
** Pagi harinya Rako terbangun untuk melaksanakan kewajiban Umat Muslimnya. Setelah selesai, ia melihat Kia masih tertidur. Lalu dia duduk di atas sofa sambil memainkan benda pipihnya itu. Ya, karena kebetulan ini adalah hari sabtu, aktivitas kantor pun libur. Ia mengirim chat kepada istrinya, Lidya.
β’Rako : Lid, kamu udah bangun? Aku masih di Rumah sakit, semoga Kia bisa pulang hari ini. Aku tunggu keputusan Dokter dulu ya.
β’Lidya : Iya Mas.
Rako pun tidak membalas pesan singkat istrinya itu. Lidya yang berada di kamar mewahnya yang mendapat pesan dari suaminya sangat sedih. Bayangkan saja, dari Surabaya ia langsung menemui calon istrinya bukan Istrinya sendiri. Ya, karena memang Rako hanya mencintai Kia. Sedangkan Lidya, karena takut di ceraikan suaminya, ia rela melakukan apa saja, termasuk di Poligami.
Kia yang mendengar petugas rumah sakit mengantarkan sarapan ke ruangannya terbangun. Ia mengerjapkan matanya, pertama di lihat pria yang di cintainya itu.
"Pagi sayank".. ucap Rako tersenyum.
"Pagii juga"..saut kia tersenyum. "Aku boleh pulang kan hari ini ?".. tanya Kia
"Ya semoga aja, nanti kita tunggu Dokter ya".. Jawab Rako yang lagi menyiapkan sarapan untuk kia.
"Kamu makan duluan aja yank, aku nanti aja belum laper". ucap Kia.
"Aku mah gampang nanti aku pesan di bawah. Kamu kan gak boleh telat makan. Nanti kambuh lagi". tutur Rako yang sudah menyendokan nasi beserta lauknya dan di sodorkan ke Kia.
"Nih aaak.." ucap Rako menyuapi Kia. Kia pun akhirnya menerima suapan Rako.
Sekitar 5 menit, Kia merasakan penuh di perutnya.
''Udah ah yank, aku enek nih".. kata Kia. Rako pun menyudahinya dan memberikan air putih. " Sekarang kamu makan dulu dih, nanti aku sembuh kamu yang sakit"., ucap Kia khawatir.
"Kalau aku sakit kan ada kamu yang jagain aku"..ucap Rako menggoda Kia sembari menaik turunkan alisnya. Kia pun terkekeh.
"Enak aja aku yang jagain, Mbak Lidya lah istri kamu". ucap Kia terkekeh.
"Lahh.. gak bisa gitu.. aku maunya kamu". ucap rako sambil menggelitik perut kia. Kia pun tertawa karena geli.
"Haha..hahaa.. Rako udah ihh geli tau.. Rako".. ucap Kia sembari tertawa
"Enak aja bilang udah..ini hukuman karena kamu gak mau ngurusin aku..hmm..".. ucap Rako masih sambil menggelitik Kia.
ceklek
Pintu terbuka menampakkan seorang wanita cantik berpakaian dress biru muda selutut dan tas brandidnya.
"ehemm..".. ucap wanita itu berdehem untuk menyadarkan kedua insan yang tengah bercanda itu. Keduanya pun menengok ke arah pintu, Rako pun menyudahi menggelitik Kia.
"Mbak Lidya!!".. ucap Kia terkejut. Ya.. wanita itu Lidya, istri sah Rako. Ia merasa sangat tidak enak dengan mbak Lidya. Wajahnya merah karena malu dan takut. Rako yang melihat Lidya datang juga terkejut, untuk apa dia datang ke sini, pikirnya.
"Loh kamu ada apa kesini? ".. tanya Rako kepada Lidya. Lidya yang menghampiri suaminya yang duduk dekat Kia mencium punggung tangan Rako.
"Ih kamu Mas, istri dateng bukannya seneng"., tutur Lidya terkekeh sembari mengambil tangan Rako dan mencium punggung tangannya. Rako pun terkejut dengan perlakuan Lidya. Bertahun-tahun menikah baru pertama kali dia seperti ini. Namun Rako juga tidak menolak. Kia mencoba kuat, bagaimanapun ia cembur, tapi balik lagi ia sadar bahwa Lidya Istri Rako. Jantung Kia pun berdebar kencang.
"*tumben dia cium tangan aku?! Apa yang kamu rencanakan lagi Lidya??"..batin Rako
"Mbak Lidya seperti menunjukkan bahwa dia istri yang baik. Aku jadi bimbang mnerima lamaran Rako dan mbak Lidya".. batin Kia*.
"Hallo Kia, gimana kamu hari ini? pasti langsung sehat ya di temenin sama Rako?!.." ucap Lidya terkekeh menatap Kia. Kia sendiripun tidak enak atas pertanyaan Lidya.
"Alhamdulillah Mbak sudah membaik, semoga aja bisa pulang hari ini. hmm.. Mbak maaf ya Rako jadi nemenin aku di rumah sakit. Apa dia emang susah di bilanginnya mbak?" ucap Kia ramah dan seolah-olah tidak tahu kalau Rako memang susah di beritahu. Namun ia menghargai Lidya.
"Iyaa, dia emang gitu, kamu nanti sabar-sabar deh sama dia".. ucap Lidya terkekeh
"Kamu kaya gak kenal aku aja sih yank!".. tutur Rako kepada Kia. Kia pun membulatkan matanya menatap Rako tajam. Rako pun hanya terkekeh. Bisa-bisanya dia bilang Yank di depan istri sendiri!! Lidya pun kaget, namun ia bisa menutupi raut wajahnya.
__ADS_1
"Yank?? bahkan kamu tidak pernah memanggil aku sayank Mas!". batin Lidya
" Mas, nanti Kia pulang sama Pak Totok aja ya, kamu sama aku di undang Mami loh hari ini, kan Shiren udah di Indonesia".. tutur Lidya. Kia yang mendengar percakapan suami istri itu hanya diam.
"Oh udah pulang dia? Mami gak kasih kabar aku!.Kamu duluan aja, abis ntar Kia pulang, baru aku kesana". ucap Rako tidak menatap Lidya, karena dia sedang mengupas jeruk untuk Kia. Lidya pun sempat kesal karena Rako sudah tidak menganggap Istri depan Kia. Kia pun bertanya-tanya dalam hatinya.
"Shiren?? siapa dia?".. batin Kia.
"Hmm.. Kamu pulang aja gapapa, lagian belum tentu juga kan aku pulang hari ini". ucap Kia karena tidak enak dengan Mbak Lidya yang sudah mengajak suaminya pulang.
"Udah biarin. Shiren itu sepupu aku. Dulu dia pengen banget ketemu sama kamu, tapi gak sempat, karena dia ke buru ke Sidney".. tutur Rako menjelaskan seolah tahu Kia bertanya-tanya. Kia pun hanya menganggukan kepalanya. Lidya yang mendengar pun menjadi penasaran. Akhirnya Lidya pulang bersama supirnya. Rako tetap bersikeras menunggu kia. Kia pun kesal, karena Rako tidak menghargai Lidya.
"Aku jadi ragu nikah sama kamu!". ucap Kia ketus dan menatap Rako. Rako pun terkejut.
"Loh kenapa yank??".. ia membalas tatapan mata Kia dengan lembut.
"Baru kaya gini aja, kamu udah bersikap dingin sama istri kamu sendiri. Gimana nanti kalau aku udah sah jadi istri kamu! Kamu akan lebih tidak melihat dia sebagai istri pertama kamu. Aku kan udah bilang, syarat aku mau nikah sama kamu, kamu harus tetap menjadikan Lidya istri pertama dan kamu harus bersikap Adil!!".. Ujar Kia dengan penekanan. Rako menghela nafasnya.
"Sayank, mungkin sekarang aku tidak bisa bicara banyak tentang dia! Kamu lambat laun akan tahu sendiri! Yang pasti aku akan selalu melindungi dan menjaga kamu!"., tutur Rako, Kia pun penasaran.
"Maksudnya? jelasin lah ke aku, supaya aku tidak kaget dan bisa menjaga diri aku dari orang-orang yang mau berniat jahat" ujar Kia merengek.
"Intinya, kamu jangan terlalu dekat sama Lidya!! Dan jangan menceritakan hal pribadi kamu sama dia!!.. Ok?!" ucap Rako yang mengusap kepala Kia.
"Tapi.. mbak Lidya baik kok".. tutur Kia yang tidak percaya sama yang di katakan Rako.
"Kan aku bilang, kamu akan tahu sendiri!"., ujar Rako tegas. Kia pun diam dan memikirkan perkataan Rako.
"Tapi..aku juga tetap harus hati-hati sama dia! Dia dulu pernah melakukan apapun untuk memisahkan aku sama Rako!". batin Kia.
***
Sore hari, Kia yang hari ini sudah di nyatakan sehat oleh Dokter, sudah di perbolehkan pulang. Rako yang masih setia menunggu pujaan hatinya itu terlihat ikut sibuk membereskan pakaian-pakaian Kia. Kia yang sudah di lepas infusannya, terlihat mondar-mandir merapihkan segala sesuatu yang ada di ruangan itu.
"Biairin aja sih, lagian kan kalau orang lain melihat kita berantakan, akan berpikir kita ini jorok".. tutur Kia.. "Sini aku aja yang masukin baju-bajunya." lanjut Kia merebut tas yang di pegang Rako. Rako pun terkekeh, ia tahu pasti Kia malu.
"Aku belum sampai liat onderdil nya kok!". tutur Rako terkekeh. Kia pun menatap tajam Rako. Rako yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.
"hahaa sayank serem banget sih kamu"..ujar Rako masih tertawa.
"Tau ah, kamu kangen tuh sama istrinya".. ujar Kia menggoda.
"Aku kangennya sama calon istri aku".. jawab Rako sambil memeluk tubuh Kia dari belakang, Kia yang sedang berdiri merapihkan pakaiannya terkejut, ia berusaha menolak, walau hatinya tidak.
"Ihh lepas gak?!"., ujar Kia memberontak, Rako pun semakin memeluk erat tubuh Kia.
"Lusa ke Bandung yuk".. ujar Rako masih memeluk Kia.
"Secepat itu?".. tanya Kia yang sudah selesai merapihkan baju-bajunya. Dan ia membalikan tubuhnya menghadap Rako. Rako pun melepas pelukannya. Jarak mereka sangat dekat. Kia yang menggunakan rok jins di atas lutut dan kaos ber merkmya berwarna kuning , dengan rambut di kuncir tinggi menjadi satu, bibir yang merah alami dan tanpa make up pun semakin terpancar kecantiknnya.Rako sudah biasa melihat kecantikan alami Kia semakin kagum. Ia merasa Kia semakin hari semakin cantik.
"Iya, aku ingin cepat-cepat meminang kamu,supaya aku bisa pantau kamu. Dari segi makan, vitamin, ranjang eh maksudnya belanja..hahaa",, ucap rako tertawa. Kia yang mendengar pun menggelengkan kepala.
"Mesum ih sekarang".. ujar Kia. Tanpa aba-aba Rako langsung mencium bibir Kia, Kia yang tadi diam pun akhirnya membalasnya.Tidak bisa di bohongi nahwa Kia sangat mencintai pria ini. mereka berc***am sangat lama. Hingga..
"Ya Allah.. Kiaaa??!"... teriak Dinda yang tadiny ingin memberi surprise, malah ia yang di bikin surprise..hihii...
Kia pun mendengar teriakan orang yang di kenalnya, langsung mendorong dada Rako, Rako pun melepaskan c***an mereka. Kia sangat malu, walau teman sendiri, ia tetap saja merasa ketangkap basah. Wajahnya merah merona. Rako yang melihat Dinda datang menatap tajam kepada Dinda. Dinda pun tersenyum menampakkan giginya itu.
"Kamu kalau mau masuk ketuk pintu dulu atau salam gitu kek!!", ujar Rako dingin.
__ADS_1
"Hehe.. maaf Pak, saya gak tau ada Bapak, lagian saya mau kasih surprise Kia, eh malah saya yang terkejut".. ucap Dinda terkekeh, Kia pun sangat malu, ia hanya diam.
"Tuh.. temen kamu kan jadi malu".. ucap Rako yang sejak tadi melihat wajah kekasihnya itu merah merona, ia sangat gemas melihat wajah kikuk Kia. Ingin sekali ia menciumnya lagi. Kia pun menatap tajam Rako. Rako hanya terkekeh.
"Ki, maaf yaa hehee.. gw ke sini mau jemput loe".. ujar Dinda.
"Hmm. ya udah gw balik sama loe aja Din".. ucap Kia. Rako yang mendengar pun kesal.
"Kamu aja ikut saya sama Kia Din.". ujar Rako menatap tajam Dinda. Dinda pun mengiyakan, dari pada dia di pecat pikirnya.
****
Akhirnya mereka sudah dalam perjalanan ke kontrakan Kia. Dinda duduk di kursi penumpang samping Pak Totok. Sedangkan Rako dan Kia, duduk berdekatan di jok belakang. Terlihat Rako yang memeluk pinggang Kia dari samping. Kia pun yang awalnya risih dan sudah memberontak, akhirnya pasrah. Karena Rako mengancam akan menciumnya di mobil.
Selang satu jam mereka pun sampai. Mereka kecuali pak totok karena menunggu di mobil, sedang di kontrakan Kia. Kia yang membuatkan teh manis hangat untuk Rako duduk di sofa berdampingan dengan Rako. Rako yang sedang meminum Teh manis buatan orang tercintanya itu, mendengar ada telpon. Ia pun melihat ponselnya, terdapat nama Mami di layar ponselnya yang sedang menghubungi dia.
"Lidya pasti ngadu nih sama Mami!! Gak usah di angkat deh".. batin Rako
"Kok gak di angkat yank?".. tanya Kia. Rako pun akhirnya menerima panggilan Mami nya itu.
Hallo Mi..
Aku baru mau kerumah...
sudah lah Mi, dia kan udah besar!!..
Hmm,.
Terdengar oleh Kia hanya jawabn dari Rako mengucapkan kata-kata itu.
"kenapa Ibu kamu?".. tanya Kia lembut
"Biasalah.. aku sebenarnya tadi pagi suruh jemput Shiren, lagian sudah besar juga tuh anak".. ujar Rako.
"Aku juga sudah besar tapi di anterin kamu pulang, di suapin, di cium-cium!!".. tutur Kia memajukan bibirnya. Rako pun tertawa melihatnya.
"Haha ..kamu tuh selalu bisa buat aku tertawa. Aku cinta banget sama kamu Yank". tutur Rako lembut sembari merapihkan poni rambut Kia.
"Aku juga cinta sama kamu, walau ini salah." jawab Kia pelan, namun masih terdengar oleh Rako.
"Cinta tak pernah salah. Karena aku dan kamu mencintai sebelum dia datang!". tutur Rako .
Akhirmya Rako pamit pulang, karena besok masih hari minggu, Kia harus istirhat total agar senin bisa kembali bekerja.
***
"Ki, ajarin gw kissing donk?".,ujar Dinda yang terkekeh. Mereka berdua tengah merebahkan diri di ranjang kamar Kia. Dinda yang masih terngiang melihat sahabatnya ini berciuman mesra dengan Bos nya, akhirnya bertanya. Kia pun memukul Dinda pakai guling,
"ihh Dindaaa!! masih kecil juga loe". teriak Kia karena ia malu.
"Hahaa aku udah ngerti kali Ki".. ucap Dinda terkekeh.
****
#**Yang penasaran ada apa sih sama Lidya??? Kok Kia jadi pelakor sih?
Terus simak makanya π..Jangan lupa tinggalkan jejak yah sayaaaank π**..
**Aku ketik cerita ini jam 1 malem loh gaess... demi kaliaaaan π..moga kalian syukaaaa...
__ADS_1
Karena kalau pagi siang sore, aku sibuk sama anak-anakku. Tapi harus tetap semangaattt..
sehat selalu sayaaank ππ**