Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Welcome Boy


__ADS_3

Tak terasa kandungan Kia sudah tinggal menghitung hari. Kia dan Rako sudah mempersiapkan semuanya. Dari mulai baju-baju bayi semua warna, box bayi, dan lain-lainnya sudah tersedia dan lengkap. Walau sampai saat ini mereka tidak tahu jenis kelaminnya, tapi mereka sangat bahagia menyambut kehadiran anak mereka. Keluarga Rako dan Kia pun turut senang mendengar kabar bahwa kelahiran Kia tinggal sebentar lagi.


"Sayank, kamu ngapain di sini?" tanya Rako lembut menghampiri istrinya yang sedang berjalan di taman belakang rumah Mami. Ya, mereka di minta mami papi untuk tinggal di rumah utama sampai melahirkan supaya Kia ada yang membantu. Mereka pun menyetujuinya.


"Lagi jalan-jalan aja yank, supaya aku bisa lahir normal" jawab Kia tersenyum sambil berjalan mondar mandir mengitari taman yang cukup luas itu.


"Tapi jangan kebanyakan sayank muternya, nanti kaki kamu sakit". ucap Rako. Kia pun berhenti tepat di depan suaminya.


"Iya ini udah kok. Cuma 5 puteran", ujar kia terkekeh, Rako pun menggelengkan kepalanya.


Kia pun saat ini sedang berendam air dingin di bath up dengan menuangkan aroma terapy rasa anggur kesukaanya. Rako pun masuk ke dalam kamar, dan belum menemukan istrinya.


"apa dia belum selesai mandi ??" batin Rako. Karena setelah Kia mengitari taman, ia langsung pamit ke ruang kerjanya di kamar sebelah.


"Yank...Yank".. panggil Rako berteriak lembut di depan pintu toilet yang berada di kamar mereka.


"Apa yank??" saut dari dalam


"Kamu kok lama banget, kamu gapapa kan sayank??" tanya Rako khawatir


ceklek


"Nih udah selesai" Ucap Kia setelah membuka pintu kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang sangat mini, karena terangkat oleh perutnya yang membesar. Rako melihatnya pun langsung membuat racil ingin menerkamnya, karena Kia terlihat sexi, apalagi rambutnya di urai dan masih basah.


"Wow..!! Sexi sekali istriku'' ujar Rako memeluk Kia dari belakang. Kia pun tersenyum


"Masa sih? Gendut gini sexi!" ucap Kia


"Yank, kamu gak gendut, aku tetap sayank dan cinta sama kamu" ujar raki membalikan tubuh Kia ke hadapannya. Rako langsung mencium bibir Kia pelan, Kia pun membalasnya. Mereka berciuman panas dan Rako melepaskan handuk Kia dengan satu tangannya. Akhirnya racil pun mulai bermain di sarangnya..😆.


Setelah 2 jam melakukan adegan panas, Kia yang sudah mandi lagi dan mengenakan pakaian dress selututnya merasakan mules di perutnya.


"Yaaaank!!!! Aaaww!! Ya Allah..!" teriak Kia memanggil Rako yang sedang mandi karena merasakan mules diperutnya, Rako yang sudah selesai pun keluar dari toilet hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya.


"Apa yank?" tanya Rako lembut menghampiri Kia yang duduk di tepi ranjang sambil mengelus-elus perut buncitnya


"Yank, mules banget perut aku! Astagfirallah..!" lirih Kia, Rako pun langsung panik! Dia menelpon Maminya untuk datang ke kamar.


"Mi.. cepet ke kamarku ya!! Kia katanya perutnya mules mi! "ucap Rako denga suara panik dan terburu-buru di telepon. Tak lama Mami dan Shiren datang ke kamar mereka.


ceklek


"Sayank! Apa yang kamu rasakan?" tanya mami menghampiri Kia yang sedang di usap-usap punggungnya oleh Rako.


"Mules Mi, sakitt banget, tapi ilang-ilangan gitu" jawab Kia seperti mau menangis


"Rako, sepertinya Istrimu mau melahirkan! Ayo cepat bawa ke rumah sakit!" ucap Mami panik


"Apa Mi? tapi kata Dokter bisa 3 sampai 4 hari lagi loh!" saut Rako


"Kamu ini!! terus kamu tega lihat istri kamu sakit begini merasakan mulesnya?!" ujar Mami kesal.


"Oke oke mi,, Yuk sayank kita ke rumah sakit. Dek, tolong bawa koper yang disana ya!" ucap Rako pada Shiren yang meminta membawakan koper berisi perlengkapan mereka dan calon anak nya.


"Terus abang ke Rumah Sakit mau pakai Handuk aja gitu..?! Hahaha!!" ujar Shirem tertawa karena melihat Rako sudah di ambang pintu menuntun Kia hanya menggunakan handuk, Rako pun langsung sadar bahwa ia belum pakai baju.


"Astagfirallah!! Ya udah kalian tunggu di bawah ya. Mi, tolong tuntun Kia ya. Dek, panggil Al buat stand by di mobil." ujar Rako dan langsung menuju walk in closet di kamarnya.


****


Kini Kia sudah berbaring di brankar Rumah sakit. Rako selalu berada di sampingnya untuk memberikan dukungan.


"Masih mules sayank?" tanya lembut Rako dan dianggukan oleh Kia dengan rintihan-rintihannya.


"Hmm..Ya Allah....Astagfirallah..AllahuAkbar.." gumam Kia meraskan sakitnya.


"Permisi, saya cek dulu ya Bu",, ujar salah satu suster di Rumah sakit.


"Wah udah pembukaan 7 nih, sebentar lagi ya Bu. Ibu terus tarik nafas dan buang perlahan ya", ujar suster itu dan pergi meninggalkan Kia dan Rako, Rako pun duduk disampingnya.


"Ayo sayank, kamu kuat yaa" ujar Rako yang tidak tega melihat istrinya melenguh menahan sakit


Tak lama Kia pun mulai merasakan mules yang hebat.


"Eeeghh...Yaaaank udah mau keluar nih!!" lirih Kia pada Rako, Rako pun memanggil Dokter Nindy yang sudah di ruangan bersalin itu.


"Dok, cepat!! Ini udah mau keluar katanya!" ujar Rako panik, Dr. Nindy pun langsung menghampiri Kia.


"Ibu, tarik nafas buang perlahan yaa,, yuk bantu dorong..Pak Rako tolong gengam tangan Istrinya." ucap dokter yang sudah bersiap menyambut sang bayi keluar


"Eeeghh..huh,,huh.." Kia mulai mengedan dan menarik napasnya


"Ayo sedikit lagi..baguss ibu,,ayoo tarik napas" ucap dokter mengarahkan


"Eeeghh,,,,Ahhhh!!!" teriak Kia daaan.,


Oweee...owee..oweekk...

__ADS_1


Sang Bayi Laki-laki yang tampan dan putih bersih pun akhirnya lahir ke dunia. Kia dan Rako pun menangis bahagia.


"Selamat ya Bu,Pak..bayinya laki-laki, tampan sekali" ucap Dokter itu tersenyum, dan meletakan bayinya di dada sang Ibu. Kia pun menangis bahagia, begitupun Rako, ia tak henti-hentinya menciumi kening Istrinya.


"Silahkan di Adzan ni juga ya Pak". ucap lagi dokter itu.


"Assalamualaikum anak Bunda" ucap Kia lembut pada Bayi nya


"Anak Papa tampan sekali ini". saut Rako mengelus pipi gembul sang anak. Dan Rako menggendong bayinya dengan sedikit kaku, lalu ia mengumandangkan Adzan di telinga sang bayi sambil menteskan airmata. Setelah selesai, Dokter Nindy yang sudah selesai juga menjahit V Kia, menghampiri Rako.


"Maaf ya Pak, anak nya di bersihkan dulu". ujar dokter itu mengambil si Baby.


****


"Selamat ya sayank..terimakasih sudah memberikan Mami cucu. Oia mana cucu mami belum di antar juga ya?" lirih mami memeluk menantunya yang sudah di ruang rawat Vvip.


"Iya Mi,, Nanti juga cucu Mami di antar kesini kok sama suster" jwb Kia lembut.


"Selamat ya Kak, aku seneng banget udah jadi Aunty cantik" ucap Shiren memeluk Kia yang bersandar di brankar rumah sakit.


"Iya Aunty cantikkk" ledek kia terkekeh.


"Bayinya Laki-laki ya Kak? Berat badannya berapa Kak?" tanya Shiren penasaran


"Ya Laki-laki, ganteng deh dek kaya Abang. BB nya 3,3 kg PB nya 52cm." jawab Rako yang duduk di samping istrinya


"Ih gembuls banget pasti" ucap Shiren membayangkan si Baby.


Tak lama seorang suster masuk membawa anak mereka. Mami langsung menyambutnya.


''Ya Allah cucu mami tampan sekali".. ucap Mami melihat cucunya yang sedang tidur di box bayi. Ia pun menggendong cucunya.


"Namanya siapa Rako?" tanya Mami yang tak lepas pandangannya dari sang Cucu dan Papi pun juga berada di samping istrinya itu. Kia yang belum mempersiapkan nama untuk anaknya pun menoleh ke arah suami.


"Namanya PRAJA ZAVENDRA PRATAMA" ucap Rako dan Kia pun tersenyum


"Nama yang bagus sayank" saut Kia pada sang Suami.


"Hallo Raja ini Oma dan Opa" ujar Mami pada cucunya.


****


Keesokan harinya..


Kia masih menginap di ruang rawat Vvip. Ia ditemani sang Suami di sampingnya. Dan anak mereka pun sudah bersama mereka di kamar rawat. Kia sedang menyusui Raja, anaknya.


"Anak Bunda haus yaa" ucap Kia pada anaknya yang sedang minum Asi.


"Papah mau mimi cucu jugaa?" tanya Kia meledek, Rako pun menganggukan kepalanya.


"Nanti yaa tunggu 2 tahun dulu Papah" jawab Kia menirukan suara anak kecil dan tertawa


"Apa?? lama banget yank!" saut Rako tak terima.


"Iya laah, ini kan udah milik Raja. Aku mau menyusui sampai usia Raja 2 tahun yank." ujar Kia, Rako pun menghela nafasnya.


"Huft.. Raja curang nih.. Papah gak kebagian deh" ucap Rako dibuat-buat sedih, Kia pun menggelngkan kepalanya.


"Kiaaaaaaaa!!" teriak Dinda yang masuk di ruangan mereka bersama Vino suaminya, Kia dan Rako pun terkejut. Begitupun Raja, ia langsung menangis karena kaget.


Owee..Owee..owekk..


"Cup..cup.,sayaank,, itu tante Dinda datang", ucap Kia menimang-nimang anaknya.


"Kamu nih kalau masuk beri salam donk" ujar Rako pada Dinda.


"Hehee, Maaf yaa Pak..saya happy bangett dengar Kia udah lahir".ucap Dinda menghampiri Kia dan bayinya. Dan Vino pun menyapa mereka.


"Selamat ya Pak Rako dan Kia, semoga anaknya menjadi anak yang Soleh.." ucap Vino tersenyum


"Aamiin." jawab mereka bersamaan.


"Ki, loe hebat ya bisa lahirin bayi sebesar ini. Doain gw ya Ki, gw juga lagi isi udah 2 minggu" ucap Dinda tersenyum. Mata Kia pun langsung berbinar.


"Alhamdulillah..sehat-sehat ya Din". ucap Kia tersenyum. Mereka bersendau gurau cukup lama. Dinda membawakan hadiah playmate untuk anak sahabatnya itu. Dinda dan Vino akhirnya pamit pulang karena takut macet jika siang hari.


"Gw pulang dulu ya Ki, nanti kalau loe udah dirumah, gw kesana ya" ucap Dinda memeluk Kia.


"Ya Din, aku kabarin ya nanti" ucap Kia ramah. Mereka pun akhirnya keluar dari ruang rawat.


Saat ini Kia sedang makan dan duduk di sofa disamping suaminya. Ia sesekali menyuapi suaminya itu.


ceklek


Pintu kamar rawat mereka pun tiba-tiba terbuka. Dan mereka sungguh terkejut dengan sosok yang datang.


"Assalamualaikum" ucap orang itu

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Kia dan masih terlihat syok.


"Mau apa kesini??" tanya datar Rako. Kia pun menggenggam jemari suaminya agar tidak emosi


"Aku kesini mau menjenguk Anak kalian. Sekaligus aku mau minta maaf". ujar Orang itu pelan.


"Oh yaa?? Sudahlah, dengan kamu tidak menampakkan wajahmu di hadapan kami, itu sudah buat kami bahagia!!" jawab Rako ketus.


"Yank..!" lirih Kia yang tak menyangka suaminya akan bicara seperti itu.


''Ki, maafin gw yaa. Gw udah banyak salah sama loe. Gw selama ini gak tenang, dan selalu terbayang-bayang kesalahan gw sama loe.'' ucap Shinta alias Sindy menangis. Ya, orang itu adalah Shinta, teman kerja Kia dulu dan mantan adik ipar Rako.


"Shin, sini.." ucap Kia menepuk sofa di sebelahnya, Sinta pun menghampiri Kia dan duduk di sampingnya.


"Aku sudah memaafkan kamu. Sekarang kita teman ya?!" ujar Kia lembut, Rako hanya memperhatikan mereka.


"Terimakasih Kia, kamu memang wanita yang baik. Pantas saja Pak Rako memlih kamu dan bahagia hidup denganmu" ujar Shinta memeluk Kia. Tak lama sosok laki-laki yang mereka kenal juga datang ke kamar rawat Kia.


"Assalamualaikum". ucap salam Laki-laki itu dan berjalan menghampiri Shinta, Lia dan Rako.


"Bima??" gumam Kia kaget. Ya, laki-laki itu adalah Bima. Bima pernah menyukai Kia saat masih satu kantor. Sedangkan Shinta nampak tidak terkejut.


"Hai Ki, Pak.." sapa Bima ramah.


"Selamat Ya Kia dan Pak Rako sudah punya momongan" ujar Bima tersenyum, Rako hanya menampakkan wajah dinginnya.


"I..iya Bim, Terimakasih." saut Kia.


"Kalian...??" tanya Kia heran, Sinta dan Bima pun saling tatap dan tersenyum


"Kita akan menikah bulan depan Ki". jawab Bima tersenyum.


"Wahh akhirnyaa..Aku senang mendengarnya." ucap Kia tersenyum


"Makasih ya Ki..Oia loe tahu gak kenapa gw sama Bima bisa mau menikah?" tanya Sinta tersenyum pada Kia, Kia pun menggelengkan kepalanya.


''Jadi, waktu itu Papa pernah mau menjodohkan gw sama anak temannya. Begitupun Bima. Kita sama-sama menolak, bahkan sampai gw kabur dari rumah. Dan loe tahu kan Ki, gw sejatuh cinta apa sama dia??" ucap Shinta melirik Bima. Bima pun hanya tersenyum


"Waktu gw kembali pulang ke orang tua gw, di situ gw udah mulai mau menerima perjodohan yang papa gw tentukan. Dan Bima pun sama, dia sudah sedih pujaan hatinya menikah dengan pria lain makanya dia menerima perjodohan orang tuanya..upss!!" ucap Shinta keceplosan. Kia pun membulatkan matanya, sedangkan Rako menatap tajam Shinta. Shinta hanya tersenyum menampakkan giginya.


"Itu kan dulu, sekarang aku udah sayang banget sama kamu Sin." saut Bima mengelus kepala Sinta. Kia pun nampak lega. Ternyata Bima sudah benar-benar mencintai Sinta dan melupakan dirinya.


"Aku sadar Ki, kalau cinta itu tidak harus memiliki. Tapi aku juga sadar, kalau cinta itu tidak akan cepat hilang walau tergantikan". batin Bima menatap Kia


"Ehemm!!" suara Rako membuyarkan lamunan Bima. Bima pun langsung menoleh ke arah Rako.


"Sudah sore nih, Kia dan Raja juga mau istirahat". ucap Rako datar. Kia pun nampak tidak enak.


"Oh iya ini untuk dede bayinya" ucap Sinta memberikan sebuah kado yang cukup besar.


"Wah terimakasih Aunty dan Uncle".. ucap Kia menirukan suara anak kecil. Mereka pun terkekeh


"Sama-sama Ganteng..Namanya siapa Ki?" tanya Bima


"Praja Zavendra Pratama, panggilannya Raja". jawab Kia ramah


"Hallo Raja, Om dan tante pulang dulu ya" ucap Bima pada Raja yang sedang di gendong Kia.


"Iya Om, maacih yaa" saut Kia menirukan suara anak kecil. Bima pun tersenyum.


Akhirnya mereka pun keluar dari ruang rawat Kia. Tinggalah mereka bertiga, Kia, Rako dan Raja yang tidur di dalam box bayi.


"Yank, kamu gak boleh donk kaya gitu sama tamu. Apalagi mereka karyawan kamu." ujar Kia lembut.


"Kamu ini masiiihh saja baik sama Shinta!!.. Dan Bima.. Dia kan pernah menyukaimu!!" ucap Rako datar.


"Yank, Aku lihat Shinta udah benar-benar berubah. Allah saja bisa memaafkan Umatnya. Masa kita tidak bisa sih sayank?!.. Dan Bima, walau dia pernah menyukaiku, tapi kamu harus ingat, bahwa aku tidak pernah menyukainya! Aku hanya menyukai dan mencintai papanya Raja", ucap Kia terkekeh. Rako pun menahan senyumnya.


"Ketawa aja kalii sayank jangan di tahan..Tuh hidungnya kembang kempis..hahaa" ledek Kia tertawa, Rako pun ikut tertawa sambil mengecup pipi Kia berkali-kali.


****


°


°


°


°


°


##Haii.. sebentar lagi Novelku akan TAMAT 😊


Bagaimana menurut kalian? Suka gak sama jalan ceritanya??


Mohon maaf kalau masih banyak kurangnya ya😊

__ADS_1


Terus dukung Author yaa dan jangan lupa tinggalkan jejak 💙


Terimakasihhh Sayaaaank 😙


__ADS_2