
Siang ini Kia mendapat telepon dari Dinda bahwa ia ingin main kerumahnya, kebetulan ia hari ini sedang cuti kerja. Dengan senang hati Kia mempersilahkan Dinda untuk main. Tak lama Dinda pun sampai dengan mengendarai mobil sendiri.
"Assalamualaikum".. salam Dinda saat berada di pintu utama yang sudah terbuka.
"Waalaikumsalam.. Dindaa" ucap Kia dan langsung memeluk dinda.
"Gw kangen banget sama loe Ki" ujar Dinda yang sudah melepaskan pelukannya
"Iya gw juga Din kangen sama loe" saut Kia tersenyum. " Yuk sini kita ke teras belakang aja ya" ucap lagi Kia menggandeng Dinda.
Kini mereka sudah berada di teras belakang berhadapan dengan Kolam renang.
Mereka bersendau gurau dan sesekali bercanda. Dinda menceritakan kalau ia sudah mendapat restu dari kedua orang tuanya untuk menjalin hubungan serius dengan Vino.
"Oia Ki, loe gimana udah ada ponakan gw belom di sini?" tanya Dinda mengelus perut Kia
"Udah Ontii,, Doain aku yaa sehat selalu" jawab Kia menirukan suara anak kecil. Dinda pun teriak histeris senang
"Aaaarhhhh Alhamdulillah Ya Allah.. Seneng banget gw Ki dengernya". ucap Dinda gembira sambil memeluk Kia. Kia pun tersenyum
"Makasih ya Din.. Gw juga seneeeng banget". ucap Kia melepaskan pelukanny
"Din, kemarin ada yang kirim surat ke gw sama Rako. Intinya tuh dia mau bunuh gw". ujar Kia serius. Dinda pun membulatkan matanya
"Apa?? Dari siapa itu Ki?! Laporin aja ke Polisi!" ujar dinda bersuara tinggi dan terlihat emosi
"Justru itu Din, gw sama Rako gak tau itu dari siapa!" ucap Kia lemas.
"Ya udah berati mulai sekarang loe jangan pernah keluar rumah tanpa Suami loe ya!" titah Dinda serius
"Iya Din, Rako juga bilang gitu. Hoek..hoekk.." tiba-tiba Kia merasa mual dan dia berlari ke arah wastafel yang tak jauh dari sana. Dinda pun mengikuti Kia dan memijat tengkuk leher Kia
"Loe mabok ya ki? Mau makan apa?" tanya Dinda khawatir
"Ya Din, gw mual terus dan gak nafsu makan. Doyan nya buah-buahan aja sama makan yang pedes-pedes", jawab Kia dan berjalan menuju tempat semula.
"Tapi loe harus makan nasi Ki, inget anak loe" ujar Dinda mengikuti langkah Kia
"Iya Din.. loe mau makan gak? bi Ati udah masak tuh" ucap Kia
"Kalau loe makan, gw makan!" ujar Dinda
"Ya deh, yuk, mudah-mudahan gak enek" ucap Kia terkekeh
****
Dinda pamit pulang dari rumah Kia pukul 15:00. Rako yang masih di kantor baru akan pulang pukul 17:00. Saat Dinda ingin menuju mobilnya, ia melihat salah satu Ban mobilnya kempes.
"Yah Ki, ban mobil gw kenapa ini??" tanya Dinda panik
"Kempes Din, bocor kali ya?" tanya Kia yang tidak mengerti masalah mobil
"Tadi sih gapapa. Ya udah deh gw balik naik ojol aja." ujar Dinda memainkan ponselnya
"Eh gak usah Din! Pakai mobil itu aja", ucap Kia menunjuk mobil mewahnya warna merah yang di kendarai Rako kemarin malam saat mau di begal di lampu merah
"Emang itu punya siapa ki?" tanya Dinda
"Itu dari Rako buat gw, cuma pas mau belajar mengendarai mobil, Alhamdulillah si utun udah hadir, jadi ditunda deh!" jawab Kia tersenyum
"Wah So Sweet banget Pak Bos." ujar dinda sumringah dan akhirnya pun Dinda memakai mobil Kia yang pernah di pakai Rako.
****
Dalam setengah perjalanan, Dinda melihat seorang anak kecil seperti sedang di palak oleh 3 orang pria dewasa. Ia melihat sekitarnya tidak ada orang satu pun. Akhirnya Dinda berhenti dan turun dari mobil ingin menolong anak itu.
"Hei kalian!! Jangan beraninya sama anak kecil ya!!" ujar dinda menunjuk mereka bertiga. Mereka pun langsung saling menatap seperti kode, dan benar saja, Dinda langsung di bekap oleh salah satu dari mereka. Mereka pun membawa Dinda ke suatu tempat.
Waktu pukul 17:30
Rako pun suda tiba dirumah.
"Assalamualaikum" ucap salam Rako masuk ke dalam kamar mereka.
"Walaikumsalam'' jawab Kia yang sedang merapihkan meja riasnya.
__ADS_1
"Loh Yank kenapa gak bilang tadi udah dijalan?! aku jadi ga menyambut kamu di depan deh" ucap Kia menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan Rako.
"Gapapa sayank, biar kamu gak udah naik turun" ucap Rako lembut. "Ohia itu di garasi mobil siapa yank?" tanya Rako yang melihat ada mobil lain. Akhirnya Kia mencertikan semua yang di alami Dinda
"Baiklah, nanti aku minta montir kita benerin mobil Dinda kesini." ucap Rako lembut
****
"Lepaskaaaan gw!!Hei siapa kalian berani-beraninya menculik Gw !!!" teriak Dinda di salah satu gudang kosong dengan posisi duduk di kursi dan tangan yang di ikat di belakang kursi itu.
Tak lama datang sosok laki-laki dan perempuan ke Gudang itu. Saat melihat Dinda mereka terkejut!! Karena bukan Kia lah yang disana!
"Hei siapa kamu??!!"tanya sinis laki-laki itu
"Dasar b**o!!! Loe nanya siapa gw??? terus loe ngapain culik gw hah!!!!"teriak Dinda.
"Ediii....!!!!! teriak pria itu memanggil anak buahnya
"Ya Bos?!!" jawab Anak buah berkepala botak itu
"Siapa yang kamu culik hah??!!" tanya pria itu marah
"Itu Kia bos, tadi saya mengikuti dia pas keluar dari kompleknya". jawab Edi dan Dinda membulatkan matanya namun ia hanya diam
"Dasar G****k!! Dia bukan Kia tahu!!!! ujar wanita itu
"Maaf Bu saya tidak mengenali wajahnya, saya hanya tahu dia keluar dari rumah dan membawa mobil persis seperti saat kita mau begal di lampu merah!" ucap pria itu dan Dinda sungguh merasa lemas sekarang, Sahabatnya ingin di celakai dua orang ini! Siapa mereka? pikiran Dinda bercampur aduk.
"Hei, kamu siapa nya Kia?? kenapa pakai mobil dia??" tanya wanita itu menatap tajam Dinda. Dinda pun mencoba rileks dan mengingat-ingat wajah wanita yang tidak asing baginya.
"Sepertinya aku pernah lihat dia! siapa ya?!" batin Dinda
"Heh!! Jawab!!!" bentak wanita itu dan Dinda pun tersadar dari pikirannya.
"Non Kia??" tanya Dinda pura-pura bingung. "Nyonya, saya ini hanya bekerja di showroom mobil!! Pak Rako meminta saya menukar mobil Non Kia dengan yang baru! Akhirnya saya datang kesana bawa mobil baru dan pulangnya bawa mobil lama Bu Kia!" jawab dinda bersandiwara. Mereka pun nampak percaya. Karena si Edi bilang, ada mobil lain di garasi rumah Kia dan rako.
"Lepaskan dia Ed!! Dan buang ke jojo!" ujar Wanita itu meminta melepaskan Dinda dan di Jojo adalah Buaya kelaparan peliharaan mereka.
"Jo..jo?? Siapa dia??" tanya Dinda panik
"Nanti kamu juga tau", jawab wanita itu tersenyum getir. Dinda pun ketakutan dan berteriak minta tolong
"Hai manis, kamu berisik sekali!" ujar Edi menggoda, Dinda pun mendapat ide.
"Hei tolong lepaskan aku, aku kebelet pipis!!" ujar dinda menggoyangkan kedua kakinya
"Ah pasti akal-akalan kamu saja kan!" ucap Edi tersenyum sinis
"Ya udah, aku pipis disini aja, Sumpah udah gak kuat!!" ujar dinda pasrah. Edi pun nampak percaya
"Oke okee.. tahan dulu.." ujar Edi sambil melepaskan ikatan tangan Dinda. Dinda pun diantar ke kamar mandi yang berada di belakang gudang.
"Ih gak usah pegang-pegang!!! Gw bisa jalan sendiri!!" ucap Dinda menghempas tangannya karena si Edi memegang erat pergelangan tangannya. Edi pun tiba-tiba mendapat telepon dari seseorang
"Awas kalau kabur!! saya angkat telepon dulu!!" ancam Edi melepaskan genggamannya. Dinda pun mencari sesuatu di sekitarnya, dan ia menemukan sebuah kayu dan runcing di ujungnya. Saat Edi sedang menelpon, dengan cepat ia mengambil kayu itu Daaaan...
"Aaaaaaaaaaaarrrghhhh!!!!" teriak Edi kesakitan karena punggung kakinya di tusuk oleh Dinda dengan kayu runcing itu, Dinda langsung berlari dengan langkah seribu.
"Dasar wanita ja***g!!! aaaahhhh!!! Sini kamu!!!" teriak Edi kesakitan dan susah berjalan.
"Huf..huf..huf.. Ya Allah tolong hamba!" gumam Dinda dengan nafas yang tidak beraturan karena berlari begitu cepat, hingga kini ia berada di jalan cukup ramai. Ia pun langsung naik taxi untuk kerumah Kia.
****
"Permisi Pak, saya mau bertemu Kia" ujar Dinda pada Jali saat di depan gerbang tingginya.
"Nona yang tadi pagi ke sini kan??" tanya Jali mengingat Dinda, karena penampilannya saat ini sungguh kusut dan kucel.
"Iya pak, tolong saya pak, saya pinjam 300rb dulu untuk bayar taxi ini!" lirih Dinda. Jali pun membayarkan taxi nya dulu, dan ia di persilahkan masuk.
tok..tok..tok
"Ki...Kiaaa!!" teriak Dinda.
"Maaf Non, Nona dengan siapa ya?" tanya Bi Ati membukakan pintu.
"Bi, saya Dinda teman Kia yang tadi pagi ke sini. Tolong panggilkan Kia, ini penting!!" ujar Dinda tergesa-gesa dan tampak panik. Bi Ati pun sedikit ragu karena sekarang sudah pukul 21:30.
__ADS_1
"Tapi Non.. saya.." ucapan Bi Ati terpotong karena suara Rako turun dari tangga
"Dinda?? kamu kenapa??" tanya Rako panik melihat kondisi Dinda.
"Pak Rako.." ujar Dinda langsung menghampiri Rako di ujung anak tangga.
"Pak, Saya habis di culik!!Hiks..," lirih dinda menangis, Rako dan Bi Ati pun terkejut
"Dan sepertinya mereka salah tangkap! Karena saya tadi pakai mobil Pak Rako. Dan Kia.. Kia yang di incar Pak! Alhamdulillah saya berhasil kabur dari mereka! Sa..saya takut Pak, kalau Kia kenapa-kenapa!!" ucap Dinda menangis. Rako pun merasa geram
"Mereka?? memang ada berapa orang??" tanya Rako datar
"Ada tiga Pak. Dan dua orang itu sepertinya Bos nya. Satunya pria sekitar umur 40tahunan, dan satunya lagi wanita yang gak asing buat saya!!" jelas Dinda pada Rako.
"Ya sudah kamu menginap dulu di sini ya. Dan tolong kamu jangan ceritakan masalah ini pada Kia, karena dia sedang mengandung dan tidak boleh banyak pikiran. Dan saya pastikan mereka tidak berani menyentuh kamu apalagi Kia." ujar rako datar. Dinda pun menganggukan kepalanya
"Bi Ati..tolong antar Nona ini ke kamar tamu ya, dan siapkan pakaian yang baru untuknya ". ucap Rako datar.
"Baik Tuan,, Mari Non.." jawab Bi Ati dan dinda pun mengikuti Bi Ati
****
"Br****k!!! Ini tidak bisa di biarkan!!" gumam Rako geram
"Hallo Al, lihat Gps mobil yang merah, dan tolong kamu bawa aja ke tempat biasa!" ucap Rako menyuruh Ali lewat telepon.
****
Di Gudang Kosong
"Aaaarrgghhh!!! Dasar gak becus!!! Bugh!!!" teriak pria itu memukul wajah Edi
"Ma..maaf Tuan, Dia tadi bilang mau buang air kecil, dan pas saya lagi antar dia, nyonya telepon. Tiba-tiba kaki saya di tusuk kayu runcing itu." ucap Edi menjelaskan kejadiannya.
"Duhh gimana ini Om?!! Cewek itu pasti sudah ngadu sama Rako!!" ucap Wanita itu panik.
"Kalau begitu kita harus bergerak cepat!!" ucap Pria itu tersenyum penuh arti.
****
"Al, mereka sudah disana ??" tanya Rako datar lewat teleponnya
"Sudah Bang. Mereka ketakutan Bang. Gak tega Al jadinya." ucap Al pelan
"Mereka ingin membunuh Kia Al! Dan Abang juga gak akan seperti mereka!! Abang hanya ingin mengancam mereka!!" ucap Rako tersenyum penuh arti.
Kia pun terbangun dari tidurnya karena merasa ada suara. Ya, Rako teleponan dengan Al sedang duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang mereka. Rako pun menutup panggilannya.
"Sayank, kok bangun?" tanya Rako menghampiri istrinya
"Kamu kok belum tidur yank?" tanya Kia dengan suara khas bangun tidur tanpa menjawab pertanyaan Rako.
"Iya, tadi si Al telepon mengingatkan aku kalau besok aku harus ke Bogor sayank" ujar Rako
"Hah? berapa hari?" tanya Kia pelan
"cuma dari pagi sampai sore aja sayank". jawab Rako lembut.
"Oia, Dinda tadi balik lagi ke sini, aku suruh dia menginap di sini agar besok kamu ada temannya." ucap Rako berbohong
"Dinda?? Wahh makasih sayank, aku jadi gak bosen kalau ada temannya". ujar Kia memeluk Rako. Rako pun membalas pelukannya dan mencium pucuk kepala Kia.
"Maafkan aku sayank, aku terpaksa berbohong! Karena aku gak mau buat kamu kepikiran dan cemas. Ya Allah, lindungilah Istri dan Calon Anakku..Dan semoga besok rencanaku berhasil!" batin Rako.
****
°
°
°
°
°
##Kira-kira rencana Rako apa ya?? Dan siapakah penjahat ituu??😆
__ADS_1
Yukk,, ikutin terus yaaah, dan jangan lupa tinggalkan jejak 💙
Makaaasiiihh Saaayaaaank 😙