
***
Satu hari setelah pertemuan dengan Kia, Lidya yang sedang duduk di tepi ranjang dan menatap suaminya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel memulai pembicaraan.
"Mas, apa kamu sudah ketemu dengan calon Istri kedua kamu?" . tanya Lidya lembut
"Belum".. jawab Rako berbohong dan masih memainkan ponselnya. Ia sebenarnya sudah bertemu dengan Kia, namun sikap wanitanya itu sangat susah untuk di dekati.
"Mas, hmm..Jumat ini mau nggak ketemuan sama teman aku? Siapa tahu dia cocok buat jadi Istri kedua kamu?" tanya lidya hati-hati
Rako langsung menatap Lidya yang berada sekitar tiga meter dari dirinya.
"Kamu tahu kan siapa yang akan aku nikahi?? jadi jangan aneh-aneh mau sok jodohin aku sama yang lain!!".. jawab Rako dingin dengan tatapan tajamnya
Lidya yang harus bisa mengajak suaminya ini mendapat ide untuk membuat sebuah tawaran.
"Mas, aku tahu. Tapi apa salahnya kamu kenal juga dengan temanku ini. Dia sangat cantik, single, dan baik lagi. Siapa tahu dia kenal dengan Kia. Karena dia lama di Bandung. Dan kalau kamu tidak cocok, kamu bisa kok tinggalkan dia".. ucap Lidya meyakinkan. Sedangkan Rako yang mendengar kata Kia, langsung menghampiri Lidya, ia duduk di tepi ranjang samping Istrinya itu.
" Kenapa kamu bisa tahu kalau Kia lama di Bandung??" tanya Rako menyelidik. Lidya lupa kalau ia selama ini sudah mencari tahu tentang Kia, dan tanpa sepengetahuan suaminya itu. Ia mencoba mencari alasan lain.
"Aku tahu dari Mami".. jawab Lidya menundukkan kepalanya. Rako yang percaya ucapan Lidya hanya diam. Dia juga yakin Maminya pasti selama ini sudah menyelidiki asal usul Kia.
" Oke, jam berapa dan dimana?"..ucap Rako singkat yang sebenarnya penasaran dengan temannya Lidya
Lidya yang senang, mengangkat kepalanya dan menghadap ke suaminya itu.
"Jumat ini Mas jam 7 malam di Cafe depan kantor kamu, karena dia bekerja di daerah sana".. jawab Lidya tersenyum. Rako hanya diam dan ia segera membaringkan tubuhnya di ranjang mewahnya itu. Lidya juga ikut berbaring di samping suaminya itu.
***
Tak terasa saatnya tiba..
Hari ini tepat di hari Jumat, dimana Kia dan Mbak Lidya akan bertemu kembali dengan membawa seorang jodoh untuk Kia.
Sebelumnya, Lidya sudah memberi pesan bahwa pertemuan di Cafe jumat ini pukul tujuh malam. Kia juga sudah membawa baju salin untuk pertemuannya itu. Ia berharap pria ini akan menjadi jodohnya.
Dinda yang sudah tahu bahwa Kia akan di kenalkan dengan seorang laki-laki sangat senang. Paling tidak Kia harus mencoba melupakan mantannya itu.
Saat ini di kantor sudah menunjukkan pukul 15:00, artinya 4 jam lagi ia akan bertemu dengan Mbak Lidya dan Pria itu. Dinda yang melihat Kia hari ini memakai pakaian Kemeja berwarna peach dan celana panjang hitam yang nge pas di kakinya, sedikit heran. Walau Kia memakai apapun terlihat cantik, tapi Dinda berpikir ini adalah pertemuan pertamanya. Paling tidak, Kia harus terlihat elegan dan menarik.
"Ki, loe nanti pakai baju ini?". tanya dinda yang melihat penampilan Kia.
"Nggak kok, gw bawa dress yang kita beli pas gajian bulan lalu Din".. jawab Kia.
Dinda yang menginga-ingat dress yang di beli Kia sebulan lalu tersenyum dan memastikan Pria itu pasti jatuh cinta.
"ohiaa gw inget.. Wah pasti klepek-klepek tuh cowok"..ucap Dinda terkekeh. Sedangkan Kia menggelengkan kepalanya.
Dinda yang hari ini membawa mobil, karena memang ingin menemani Kia sampai selesai walau nanti jarak mereka agak jauh.
"Din, nanti loe tungguin gw kan sampai selesai?.. Gw gerogi banget nih".. ucap Kia memegang tangan Dinda
"Iya Ki, makanya gw bawa mobil biar kalau pulang malam gak masuk angin".. tutur Dinda.
Malam pun tiba..
Sekarang sudah waktunya Kia bertemu dengan sosok Pria yang akan di kenalkan oleh Lidya. Kia yang sudah berganti pakaian di toilet kantornya itu sekarang sudah menggunakan Dress panjang selutut berwarna merah, yang berlengan panjang, serta berleher Vneck sedadanya tapi masih sopan, dan sangat pas di tubuhnya. Rambut hitam lurus sebahunya ia gerai, sepatu high heels yang transparan sangat cantik di kaki ramping putih mulusnya itu. Sebagai pelengkap ia membawa Tas simple yang ber merk namun tidak terlalu mahal juga. Dan pastinya Kia juga berdandan namun tidak menor. Satu kata untuk Kia.. Sempurna!!
Kia yang sudah sampai 15 menit sebelumnya di Cafe itu terlihat gugup. Jantungnya berdebar, tangannya sudah dingin. Dinda yang duduk cukup jauh dari sahabatnya itu diam-diam mengambil gambar Kia yang lagi menunggu sang pangeran datang. Dengan isengnya Dinda mengirim hasil jepretannya ke Kia. Kia yang mendengar bunyi ponsel miliknya langsung melihat siapa yang mengirim pesan. Setelah dibuka, ia langsung mencari sosok Dinda dan tersenyum menampakan giginya.
Isi pesan Dinda ;
"Neng, sendirian aja.. Si Aa belum datang ??😅".. sambil mengirim gambar dengan pesan seperi itu
"Arghhh....Dindaa!! gw gerogi nihhh 😢".. balas Kia
"Baca Doa dulu Ki, biar tuh cowok seperti yang loe harapkan. Jangan sampai yang datang model kaya Doraemon hahaa"..canda Dinda mencairkan suasana tegang. Kia tertawa tanpa suara membaca pesan sahabatnya itu. Sedang asik membalas isi pesan Dinda, Kia di kagetkan suara yang ia kenal.
"Maaf yaa lama, tadi nunggu dia selesai kerjaannya dulu".. sapa Lidya datang bersama Rako. Kia yang duduknya membelakangi arah mereka datang mendongakan kepalanya ke Mbak lidya, ia belum melihat pria yang bersamanya, karena posisinya di belakang ia sendiri. Kia langsung berdiri menyambut Mbak Lidya. Rako yang tadinya memainkan ponselnya melihat perempuan di depannya berdiri merasa tidak asing dengan perawakannya. Dan....
"Mas, sini..kenalan dulu, ini teman yang aku ceritain".. ajak Lidya menarik tangan Rako. Saat ini mereka berhadapan dan saling memandang..and......
Deg!!!
__ADS_1
Jantung Kia semakin berdebar kencang. Cukup lama mereka berpandangan, hingga Kia membuka suara.
''Maaf mbak, yang dimaksud mbak Lidya dia??". Tanya kia dengan suara sendu sambil menunjuk pria ini.
"Iyaa".. jawab Lidya tersenyum." Ya udah duduk dulu yuk, kita ngobrolnya jangan berdiri gini ah".. ucap Lidya tersenyum. Rako yang bingung harus bicara apa hanya bisa menatap kagum gadis yang di depannya. Dalam benak Rako, sungguh sangat cantik Kia malam ini. Kia duduk berhadapan dengan Suami istri itu. Kia hanya menunduk, ia ingin sekali pergi, tapi ia tidak enak dengan Lidya.
Lidya yang tahu suasana canggung akhirnya membuka suara.
"Kia, kenalkan ini Rako, Rako Hadi Pratama, Ceo di Perusahaan kamu.".. ucap Lidya kepada Kia. Entah apa dalam benak Rako, apakah Lidya tahu bahwa gadis di hadapannya ini adalah orang yang di inginkannya. Apa dia harus berterimakasih pada Lidya?? Apakah Kia tahu maksud kami??..
" Oh ia, saya Kia Pak".. sapa Kia menganggukan kepalanya tanpa bersalaman.
Akhirnya Rako membuka suara.
" Lidya, apa dia sudah tahu semuanya??"..tanya Rako pelan dan masih terdengar Kia.
"semuanya?? apa maksudnya?? ".. batin Kia.
"Hari ini aku akan memberitahunya".. ucap Lidya tegas.
"Mbak Lidya, maaf.. saya tidak bisa menerima perkenalan ini dengan teman mbak. Karena saya sudah tahu Pak Rako sudah punya Istri Mbak..! Apa mbak tidak tahu sebagai temannya??" akhirnya Kia mengatakan yang ia ingin katakan. dengan nada cukup tinggi ia berkata seperti itu. Beruntung Cafe tidak terlalu ramai. Lidya hanya tersenyum, dan rako menatap gadis yang di cintainya ini dengan tatapan sendu.
"Kia, saya kan dari awal tidak bilang mau di kenalkan dengan Teman saya?, Saya mengatakan mau mengenalkan kamu dengan seseorang.".. ucap Lidya santai dengan menekankan kata teman.
Kia yang mengingat perkataan Lidya membenarkannya. Ia memang tidak mengatakan akan di kenalkan dengan temannya. "haduhh malu dehh.."..batin Kia.
" Ya tetap aja mbak, pria ini sudah beristri , saya tidak mau di bilang pelakor!!". ucap Kia tegas. Rako masih diam. Ia ingin tahu istrinya akan berkata apa.
"Saya tahu Kia.. Dan saya sendiri Istri Sah dari Rako!".. ucap Lidya menatap Kia.
Duarrrr!!!
Bagai di sambar petir, Kia membulatkan matanya, tubuhnya sekan tidak mempunyai tulang. Ia terhuyung lemas menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki.
"Maafkan aku Kia. Aku sebenarnya sudah tahu hubungan kalian di masa lalu"., lirih Lidya dan menjeda ucapanya sebentar.
"Dan aku lah yang Egois di sini Kia. Saat kita di jodohkan, Rako berkali-kali menolaknya. Tapi aku..?? Aku melakukan segala cara agar dia tetap menikahiku..". ucap Lidya meneteskan airmata. Kia yang juga menangis tanpa suara itu masin setia mendengarkan Lidya. Rako yang tetap menatap Kia ingin sekali memeluknya.
"Bahkan aku yang sudah menghasut Mami untuk mengancam kamu agar menjauhi Rako..hikss..hikkss.. Maafkan akuu Kia.. " tangis Lidya pecah, ia sudah menyesali perbuatannya. Ia tidak bisa mendpatkan cinta suaminya. Dan ia tidak mau Suaminya dan Kia menderita lagi.
"Apa mbak tahu, aku rela meninggalkan Rako karena ibunya sendiri akan membuat dia menderita bahkan tidak mempunyai apa-apa lagi!!".. teriak Kia. Rako sangat terkejut. Jadi ini alasannya?? Kia meninggalkannya bukan karena takut dirinya menderita. Melainkan ia takut aku menderita?? begitu dalam benak Rako.
"maafkan aku yank, aku janji akan membahagiakan kamu".. batin Rako menatap kia.
"Karena saat itu aku benar-benar sangat ingin memilikinya. Bahkan aku juga yang sudah mengundangmu ke Pernikahan kita".. lirih Lidya. Kia sangat kaget dengan pengakuan Lidya.
"Asal kamu tahu Kia, selama 4 tahun kita menikah, hanya 6 kali aku berhubungan badan dengan suamiku sendiri!!! itupun beberapa kali aku sudah campurkan obat pe*******g agar dia menyetubuhiku, selebihnya.. Dia yang kebanyakan minum Wine dan dia melihat kamu dalam diri aku"..ucap Lidya sendu.
"Cukup Lidya!!!!".. bentak Rako.
"Hal seperti itu tidak perlu kau katakan!! Dan pasti dia juga tidak perduli denganku!!".. ucap rako dingin menatap wajah Kia. Kia yang mendengar ucapan Rako sangat sakitt..
" Aku bukannya tidak perduli padamu, tapi aku tahu diri kamu bukan milikku Rako".. batin Kia
"Kia, maukah kamu menikah dengan Suamiku?? kalian akan menikah secara resmi kok. Aku tidak bisa punya anak Kia".. ucap Lidya menggenggam tangan Kia dan meneteskan air mata.
" Mbak.. maafkan aku.. aku tidak bisa. Aku.. aku tidak mau merusak rumah tangga kalian. Lagipula..aku sudah tidak mencintai Rako"..lirih kia berbohong dan langsung menangis.
Deg!!
Rako yang mendengar bahwa Kia tidak mencintainya lagi sangat sakit. Ia rela menunggu cintanya. Tapi apaa?? Dia menolak menjadi istri nya!!
"Aku tahu kamu berbohong Kia. Rako hanya mencintaimu, dia tidak pernah mencintaiku Kia. Dan kamu juga kan?? kamu masih sangat mencintainya. Aku mohon Kia, jika kamu tidak ingin di bilang perusak rumah tangga orang, Baik..aku akan berpisah dengan Rako. Lalu kalian bisa hidup Bahagia selamanya".. ucap Lidya lembut. Kia yang mendengar ucapan Lidya sangat terkejut. Bukan ini yang dia mau. Dia masih takut akan orang tua Rako.Dan dia juga tidak mau menyakiti Lidya.
"Aku ke toilet dulu, kalian bicarakanlah dulu..". ucap Lidya berdiri dari duduknya.
"Kia, aku sangat ikhlas jika maduku itu kamu. Karena aku tahu kamu wanita yang sangat baik, dan aku ingin Rako mendaptkan wanita yang pas". lanjut Lidya dan langsung berjalan ke arah toilet.
Tinggalah mereka berdua. Rako yang tiba-tiba mengenggam tangan Kia, membuat Kia terkejut. Ia mencoba melepaskannya, namun pegangan Rako sangatlah kuat.
"Katakan kau tidak mencintaiku lagi Kia".. tanya Rako lembut dan menatap mata sembab gadis cantik di hadapannya.
"Ak..aku sudah tidak mencintaimu Rako".. jawab Kia terbata-bata menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Tatap mata aku Kia.. Ayo lihat aku!!".. ujar Rako yang masih menggenggam tangan Kia.
Kia yang memberanikan diri menatap mata laki-laki yang selalu di hatinya ini seketika meneteskan air mata. Ia ingat akan ucapannya sendiri kala itu "bahwa kalau berjodoh akan di pertemukan dengan jalan NYa".
Dan...
"Yaa..AKU MASIH SANGAT MENCINTAIMU RAKO HADI PRATAMA!!".. jawab Kia penuh penekanan. Rako sangat bahagia, ternyata cinta mereka tidak berubah. Namun ucapan Kia selanjutnya membuat Rako melepaskan genggamannya.
"Tapi aku tidak bisa menikah denganmu Rako! Kamu harus mengerti posisi aku. Bagaimana jika Ibu mu tahu. Bisa-bisa keluargaku ikut hancur"..ujar Kia sendu
"Percayalah padaku Kia. Semua akan baik-baik saja. Mamiku sebenarnya wanita yang baik. Hanya karena hasutan Lidya kala itu ia berbuat di luar nalar. Dan Lidya pun sudah mengakuinya. Aku selama ini menganggap dia teman. Dia anak yang baik. Aku sama sekali tidak bisa mencintai wanita lain selain dirimu. Aku mohon Kia menikahlah denganku"..ucap Rako meneteskan airmata.
"Mungkin Allah sudah mentakdirkan kamu milikku Kia. Dengan jalan Nya, istriku sendiri yang menjodohkan ku denganmu".. ujar Rako lembut dan terkekeh
Kia sudah mantap akan keputusannya. Ia yakin Rako akan melindunginya dan membahagiakannya.
Kia menghela nafasnya..
"Baik, aku mau menikah denganmu. Tapi jadikan aku istri kedua!! ".. tutur Kia
"Maksud kamu??aku tetap akan mempertahankan Lidya??". tanya rako yang heran
"Iya. Dan jika nanti kita sudah menikah, bersikaplah adil dengan istri-istrimu Rako!!. bagaimana??".. tanya kia, karena ia juga tidak mau Lidya di ceraikan begitu saja. Walau ia merasakan sakit, tapi ia tidak boleh egois.
Rako mengehela nafasnya..
"huftt .. Baiklah, asal kamu mau menikah denganku sayank"..ujar Rako bahagia, dan wajah Kia merona mendengar ucapan Rako.
Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang melihat dan mendengar mereka.
"*Kia, kamu sungguh baik hati.. Terimakasih Kia untuk mempertahanku, karena aku ingin di sisa hidupku, aku di temani orang-orang yang aku sayank. Kamu dan Rako.. Aku menyayangi kalian".. batin Lidya
"Apaa????!! Kia mau jadi istri kedua?? Apaa dia Kia masa lalu Bang Rako?? .. batin Ali yang juga sedang berada di Cafe tanpa sepengetahuan yang lain*.
Lidya sudah tiba di meja mereka. Dan Lidya bertanya kepada Kia.
"Bagaimana Kia? Apa kamu mau?" .,tanya Lidya lembut
"Apa mbak yakin dengan semua ini?.. ".. tanya balik Kia
"Aku sangat yakin, bahwa kamu bisa membahagiakan Rako".. ujar Lidya tersenyum
"Bukan Aku, tapi Kita mbak. Aku mau menerimanya. Asal aku tetap menjadi istri kedua. Dan mbak Lidya.. istri pertamanya".. ujar Kia dengan mata berlinang.
"Terimakasih Kia, terimakasih Mas.. " ucap Lidya meneteskan airmatanya.
Akhirnya pertemuan mereka berakhir. Dan keputusan terakhirnya adalah Kia dan Rako akan menikah di Bandung dalam 3 bulan lagi. Yupss ucapan adalah Doa ya gaess.. karena kia pernah mengatakan akan menikah 3 bulan lagi..
Waktu menunjukkan pukul 22:00
Dinda yang sedang menyetir mobilnya itu, sesekali melihat ke arah gadis di sampingnya. Sejak tadi Kia hanya diam, dan ketika Dinda bertanya, Kia hanya menjawab akan menceritakan saat dirumah.
Dan 45 menit kemudian, mereka sampai di kontrakan Kia. Mobil Dinda yang berhenti di lapangan tak jauh dari gang rumah Kia, terparkir dengan sempurna. Mereka keluar dari mobil bersamaan. Dan berjalan sedikit menuju kontrakan Kia.
****
Mereka berdua sudah membersihkan dirinya dan sekarang mereka sedang berbaring di ranjang Kia.
"Ki, tadi itu Pak Rako kan??"..tanya dinda hati-hati..
Kia menghela nafasnya..Dan menceritakan semua pada Dinda..
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°