Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Masa Lalu Kia dan Rako ( 4 )


__ADS_3

** Singkat cerita..


Kia sekarang masih berada di Bandung, bersama Kak Shania dan Bang Pandu, Kakak iparnya. Semenjak menikah, Shania dan Pandu membeli rumah sederhana di daerah komplek yang sangat Asri. Yah walau menyicil, tapi mereka sangat bahagia. Sudah satu tahun belakangan ini semenjak pernikahan mantannya itu, ia berada di sana, sekarang ia bekerja di sebuah toko sembako. Yah, walau gajinya tidak besar, tapi dia bersyukur. Paling tidak dia tidak terus menerus merepotkan Kakaknya itu.


Bang Pandu yang bekerja di salah satu perusahaan sebagai Supervisor, pernah membawa lamaran adik iparnya. Ia sangat terkejut mendengar dari Hrd nama Kia Zavendra beserta wajah cantiknya itu sudah di Blacklist di hampir seluruh Perusahaan. Jika ada Perusahaan yang menerima sebagai karyawanya, maka Perusahaan itu akan terancam.


Kakak iparnya juga sudah menceritakan kepada Istri dan adik iparnya itu. Kia hanya menangis dan selalu berIstighfar. Dia tahu betul siapa dalang semua ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Kelurga Pratama!! Orang Tua dari mantan kekasihnya dulu.


***


Rako yang selama menikah dengan Lidya, sama sekali tidak menunjukan sikap perdulinya. Bahkan ia tidak pernah menyentuhnya. Ia selalu mencoba menghubungi mantan tercintanya itu. Tapi nomornya sepertinya sudah di ganti. Bahkan ia beberapa kali ke kontrakan Kia, dan tetangganya mengatakan bahwa Kia dan Shania sudah pindah. Rako sangat lemas mendengar penuturan tetangga Kia itu. Ia juga sudah mendatangi toko kue tempat Kia bekerja, namun rekannya mengatakan Kia sudah di Pecat setahun yang lalu. Akhirnya ia menyuruh orang untuk mencari keberadaan Kia di seluruh Jakarta.


Dan ia juga akan mencari di Kota Kembang itu. Ia pernah di ajak Kia beberapa kali ke Bandung bersama Shania dan Bang Pandu ke rumah Pamannya itu.


Sesampainya di Bandung di rumah Pamannya Kia, tampak seseorang yang ia kenal yaitu Bang Pandu, kekasih Shania. Pandu yang berusia 30 tahun itu sedang mengantar makanan ke rumah Paman dari Istrinya itu membulatkan matanya saat melihat siapa yang datang.


"Rako".. gumam Pandu


''Assalamualaikum..".. ucap salam Rako kepada Paman dan Pandu. Ia mencium tangan Paman Kia dan bersalaman dengan Pandu.


"Walaikumsalam''.. jawab keduanya bersamaan


"Rako, ngapain loe ke sini? kok sendiri? Istri loe mana?".. tanya pandu yang memang sudah kenal Rako.


"hmm.. ya Bang gw sendiri. Gw mau ketemu Kia.. Kia nya ada kan bang?".. jawab rako sopan


"eleuh-eluh si kasep.. Kia teh geus Bahagia, sudah atuh ulah buat Kia cerik wae." Ucap Paman Kia tegas. Rako yang tidak begitu paham melirik ke arah Pandu. Pandu yang mengerti langsung menerjemahkannya


"Mang, bilang intinya adalah Kia udah bahagia, jadi loe jangan buat dia nangis terus. ". ucap Pandu pelan sambil memegang bahu Rako


''Rako, gw paham posisi loe, tapi loe juga jangan egois. Loe sekarang udah berstatus suami orang. Apa loe tega liat Kia di hancurkan sama orang tua loe terus menerus?? apalagi di cap sebagi pelakor". tutur Pandu yang menasehati. Rako sendiri ia hanya diam. Ia juga tahu apa imbasnya jika ia memaksakan kembali pada Kia. Dan apa maksud dari kata-kata di hancurkan terus menerus sama orang tuaku?..Akhirnya Rako bertanya pada Pandu.


"Maksudnya di hancurkan terus menurus gimana bang?" .tanya Rako menatap mata Pandu


"Ok, gw akan bilang tapi loe janji hanya cukup tahu dan tidak bertindak apapun!!Karena ini akan lebih membahayakan Kia.". tegas Pandu, dan Rako hanya menganggukan kepalanya.


Pandu menghela nafasnya..


" Orang tua loe udah menutup semua pintu Perusahaan buat Kia. Bahkan untuk melamar jadi Ob pun dia tidak di terima. Gw sama Shania sudah nikah sebulan setelah loe nikah. Dan loe tega banget mengundang Kia, untung aja gw sama Shania meminta dia tidak datang. Gak tahu deh kalau sampai Kia datang, mungkin dia akan di permalukan.


Rako sangat terkejut. Pasalnya ia tidak mengundang Kia. Dan ia sudah tahu ini ulah siapa! Lidya, yang tak lain adalah Istri Sah nya. Pantas saja saat di pelaminan ia seperti mencari seseorang.


"Wanita s****n!! Awas saja kamu!!!".. batin Rako geram


"Bang, gw gak mungkin mengundang Kia! Ini pasti ulah cewek itu!!". geram Rako. Dan Pandu bisa melihat kejujuran di mata Rako.


"Rako, gw mau tanya, apa loe sudah punya anak ?". tanya Pandu santai

__ADS_1


"Anak?? gw aja gak pernah menyentuh dia bang!!"..jawab Rako tersenyum tipis


Pandu membulatkan matanya. Sebegitu besarkah cinta kalian?? Bahkan sampai sekarang pun Kia belum bisa membuka hatinya untuk lelaki lain. Banyak sekali yang ingin menjadi kekasih dan bahkan menjadi suaminya. Namun, Kia selalu beralasan ingin fokus pada Karirnya.


" Sekarang tolong jawab jujur bang!! Apa Kia sudah punya kekasih?"..lirih Rako


" Belum!!.. Bahkan ada beberapa yang meminta dia ke gw untuk jadi istrinya. Tapi dia tolak. Alasannya ingin mengejar Karir dan menjadi orang sukses dulu". jawab Pandu terkekeh


Rako sangat bahagia mendengar penuturan Pandu. Ia semakin yakin bahwa mereka suatu saat bisa bersama.


Akhirnya setelah di nasehati oleh Pandu, Rako pulang ke Jakarta, Ia juga tidak mau Kia menderita.


***


Tiga tahun kemudian


Kia sudah setahun belakangan ini tinggal di Jakarta. Dia mengumpulkan uang dari hasil kerjanya selama dua tahun selama di Bandung. Dia memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Ia berpikir pasti Orang tua Rako sudah tidak memantaunya. Apalagi menutup semua Perusahaan. Kakaknya dan Pandu hanya pasrah akan keputusan adiknya itu.


Kia yang sedang mencari lowongan di benda pipihnya itu seketika rindu dengan sosok yang pernah menemaninya selama 3 tahun lalu. Ia melihat foto-foto kebersamaannya di ponsel nya tersebut.


"Apa kabar kamu sekarang? Apa kamu sudah bahagia? Apa kamu sudah memiliki anak yang lucu-lucu?".. gumam Kia meneteskan air mata.


Di rumah kontrakannya yang tiga petak itu, ia tinggal sendiri. Sambil merebahkan tubuhnya di ranjang kecilnya, ia menatap langit-langit kamarnya. Ia besok harus dapat kerjaan, tabungannya sudah menipis. Selama ini ia hanya membantu Ibu paruh baya yang tak lain tetangganya sendiri menjaga warung nasi yang tak jauh dari rumahnya. Ia hanya di bayar 700rb/ bulan dan mendapat makan 1 kali. Terkadang jika lauknya tak habis terjual, Ibu pemilik warung itu menyuruh Kia untuk membawa pulang.


Kia sangat bersyukur, paling tidak ia tidak kekurangan makan dan bisa membayar kontrakannya.


***


Lidya yang ternyata menghasut Mertua nya itu untuk menutup pintu semua Perusahaan agar Kia tidak bisa bekerja di Jakarta, sangat gelisah akan kedatangan Kia di daerah X.


Walaupun suaminya tidak pernah mencintainya, paling tidak Rako sudah sedikit berubah. Bahkan ia sudah menyentuhnya. Namun, mereka belum di karuniai seorang Anak.


***


Hampir empat tahun Kia dan Rako tidak bertemu. Lidya dan suaminya pun belum di karuniai seorang anak. Mereka bahkan sudah pernah berobat ke Luar Negeri. Namun masih belum mendapatkannya.


Rako yang sebenarnya hanya ingin mendapatkan anak dari rahim kekasihnya terdahulu, orang yang sangat di cintainya, hanya bisa berdoa. Ia juga sudah mencari keberadaan Kia. Tapi nihil.


Suatu saat Lidya yang mendapat info dari orang suruhannya bahwa Kia sedang mencari pekerjaan kesana kemari sedikit merasa kasihan. Toh selama ini suaminya lah yang mencari wanita itu. Wanita itupun juga sama sekali tidak pernah menganggunya.


Akhirnya ia menyuruh seseorang untuk memberikan brosur yang berisikan lowongan pekerjaan di salah satu Perusahaan. Dan saat itu perempuan suruhan Lidya sudah melaksanakan tugasnya.


Dari hasil Ijazah Kia, ia adalah siswi yang sangat berprestasi. Bahkan ia bersekolah di SMA ternama dan terfavorite karena Beasiswa nya. Ia pernah mengharumkan nama sekolah dengan mengikuti perlombaan Sains antar Provinsi. Dan ia pernah menjadi juara pertama lomba menyanyi dalam sebuah acara besar antar sekolah dalam negeri itu.


Ya, Lidya sendiri pun menaruh Kia di Perusahaan yang memang masih satu cabang dengan Mango Group, Perusahaan milik mertuanya. Akan tetapi ia tidak tahu bahwa ternyata Kia di tempatkan di kantor pusat, yaitu PT. Mango Group, tempat dimana suaminya akan menjadi CEO di sana menggantikan papa mertuanya. Dan sampai saat ini, baik Kia, Rako ataupun suaminya tidak tahu mengenai semua ini.


#Flashback Off#

__ADS_1


***


Dinda yang mendengar cerita Kia ikut menangis. Ia tidak menyangka begitu berat hidup sahabatnya ini.


" Ya Allah Ki, kalau itu posisi gw, mungkin gw udah bunuh diri..hikss..hikss." tangis Dinda memeluk sahabatnya itu.


"Heii, jangan bicara sembarangan. Allah paling benci orang yang putus asa!!.Lagian gw udah strong kok..hehe"..ucap Kia yang seolah-olah ia kuat.


Akhirnya mereka makan makanan yang tadi di masak. Les masak Dinda hari ini cukup berhasil. Lebih enak rasanya dari kemarin-kemarin.


***


Malam pun tiba.


Kia dan Dinda sedang merebahkan tubuhnya di ranjang yang cukup besar milik Kia. Semenjak bekerja di kantoran, Kia bisa menabung dan membeli beberapa barang untuk mengisi kontrakannya itu. Salah satunya ia membeli kasur spring bed ukuran no.2. Ia sengaja memilih yang agak besar, karena Dinda yang sering menginap di rumahnya.


Dinda mulai membuka suara.


"Ki, kalau dia mengajak loe balikan dan menjadikan istrinya gimana?"., tanya Dinda berhati-hati


" Ya nggak mungkinlah Din. Gw juga nggak mau di anggap pelakor".. jawab kia sambil memukul tubuh dinda dengan guling.


"aww... hahaa, kan ini berandai-andai sayang"..ucap Dinda tersenyum


"Mending loe bantu gw deh, siapa cowok yang akan gw jadikan calon suami!!..huftt".. tutur Kia sambil menutup wajahnya dengan bantal.


"Ya udah kita tidur dulu yuk, gw ngantukk..hoaam..."..ucap Dinda sambil menguap.


Dan akhirnya mereka tertidur pulas.


°


°


°


°


°


°


##**Assalamualaikum, untuk Reader kalau bertanya-tanya, panjang banget sih thor masa lalunya??


Yah namanya jugaa 4 tahun lalu, ditambah lagi kisah pacaran mereka selama 3 tahun😅😅.. itu pun banyak yang aku singkat-singkat. Intinya saja,agar jalan ceritanya nyambung 😊..


Untuk Readers yang sudah membaca dan meninggalkan jejak , author ucapkan Terimakasih ya 💕..

__ADS_1


Sehat Selalu Gaesssss....💟**


__ADS_2