulu ya".. ucap Rako lembut. Kia sedikit sedih tapi ia tidaj menunjukkan ekspresinya.


"Iya gapapa kok, kamu juga harus fokus sama kerjaan kamu, apalagi mau punya istri dua!", ucap Kia terkekeh..Sedangkan Rako terdiam. Ia sebenarnya tidak mau punya istri dua. Terlebih lagi Lidya bukanlah wanita yang di cintainya. Pikirannya adalah apakah ia bisa adil ? Kalau dalam segi keuangan tidak masalah tentunya. Tapi dalam segi pembagian waktu?!! Karena ia pasti akan lebih memilih selalu bersama Kia, orang yang di cintainya. Melihat Rako diam, Kia sedikit merasa bersalah.


"Maafkan aku".. lirih kia. Rako mendengarnya langsung memeluk tubuh Kia dengan erat..


"Aku yang minta maaf, karena tidak bisa menjadikanmu satu-satunya dalam hidupku". lirih Rako..


****


Dan akhirnya mereka kembali ke posisi masing-masing. Kia yang sudah tidur di Brankar tempat tidurnya, sedangkan Rako yang masih belum bisa tidur sambil membaringkan tubuhnya di Sofa. Ia masih memikirkan apakah ia bisa adil?? Karena ia kurang paham masalah Poligami, ia bertekad harus menanyakan perihal ini kepada Pak Ustad yang lebih paham dalam hukum Islam.


Akhirnya lama dalam lamunan dan pemikirannya, Rako tertidur juga.


°


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2