Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Hamil Lagi?


__ADS_3

7 Bulan kemudian


Tak terasa Baby Raja sudah berusia 9 bulan. Tentunya dia sudah sangat aktif. Dia sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan sesuatu benda dan merambat untuk meraih sesuatu yang di dekatnya. Semenjak kehadiran Raja, keadaan rumah utama sangatlah berwarna. Ya, Rako dan Kia memutuskan untuk tinggal di rumah Orang tua mereka selama 1 tahun. Dan selama ini merekap pun sering mengunjungi rumah mereka yang di rawat oleh Bi Nini dan Bi Ati.


Dan hubungan Ari dengan Shiren pun semakin dekat, mereka bahkan sudah bertunangan. Akan tetapi mereka sepakat akan menikah di 5 bulan ke depan.


#Di Kamar#


Saat ini matahari pagi sudah masuk ke dalam celah kamar pasangan suami istri ini. Kia yang biasa bangun pagi, sekarang terlihat lesu di atas ranjang mereka. Rako yang sudah membersihkan dirinya melihat istrinya masih tiduran di ranjang pun heran.


"Yank, kamu sakit?" tanya Rako lembut


"Gak yank" jawab Kia dengan suara yang lemah, Rako pun duduk di tepi ranjang sambil mengusap kepala Kia


"Ayo bangun sayank, udah jam 8 loh.. Kita jalan-jalan yuk" ajak Rako karena kebetulan hari ini dia libur. Dan biasanya Kia sangat antusias mendengar kata jalan-jalan, dan ini?? dia masih asik merebahkan tubuhnya


"Gak ah yank, aku ngantuk banget" jawab kia pelan


"Ya sudah kamu istirahat aja dulu ya, nanti sarapannya di bawa kesini ya" ucap Rako lembut


"Aku mau bubur ayam yank, 2 porsi ya, lapar banget nih" jawab Kia pelan. Rako pun membulatkan matanya


"2 Porsi?? gak salah yank?" tanya Rako heran


" Ya udah gak usah kalau gak mau beliin!!" jawan Kia merajuk sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Rako pun sangat heran.


"Iya sayank nanti beli yaa,, sekarang kamu mandi dih, biasanya paling rajin kalau mandi" ujar Rako lembut.


"Iya sayank nanti yaa aku lemes banget" saut kia pelan yang masih berbaring di kasurnya.


"Aku panggilin Sam ya biar di periksa" ucap Rako. "Soalnya udah seminggu ini kamu lemes kaya gini " ucap lagi Rako, karena melihat istrinya seminggu ini seperti sakit, tapi anehnya makannya sangat banyak.


"Ya udah terserah kamu aja, Yank mau bubuuurr" rengek Kia manja. Rako pun akhirnya pamit untuk mencari bubur ayam permintaan istrinya itu


"Yank," panggil Kia saat Rako sudah membuka handle pintu, rako pun menoleh


"Apa sayank?" tanya Rako


"Inget 2 porsi" ujar kia menyengir kuda, Rako pun menganggukan kepala


"Yank.." panggil Lagi Kia, Rako pun tak jadi keluar kamar


"Apa? Mau di beliin yang lain lagi?" tanya Rako yang dari nadanya sudah terdengar kesal.


"Hmm.. aku pengen ketoprak juga ya, tp jangan terlalu pedas" ucap Kia, Rako oun membulatkan matanya. Pikirannya adalah mau cari dimana ketoprak pagi-pagi begini.


"Tapi itu beli dimana yank??" tanya Rako datar


"Ya cari aja pasti ada kok sayank" ucap Kia tanpa dosa, Rako pun menghela nafasnya, Ia ingin menyuruh Al, tapi anak itu sedang kencan dengan pacarnya. Ya, Al ternyata sudah memiliki pacar 3 bulan ini.


"Yaaank tunggu tungguu.." panggil lagi Kia berteriak, Rako pun menghentikan langkahnya dan berbalik dengan wajah datar.


"Apa lagi sih yank?? kapan aku jalannya nih!!" ujar Rako kesal dan bersuara agak tinggi, Kia pun langsung berwajah sedih, matanya berlinang menahan airmata yang akan jatuh membasahi pipinya yang mulus itu. Rako melihatnya langsung tersadar kalau ia sudah kasar.


"maaf sayank, aku gak bermaksud marah sama kamu.." lirih Rako menghampiri istrinya dan menggengam jemarinya, kia pun sontak melepaskan genggaman Rako.


"Gak usah di beli semuanya!! Aku udah gak kepengen kok!" lirih Kia dan langsung turun dari ranjangnya dan masuk ke toilet. Rako pun membuntuti Kia.


"Yank..maaf donk, aku cuma kesel aja gak marah sama kamu!!" ucap Rako pelan mengikuti kia berjalan dibelakangnya.


"Ya udah makanya gak usah! aku terlalu merepotkan kamu!" ujar Kia daan..


brakk!!!


Pintu toilet tertutup dengan sangat keras, Rako pun sontak terkejut dan menarik napasnya dalam-dalam. Ia merutuki kebodohannya itu.


"haduhhh bodoh banget sih gw!! Bisa membentak gitu! alamat si Racil kedinginan nih" gumam Rako panik.


"Sayank..kok lama?? kamu lagi apa di dalam?" Rako mengetuk pintu toilet karena sudah setengah jam Kia belum juga keluar toilet.

__ADS_1


"Yankk.. aku minta maaf..buka donk sayanj pintunya" ujar Rako lembut.


ceklek


Akhirnya Kia membuka pintu toiletnya dengan mata yang sembab, namun Rako terlihat heran dengan Istrinya ini.


"Ka.,kamu gak mandi yank?" tanya Rako hati-hati. Ya, Kia masih dalam keadaan yang sama. Hanya menggunakan pakaian tidurnya yang minim, dan rambut di ikat acak-acakan, ditambah lagi mata yang sembab. Tanpa menjawab, Kia langsung berlalu ke toilet dan mengganti pakaiannya dengan kaos lengan pendek dan celana panjang kulot. Ia menyisir rambutnya, dan di ikat rapih. Ia menyemprotkan minyak wangi Raja di tubuhnya. Sedangkan Rako hanya memperhatikan istrinya itu.


"Kamu mau kemana yank?" tanya Rako lembut


"Raja" jawab Kia singkat, dan ia pun berjalan menuju pintu luar. Karena sejak subuh, Raja selalu terbangun, dan seminggu ini pula, Raja selepas subuh, Oma nya selalu mengambil Raja dan di bawa ke luar. Ia juga heran dengan menantunya ini, tak biasanya sehabis subuh langsung tidur lagi.


"Yank maafkan aku, aku mohon jangan seperti ini". lirih Rako yang menarik Kia ke dalam pelukannya. Kia pun tidak membalasnya, namun ia menangis sesegukan.


"Yuk kita beli bubur sama-sama" ajak Rako sambil melepaskan pelukannya


"Udah gak selera" lirih kia


"Terus mau makan apa sayank hmm?" tanya lagi Rako dengan suara yang begitu lembut. Kia pun menatap suaminya itu


"Nanti aja, aku cek di dapur sendiri" jawb Kia datar.


"Ya udah yuk kita ke Raja". ajak Rako, kia pun menganggukan kepala. Dalam hati Rako sangatlah lega, karena istrinya itu sudah tidak ngambek lagi.


"Aman Cil...Xixixixi..." batin Rako bicara seolah-olah pada Racilnya dan terkekeh geli.


****


"Sam, tolong kerumah Mami ya, istri gw seminggu ini lesu banget, tapi pola makannya nambah. Udah gitu sensitif banget sekarang, gw gak bisa salah dikit ngomongnya" ujar Rako di balik telepon pada Sam


" Hahaaa,,Gw mau kesana kalau hasilnya negatif" jawab Sam santai, Rako pun masih tidak mengerti


"Maksud loe Sam??" tanya Rako dibalik teleponnya


"Istri loe suruh tespack lagi ya, dan kalau negatif, gw kesana bro".. jawab Sam, dan membuat Rako membulatkan matanya


prankk!!


Dan saat itu juga Kia lewat di belakang Rako yang sedang menelpon di teras belakang. Kia pun salah paham, ia menjatuhkan Segelas kopi yang ia bikin untuk suaminya. Sontak Rako pun menoleh ke arah suara pecahan gelas itu. Dan ia langsung menutup panggilan Sam.


"Yank, kamu kenapa??" tanya Rako menghampiri Kia, Kia pun menangis.


"Kamu jahaat!!!! Mentang-mentang aku sudah melahirkan, aku jarang mandi, kamu selingkuh di belakang aku!!! Bahkan sampai Hamil?!!!!" teriak Kia dan Rako pun membuka mulutnya karena kaget ucapan istrinya, ia sudah paham kalau Kia pasti mendengar ucapannya saat di telepon dengan Sam.


"Apa???? Kamu menghamili anak orang Rako!!!" teriak Papi, Papi yang mendengar suara pecahan gelas, langsung menghampiri sumber suara itu. Dan tanpa di duga, ia mendengar Kia menangis dan berteriak kalau Rako selingkuh. Rako pun semakin panik kalau Papinya juga salah paham.


"Pi..! Sa,,sayank..dengarkan aku dulu!!" bujuk Rako


"Sudah cukup!!! Aku mau ke Bandung aja!!Dan aku akan bawa Raja!!" ujar Kia penuh penekanan dan berlalu meninggalkan Rako. Rako pun membulatkan matanya


"Yank kamu salah paham!! yang hamil itu kamu!! bukan wanita lain!!" teriak Rako dan mampu membuat Kia menghentikan langkahnya. Rako pun menghampiri istrinya


''Sayank, aku tadi telepon Sam, minta dia kerumah. Aku ceritakan gejala kamu, dan dia bilang kemungkinan kamu hamil" ujar Rako tersenyum, Kia pun terkejut, begitupun papi. Ia sangat bahagia akan mendapatkan cucu lagi


"Aku?? hamil lagi???" tanya Kia masih tak menyangka


"Kok kamu kaya gak seneng sih!"ujar Rako dibuat cemberut


"Bu..bukan begitu.! Aku kasihan sama Raja, dia masih kecil" lirih Kia meneteskan airmata


"Sayank, Raja tidak akan kekurangan kasih sayank, disini banyak yang membantu kamu mengurus Raja kan?" ujar Rako memeluk Kia


"Sekarang aku mau ke Apotek dulu beli tespack ya" ujar Rako melepaskan pelukannya


"Gak usah yank, aku masih ada 1 di lemari".saut Kia dan Rako pun mengajak Kia mengecek di kamar mereka


"Ya sudah sana cek dulu, Papi sudah gak sabar nih" ucap Papi senang. Mereka pun pamit meninggalkan Papi di teras belakang.


****

__ADS_1


Di Kamar


"Yank aku takut" lirih Kia yang menunggu hasilnya di tespack yang ia pegang tersebut.


"Takut apa sih sayank?? Kamu punya suami kok" ujar Rako terkekeh. Kia pun memajukan bibirnya kesal. Selang beberapa menit, Kia melihat hasil dari tespack itu di hadapan Rako. Ia melihatnya dengan perlahan dan sedikit memejamkan mata.


"Sini aku aja yang liat"ucap Rako ingin mengambil tespacknya. Dengan cepat, Kia langsung menariknya dan menatap tajam suaminya


"Aku aja!! sabar donk!!" saut kia , Rako pun menelan salivanya.


"Arghhhhhhh!!!" teriak Kia saat melihat hasil tespacknya, Rako pun mengerenyitkan wajahnya heran


"Kenapa sih teriak yank? mana liat!" ujar Rako penasaran, Kia yang masih tak menyangka dan terpatung dihadapan Rako menyerahkan hasil tespacknya.


"Alhamdulillah,," ucap Rako senang dan memeluk istrinya.


"Terimakasih Ya Allah..Terimakasih Sayank" ucap Rako dan Kia pun tersenyum kaku.


"Sayank, percaya sama aku!! Raja bisa menjadi Kakak yang baik dan menjaga adik-adiknya kelak. Dan dia tidak akan kekurangan kasih sayank orang tuanya" ucap Rako menenangkan Kia.


"Iya yank , maafkan aku" ujar Kia. Mereka pun akan memberitahukan kabar gembira ini pada Orang tuanya. Saat mereka turun dari tangga, ternyata Mami yang menggendong Raja dan Papi di sebelahnya sudah menunggu Kia dan Rako turun di bawah tangga.


"Loh Papi Mami kenapa disni?" tanya Rako lembut


"Pake nanya lagi!! Gimana hasilnya sayank?" tanya mami tak sabar. Kia dan rako pun saling pandang sekilas dan berbalik menatap Mami Papinya bergantian


"Hasilnyaaa...." ujar Rako sumringah


"Hasilnyaa adalah....." ucap lagi Rako di depan orang tuanya, kia pun terkekeh melihat kelakuan suaminya itu


"Cepat Rako !!!" ujar Mami kesal


"Sabar donk Mi, apapun hasilnya mami gak akan kecewa kan??" tanya Rako, Mami pun langsung melemah.


"Gak sayank, karena mami juga sudah bahagia punya kalian dan Raja'' lirih Mami berlinang air mata dan menciumi cucunya itu.


"Tapii,,hasilnya" ujar Rako datar


"Sudahlah kalau tidak usah dipaksa, Yuk Mi ajak Raja ke kamar kita" ujar Papi tersenyum , karena berpikiran hasilnya negatif, jadi takut kalau Rako dan kia mengecewakan orang tuanya. Dan mereka pun berjalan sambil membawa Raja.


"Yank, kamu nih ngerjain orang tua aja" ujar kia, Rako pun terkekeh


"Hasilnya adalah Positif!! Raja akan punya Adik Mi Pi!!" teriak Rako senang dan mami papi pun mengehentikan langkahnya, ia berbalik menatap anak-anaknya itu. Kia dan Rako pun menghampiri keduanya. Mami memberikan Raja pada Kia dengan wajah yang masih bengong


"Mi..Pi.. kok diam??" tanya Rako heran..Daaaan..


Brukkk!!!


"Mamiiii...Papiiii!!!" teriak Kia menyebut Mami dan Rako menyebut Papi secara bersamaan. Ya, orang tua mereka jatuh pingsan untuk kedua kalinya mendengar kabar Bahagia ini!!


*****


°


°


°


°


°


##Hahaaa.. Ada gak ya kisah nyata yang begini?? 😂


Dikit lagi Tamat nih gaess..😊.. Terus dukung aku ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 💙


Terimakasih Sayaaaaank... 😙

__ADS_1


__ADS_2