Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Gosip


__ADS_3

Pagi ini sudah heboh di kantor Mango Group bahwa CEO nya yang tak lain pemilik Perusahaan itu ingin bercerai dengan istrinya. Tentu saja para wanita disana sangat senang mendengarnya. Mereka berlomba-lomba ingin merebut hati Bos nya itu. Dan salah satu dari mereka ada yang mengetahui kalau Bos nya itu mau menikah dengan mantannya. Dinda yang mendengar sangat terkejut. Ia memang belum tahu apa-apa, karena ia sendiri sedang ada masalah. Ia pun berniat menanyakan pada Kia soal ini.


"Ki, serius loe dia udah di penjara??" tanya Dinda pelan pada Kia, yang sebelumnya Kia sudah ceritakan semua yang terjadi dalam beberapa hari ini. Mereka tengah menikmati makan siangnya di kantin. Tiba-tiba Bima menghampiri dua gadis cantik ini.


"Hai, boleh gabung gak?" tanya Bima ramah.


"Boleh kok, duduk aja Bim". jawab Kia tersenyum. Bima pun duduk di sebelah Dinda dan berhadapan dengan Kia.


"Eh, kalian gak ikutan tuh rebut hati si Boss??" ucap Bima tiba-tiba dan terkekeh. Kia dan Dinda saling tatap sebentar.


"Emangnya kenapa Bim?" tanya Kia pura-pura tidak tahu.


"Loh emang kalian belum tahu?? Kan Si Boss mau cerai sama Istrinya. Katanya sih gara-gara ada Pelakor!!". ucap Bima datar. Kia pun tersedak mendengarnya, karena ia sedang minum lemon tea.


"Pe..pelakor Bim?? Loe kata siapa? emang sudah ada bukti?" tanya Kia yang takut kalau dia di tuduh sebagai Pelakor.


"Gw sih denger dari cewek-cewek aja. Kalau bukti sih gak tahu deh.." jawab Bima jujur. "Kalau emang bener, gila ya tuh cewek gak punya perasaan banget merebut suami orang! Kena Azab baru tahu rasa dia!" lanjut Bima terkekeh. Kia pun merasakan jantungnya berdebar kencang. Dinda melihatnya mencoba mencairkan suasana.


"Yaelah gosip kaya gitu aja cepet. Cari tahu dulu kenapa si Boo cerai. Siapa tahu istrinya yang jahat!!".ujar Dinda kesal.


"Iya juga sih.. Yasudahlah yang penting kita Doakan aja yang terbaik untuk Boss". ucap Bima cuek. Kia pun hanya diam.


****


"Ki, loe masih kepikiran ya gosip di kantor?" tanya Dinda lembut pada Kia yang berada di samping nya. Ya, mereka sudah berada dirumah. Dinda sengaja menginap di rumah Kia, karena ia tahu Kia sangat terpukul akan gosip itu. Karena nantinya jika ia menikah dengan Rako, sudah pasti dialah yang tertuduh sebagai Pelakor.


"Din, apa yang harus gw lakuin? Gosip itu semakin menyebar sampai ke kantor Cabang loh! Gw bingung siapa orang yang sudah membuat gosip itu!". ujar Kia pelan dan wajahnya sangat panik.


"Coba sekarang loe telpon Rako." ucap Dinda


Kia pun mencoba menghubungi calon suaminya itu.


tut..tut..tut..


"Ya sayank.." jawab Rako lembut


"Kamu lagi apa dan dimana?" tanya Kia datar.


"Lagi di ruang kerja di Apartement. Kenapa yank kok kaya panik gitu?" ucap Rako dibalik telepon.


"Apa kamu sudah tahu kalau di kantor itu sudah heboh gosip mengenai perceraian kamu!".. ucap Kia dengan sendu.


"Iya aku tahu. Ali dan Shiren yang memberitahuku. Yasudah biarkan saja, toh memang benar aku mau cerai." jawab Rako santai


"Bukan itu masalahnya Rako!! Tapi mereka mengatakan akibat dari kalian bercerai adalah adanya PELAKOR!! Hiks..hiks.. kamu ngerti kan maksud aku!!" ucap Kia bersuara tinggi dan menangis. Rako sebenarnya sudah tahu gosip itu, dan ia juga sudah meminta bantuan Ali dan Shiren mencari siapa yang pertama menyebarkan berita tidak benar itu! Namun ia tak menyangka kalau reaksi Kia akan bersedih seperti ini.


"Yank dengarkan aku!! Aku juga sudah tahu, dan aku pun sudah meminta Ali dan Shiren untuk mencari siapa orang yang menyebarkam gosip murahan kaya gini!!". ujar Rako tegas dan meyakinkan Kia. Kia pun terdengar masih menangis di balik telepon.


"Yank, kamu jangan nangis. Maafin aku ya kalau semua akan seperti ini.. kamu percaya kan sama aku?? Aku pastikan tak lama lagi gosip itu menghilang!". ucap Rako yakin dan Kia pun sedikit tenang.


"Ya sudah kalau begitu. Aku tutup dulu yaa, ada Dinda juga di sini". ucap Kia pelan.


"Ya sayank, kamu tidurnya jangan malam-malam ya. Besok weekend kalau bisa kamu dirumah aja sama Dinda. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan, Insyaallah besok aku mampir ke rumah kamu." ujar Rako lembut.


"Ya udah. kamu juga istirahat ya.. Assalamualaikum". ucap Kia dan menutup tlpnnya.


"Waalaikumsalam..Yah udh dimatiin aja".. saut Rako menggelengkan kepala.


Tak lama setelah Kia menelepon Rako, Ali pun juga menghubungi Rako. Rako langsung menerima panggilam tersebut, karena dia tahu pasti ini ada hubungannya dengan gosip murahan itu.


"Ya Al.." jawab Rako menempelkan benda pipihnya di telinga.


"Bang, Al udah tahu siapa dalangnya!". ucap Ali tegas. Rako pun langsunf bangun dari duduknya.


"Bagus. Kita ikuti permainannya. Jangan langsung bergerak, karena Abang mau tahu juga apa maksud dia menyebar fitnah ini". saut Rako tersenyum getir.


"Siap Bos. Dan ada lagi yang paling mengejutkan!!". ujar Ali yang langsung membuat Rako penasaran

__ADS_1


"Apa??". tanya Rako datar


"Ternyata dia ADIK IPAR mu Bang!!". jawab Ali terkekeh dan penuh penekanan.


"Apaa??? Yang benar kamu Al!!!" ujar Rako bersuara tinggi.


"Iya, ngapain juga gw bohong Bang!". ucap Ali tegas.


"Selidiki latar belakang dia Al. Karena selama menikah dengan Lidya, Abang sendiri nggak tahu wajah adiknya seperti apa!". titah Rako pada Ali


"Beres kalau itu Bos, tanpa di minta Al juga udah dapat sebagian informasi tentang dia. Kalau sudah lengkap, Al akan kasih tahu ke Abang..Ok!". ujar Ali meyakinkan. Ali memanglah handal dalam mencari data seseorang. Dia juga sangat cerdas dan berpikir panjang.


"Good Job.. Bonus kamu Abang tambahin.." ujar Rako tersenyum di balik telepon.


"Asikk..Thanks Bos!! Sementara itu dulu info yang bisa Al kasih Bang". ucap Ali


"It's Ok. Kamu memang hebat Al. Baru 1 hari sudah dapat aja dalangnya". ujar Rako jujur.


"Gak sampai sehari Bang, sebenarnya udah dari tadi. Bahkan dari Abang perintahkan 3 jam berikutnya sudah dapat." saut Ali terkekeh. "Soalnya musuh kita ini sangat tidak sebanding Bang. Bagaikan rempahan rempeyek kesukaan Abang..haha" ujar Ali tertawa.


"Hahaa kurang ajar kau!! Aku potong gajimu ya!!" saut Rako meledek


"Ampun Bos..Kidding doank! Oke Boss, anak buah Al juga lagi membuntuti dia!" ucap Ali


"Oke, lakukan tugasmu dengan benar Al!"., saut Rako dan menutup teleponnya.


"Adik iparku?? Siapa dia?? Berani sekali berurusan dengan Rako Hadi Pratama!!" gumam Rako tersenyum penuh arti.


****


Keesokan harinya..


Weekend ini Dinda dan Kia kini sedang lari pagi di daerah komplek yang tak jauh dari kontrakan Kia. Saat dia sedang berlari kecil bersama Dinda, Kia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Kia pun menoleh ke belakang, dan ternyata hanya nampak wanita hamil sedang berjalan dengan memakai masker dan hanya terlihat matanya saja.


"Loe kenapa sih Ki nengok-nengok ke belakang terus?!" tanya Dinda heran yang sedari tadi melihat Kia.


"Gak ada tuh. Yang persis di belakang kita cuma mbak-mbak lagi hamil noh". saut Dinda.


"Eh Din, kita balapan lari yuk?!" ajak Kia yang sebenarnya curiga dengan perempuan hamil itu.


"Oke, siapa takut...!" jawab Dinda dengan pedenya. Kia pun langsung berlari cepat. Dinda yang tak mau kalah menyusul Kia.


"Ki..gw ca pek.. Selonjoran dulu..!" ucap Dinda ngos-ngosan yang sudah duduk di jalanan yang cukup sepi itu. Kia pun masih posisi berdiri di depan Dinda. Mereka berlari cukup jauh dari jarak awal. Saat Kia menoleh ke belakang, ia sungguh terkejut!! Wanita hamil itu jaraknya cukup dekat dengan mereka. Dia sedang menggerak-gerakan tangannya ke atas seperti olahraga ringan.


"Din, mungkin gak orang hamil bisa lari cepet kaya kita tadi??" tanya Kia berbisik pada Dinda.


"Gila kali loe! Ya gak mungkinlah, mau brojol tuh anak di jalanan..haha!"jawab Dinda yang belum paham maksud Kia. Kia pun menatap Dinda dan mengisyaratkan lewat matanya agar melihat ke samping Dinda. Dinda yang mengerti langsung menoleh ke arah samping, karena posisi Dinda sedang duduk selonjoran. Dinda pun terkejut.


"Ki, itu kan cewek tadi ya?? Dia bisa lari sejauh ini???" ucap Dinda berbisik dan sudah berada di sampimg Kia yang berdiri. Kia pun menjawab lewat matanya.


"Ok, gw punya ide".,ucap Kia yang sambil berjalan pelan, Dinda pun mengikuti langkah Kia. Mereka berjalan tanpa menoleh ke belakang.


"Din, kita ke kiri, nanti ngumpet di balik pohon itu ya". ucap Kia yang menunjuk pohonnya lewat matanya. Dinda pun menganggukan kepalanya. Dan mereka langsung berlari sangat kencang, lalu mulai bersembunyi di balik pohon yang cukup besar dan menutupi tubuh mereka.


Mereka sesekali mengintip untuk melihat cewek hamil itu. Dan ternyata kecurigaan Kia benar, cewek itu sengaja mengikuti mereka. Dan sepertinya dia tidak hamil, hanya pura-pura dan entah maksudnya apa. Cewek itu menengok kanan dan kiri mencari keberadaan Kia dan Dinda. Dinda dan Kia langsung menjankan misi selanjutnya. Mereka menganggukan kepalanya daaaaann....


"Nah.... ketangkep loe!!!" ujar Dinda yang memegang tangan cewek itu. Cewek itu pun sangat terkejut, walau menggunakan masker, namun dari matanya terlihat ia panik. Kia pun berdiri di hadapannya.


"Eh loe ngikutin kita ya???" tanya Kia datar. Cewek itu pun menggelengkan kepala tanpa bersuara dan sembari ingin melepaskan tangannya dari Dinda. Dinda yang tenaganya cukup kuat itu masih memegangi tangan cewek itu yang di taruh di belakang.


"Siapa sih loe hah??" ujar Kia mencoba melepaskan masker cewek itu. Cewek itu memberontak dan menggerak-gerakan kepala dan tubuhnya karena tidak mau terlihat wajahnya. Dan hampir saja terbuka, kaki Kia di tendang sangat keras sontak Dinda pun lengah dan cewek itu berhasil melarikan diri. Namun Kia dengan cepat berlari mengejar cewek itu!! Hingga Kia menimpuk kepalanya pakai batu yang cukup besar. Dan tak!!


"Yess kena!!" ucap Kia yang tepat sasaran. cewek itu menoleh ke belakang sambil mengusap kepalanya yang sakit itu. Dan saat dia berlari dengan cepat, ada sebuah motor yang melaju tidak terlalu kencang hingga.....


brukk!!!


Ya, cewek itu tertabrak motor sampai terjatuh, Kia yang melihatnya menghampiri mereka. Sang pengendara motor melihat korbannya jatuh dan ada luka besut cukup parah di bagian siku kanan dan dagu karena terbentur aspal. Namun saat Kia menghampirinya, tanpa rasa sakit cewek itu berlari menjauhi Kia.

__ADS_1


Kia pun berhenti di depan pengendara motor tadi.


"Bapak tidak apa-apa?" tanya Kia ramah.


"Engga Neng, tapi cewek tadi luka Neng, pada besut di Siku kanan sama dagunya. Saya kaget dia lari kencang banget!". ujar Bapak itu panik.


"Ya sudah Pak namanya musibah, untung saja tidak ada yang terluka parah". saut Kia tersenyum. Bapak itu pun pamit kepada Kia.


"Ki...Huh..huh..gimana?? Dapet??" tanya Dinda mengatur nafasnya karena ia mengejar Kia yang berlari sangat cepat.


"Kabur dia. Tapi tadi dia ketabrak motor, ya untung aja gapapa, cuma kata Bapak tadi dia luka besut di Siku kanan sama Dagu." ucap Kia


"Ya udahlah. Loe harus hati-hati Ki. Perasaan gw bilang dia orang suruhan Lidya!". ujar Dinda menasehati. Kia pun diam dan berpikir.


"Ya udah yuk balik ah..laperrrr!!" ucap Dinda lagi, dan Kia pun mengiyakan.


****


Di sebuah taman, seorang perempuan yang memakai kaos lengan pendek agak gombrang dengan celana panjang trainingnya tengah duduk di bangku taman itu. Dia melepaskan bantal yang mengisi perutnya.


"Arrghh sialan!!! Hampir aja ketahuan!!!" ucap cewek itu pada diri sendiri sambil membanting bantal nya ke bawah.


"Huft.. perih banget lagi ini!" gumam kembali cewek itu melihat Siku nya, ia juga melihat dagunya lewat ponselnya.


"Ok, gw harus tahu rumah Kia!! Besok gw lanjutin lagi aja!" ucap lagi Cewek itu pada dirinya sendiri.


****


"Mi.. Kamu bilang sama Rako, Adik Lidya itu ternyata kabur dari rumah 4 tahun lalu, karena ia tidak mau dijodohkan! Dan keluarganya pun tidak ada yang tahu dia dimana. Papi nanti usahakan minta foto adiknya Lidya agar bisa kita temukan. Karena Papi khawatir dia akan membantu Lidya membalaskan dendamnya!". ucap Papi di balik telepon kepada Mami Elina.


"Apa Pi?? 4 tahun?? Apa Pak Chandra tidak mencarinya??" tanya Mami


"Katanya sudah Mi. Tapi mereka curiga kalau anaknya itu memalsukan identitasnya!! Karena di cari di semua Negara dan Kota nama Sindy Tamara Nugroho bukanlah anak yang mereka cari Mi." jawab Papi Rako.


"Ya sudah Pi nanti Mami sampaikan sama Rako. Lalu gimana dengan tanggapan mereka kalau anaknya akan bercerai Pi?".tanya lembut maminya


"Pak Chandra Nugroho nya sih tidak terlalu ikut campur sama urusan anaknya. Tapi Bu Laura yang sedikit tidak terima, bahkan dia meminta harta gono gini". jawab Papi lembut.


"Enak saja Jeng Laura!! Anak kita yang mau di bunuh kok sama anaknya!! Sudah diamkan saja Pi!!" ucap Mami yang kesal


"Iya, mami tenang saja, Papi bisa membereskannya kok, dan sepertinya Rako tidak usah kesini. Papi besok juga sudah kembali ke Jakarta." ucap Papi Rako.


"Ya sudah Pi hati-hati ya disana.." ucap lembut Mami


"Ya sayank..daaah.." jawab Papi dan menutup teleponnya.


"Siapa Adik Lidya?! Aku memang bodoh, bisa-bisanya tidak melihat latar belakang Lidya!! Aku sangat menyesal menilai semua karena uang!" gumam Mami penuh penyesalan.


****


°


°


°


°


°


##Huft selesai juga ngetiknya.😥.. Ini demi kalian yang masih setia membaca ceritaku. Karena aku mengetik novel ini langsung dari Hape nya loh.


Daan..sebentar lagi akan terungkap kok Adik Lidya. 😉


Buat Kalian yang penasaran kapan Kia nikah sama Rako, Insyaallah aku buat dalam waktu dekat.. Terus dukung Author yaa 😍


Terimakasih Sayaaaank 😙

__ADS_1


__ADS_2