
***
Dinda yang sudah mendapat rekaman suara Vera mengenai cara bicaranya, langsung mendatangi meja kerja Pak Vino.
"Pak Vino, berkasnya masih di Pak Rako ya, nanti di antar sama Sekretarisnya ke sini".. laporan Dinda kepada Vino.
"Ok Din, makasih yaa"..ucap Vino tersenyum pada Dinda.
"Pak, maaf.. itu Sekretaris baru Pak Rako apa sudah pernah bekerja sebelumnya?".. tanya Dinda hati-hati
"Kalau untuk jadi Sekretaris belum sih Din, cuma ia pernah bekerja beberapa kali di Perusahaan yang cukup besar juga. Dia resign dari banyak Perusahaan itu, katanya karena teman cewek-ceweknya banyak yang iri sama dia''.. ujar Vino yang mengingat waktu Interview Vera, ia menanyakan kenapa ia mengundurkan diri dari Perusahaan-perusahaan besar itu, Vera menjawabnya karena banyak teman-teman perempuannya Iri sama dia, sehingga ia di musuhi. Dinda yang mendengar perkataan Vino semakin yakin, kalau memang Vera pasti di pecat di Perusahaan sebelumnya karena ia yang memang tidak bisa kerja!!.
"Pak Vino, saya rasa Vera berbohong. Apa Bapak sudah konfirmasi ke Perusahan sebelumnya ? Dan apa dia dapat surat Referensi kerja yang biasa di berikan perusahaan saat Karyawanya resign dengan terhormat?".. ujar Dinda.
Vino yang memang tidak mengecek semua yang di infokan Dinda, hanya diam. Karena saat itu Ali meminta kepada Pak Regar agar mencarikan Sekretaris dalam waktu 3 hari. Dan Pak Regar selalu menekan Vino agar cepat di carikan Sekretaris Ceo nya itu.
"Hmm.. iya sih Din, saya gak sempat periksa datanya''.. lirih Pak Vino sambil memijit pangkal hidungnya.."Oia, kamu kok nanya kaya gitu? ada apa memangnya Din?".. tanya Vino
"Nih Pak, silahkan Bapak dengarkan".. ucap Dinda sembari memberikan ponselnya yang terdapat rekaman suara Vera.
Vino yang menerimanya langsung mengklik tombol Ok yang sebelumnya sudah di tekan tombol record oleh Dinda. Vino sangat terkejut!!! Ia mendengar jelas ucapan Vera, bahwa memang seperti tidak punya Etitude. Bahkan dengan lugas dia mengatakan tidak perduli jika Perusahaan ini bangkrut karena pelayanan dia yang tidak sopan sama tamu!. Wajah Vino memerah, Ia langsung mengirim rekaman itu ke ponselnya via Whatsapp. Dan ia langsung segera melihat data diri dari Vera untuk mengecek perusahaan sebelumnya. Ada tiga perusahaan yang ia cantumkan sebagai pengalaman bekerjanya di dalam surat lamarannya itu.
Dinda yang melihat kesibukan Vino, ingin kembali ke mejanya. Namun Vino melarangnya.
"Din, kamu di sini aja, biar jadi saksi juga, ayo duduk"., tutur Vino, dinda hanya menganggukan kepalanya.
Dan di hubungi lah satu per satu perusahaan tempat Vera pernah bekerja. Betapa terkejutnya Vino mendengar laporan dari Hrd di perusahaan-perusahaan itu. Alasan mereka sama, yaitu Vera di Pecat karena selalu mencari masalah dengan teman-temannya, dan dia juga suka menggoda pria bersuami. Dan yang lebih parah lagi Vera itu mengidap Kleptomania, Gangguan kontrol impuls yang menghasilkan dorongan tak tertahankan untuk mencuri..
Dinda yang di ceritakan Pak Vino membulatkan matanya.
"Ya Allah, kita harus bertindak Pak sebelum merugikan semua orang"..ujar Dinda panik.
"Ya Din, saya mau langsung ke ruangan Pak Regar. Sekalian mau kasih bukti rekaman-rekaman ini"., ucap Vino, yang sejak tadi juga merekam obrolan nya dengan Hrd Perusahaan lama tempat Vera bekerja.." Din, terima kasih banyak ya, saya gak tau kalau gak ada kamu! Bisa-bisa saya yang di pecat".. ucap Vino terkekeh..
'Iya Pak sama-sama, lagian ini juga kan tugas saya"., tutur Dinda tersenyum
"Ya sudah saya ke ruangan Pak Regar dulu ya Din".. pamit Vino dan di iyakan oleh Dinda. Tiba-tiba Vino berbalik ke arah Dinda.
"Din, sebagai ucapan terima kasih nanti pulang kerja kita makan yuk, saya yang traktir".. ucap vino tersenyum. Sedangkan Dinda wajahnya sangat merah, jantungnya berdebar-debar kencang. Pria yang selama ini di sukai nya mengajak jalan dirinya..
"Bo..boleh Pak.."jawab dinda kikuk. Dan Vino tersenyum dan langsung berlalu untuk ke ruangan Pak Regar.
****
Rako yang sudah sampai di lapangan gang dekat rumah Kia, berjalan menuju gang tersebut. Ia mencari rumah no. 3 yang di infokan Dinda.
"Apa ini rumahnya? lingkungannya sih cukup bersih, tapi aku tidak tega jika kamu tinggal lama-lama di kontrakan begini Yank".. batin Rako yang sedih melihat suasana lingkungan kontrakan Kia.
Tok..tok..tok..Assalamualaikum..tok..tok..tol
Rako yang mengetuk pintu berulang-ulang dan mengucapkan salam itu tidak kunjung di bukakan pintu oleh Kia, bahkan tidak ada sahutan dari dalam. Dan ia mencoba membuka knop pintu perlahan.
"eh gak di kunci..". lirih Rako yang sudah masuk mencari Kia.
Rako yang mendengar rintihan dari dalam kamar, langsung masuk begitu saja. Begitu kagetnya dia, ketika melihat Kia berbaring meringkuk dengan menggunakan selimut.
"Ya Allah Kia!!!"., teriak Rako Panik. Ia langsung menghampiri calon istrinya itu, dan di pegangnya kening Kia.
"Ya Allah sayank..badan kamu panas banget. ayo kita ke rumah sakit.".. ajak Rako yang langsung menyibakkan selimut Kia dan menggendong gadisnya itu. Kia yang tidak berdaya hanya pasrah. Saat keluar dari rumah., Kia yang masih dalam gendongan Rako di tegur oleh tetangganya.
__ADS_1
"ee..ee.. Mas, mau di bawa kemana Kia??", ucap Ibu Ros panik. Karena Kia termasuk orang yang baik di daerah rumahnya
"Bu, saya titip rumahnya Kia ya , dia sakit bu saya mau langsung bawa dia ke ruamh sakit. Nanti kalau ada temannya datang, sampaikan saja kalau Kia sudah sama Calon Suaminya".. ucap Rako terburu-buru, dan Bu Ros hanya menganggukan kepalanya.
"Ya Allah nak, semoga kamu baik-baik saja ya. Calon suami kamu cinta banget sama kamu nak Kia. Selain ganteng, baik lagi. Ibu doakan kamu bahagia Nak"., batin Bu Ros.
****
Kia yang sudah sampai di Rumah Sakit terdekat, sedang dalam pemeriksaan Dokter. Rajo yang begitu khawatir memperhatikan Dokter itu memeriksa tubuh Kia. Cukup teliti Dokter itu memeriksanya, tak butuh waktu lama ia sudah tahu apa yang di derita Kia. Saat akan memasukan Teleskop ke dalam jas kedokterannya, Rako langsung bertanya.
"Sakit apa istri saya Dok?"..tanya Rako yang menyebut nama istri.
"Istri Bapak mengalami kurang darah, karena kurang tidur. Tolong Bapak sebagai suaminya memperhatikannya. Dan..hmm..".. Dokter itu menjeda kalimatnya.."Maaf Pak sebelumnya, apa istri bapak jarang sekali mengkonsumsi sayur-sayuran dan makanan berprotein? seperti ikan misalnya..?". tanya dokter hato-hati. Rako yang mendengar cukup terkejut, pasalnya ia sendiri tidak tahu apa yang selalu di makan Kia. Dia juga sangat sedih kalau calon istrinya kekurangan gizi.
"Ya Allah.. selama ini apa saja yang sudah kamu makan sayank!".. batin rako berlinang air mata
"Maksud Dokter istri saya kekurangan Gizi??".. tanya Rako menatap dokter itu
"iya Pak, tubuhnya sangat lemah, jadi gampang sekali untuk Drop. Dan sebaiknya Ibu di rawat inap terlebih dahulu di sini untuk beberapa hari". tutur Dokter itu.
"Lakukan yang terbaik Dok, dam beri fasilitas Vvip". tutur Rako.
"Baik Pak, kalau gitu saya permisi dulu, nanti ada suster yang mengurusnya"., ucap dokter itu. Rako hanya menganggukan kepalanya.
***
Tinggalah mereka berdua di ruang Vvip. Kia yang tangan kirinya sudah di pasang infus, masih belum sadarkan diri. Rako masih setia duduk menemani di samping Brankar tempat tidur Kia. Ia terus menggenggam dan menciumi punggung tangan calon istrinya itu. Kia yang sudah sadar, masih merasakan pusing sedikit di kepalanya. Ia melihat sekitar bahwa dia bukan berada di kamar kecilnya itu.
"emhhh..aku dimana?".. lirih Kia tertatih, rako yang melihat Kia sadar langsung menggemggam erat tangan Kia.
"Alhamdulillah, kamu udah sadar yank, tadi aku ke kontrakan kamu, kata Dinda kamu sakit. Taunya pas aku masuk kamu udah merintih karena demam tinggi. Makanya aku bawa ke Rumah Sakit". ucap rako sambil mengusap kepala Kia dengan lembut.
"Makasih yaa, kamu udah tolong aku".. ucap Kia lembut dan meneteskan air mata.
"Itu sudah menjadi kewajiban aku sayank sebagai calon suami kamu".. balas Rako tersenyum dan mengusap air mata Kia. Kia hanya tersenyum, dalam hatinya ia begitu bahagia. Seketik ia mengingat mbak Lidya, istri Rako.
"Mbak Lidya gak ikut ?".. tanya Kia lembut
"Yank, kalau kita sedang berdua aku mohon jangan bahas Lidya..". ujar Rako pelan. Rako menghela nafasnya..
"Lagi pula aku tadi dari kantor, saat dengar kamu sakit dari Dinda, aku langsung minta alamat rumah kamu." lanjut Rako menjelaskan. Dan Kia menganggukan kepalanya mengerti.
Rako yang mengingat ucapan dokter kalau Kia kekurangan gizi, langsung yakin mengambil keputusan untuk lebih cepat menikahinya. Karena ia berpikir jika Kia sudah menjadi istrinya, ia bisa memperhatikan asupan gizi nya.
"Yank, setelah kamu sembuh, aku mau temui keluarga kamu di Bandung boleh?.."Aku mau melamar kamu secara resmi, dan aku gak mau menunggu sampai tiga bulan".. ujar Rako, Kia membulatkan matanya.
"Apa?? tapi kenapa? bukannya kita bertiga sudah sepakat waktu itu?.. tanya Kia menatap Rako
"Sayank, apa kamu tau kata Dokter kamu sakit apa..hmm?" ucap Rako yang sambil mengenggam tangan kia erat. kia menggelengkan kepalanya.
"Kamu itu kekurangan gizi sayank, jadi kamu akan cepat drop!". tutur Rako..Kia yang malu akan itu wajahnya merona. Bisa-bisanya dia sakit karena kurang gizi. Memang selama ini kia lebih mementingkan menabung, jadi ia hanya makan seadanya. Pikirnya yang penting pakai nasi.
"Dok..dokter bilang gitu?" tanya kia terbata-bata
"Iya, lagian kamu kalau makan harus ada sayurnya donk. Jangan sering makan Junkfood juga ya".. ujar rako.
"Iyaa".. gumam Kia yang masih terdengar Rako.
Cup.
__ADS_1
Rako dengan tiba-tiba mencium kening Kia. Kia yang terkejut hanya diam.
"Aku keluar sebentar ya sayank, nanti aku kesini lagi".. ujar Rako dan berlalu keluar kamar rawat Kia.
Ternyata Rako ingin menelpon istrinya, Lidya.
Tut..tut..tut..
"Hallo Mas..?".. jawab Lidya di balik telpon itu
"Lid, aku lagi di Rumah Sakit B, Kia sakit demam tinggi tadi. Aku kayanya gak pulang malam ini ya".. tutur rako tanpa beban
Lidya yang mendengar ucapan Rako sangat sedih, bagaimanapun dia mempunyai perasaan. Tapi ia sudah janji akan mengembalikan Rako pada Kia.
"Ya sudah Mas, kamu jaga Kia dulu aja. Salam untuknya ya semoga lekas sembuh".. jawab Lidya lembut
"Iya, makasih ya".. ucap Rako dan menutup telponnya. Lalu ia masuk kembali ke kamar rawat Kia. Kia yang sedang melamun, tidak sadar ada pria tampan yang sudah berdiri di sampingnya.
"Doorr..!! kamu mikirin apa sayank?".. ucap rako terkekeh karen melihat Kia yang terjungkit kaget.
"aarhg kamu nieh ngagetin aja!!. Aku lagi mikirin kamu tau!!".. ucap Kia spontan
"Mikirin aku?? aku kenapa?".. tanya rako lembut dan tersenyum
Kia menghela nafasnya..
''Rako, kamu melarang aku untuk membahas Mbak Lidya jika kita sedang berdua. kan?? Begitupun aku.. aku mau kamu tidak sering menemuiku dan bersikap seolah-olah aku satu-satunya.. Ingat, kamu sudah beristri. Jika kita sudah menikah, baru deh kamu boleh melakukan apa aja sama aku. Karena aku istri kamu juga. Sekarang aku terlihat seperti seorang pelakor". ucap Kia lembut.
Rako mendengar itu sangat kesal. Kia sendiri yang tidak memperbolehkan menceraikan Lidya.
"Kamu sendiri yang tidak mau di jadikan satu-satunya kan??".. tanya rako tersenyum getir. Kia hanya diam. Ia ingin sekali berkata aku mau jadi satu-satunya. Tapi kembali lagi bahwa ia bukanlah orang yang akan bahagia di atas pendertiaan orang lain.
"intinya kamu malam ini gak usah temenin aku. Dinda aja yang suruh ke sini yaa.".. ucap Kia manja.
"Tidak!! Aku yang akan menemani kamu sampai sembuh"..Cup..ujar Rako tegas dan mencium kilat bibir Kia. Wajah Kia merah merona. Dan ia tidak bisa merubah keputuan pria tampannya ini.
***
Akhirnya Rako menemani Kia yang di rawat di rumah sakit. Dinda yang sudah di infokan Rako , mengabarkan bahwa besok pagi dia akan ke rumah sakit.
dan malam pun tiba, Kia yang sedari tadi makan di suapi Rako, hanya berbaring di atas tempat tidurnya. Rako pun ikut membaringkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari brankar Kia.
Akhirnya mereka tertidur dalam posisi yang berbeda.
°
°
°
°
°
##**Salam sehat semuanyaa... 😍.. Oiaa.. Kalau ada yang bilang "Thor si Kia sama aja pelakor namanya"..
Pertama, kalau pelakor itu jelas-jelas Perebut, sedangkan Kia, atas izin dari istri pertama. Daaaaaannn.... nanti juga kalian tau kok....😂
Tetap pantau terus yaa Gaess....💘**
__ADS_1