
Masih di hari Weekend..
Di tempat yang berbeda, Vino sedang menunggu Bunda nya pulang ke rumah. Karena Bunda Vina sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dari Kota B. Dia mengatakan pada Vino bahwa ada reoni teman-teman kampusnya disana. Selama 2 hari Bunda Vina berada di Kota B.
"Assalamualaikum".. ucap Bunda yang sudah sampai di ambang pintu rumahnya. Ia melihat Vino sedang berdiri mondar mandir di ruang tamu.
"Waalaikumsalam" jawab Vino datar dan menghampiri Bundanya, ia mencium punggung tangan sang Bunda.
"Kamu kenapa sayank? Kok kaya orang bingung gitu?" tanya Bunda yang sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Bun, aku mau bicara sama Bunda". jawab Vino menatap Bundanya.
"Mau bicara apa? Bunda lelah nih Vin." saut Bunda yang berjalan menuju kamarnya di ikuti oleh Vino di belakangnya.
"Apa Bunda mengenal Juna??" tanya to the point Vino yang langsung membuat Bunda Vina menghentikan langkahnya. ia langsung menoleh ke belakang.
"Ju..Juna??" tanya Bunda pelan. Vino pun mengiyakan dengan menaikan kedua alisnya satu kali.
"Enggak sayank. Memang dia siapa??" tanya Bunda berbohong.
"Justru aku mau tahu dari Bunda. Siapa Juna?? Karena Dinda mengatakan padaku bahwa Mamanya bukan pelakor!! Dia berpesan untuk menanyakan soal Juna pada Bunda!!" Jawab Vino jujur dan terlihat menahan amarah. Bunda pun menelan salivanya.
"Apa?? Jangan-jangan Donny sudah menceritakan semua pada Dinda!" batin Bunda Vin.
"Bun?!" ucap Vino menyadarkan lamunan Bundanya.
"Bunda tidak tahu Nak, Bunda masuk dulu ya," ucap Bunda yang langsung terburu-buru masuk ke kamarnya. Vino pun sangat curiga, biasanya Bundanya tidak pernah kaku seperti itu, Ia bertekad akan mencari tahu.
Malam harinya di rumah Vino, Bunda sedari tadi tidak keluar kamar. Vino pun khawatir, karena Bunda belum makan siang dan malam. Vino berniat menghampiri Bundanya di kamar dan meminta maaf. Namun saat di depan pintu kamar Bundanya, ia mendengar Bunda menangis seperti bicara dengan seseorang lewat telepon. Vino mendekatkan telinganya di pintu agar terdengar jelas.
"Bagaimana kalau Vino tahu beb??hikss.".. ucap Bunda menangis. Vino pun sangat terkejut, ia terus mendengarkan obrolan Bundanya di balik pintu. Ya,Bunda nya sedang menelpon Juna yang ternyata masih ada hubungan sampai sekarang. Mereka sama-sama berstatus single, Janda dan Duda.
"Aku tidak bisa bicara jujur, yang ada dia membenciku!" ucap lagi Bunda yang sepertinya orang itu meminta Bunda untuk jujur pada anaknya.
"Aku tidak mau Beb, kehilangan Dia, cukup aku kehilangan Mas Donny!hiks..!ana mungkin aku bicara pada anakku sendiri kalau aku di ceraikan karena ketahuan selingkuh oleh Ayahnya!!" lirih Bunda dan membuat tubuh Vino tegang. Jantungnya berdebar kencang. Ia sudah salah selama bertahun-tahun menilai sosok ayahnya, terlebih lagi mama dari Dinda.
"Ya Beb, nanti atur waktu lagi ya.. kamu sehat-sehat disana. Nanti minggu depan aku kesana lagi ya. Aku cari alasan yang tepat dulu sama Vino. Karena kemarin kan dua hari aku sudah pakai alasan Reoni." ujar Bunda terdengar lembut. Vino sudah tidak tahan, ia langsung membuka paksa pintu Bundanya. Sang Bunda sontak terkejut dengan Vino yang masuk tiba-tiba dan menatapnya penuh amarah. Ia pun langsung menutup teleponnya sepihak.
"Bunda keterlaluan!!!!" ucap Vino Berteriak, Bundanya pun kaget akan amarah Vino, ia hanya menangis
"Selama ini anakmu sendiri dijauhkan dari sosok Ayahnya!!!Apa anda tidak tahu betapa sakitnya hati aku tidak pernah bertemu dengan Ayahku sendiri?????!!!"ujar Vino bersuara tinggi. Bunda hanya diam dan menangis tersedu-sedu
"Anda memfitnah wanita yang pernah menjagaku, bahwa wanita yang melahirkan kekasihku!! Ternyata Andalah yang murahan!!!". teriak Vino meneteskan air mata, Ia sangat menyesali dengam sikapnya pada Dinda, bahkan dia juga sudah membenci ibu Dinda.
"Cukup Vino!!!!"teriak Bunda menangis.
"Bunda salah!! Bunda memang jahat!! Tapi Bunda melakukan ini agar kamu terus sama Bunda, karena Bunda sangat menyayangi kamu nak!". ucap Bunda menangis
"Sayank??? Kalau anda sayank, kenapa anda berselingkuh dari Ayahku!!!!" yeriak Vino yang sudah tidak menyebut nama Bunda.
"Aku bahkan sudah membenci Ayahku sendiri!! Aku tidak pernah menganggap dia Ayahku!! Ternyataa..."!! ucap Vino pelan dan tersenyum getir
__ADS_1
"Ibu Kandungku lah penyebab kehancuran keluarganya sendiri!!!" teriak Vino lagi.
"Maafkan Bunda Nak..hikss..hikss..Bunda saat itu benar-benar Khilaf. Ayahmu dulu keluar kota selama 5 bulan. Dan Bunda sebagai seorang perempuan normal merindukan belaian Ayah. Dan tiba-tiba Bunda bertemu dengan teman kampus Bunda dulu, dia menyukai Bunda, sampai akhirnya Bunda terbiasa dengan sikapnya yang lembut dan perhatian." cerita Bunda menahan isak tangisnya pada Vino. Vino pun ikut meneteskan air mata, saat ini ia hanya ingin memeluk Ayahnya.
"Dan Ibu Dinda wanita yang baik Nak. Dia bukan Pelakor..hikss..Dan Dinda juga bukan anak Ayahmu". ucap Bunda yang membuat Vino membulatkan matanya. Bunda pun menceritakan semuanya. Vino pun menangis mendengar cerita Bundanya.
"Anda benar-benar jahat!!!" ucap vino bersuara tinggi dan pergi meninggalkan Bunda nya yang menangis terisak.
Ia mengendarai motor sport nya dengan kecepatan tinggi. Hanya butuh waktu 20 menit, ia sudah sampai rumah Dinda. Dengan langkah kaki seribu ia berlari menuju pintu depan rumah mantan kekasihnya itu.
tok..tok..tok.."Assalamualaikum".. ucap Vino yang terburu-buru dan ketukan pintu yang berkali-kali. Dinda yang sedang di Dapur mendengar ada yang mengetuk pintu seperti kesetanan berdecak kesal, para Art dirumahnya pun tak ada yang membukakan pintu. Akhirnya ia berjalan untuk membukakan pintunya.
"Waalaikum..sa..lam.." jawab Dinda yang tadinya kesal saat tahu Vino yang datang ucapannya terbata. Vino melihat Dinda sebentar dan tanpa permisi ia langsung memeluk tubuh mungil Dinda dengan erat. Dinda pun sangat terkejut, tidak bisa di pungkiri ia juga bahagia bisa memeluk mantan kekasihnya itu. Ia pun ikut menangis.
"Maafkan aku!" lirih Vino yang masih memeluk Dinda, Dinda pun membalas pelukannya.
"Aku mencintaimu Dinda!".. ucap Vino menatap Dinda setelah mereka melepaskan pelukannya. Dinda pun meneteskan airmatanya. Vino mencium kening Dinda dengan lembut.
"Aku sudah tau semuanya. Aku minta maaf sama kalian!" ujar Vino pelan, tiba-tiba terdengar langkah kaki menuruni anak tangga. Vino yang masih di ambang pintu melihat sosok yang sangat ia rindukan. Rambutnya sudah beruban, tubuhnya terlihat lebih kurus, tanpa di suruh, ia masuk ke dalam rumah Dinda menghampiri sang Ayah dengan tatapan yang sulit di artikan, Ayah Donny belum sadar ada anaknya disana sedang memperhatikannya. Karena ia sedang menerima telepon dari seseorang. Saat sudah mendekat ke sang Ayah, Donny menengok ke samping disaat dia sudah menuruni tangga. Mereka saling bertatapan dalam diam. Tanpa Aba-aba Vino memeluk erat Ayahnya itu dengan menangis. Dinda yang melihatnya pun ikut bahagia dalam tangisan. Donny membalas pelukan sang anak dengan erat ia mengusap kepala anaknya dengan lembut.
"Ayah, maafkan Vino Yah..hikss.hikss.Vino udah tahu semuanya..!!" lirih vino menangis dalam pelukan ayahnya.
"Ayah sudah memaafkan kamu Nak sebelum kamu minta maaf!!" jawab Ayah menangis juga.
"Yah, aku benar-benar kecewa sama Bunda.hikss.. sampai sekarang dia sepertinya masih berhubungan dengan laki-laki itu!!" ucap Vino melepaskan pelukannya.
"Vino, Bunda mu itu sudah status Janda, jika laki-laki yang bersamanya bukan suami orang, tidak masalah juga kan? Biarkan Bunda mu bahagia dengan pilihannya Nak". ujar Donny menatap dan memegang bahu anaknya.
"Tapi bagaimana pun, Ayah tidak menyesalinya Nak, karena Ayah paling benci pengkhianatan!!Di tambah lagi anak-anak Ayah ternyata saling mencintai..ujar Donny terkekeh. Vino pun membulatkan matanya.
"Ayah udah tahu?" tanya vino. Ayahnya pun menganggukan kepala dan tersenyum.
Tiba-tiba datang Mama Dinda yaitu Dewi. Dewi yang baru saja ke mini market depan komplek rumahnya terkejut menyaksikan pertemuan Ayah dan Anak itu. Ia juga bahagia, akhirnya Vino sudah memaafkan Ayahnya. Vino yang tahu Dewi dulu sering mengurusnya, memberikan kasih sayang, langsung menghampiri Mama Dewi.
"Mah.. Maafkan Vino..hiks..!". ucp Vino mengatupka telapak tangannya memohon. Dewi langsung memeluk anak tirinya itu
"Mama sudah memaafkan kamu nak.." lirih Dewi yang memeluk anak tirinya itu. Dinda yang dari tadi menyaksikan keharuan mereka ikut bahagia.
"Yah, Mah, ini semua berkat Dinda. Dia yang sudah menyadarkan aku.."ucap Vino yang sudah melepaskan pelukan ibu tirinya
"Dinda, sini sayank.." ujar Papa Donny memanggil. Dinda pun berjalan ke arah Donny. Donny langsung memeluk erat anak dari istrinya itu
"Terima kasih sayank. Kamu anak Papa yang paling baik". ujar Papa Donny meneteskan air mata. Dinda pun ikut menangis dalam pelukan Papanya. Vino tersenyum melihat kasih sayang keduanya.
****
Berbeda dengan seorang perempuan berambut panjang ini. Dia sedang mengobati luka di siku kanan dan dagunya akibat terserempet motor.
"Aku harus balaskan dendam untuk Kakak!!" gumam perempuan itu.
"Liat aja Kia, gw pastikan loe menderita!". ujar Perempuan itu sinis.
__ADS_1
#Di Kantor#
Waktu liburan para pekerja pun sudah berakhir. Sekarang mereka sedang sibu dengan pekerjaannya masing-masing. Kia sedang sibuk memnawa beberapa file untuk di antar ke meja masing-masing nama yang tertera di file tersebut. Kia sedang memilah milih file-filenya sambil berjalan dan tidak melihat dia menabrak seseorang.
brakk!!
Orang yanf tertabrak Kia terhuyung sedikit kebelakang, dan file-file Kia berceceran di lantai.
"Eh loe jalan pake mata kali jangan pake dengkul!!" ujar cewek yang di tabrak Kia.
"Iya maaf ya mbak saya gak sengaja." ucap Kia sopan sembari membereskan file-filenya di lantai. Kia pun sudah selesai merapihkannya lalu ia berdiri untuk meminta maaf
"Ma..af !" ucap Kia yang terkejut melihat sosok di depannya dengan luka lecet di dagu.
"Yee malah ngeliatin gw lagi loe!! Awas ah!!". ujar cewek itu ketus dan menyingkirkan kia dengan mendorong ke samping. Dengan cepat Kia memegang tangan kanan cewek itu.
"eh tunggu!". ucap Kia lembut menahan cewek itu dengan memegang lengan kanannya
"Auu!!!Sakittt Kia!!" ujar Cewek itu bersuara tinggi. Sontak semua teman-temannya menengok ke arah mereka. Sedangkan Kia langsung melihat ada perban di siku kanan nya.
"Apa?? kenapa bisa pas begini!! Siku kanan dan dagu!! seperti cewek hamil yang ngikutin gw sama Dinda kemarin!" apa memang Dia?!!" batin Kia menatap Cewek itu
"Eh Loe ngapain sih liatin gw kaya gitu!! tangan gw sakit tahu!!" ketus cewek itu.
"Duh apaan sih ribut-ribut!! ini masih jam kerja tahu!!" saut Rara yang tak lain General Affair ( GA ) di Mango Group.
"Ya mbak Rara maaf ya, Kia gak sengaja tadi tabrakan, trs dia sampe luka gitu".ucap Kia yang sengaja ingin tahu dia kenapa.
"Eh gw ini kemarin abis main basket, jatoh dan begini deh" jawab Cewek itu kesal
"Ya sudah kamu kembali bekerja saja Kia. Dan kamu Sinta!! cepat buat memo yang minggu kemarin!!" ujar rara pada mereka.
Yapss.... cewek itu adalah SINTA!! Wanita yang menyukai Bima, dan membenci Kia sejak awal masuk. Sinta juga adalah Adik kandung dari Lidya. Selama 4 tahun ini, ia memang memalsukan Identitasnya. Sinta sendiri adalah nama singkatan dari nama aslinya. SINdy TAmara nugroho. Ia sudah 3 tahun bekerja di Mango Group. Awalnya ia tidak tahu kalau perusahaan ini adalah milik Kakak iparnya. Namun lambat laun ia akhirnya mengetahuinya.
"Gw harus kasih tau Rako soal ini",,gumam kia yang sudah berada di mejanya..
***
°
°
°
°
°
#Ohhh... Ternyataaa,, 😂.. Siapa yang merasa feelingnya bener ? 😆
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 💙
__ADS_1
Makasihh Sayaaank😙