Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Berubah Pikiran


__ADS_3

Hari telah berganti. Tepat hari Jumat ini Rako mengantar Lidya untuk ke Rumah Sakit X. Ali yang sebelumnya di minta Rako untuk menghubungi Dr. Spesialis Kulit di rumah sakit tersebut, sudah dapat janji dengan Dr. Kanaya Jumat Pagi pukul 09:00, ia pun sudah mengatakan pada Bosnya itu. Ya, Ali memang sudah kembali dari tugasnya kemarin Siang.


Dan pagi ini Rako yang sudah di mobil bersama Lidya, dan Ali yang mengenderainya, terlihat sibuk memainkan ponselnya. Ia juga sebelumnya sudah mengatakan pada Shiren bahwa akan ke kantor setelah makan siang. Dan sekarang, ia sedang mengirim pesan ke calon istrinya, Kia. Lidya saat ini tidak terlalu memikirkan Rako disampingnya yang sedang sibuk dengan benda pipihnya itu. Karena dia sendiri pun sibuk menggaruk-garuk tubuh dan wajahnya yang masih gatal.


tring ( bunyi pesan masuk di ponsel Kia)


**Kesayangan : Hai sayank lagi apa? Aku datang ke kantor agak telat ya, mau antar Lidya ke Rumah Sakit X dulu. Nanti kamu jangan telat makan siang ya 😙


Cantikku : Loh mbak Lidya sakit apa? kamu harusnya gak usah ke kantor, jagain istri kamu ya. Wanita kalau lagi sakit pasti pengen di manja, apalagi udah bersuami 😊.. ( balas Kia yang sedang duduk depan mejanya. Ia sendiri mengetik pesan itu sangat sakit )


Kesayangan : Nanti aku ceritain ya sayank, kenapa dia bisa sakit. Dan lagian ini ulah dia sendiri. ( balas Rako sedikit kesal )


Cantikku : Mungkin dia hanya ingin diperhatikan oleh suaminya. Kamu jaga dia baik-baik ya**.


Rako pun tidak membalas pesan Kia. Ia sedikit kesal dengan Kia. Padahal dia tahu, pasti ia sendiri pun akan sedih kalau Rako mengatakan akan menjaganya seharian.


"masih aja kamu baik sama wanita ular ini Yank!!". batin Rako melirik jengkel Lidya.


***


Sesampainya di Rumah Sakit X, Ali yang menunggu di dalam mobil, sedangkan Rako berjalan berdampingan dengan Lidya. Lidya pun menggunakan masker untuk menutup wajahnya. Pakaiannya pun serba panjang menutup tubunnya. Ia menggandeng lengan Rako agar menuntun dia jalan, Rako pun diam saja. Sesampainya di ruangan Dr. Kanaya, ada seorang suster menyapa sopan Rako dan Lidya.


"Selamat Pagi Bapak..Ibu,. Ada yang bisa di bantu? " sapa suster itu ramah.


"Saya mau bertemu Dr. Kanaya. Bilang saja Rako Hadi Pratama sudah datang".. balas Rako dingin. Suster itupun mendengar kata Pratama sudah pasti tahu siapa laki-laki ini. Keluarga Terkaya se Asia.


"Ma..maaf Pak saya tidak tahu. Dr. Kanaya sudah menunggu Bapak dan Istri. Mari saya antar". saut suster itu ketakutan. Rako dan Lidya pun mengikuti langkah suster itu.


****


Setelah di periksa dan di suntikkan antibiotik oleh Dr. Kanaya, Lidya dan Rako sekarang tengah duduk berhadapan dengan Dokter paruh baya itu, tapi wajahnya masih terlihat cantik.


"Dok, kira-kira berapa hari kulit saya bisa seperti semula?".. tanya Lidya pelan


"Maaf Bu, sebelumnya saya ingin bertanya dulu. Apakah ini ada yang sengaja memasukkan Obat Gatal ke minuman atau makanan yang Ibu minum?".. tanya dokter itu lembut. Lidya pun menelan salivanya. Ia melirik takut Rako yang disampingnya. Rako pun menatap tajam Lidya.


"Sa..saya tidak tahu Dok. kemarin itu saya membuatkan jus Alpukat untuk suami saya, tapi dia tidak mau, makanya saya yang minum. Taunya jadi seperti ini!". lirih Lidya berbohong, padahal ia sendiri yang ingin menjebak Rako, agar Rako tidak pergi ke Bandung menemui keluarga Kia. Karena menurut Lidya, itu terlalu cepat.


"Oh baiklah. Karena jika saya lihat sampai seluruh tubuh bahkan wajah dan mata ibu membengkak seperti ini, cukup banyak kandungan kimia yang di minum oleh Ibu. Saya sih sudah suntikkan antibiotiknya, dan ini saya resepkan obat untuk di minum dirumah. Insyaallah dalam 2 hari sudah lebih baik, tapi belum sempurna seperti semula ya Bu.". tutur Dr. Kanaya menjelaskan. Lidya pun sangat terkejut. Rako juga takmkalah terkejutnya, Rako sendiri berjanji akan memberikan hadiah untuk Shiren, karena kalau dia tidak memberitahu, mungkin dia yang sekarang di posisi Lidya.


"Apa obat seperti itu bisa dijual bebas Dok? kenapa bisa ada dirumah saya ya??" tanya Rako melirik lidya. Lidya pun diam ketakutan.


"Tentu obat membahayakan seperti ini tidak di jual bebas Pak. Bahkan pihak Rumah sakit pun tidak pernah memesan obat semacam itu. Ini seperti ada oknum yang mengkonsumsi dan di perjual belikan oleh orang-orang yang memang tujuannya untuk membahayakan korbannya dengan suatu tujuan." ujar Dokter itu jelas.Lidya pun tampak keringat dingin.


"Kalau begitu saya akn perpanjang masalah ini, karena ini sudah pembunuhan berencana kan Dok?". ucap Rako tajam. Ia sengaja menakut-nakuti Lidya.


"Tentu Pak, kasus seperti ini harus di selidiki. Karena kalau terlalu banyak masuk ke tubuh kita, bisa merusak sel-sel yang ada dalam tubuh." ujar dokter itu.


****


Dalam perjalanan pulang, Ali melirik ke spion untuk melihat wajah Bos nya yang sangat jutek sejak keluar dari Rumah Sakit, dan istrinya yang dari tadi diam. Rako meminta Ali mengantar Lidya terlebih dahulu, baru dia ke kantor. Rako yang menggunakan kaos yang menutup lehernya dengan di lapisi Jas mahalnya, sangatlah tampan. Ia sudah tak sabar bertemu dengan Kia dan menjelaskan semuanya.


Lidya pun sudah masuk ke Apartementnya. Tinggalah Rako dan Ali dalam satu mobil. Ali yang dari tadi penasaran, akhirnya bertanya pada Rako.


"Bang, ada apa? kok mukanya kusut banget!". tanya Ali sesekali melihat Rako dari spion


"Saya lagi pusing, gimana caranya meninggalkan dia!!". ujar rako memijat keningnya.

__ADS_1


"Dia?? maksdunya mbak Lidya??" tanya Ali terkejut


"Iyalah siapa lagi!! Loe tau kan Abang gak cinta sama dia! apalagi dia itu jahat!!". ujar Rako pada ali. Rako pun menceritakan kejadian semalam. Ali sangat terkejut mendengarnya.


"Astagfirllah, gak nyangka gw sama mbak Lidya!! hmm.. Kenapa gak itu saja di jadika alasan untuk abang tinggalin dia?!". ucap Ali memberi ide.


"Belum ada buktinya Al." ujar Rako


"Suruh dia ngaku Bang!! dan abang bilang aja akan menceraikan dia kalau dia tidak mau mengakuinya. Tapi tanpa dia tahu, abang rekam percakapan abang sama dia. Trs kasih tau Mami deh! Mantu kesayangannya itu kaya gimana!"..ujar Ali terkekeh. Rako pun mendengarkan rencana Al.


"Bener juga loe Al! Gak salah deh loe jadi Asisten gw !!". ucap Rako menepuk bahu Al dari belakang.


"Hmm. Al, loe bukannya di suruh Mami buat mata-matai abang ya!?". tanya Rako,


Ali pun tertawa.


"Bang, Al tuh iya-iyain aja, Al juga gak suka sama sikap Mami yang terlalu merendahkan orang lain. Tenang Bang, Al akan setia dan patuh sama yang bayar Al..haha".. jawab Ali tertawa. Rako pun sangat bahagia, semua saudara, kerabat sangat mendukung dia.


****


Rako yang saat ini sudah di ruangannya sebelum jam makan siang, langsung menghubungi Kia lewat ponselnya. Kia yang tidak terlalu sibuk, melihat ponselnya bergetar di atas mejanya. Di lihatnya nama Kesayangan yang menelpon. Ia pun mengangkatnya dengan suara pelan.


"Haloo." ucap Kia berbisik


"Sayank, ke atas sekarang aku tunggu!!". ujar Rako menutup teleponya.


"Apa-apaan dia seenaknya aja. Aku kan lagi kerja! Dia mah enak Boss. Walau 15 menit lagi jam makan siang, tapi aku tidak bisa pergi gitu aja!".. batin kia kesal.


Rako yang sudah tak sabar menunggu Kia, padahal baru 5 menit sebelumnya dia menelpon Kia. Dia akhirnya meminta Shiren untuk menghubungi Pak Regar, agar berkas di antar oleh Kia sekarang. Dengan alasan karena Shiren ada urusan dengan Kia. Shiren pun dengan senang hati membantu Abangnya itu. Ali sendiri sekarang sedang menemui klien di luar, ia juga bisa di andalkan karena otaknya yang cerdas.


Kia yang sedang melihat jam tangannya menunjukkan pukul 11:50. Dan tak lama Pak Regar pun menghubungi Kia lewat *ip phone nya.


"Hallo..Ya Pak bisa dibantu? ucap Kia menjawab telpon di mejanya.


"Kia, tolong antar berkas dan minta tanda tangan Pak Rako sekarang ya. Kamu ambil di meja saya. Bu Shiren juga ada perlu sama kamu." ujar Pak Regar menjeskan, Kia pun sudh tahu ini pasti akal-akaln Rako.


"Baik Pak." saut Kia ramah dan Pak Regar pun menutup teleponnya dan di susul Kia.


****


Kia yang sudah berada di lantai 7 tempat Bos nya itu, sedang mencari Shiren. Shiren pun tak lama tiba dari toilet. Kia yang menggunakan kemeja putih bergaris vertikal dan di masukan ke dalam rok hitam ramplenya diatas lutut, serta rambut sebahunya ia urai, terlihat cantik.


Shiren pun menyuruh Kia masuk ke ruangan Rako.


"Masuk aja kakakku, Abang dari tadi udah nungguin tuh". ucap Shiren terkekeh, Kia pun menggelengkan kepalanya.


tok..tok.. "Assalamualaikum".. ucap Kia mengetuk dan langsung membuka pintu tanpa mendengar sahutan dari dalam. Rako yang sedang berdiri memainkan ponselnya, melihat sosok yang dirindukanya, langsung menghamburkan pelukan ke Kia. Kia yang kaget dengan sikap Rako membalas pelukannya itu.


"Hei, ada apa ?".. tanya Kia lembut melepaskan pelukannya. Rako memegang wajah Kia dengan kedua telapak tangannya.


"Aku sangat mencintaimu Sayank". jawab Rako lembut, Wajah Kia pun merona. Rako melihatnya terkekeh.


"Masih malu aja sama aku"..cup..Rako mencium kening Kia.


Rako mengajak Kia duduk di sofa berdampingan dengannya. Ia menceritakan semua pada Kia tentang kejadian semalam. Dan ia yang sempat mengambil gambar wajah Lidya saat di periksa Dokter, memperlihatkan pada Kia kondisinya saat ini. Kia pun sangat terkejut. kenapa ia bisa setega ini dengan Suaminya.


"Ya Allah yank, Kenapa mbak lidya bisa sejahat itu?. Aku tidak bisa membayangkan jika kamu yang minum jus nya". lirih Kia menatap Rako. Rako pun sangat senang Kia memanggilnya dengan sebutan Yank.

__ADS_1


"Itu baru satu dari kebusukan dia yank". Rako menghela nafasnya.. " Tujuan dia seperti karena dia tidak mau aku dan dia ke Bandung menemui keluarga kamu!". ucap Rako jujur. Kia pun membulatkan matanya.


"Astagfirullahaladzim!".. ucap Kia pelan. "sudah ku duga, namanya seorang istri tidak akan rela di Madu yank! Aku takut dia seperti dulu yang bisa melakukan apa saja untuk membahayakan aku".. Lirih kia. Rako pun menggenggam jemari Kia.


"itu tidak akan terjadi lagi, aku janji!". ucap Rako menatap Kia. kia pun tersenyum


"Aku ada sedikit rencana untuknya. Yang pasti setelah aku menikahi kamu terlebih dahulu sayank, agar kamu aman sama aku". ucap Rako.


"Tapi aku jadi ragu dengan semua ini. Apa sebaiknya kita batalkan saja?!". ujar Kia dengan suara pelan, rako yang mendengarnya pun kaget.


"Yank, aku mohon, apa kamu mau aku di jahatin sama dia?? apa kamu mau melihat aku mati di bunuh orang!! aku ingin bahagia yank, dan itu sama kamu". ucap Rako pada Kia. Kia pun meneteskan air mata. Ia sungguh galau akan keputusannya. Di sisi lain, ia tidak mau orang yang di cintainya akan celaka terus menerus karena istrinya. Dan satu sisi lagi, ia tidak mau menyakiti Lidya.


"Justru Lidya begitu karena kamu tidak pernah memperhatikannya!". ujar Kia tegas.


"Apapun alasannya, dia sangat berbahaya dan harus di singkirkan!". ucap Rako tajam.


"Apa maksud kamu yank?? Lagian keluarga aku mau ketemu dia dulu kan baru bisa kasih keputusan untuk kita!" ujar Kia


"Kamu tenang aja yank, yang pasti aku minta sama kamu jangan berubah pikiran! Kita TETAP AKAN MENIKAH.." ucap Rako penuh penekanan.



Kia pun menundukan kepalanya dan menikmati sentuhan Rako di kepala dan jemarinya. Rako pun mencium bibir Kia lembut, Kia pun membalasnya. Mereka melakukannya cukup lama. Dan Kia melepaskan ciuman itu, lalu ia mengajak Rako untuk makan siang. Kebetulan Dinda sedang cuti hari ini karena ada urusan keluarga.


"Hmm. yank makan siang bareng yuk, tapi sama Shiren juga". ujar Kia, Rako pun sangat senang.


"oke sayank, yuk.. " ajak Rako.


****


Mereka bertiga sudah di Cafe depan kantor. Shiren yang menceritakan pada Kia tentang melihat kelakuan Lidya terlihat sangat emosi.


"Ya sudah, ini namanya senjata makan tuan!" ucap Kia.


"Ya Kak, untung aja aku ngeliat, kalau enggak, Abang yang akan jadi korbanya!". ujar Shiren dengan sedikit kesal.


"Makasih ya Dek, nanti abang kasih hadiah". ucap Rako, Iren pun sangat senang. Kia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Shiren.


Tanpa mereka sadari ada pasang mata yang melihat keakraban mereka bertiga.


"*Kia terlihat dekat sekali dengan Bu Iren dan Pak Rako!". batin seseorang.


****


°


°


°


°


°


°*


##Hayoooo..Kira-kira siapa ya yang melihat mereka ??? 👀

__ADS_1


Terus ikutin yaaa, dan jangan lupa Like, comment dan Vote nya..😉


Makasihhh Sayaaaankkk 😚


__ADS_2