Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Pernikahan


__ADS_3

Lima bulan kemudian


Saat ini kehamilan Kia sudah memasuki usia 6 bulan. Rako selalu posesif pada kesehatan Kia dan calon anaknya. Dan selama ini, mereka tinggal di rumah utama. Karena kekhawatiran semua keluarga terhadap Kia dan calon Baby nya, Rako memutuskan untuk tinggal sementara sama keluarganya.


****


Di rumah Dinda


Dinda dan Vino saat ini sedang mempersiapkan pernikahannya. Ya, sejak 3 bulan lalu Vino melamar Dinda untuk menjadi pendamping hidupnya. Keluarga mereka pun sangat merestui mereka. Dan acara mereka pun tinggal tiga hari lagi. Kia yang perutnya sudah membuncit tidak bisa melakukan banyak aktivitas. Dia pun sangat bahagia sahabatnya akan melangsukan pernikahan dengan orang yang di cintai dan mencintainya.


Shiren yang juga menjadi sahabat Dinda, ikut bahagia. Dia pun ikut menemani Dinda membeli keperluan untuk pernikahannya nanti.


Tiga hari kemudian


Saat ini Kia, Rako, Shiren dan Ali sudah berada di Gedung yang cukup megah untuk melakukan pernikahan. Kia dan Shiren menjadi bridemaids dengan kebaya yang sama. Kia sangat cantik, ia membuat kebaya berwarna tosca itu menjadi dress di atas lutut, dengan leher sabrina dan lengan panjang yang pas di tubuhnya. Apalagi perutnya terlihat menonjol, menambah kesan sexi di mata Rako.


"Sayank, aku kok deg-degan yaa, inget kita dulu" ucap Kia yang duduk disamping Rako menunggu Ijab Qobul Dinda dan Vino


"Ya yank.Apalagi aku.," jawab Rako pelan tersenyum


Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba..


Vino sedang membacakan Ijab Qobul bersalaman dengan Wali Dinda, yaitu Adik dari Ayah kandungnya. Ya, ayah kandung Dinda sudah 4 bulan lalu meninggal dunia di dalam penjara karena sakit yang di deritanya.


"SAH!!!!" terdengar sautan banyak orang di sekitar pengantin. Ya, Alhamdulillah Vino dan Dinda resmi menjadi pasangan Suami Istri. Kia dan Shiren pun mengucap Syukur bahagia.


"Alhamdulillah" ujar Kia dan Rako bersamaan. Mereka pun mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


"Dindaaaaaa!" teriak bahagia Kia menghampiri sahabatnya itu.


"Selamat yaa cantik.. semoga selalu menjadi keluarga yang SAMAWA" ucap Kia dalam pelukan dinda. Dinda pun membalas pelukan Kia.


"Aamiin..Makasih ya Bumil cantikk" jawab Dinda tersenyum. Kia pun melepaskan pelukannya dan bergantian mengucapkan pada Vino.


"Selamat ya Vin.. Semoga loe bisa menjadi suami yang bertanggung jawab dan setia." ucap Kia bersalaman dengan Vino.


"Aamiin..Makasih ya Nyonya Boss" saut Vino tersenyum. Ya, semua orang di kantor sudah mengetahui bahwa Kia lah yang menjadi Istri Rako Hadi Pratama. Dan mereka juga tahu kalau Lidya, mantan istri Rako adalah wanita yang jahat.


****


Kia dan lainnya sudah berada di rumah utama. Ia sudah sangat terlihat lelah.


"Tuh kan, aku bilang apa! Jangan tunggu acara sampai selesai donk yank! ingat loh kamu ini lagi hamil" ujar Rako lembut melihat Istrinya bersandar di ranjang sambil mengeluh pegal di kakinya.


"Ya yank, aku cuma mau menyaksikan sahabat aku menikah, Dinda dulu juga selalu menemani aku." ucap Kia pelan. Rako pun duduk di tepi ranjang dan memijat kaki istrinya yang terlihat bengkak itu.


"Iya, tapi kan kondisi kamu beda sayank. Tuh kaki kamu sampai bengkak gini!" tutur Rako datar. Kia pun hanya diam.


"Makasih ya sayank, kamu memang suami yang pengertian" ucap Kia terkekeh melihat suaminya memijat kakinya.


"Maaf Nyonya, ini tidak gratiss!!" saut Rako menatap Kia penuh arti. Kia pun memutar bola matanya malas. Rako pun langsung menidurkan tubuh Kia di ranjang. Dengan cepat, ia mencium bibir Kia lembut. Kia pun membalasnya. Dengan hati-hati dan lembut, rako melakukan tugasnya semalaman panjang.

__ADS_1


****


Di kediaman Sindy alias Sinta.


"Kakak, aku sangat merindukanmu" lirih Shinta melihat foto mereka berdua.


"Maafkan aku kak, aku tidak bisa membalaskan dendamku. Bagaimanapun aku sadar, kalau Kia gadis yang baik." Sinta bermonolog di kamarnya.


Sedangkan Orang tua Lidya dan Shinta, tidak terima atas kematian anaknya. Mereka tetap menyalahkan Rako dan Istrinya. Namun mereka sadar, bukti pun sudah kuat bahwa Lidya dan Vincent lah yang salah. Dan lawan mereka pun tidak sebanding dengannya. Karena keluarga Pratama adalah Keluarga terkaya no. 1 seAsia.


*****


Dua bulan kemudian


Kini kandungan Kia sudah memasuki usia 8 bulan. Perutnya kini semakin membesar. Dan sekarang adalah jadwal Usg mereka.


"Sayank, udah siap belum?" tanya rako lembut


"Iya yank.. Aku kok mual yaa" ucap Kia pelan. Rako pun menggemgga, tangan istrinya untuk menuntun berjalan


"Kamu abis makan apa memangnya?" tanya Rako lembut


"Semalam kan kita makan Bakso yank" jawab Kia lembut.


"Kepedasan kali tuh kamu. Yasudah kita langsung ke Rumah Sakit aja ya." ucap Rako dan mereka pun sudah masuk di mobil dengan di kendarai Ali.


****


"Silahkan berbaring di sini Bu", ucap Dr. Nindy meminta Kia berbaring di Brankar. Rako pun membantu Istrinya itu. Ya, mereka saat ini sedang berada di ruangan Dr. Nindy di Rumah Sakit X.


"Wah ini Baby nya mau kasih kejutan kali yaa. Dari bulan lalu tidak pernah kelihatan jenis kelaminnya" ucap Dokter itu terkekeh. Rako dan Kia pun saling pandang. Sejujurnya mereka ingin sekali mengetahui jenis kelamin anak mereka. Walau mereka akan menerima apa saja jenis kelaminnya, asal Ibu dan Anakknya sehat.


"Coba Dok sekali lagi" ujar Kia, Dr. Nindy pun melakukan Usg sekali lagi.


"Oke kita lihat yaa, ayo Dek..Mamah Papahnya penasaran nih" ucap Dokter itu menggerakan alat Usg nya ke perut Kia seolah-olah bicara pada bayinya


"Hmm Dede nya mau kasih kejutan nih Bu..Pak" ujar Dokter itu yang tetap tidak melihat jenis kelamin bayi mereka. Kia pun tersenyum seakan terpaksa, Rako pun mengerti apa yang Kia rasakan. Karena 2 bulan ini, ketika melakukan Usg, Baby mereka tidak pernah menampakkan jenis kelaminnya. Bukannya tidak bersyukur, hanya saja Kia ingin sekali membeli perlengkapan bayi sesuai gender anaknya.


"Ya sudah sayank, mungkin anak kita mau kasih kita surprise..Yang terpenting kamu sama Anak kita sehat" ucap Rako lembut sambil membantu Kia bangun dari tidurnya.


"Ya betul sekali Pak. Kondisi Ibu dan Bayinya saya lihat sejauh ini sangat baik. Tetap di jaga ya Bu kandungannya, Ibu juga harus jaga kesehatan dan jaga pola makan ya. " saut Dokter Nindy ramah.


"Ya Dok, terimakasih banyak ya Dok" ucap Kia ramah. Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan Dokter Nindy alias Dokter kandungan mereka.


Mereka pun sudah dalam perjalanan menuju rumah utama.


"Huft sayank,, mama akan terima apa saja jenis kelamin kamu. Mamah cuma penasaran aja sayank. Kamu sehat-sehat ya Nak" ucap Kia bicara sendiri di kursi belakang mobil sambil mengelus perutnya yang besar itu.


"Iya Mama.. Yang pasti kalau aku Cewek akan cantik kaya Mama, dan kalau aku cowok akan setampan Papa" saut Rako menirukan suara anak kecil. Kia pun tertawa, karena baru ini ia melihat kekonyolan suaminya itu, Ali pun tersenyum menahan tawanya.


"Loh kok kamu ketawa sih yank??" tanya Rako cemberut di buat-buat. Kia pun berusaha menghentikan tawanya dan menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu.

__ADS_1


"Kamu lucu sayank. Aku yakin kamu akan menjadi Ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak", ujar Kia lembut. Rako pun tersenyum dan mengecup puncak kepala Kia.


"Anak-anak?? berarti...kamu mau lebih dari satu donk!" ujar Rako menggoda. Kia pun mengangkat kepalanya dan menatap Rako


"Ih kamu mah, pikirannya gak jauh dari situ!" ucap Kia cemberut yang tahu maksud Rako. Rako pun mendekatkan wajahnya pada Kia


"Aku senang kok sayank, kalau baby kita sudah lahir, kita buat lagi yang kedua letiga keempat kelima keenam ketu..." ucap Rako yang terpotong ucapannya


"Stop sayank! Kamu mah enak bikin doank, aku yang hamil besar". saut Kia kesal


"Loh sayank, kamu kan juga enak pas bikinnya..Sampai minta nambah kan?!" ucap Rako terkekeh dan mendapat cubitan di perutnya dari Kia.


"Auwww!!..Yang kamu lakukan itu J A H A T yank.," lirih Rako menirukan adegan film. Kia pun memberi kode lewat matanya bahwa ada Ali di depan. Rako yang mengerti tersenyum.


"Al, kamu gak dengar kan??" tanya Rako datar. Ali pun sebenarnya sudah panas dingin mendengar obrolan mereka. Namun ia mencoba rileks.


"Enggak Bang" jawab Ali datar. Kia pun memutar bola matanya malas.


"Dasar dua sepupu yang aneh. Jelas-jelas Ali pasti dengar. Udah gitu si Al pakai bilang gak dengar!! Hadehhh... Acting yang bagus" batin Kia.


****


''Eh Anak-anak Mami sudah pulang?" ucap Mami bahagia melihat anak dan menantunya tjba dari Rumah Sakit.


"Iya Mi.." jawab Kia ramah.


"Bagaimana kata dokter ?" tanya Mami lembut dan mengikuti Kia duduk di sofa.


"Alhamdulillah kata Dokter sehat Mi. Tapi.. Baby nya belum mau kasih tahu nih Mi jenis kelaminnya" lirih Kia. Mami pun tsrsenyum


"Tak apa lah sayank, Yang terpenting itu kamu dan cucu Oma sehat'' ucap Mami lembut mengusap perut Kia yang besar itu.


"Ya Oma.." jawab Kia menirukan suara anak kecil, mereka pun tertawa bersama.


****


°


°


°


°


°


##Haii sayank... Novel ini mau aku buat Tamat. 😊


pengennya sih jangan happy ending terusss,,gimana nih menurut kalian???😆


Maaf kalau Author lama update yaa, Soalnya dari kemarin lagi mengurus persiapan Suami yang mau di tugaskan ke Luar Kota. Jadi Author juga punya kehidupan nyata ya sayank 😁😅

__ADS_1


Terimakasih buat yang setia membaca novel ku yang pertama ini. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 💙


Makasihhh Sayaaaank 😙


__ADS_2