
Tak terasa Kandungan Kia sudah memasuki usia 9 bulan. Raja, anak pertama mereka yang sudah berusia 1 tahun lebih itu sudah bisa berjalan, dan berbicara sepatah dua kata. Dia sudah bisa mengatakan Nda ( Bunda ), Papa, Oma, Opa, Onti dan Om. Serta Raja juga sudah mengerti bahwa Bundanya sedang hamil, ia selalu berbicara pada perut Kia jika sedang bersama Bundanya. Contohnya sekarang, Rako, Kia dan Raja sedang berada di satu kamar. Kia duduk bersandar di ranjang begitupun Rako yang sedang mengajak bercanda Raja. Raja tiba-tiba menghampiri Bundanya yang sedang memainkan ponsel.
"Hallo dede, ni tata..tata tayang dede..muaah" ucap Raja cadel mencium perut Kia.
"Dede juga cayaank sama kaka" saut Kia menirukan suara anak kecil, Mereka pun terkekeh.
"Pah, Bunda udah kontraksi kecil nih, tapi masih bisa Bunda tahan sih. " ujar kia yang membuat Rako panik. Ya, semenjak Raja sudah berbicara, mereka sepakat merubah panggilan mereka dengan Papah dan Bunda. Agar Raja mengikuti untuk terbiasa memanggil mereka dengan sebutan yang sama. ( Karena suami aku sampai sekarang masih panggil Cici ( nama panggilan aku dari kecil ), dan terkadang anak aku suka ikutan manggil Cici bukan mama😂).
"Ya Allah Bun, kamu kenapa baru bilang?! Yuk siap-siap kita ke Rumah Sakit ya." ajak Rako panik. Kia pun tersenyum
"Gak Pah, belum ini aku yakin kok, kan aku udah pengalaman waktu lahirin Raja." jawab Kia santai.
"Beneran nih?? ya udah Raja biar tidur sama Mami dulu kali ya, takutnya kamu mules, dia sendirian di kamar". ujar Rako pelan melihat Raja sedang bermain puzzle di kasur.
"Gak usah Pah, kasian Mami juga capek tiap hari jagain Raja" ujar Kia lembut
"Kakak, ayo bobo sini udah malam, besok lagi mainnya ya" ucap Kia lembut, Raja pun langsung menghampiri orang tuanya dan tidur di tengah-tengah mereka, ia minum susu terlebih dahulu yang sudah dibuatkan Rako di botol susunya.
Tak lama kemudian, Raja pun mulai tertidur. Rako dan Kia pun belum bisa tidur. Kia merasakan tendangan si Baby begitu kuat. Hingga perutnya bergerak-gerak dan Rako pun melihat itu.
"Pah, lihat nih" ujar kia menunjukkan perutnya yang buncit. Dan menampakkan Cd Kia, karena ia hanya menggunakan daster lengan pendek. Rako pun salah focus. Ia melihat yang lain, ia menghampiri istrinya yang sebelumnya Raja di pindahkan dulu ke pinggir. Kia pun menatak Rako heran, dan ia melihat suaminya tersenyum penuh arti.
"Sayaaank, besok kamu kerja loh" ujar Kia lembut, Dan Rako pun sudah berada di atas Kia dengan tangan yang menopang dirinya.
"Teruss kenapa?" tanya Rako dengan suara menggoda.
"Kamu gak capek??" tanya Kia
"Nggak lah, lagian kamu mancing-mancing aku sih, jadinya si racil gak kuat " ucap Rako tersenyum licik
"Aku..mancing??heii,,emang dasar kamu aja yang mesum. Aku kan cuma menunjukan perutku bukan bawahnya"batin Kia
"Sudah sayank jangan mengumpat ku begitu, dosa loh" ujar Rako menciumi seluruh wajah kia dan leher, Kia pun tertawa karena Rako seolah-olah tahu apa yang ada di pikirannya.
"Hahaa,,sayank..gak kok" ujar Kia, Mereka pun berciuman, dan baju kia sudah entah dimana, tinggalah kia yang tanpa sehelai pun, dengan perutnya yang besar membuat Kia terlihat Sexi. Dadanya semakin berisi, dan bokongnya juga terlihat lebih montok.
"Kamu kalau hamil semakin cantik Bun,, Aku suka lihatnya.. Sexi" ujar Rako lembut menatap Kia yang polos itu, Kia pun tersipu malu.
"Jangan di pandangi gitu donk Pah" ujar Kia manja. Rako pun terkekeh
"Oh, kamu udah gak sabar ya??" saut Rako menggoda.
"Ih kamu mah, aku maluu" ucap Kia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rako pun tertawa dan langsung bermain-main di tubuh Kia. Hingga mereka tak sadar sudah melakukan sampai tengah malam. Untung saja Raja tidak terbangun.
****
Pagi pun tiba..
Hari ini tepat di hari Jumat, Rako sudah bersiap-siap ingin berangkat ke kantor. Dan karena masih pukul 06:00, ia ingin sarapan di rumah terlebih dahulu. Kia yang baru keluar dari toilet hanya menggunakan handuk yang melilot ditubuhnya, dengan rambut yang masih basah, ia berjalan menuju walk in kloset. Rako yang sedang duduk di sofa, melihat istrinya berpenampilan sexi langsung mengikuti ke Walk in closet. Saat Kia sedang memasang Bra, Rako memeluk nya dari belakang. Kia pun terlonjak karena kaget. Hingga handuknya jatuh kelantai dan menampakkan tubuh polosnya.
"Arrghhh sayank!! ngagetin deh" ujar kia ingin mengambil handuknya. Dengan cepat Rako mengambil handuk itu, dan malah di lempar ke sembarang arah. Kia pun membulatkan matanya.
"Yaaank! kok dilempar sih!" teriak Kia malu. Rako pun mendekati Kia dengan senyuman liciknya. Ia menciumi seluruh wajah dan leher Kia hingga menandakan cap merah disana.
"Aku mau lagi" lirih Rako masih menciumi aroma anggur di tubuh Kia.
"Apa??? Semalam kan udah berapa kali itu Pah!" ujar kia pelan yang sudah mulai terbawa suasana.
Tanpa aba-aba, Rako membuka celananya, dia pun bermain di sekitar dada montok itu, tanpa sadar Kia mengeluarkan suara desahan yang membuat racil semakin semangat. Akhirnya mereka melakukan itu di walk in closset yang kebetulan ada sofa disana. 😆
Dua jam kemudian, mereka pun melakukan pelepasan hingga kesekian kalinya. Tiba-tiba perut Kia merasakan kencang dan mulas.
"Aduhh!!" teriak Kia memegang perutnya.
"Kenapa sayank??" tanya Rako khawatir
"Mules banget Pah.. Auuw!!" ujar Kia yanb merintih kesakitan. Rako pun memakai baju dan celanya kembali, ia mengambil pakaian Kia dengam terburu- buru. Kia pun minta diantar ke toilet terlebih dahulu. Rako menuntun istrinya itu menuju toilet kamar mereka.
"Gak usah ditutup Bun" ucap Rako dan dianggukan Kia. Tak lama kemudian Kia keluar dengan wajah panik.
"Pah, ketuban aku udah pecah..Ayo ke Rumah sakit" lirih kia, Rako pun semakin panik, ia menuntun istrinya itu keluar kamar, dan Rako pun berteriak memanggil orang tuanya.
__ADS_1
"Mamii..Papi...Al...Shirenn!" teriak Rako. Dan Mami Papi pun keluar kamarnya, ia melihat anaknya turun dari tangga dengan menuntun Kia.
"Kia kenapa Rako??" tanya Mami panik
"Kia mau melahirkan mi, ketubannya sudah pecah" jawab Rako datar dan dia pun mencari Al.
"Ya Allah, ya sudah mami ikut ya ke Rumah sakit" tutur mami panik dan masuk lagi ke kamarnya untuk mengambil tas.
"Al mana Pi??" tanya Rako
"Ya bang, Al baru bangun", saut al tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Al, cepat antar kita ke rumah sakit, Kia mau melahirkan. Tolong kamu ambil dulu koper warna merah diatas ya, Abang tunggu di mobil,cepat Al!!" ujar Rako sedikit teriak dan menggebu-gebu. Al pun jadi ikut panik, ia bahkan belum mencuci wajahnya. Dengan cepat ia membawa koper ditangannya dan Raja di gendongannya.
"Raja bangun nih Pi" ujar Al memberikan Raja pada Papi
"Sini, Raja sama Papi dan onti Iren dulu ya" tutur Papi menggendong Raja.
****
Di Rumah Sakit
"Tarik napas Bu,,iya baguss,, ayo sedikit lagi nih" ucap Dr.Nindy menunggu keluarnya bayi.
"Huft..huft...huft..eeeemmmmmm" Kia mulai mengedan dan Rako terus menggenggam jemari istrinya itu.
"Ayo sayank kamu pasti bisa" tutur Rako mengusap kepala Kia.
Oeeek...Oeek...oeeekk...
Tangis bayi pun pecah di dalam ruangan bersalin itu. Rako berucap syukur dan menghujani Kia dengan kecupan.
"Alhamdulillah, terimakasih sayank" lirih Rako meneteskan airmata. Kia pun hanya tersenyum karena ia sudah kehabisan tenaga.
"Selamat ya Bapak Ibu, bayinya perempuan, cantik sekali". ucap Dokter itu ramah. Mereka pun sangat bahagia karena sudah mendapatkan sepasang.
Beberapa jam kemudian
"Mami bahagia sekali" ujar Mami mencium pipi menantunya itu yang duduk sedang merebahkan tubuhnya di atas brankar.
"Makasih ya Mi. Aku juga sangat bahagia" balas Kia lembut
"Selamat Kakakku...mmuaah mmuaah" ucap Shiren mencium pipi Kia kanan dan kiri.
"Selamat ya Kakak ipar yang tetap cantik dan hot" ucap Al tersenyum, dan ia pun mendapat tatapan tajam dari Rako yang berada di sebelah Kia.
"Ampuun Bang Jago! keceplosan.." ujar Al terkekeh sambil mengatupkan kedua tangannya. Mereka semua pun tertawa
"Raja sini sayank" ujar Kia lembut pada anak pertamanya itu yang dalam gendongan Opa nya. Raja pun diambil alih Rako dan duduk dipangkuan Rako. Kia pun menoleh ke samping dan tersenyum.
''Kakak udah punya adik yaa? Bunda sama Papah dan lainnya tetap sayank Kaka Raja kok" ujar Kia meneteskan air mata.
"Sayank, Bunda cengeng yaa" ucap Rako pada Raja.
"Unda..ade ana ( Bunda ade mana )?" tanya Raja pada Kia
"Tuh adenya Raja disana. Liat dih" jawab Kia lembut, Ia pun langsung di gendong Rako melihat adiknya di box bayi yang tertidur pulas.
"Oia, nama anak kalian siapa?" tanya Papi, Kia pun melihat ke arah Rako seolah-olah bertanya juga. Rako yang mengerti menjawab tetap dalam posisinya.
"Namanya Green Zavendra Pratama".. jawab Rako tegas.
"Wow cantik sekali namanya.. Kenapa gak Ratu bang?" ujar Shiren
"Tadinya gitu, Tapi anaknya Dinda dan Vino sudah dinamakan Ratu" jawab Kia terkekeh.
"Wah calonnya Raja donk" saut Shiren lagi tertawa, mereka pun tertawa. Tak lama kemudian, Dinda, Vino dan Ratu anaknya datang.
"Assalamualaikum"..ucap salam Dinda dan Vino saat masuk ke dalam ruang Rawat Vvip.
"Waalaikumsalam" jawab Mereka bersamaan. Kia yang tidak tahu bahwa Dinda akan datang pun terkejut dan senang.
__ADS_1
"Dindaa!!" teriak Kia bahagia. Dinda pun menghampiri sahabatnya itu yang sudah 2 bulan tidak bertemu.
"Selamat ya Shabat gw yang paling cantikk.. Udah jadi emak beranak dua aja" ucap Dinda terkekeh memeluk pelan Kia. Kia pun membalas pelukannya
"Makasih ya udah datang. Kok tahu gw lahiran?" tanya kia sumringah
"Dari adik ipar loe tersayank lah" jawab Dinda melirik Shiren. Dan yang di lirik pun bergaya dengan sok cantiknya.
"Ratu..ya Allah gemes banget sih..cantik anak loe Din" ucap Kia melihat Ratu dalam gendongan Vino.
"Selamat ya Ki..Pak Rako selamat ya " ujar vino menyapa keduanya. Rako pun tersenyum sambil memangku Raja.
"Halo Kakak Raja, aku Ratu" ucap Dinda menirukan suara anak kecil pada Raja. Raja pun melihat Ratu dan tertawa. Semua yang disana pun terkekeh. Dinda pun menghampiri Box bayi yang jaraknya tak jauh dari Kia.
"Assalamualaikum cantik..Nama kamu siapa?" ucap lembut dinda pada Green
"Aku Green Zavendra Pratama Tante" jawab Shiren menirukan suara anak kecil.
"Cantik sekali namanya sperti wajahnya, semoga menjadi anak yang Solehah yaa sayank" ujar dinda lembut menyentuh pipi Green.
Saat mereka sedang bersendau gurau, tiba-tiba pintu terbuka menampakan sosok laki-laki yang membuat shiren jatuh cinta.
"Assalamualaikum" sapa Ari saat masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan. Shiren pun menghampiri Calon suaminya itu.
''Sini Mas" ajak Shiren menuntun ari berjalan ke arah Kia dan Rako.
"Selamat ya Ki atas kelahiran anak keduanya, Bang Rako selamat yaa semoga selalu menjadi keluarga yang bahagia." ujar Ari pada mereka. Rako pun hanya tersenyum menanggapinya. Ya, sejak Shiren dan Ari bertunangan, panggilan untuk mereka pun berubah. Ari memanggil nama Kia, dan Bang Rako. Sedangkan Kia pun memanggilnya dengan nama saja, Ari. Karena Rako tidak suka dia memanggil cowok lain dengan sebutan Mas.
"Makasih ya Ri udah datang", ucap Kia ramah, Ari pun juga menyapa yang lainnya. Ia mencium punggung tangan mami dan Papi.
Saat mereka sedang asik mengobrol, pintu kembali terbuka menampakan suami istri yang sudah familiar. Kami pun terkejut kedatangan wanitanya.
"Assalamualaikum" ucap salam Shinta dan Bima. Ya, mereka sudah resmi menjadi suami istri sejak 1 tahun lalu. Saat mereka menikah, hanya Mami dan Papi yang datang. Karena saat itu usia Raja baru 2 bulan. Dan Rako juga sudah sangat membenci keluarga mereka.
"Shinta..Bima??" ucap Dinda dan Kia bersamaan. Mereka pun menghampiri Kia.
"Selamat ya Ki.. Kamu pasti bahagia banget ya udah dapat sepasang" ujar Shinta sendu menatap Raja dan Green yang berada dalam pangkuan Kia.
"Alhamdulillah Sin.. Terimakasih ya kalian sudah datang" ucap Kia ramah. Rako pun hanya diam. Shinta dan Bima juga menyapa yang lainnya. Ia juga mencium punggung tangan Mami dan Papi.
"Doakan aku ya agar cepat di kasih momongan" lirih Shinta.
"Sabar ya Sin. Insyaallah kalau terus berDoa dan berusaha, pasti Allah akan kasih yang terbaik" saut Kia menyemangati. Sinta dan bima pun tersenyum?
Sedangkan Rako yang duduk di pojok jendela sambil menatap Istri dan teman-temannya tertawa ikut tersenyum simpul.
"Aku adalah laki-laki yang sangat beruntung bisa memiliki Istri seperti kamu. Bahkan kamu bisa memaafkan orang-orang yang jelas ingin mencelakaimu. Dan kamu begitu banyak mengajarkan semua orang arti dari ketulusan. Kamu tidak pernah berpikiran buruk pada siapapun, bahkan pada suamimu sendiri. Terimakasih sayank sudah menemani hari-hariku, Terimakasih sayank.. kamu sudah memberikan kebahagiaan untukku dan keluargaku. Terimakasih sayank..sudah mencintaiku dengan tulus. Dan Terimakasih sayank..sudah mau menjadi Istri Keduaku..Aku sangat mencintaimu..Semoga Allah menakdirkan kita sampai maut memisahkan..Aamiin".. batin Rako menatap Kia dengan penuh cinta.
Mereka pun hidup bahagia selamanya. Dan Rako pun perlahan sudah mulai memaafkan Shinta.
****
**Dalam Hidup ini, kita pasti akan di pertemukan dengan orang yang suka dan tidak menyukai kita.
Teruslah berbuat Baik pada siapapun tanpa pamrih. Karena kita tidak tahu, kebaikan kita yang mana yang akan di balas oleh ALLAH.
..END**..
****
##Alhamdulillah...aku udah Tamatin novel perdanaku 😊
Untuk kalian para readers, saya ucapkan banyak terimakasih ya atas dukungannya, Like nya, Comentnya dan Vote nya. 💙
Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam menulis novel ini. Sekali terimakasih gaesss 😄.. Ingat pesan Ibu!! Selalu jaga kesehatan ya.. Mencuci tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai Masker..😊
Semoga wabah ini cepat berakhir..Aamiin...
Terimakasiihh Sayaaaaankk 😙
__ADS_1