
Saat ini seorang gadis manis yang sedang duduk di ranjang tidurnya tengah menangis meratapi nasibnya. Pria yang selama ia cintai, dan belum lama ini terbalaskan ternyata Kakak Sendiri!!. Dinda berpikir Walau hanya beda Ibu, tapi dari Ayah sangatlah kuat, tentu saja mereka tidak bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.
Dinda yang sudah seharian tidak makan sangat membuat khawatir kedua orang tuanya. Ayah Dinda dan Adiknya Dandi sudah kembali ke Jakarta Pagi ini. Sang Ibu sungguh cemas, ia meminta sang Ayah untuk mengetuk kamar Dinda.
tok..tok..tok..
"Sayang, buka pintunya donk..Ini Papa. Apa kamu tidak merindukan papamu hmm,,?..ucap sang Ayah di balik pintu kamar Dinda yang terkunci dari dalam. Dinda yang mengetahui sang Ayah pulang langsung bangun dari duduknya dan membukakan pintu kamarnya itu.
ceklek
"Papaa!!".. lirih Dinda langsung memeluk erat sang Ayah. Ayahnya pun membalas pelukannya tanpa bertanya apapun. Ibu nya pun ikut bersedih, ada apa sebenarnya.
"Ayo masuk ke kamarmu, Papa dan Mama mau bicara." ujar Papa lembut. Dinda pun berjalan mendahului kedua orang tuanya.
Mereka berdua duduk di sofa kamar Dinda, dan Dinda sendiri duduk di tepi ranjang yang tak jauh dari sofa nya.
"Ada apa Nak? Ceritakan pada Mama Papa jika kamu ada masalah!". ujar Mama nya lembut menatap anaknya.
"Hiks..hiks.. apakah aku anak haram?" tanya Dinda menangis tersedu. Mereka pun terkejut dan saling pandang sekilas.
"Siapa yang bilang sayang??" tanya Papa Dinda.
"Apakah Papa mengenal Vino Vargantara Malik??" tanya Dinda menatap Papahnya.Ya, Papa Dinda bernama DONNY AGUS MALIK. Namun, Dinda dan Dandi tidak memakai nama belakang sang Ayah. Dinda Saputri Agus dan Dandi Saputra Agus. Itulah nama anak-anak Donny dari Ibu Dewi Puspita, Ibu kandung Dinda. Papa Donny dan Bu Dewi sangat terkejut ketika Dinda menyebutkan nama lengkap Vino. Ibu Dewi yang sudah bertemu sekali dengan Vino, sudah curiga takut kalau dia adalah anak kandung dari Papanya juga. Maka dari itu, dia pernah meminta Dinda untuk menjauhi Vino. Dan ternyata dugaan dia benar. Sedangkan Sang Papa, tidak mengetahui bahwa Dinda satu kantor dan bahkan pernah menjalin kasih dengan Anaknya, yang tak lain Kakak dari dinda lain Ibu itu.
"Ka..kamu mengenalnya?" tanya pelan Papa Donny.
"Bukan hanya mengenalnya Pah!! Bahkan 4 bulan ini aku sudah resmi berpacaran dengannya!! Dan Papa tahu??? Aku kemarin ke rumah Vino dan aku bertemu juga dengan Bunda Vina Cakradinata!!!" ujar Dinda lantang dan penuh penekanan. Mereka pun membulatkan matanya.
"Aku kecewa sama kalian!!! Dan Mama!!!... Mama bisa-bisanya menjadi seorang PELAKOR!!!" teriak Dinda emosi dan menangis. Mama nya pun menangis. Papa Donny yang tidak terima Istrinya di hina,langsung bangun dari duduknya.
"Cukup Dinda!!! Jangan kau hina Ibumu seperti itu!!! Mungkin saatnya kamu tahu semua! Kamu...".. ucap Donny emosi dan terpotong karena Mama nya bicara.
"Pah!! hentikan!!!". bentak Bu Dewi pada Donny. Dinda pun masih menangis
"Dinda harus tahu mah!! Dia akan berpikir kamu sudah merebut aku dari Vina!!" ucap Donny bersuara tinggi.
"Ada Apa ini ?? Apa kalian masih punya rahasia lainnya??? Apa aku harus tahu dari orang lain??" tanya Dinda lantang. Mama pun hanya menangis di sofa.
"Dinda, maafkan Papa sebelumnya. Vino Vargantara Malik memanglah anak kandung Papa dari Bunda Vina!!". ucap Donny lembut pada Dinda. Dinda pun semakin menangis meratapi nasibnya bahwa ia tak akan bisa bersatu dengan Vino.
"Tapi.. Kamu bukan anak kandung Papa nak!". ujar Papa Donny dan mengusap lembut kepala Dinda. Dinda langsung menatap sang Papa.Mama nya pun hanya menangis.
"Ap..apa??? Ak..aku bukan anak Papa??" lirih Dinda.
"Ya, kamu tetap anak kandung Mama mu, tapi Papa bukanlah Papa kandungmu sayang. Tapi Papa sangat menyayangimu seperti anak kandung papa sendiri," ucap Donny lembut.
"Lalu aku anak siapa Pa??!! hiks..hikss" teriak Dinda menangis.
"Maafkan Mama Nak, Mama bukanlah Ibu yang baik untukkmu!!" lirih Mama Dewi menangis.
"Papamu sudah menolong mama dari kejahatan ayah kandungmu".ujar Dewi datar.
#Flashback On#
Donny Agus Malik adalah Pria sukses dan cukup tampan. Ia sudah menikah dengan seorang wanita cantik bernama Vina Cakradinata dan dikarunia anak laki-laki yang tampan yang sudah berusia 5 tahun yang bernama Vino Vargantara Malik. Mereka adalah keluarga yang sangat bahagia. Namun, Vina sudah tidak bisa memiliki seorang anak lagi, di karenakan ada masalah di rahimnya. Namun itu tidak membuat cinta Donny hilang. Vino pun cukup membuatnya bahagia.
Suatu ketika, Donny sedang bertugas di Kota X. Ia mengurusi perusahaan di sana selama kurang lebih 5 bulan. Saat ia sedang perjalanan pulang menuju Jakarta, ia mampir untuk mengisi bensin mobilnya di sebuah Pom Bensin, disana ia melihat ada seorang wanita cantik sedang menggendong anak perempuan yang usianya sekitar 2 tahun di pintu keluar Pom bensin tersebut. Sang anak terlihat kepanasan dan menangis. Sedangkan ibunya membawa sebuah tas jinjing yang cukup besar sambil menggendong anaknya itu. Terlihat wajahnya juga lebam seperti habis di pukuli. Donny yang tidak tega menghampirinya setelah ia mengisi bensinnya.
"Maaf mbak, lagi nunggu siapa ya? Anaknya dari tadi saya lihat menangis terus, sepertinya kepanasan di sini." sapa Donny pada Dewi, Ya,. wanita itu Dewi ibu dari Dinda. Dewi yang di sapa menengok ke arah sang suara. Tatapannya begitu sendu. Mereka saling pandang beberapa detik hingga Donny memecahkan keheningan itu.
"Mari mbak, tunggu disana saja". ucap donny yang menunjuk ke arah minimarket di area pom bensin itu. Dewi pun mengikuti langkah Donny. Donny meminta Dewi untuk duduk di bangku yang ada di sana. Donny pun masuk ke dalam minimarket untuk membeli minuman dan beberapa snack untuk anak wanita itu. Tak berapa lama Donny menghampiri Dewi dan Dinda kecil yang sedang duduk dengan membawa jinjingan belanjaan. Donny pun duduk di samping Dinda kecil yang lucu dan imut.
"Hallo.. nama kamu siapa? mau ini?". ucap donny lembut pada Dinda kecil sambil memberikan susu instan dengan sedotannya. Dinda pun menerimanya sambil tersenyum.
"Ini kamu minum dulu.." ujar donny pada Dewi memberikan kemasan botol Air mineral. Dewi pun menerimanya dan langsung meneguknya.
"Terimakasih Pak.." ucap Dewi pelan
"Sebenarnya kalian mau kemana? siapa tahu saya bisa bantu." ucap Donny lembut dan menatap Dewi yang sedang memangku Dinda kecil
"Saya tidak tahu mau pergi kemana. Saya di usir oleh suami beserta keluarganya Pak.." lirih Dewi meneteskan airmata.
"Astagfirallah..!! setega itu mereka?? Maaf kalau boleh tahu ada masalah apa sampai di usir ?". tanya Donny hati-hati
"Karena saya tidak bisa mencari uang Pak. hiks..hiks.. Saya sendiri tidak bisa meninggalkan anak saya sama mereka." lirih Dewi menangis. Donny pun ikut kesal mendengarnya.
"Kalau begitu kamu ikut saya ke Jakarta ya. Saya perkenalkan dengan anak dan istri saya." ujar Donny datar.
__ADS_1
"Tidak usah Pak, terima kasih.. saya mau cari kontrakan saja di daerah sini.".saut Dewi sopan
"Apa kamu mau mereka mengambil anak kamu dan menjualnya?? Orang seperti mereka bisa melakukan apa saja asal dapat uang!!" ujar Donny tegas. Dewi pun nampak berpikir ada benarnya juga.
"Tapi saya tidak mau merepotkan Bapak dan istri nantinya",, saut dewi pelan.
"Istri saya wanita yang sangat baik. Pasti dia menerima kamu dan anak kamu, kebetulan saya ada rumah yang tidak di tempati disana".ujar Donny tersenyum..
"Baiklah Pak, Terima kasih banyak sudah menolong saya dan anak saya,". ucap Lidya menggenggam tangan Donny, Donny pun melihat jemarinya yang di genggam Dewi, Dewi yang tersadar langsung melepaskannya.
"Ma..maaf Pak, saya sungguh tidak sengaja".ucap Dewi sopan.
"Yasudah.. Ayo kita berangkat". ajak Donny dan langsung membawa tas Dewi. Dewi pun menggendong anaknya.
Mereka sudah masuk ke dalam mobil Donny. Dalam perjalanan, mereka juga saling berkenalan satu sama lain. Donny yang mengenderai kendaraanya sendiri sesekali melihat wanita dan anak kecil yang disampingnya sedang tertidur selama perjalanan.
"Kasihan sekali mereka..Semoga di Jakarta hidup mereka lebih baik". batin donny melihat mereka berdua.
****
Setelah beberapa jarak menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di halaman yang sangat luas. Dewi dan Dinda kecil sudah terbangun dari tadi saat masih di perjalanan. Mereka pun turun dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu utama.
"Assalamualaikum".. Ucap Donny yang sudah disambut oleh Vino kecil di depan pintu. Vino pun langsung menghamburkan pelukannya pada sang anak.
"Ayaah...!!".. teriak Vino senang dan memeluk Ayahnya. Mereka berpelukan sangat erat. Dinda melihat mereka terdiam karena memang belum begitu mengerti. Sedangkan Dewi sangat terharu melihat kasih sayang seorang Ayah pada anaknya, tidak seperti Suaminya yang kejam itu.
"Yah, Alhamdulillah kamu sudah sampai.." sapa Vina yang menghampiri suami dan anaknya itu, Donny langsung memeluk sang istri dan mencium keningnya di depan Dewi dan Dinda. Dewi sungguh iri melihatnya, namun tidak terbesit sedikit pun untuk merebut Donny dari Vina.
Pandangan Vina tertuju pada Dewi dan Dinda yang berada di belakang Donny. Donny yang mengerti maksud dari tatapan istrinya itu.
"Bun, kenalkan ini Dewi dan anaknya..Dinda". ucap donny lembut mengenalkan pada istrinya. Dewi langsung bersalaman dengan Vina.
"Mereka siapa Yah?". tanya Vina lembut menatap suaminya.
"Nanti Ayah ceritakan, ayo kita masuk dulu ke dalam."..Mereka pun masuk ke dalam rumah yang sangat luas. Mereka duduk di sofa ruang tamu. Donny pu menceritakan semua pada Vina. Vina pun ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada Dewi dan Dinda kecil.
"Saya tidak menyangka ada laki-laki seperti itu ya mbak! Mbak yang sabar ya". ujar Vina lembut pada Dewi.Dewi pun tersenyum ramah.
"Tapi Yah, kalau mbak Dewi dan anaknya tinggal lama sama kita di sini, Bunda takutnya jadi fitnah". ucap Vina khawatir. Donny pun langsung tersenyum yang mengerti dengan perasaan istrinya.
"Oh iya bener Yah, dari pada kosong, mending rumah kita disana di tempati Mbak Dewi dan anaknya".saut Vina tersenyum.
"Maaf Pak..Bu,, Saya merepotkan kalian. Saya sangat beruntung di pertemukan sama orang baik seperti Bapak dan ibu". ucap Dewi meneteskN air mata. Vina pun menghampiri Dewi dan duduk disampingnya.
"Sudah mbak, anggap kami keluarga kamu juga ya.." ujar Vina lembut mengusap punggung Dewi. Dewi pun menganggukan kepalanya.
Singkat cerita.. satu tahun kemudian semua berjalan sudah sangat baik, hubungan Dewi, Vina, Donny, Vino dan Dinda kecil juga semakin dekat. Suatu hari Donny sengaja pulang cepat dari kantor karena merasa tidak enak badan. Dan kebetulan Donny tidak membawa mobilnya karena ia khawatir terjadi apa-apa dijalan. Ia menggunakan Taxi dan turun di depan gerbang yang menjulang tinggi.
Iwan yang bekerja sebagai Satpam dirumahnya nampak terkejut. Ia terlihat panik melihat Bossnya datang.
"Tu..tuan ada apa kok naik taxi ? apa tuan baik-baik saja?". sapa Pak Iwan melihat keadaan Donny yang berjalan agak sempoyongan.
"Saya merasa tidak enak badan Wan",, jawab Donny pada Satpam nya yang lebih muda darinya.
"Ta..tapi tuan..hmm.. saya antar ya ke dalam". ucap Iwan terbata-bata. Donny pun heran.
"Kamu kenapa Wan? kok kaya orang ketakutan gitu?" tanya donny menatap Iwan. Iwan pun sangat bingung menyampaikannya.
"Maaf Tuan,, Bu..Bu Vina lagi menerima tamu laki-laki didalam". ucap Iwan pelan. Donny pun terkejut. Tanpa menjawab ucapan Iwan, Donny berjalan terburu-buru untuk masuk ke dalam rumahnya. Ia sudah tidak merasa sakit di tubuhnya.
Dengan langkah perlahan Donnu masuk ke dalam rumahnya. Suasana sangat sepi. Bahkan Asisten rumah tangga pun tak terlihat. Vino saat ini sedang bermain bersama Dinda di rumah yang ditempati Dewi. Donny mencari keberadaan istrinya. Selama menikah, ia yakin Vina tidak pernah dekat dengan teman laki-laki. Apalagi sampai main kerumahnya saat Donny tidak ada.
Donny mendengar suara tertawa di dalam kamar tamu. Ia dengan seksama mendengarkan di balik pintu. Ia yakin itu suara istrinya. Dengan emosi, Donny langsung mendobrak pintu itu. Dia sungguh terkejut!! Emosinya langsung meluap. Bagaimana tidak, ia melihat Istrinya sedang duduk di pangkuan laki-laki yang memang terlihat lebih muda dari Vina dan Donny. Mereka sedang bercanda dalam posisi tersebut. Walau masih berpakaian lengkap, tetap saja ini sudah perselingkuhan!. Vina pun langsung berdiri dari pangkuan laki-laki itu!
"Yah..". ucap Vina tekejut dan berdiri dari pangkuan laki-laki itu. Dan laki-laki itu yang bernama Juna, juga sangat terkejut melihat kedatangan suami dari Vina. Tanpa aba-aba Donny langsung menampar wajah Vina.
Plak!!
"Istri kurang ajar kamu!! suami cari duit kamu selingkuh di rumahku!!!!" ucap Donny bersuara tinggi.Vina pun langsung bersimpuh di kaki Donny.
"Maafkan aku Yah, aku tidak bermaksud menyakitimu!" lirih Vina menangis. Donny langsung menghampiri pria itu dan memukulnya dengan membabi buta. Mereka saling berkelahi, dan untung saja Iwan datang dan langsung memisahkan Bosnnya itu.
Bugh..bugh..bughh!!!
"Laki-laki brengsek!! Dasar ba*****n!!!"umpat Donny memukul Juna. Juna pun membalas tapi kalah tenaga dengan Donny. Vina pun hanya menangis melihat perkelahian mereka.
"Ya Allah..Tuan!!" ucap Iwan dan langsung memegang lengan Donny yang sedang menghajar Pria itu.
__ADS_1
"Lepaskan saya Wan!!" ucap Donny yang memberontak.
"Istighfar Tuan Istighfar!!" bentak Iwan pada Bos nya. Seketika emosi Donny mereda.
"Astagfirallahaladzim!!". ucap Donny pelan.
"Mulai sekarang kau bukan istrimu!! Kamu aku Talak!!!" ujar Donny pada Vina dengan penuh penekanan.
"Ampun Yah, aku khilaf! hiks..hikss.." ucap Vina menangis dan bersimpuh. Donny sudah tidak bisa memaafkan Vina. Perselingkuhan adalah hal yang dibencinya.
Hingga akhirnya mereka pun resmi bercerai. Dan Vina mendapat hak asuh Vino. Vina tidak lagi tinggal dirumah besar itu. Ia di belikan Donny yang cukup jauh dari rumah yang lama. Donny memberikan uang 5 Milyar dan sebuah rumah yang cukup luas untuk Vina dan Vino melanjutkan hidupnya. Donny pun sangat terpukul hak asuh Vino jatuh di tangan Vina. Dan sampai usia Vino 15 tahun, Donny masih suka menemuinya dan memberikan uang bulanan untuknya.
Dewi sudah tahu akan permasalahan yang menimpa Donny. Hingga usia Dinda 5 tahun, Donny yang semakin dekat dengan Dewi mulai jatuh cinta padanya. Dewi pun sudah 2 tahun ini resmi menjanda dan ayah kandung dari Dinda pun sudah di penjara karena kasus perampokan di kampungnya. Hingga akhirnya Donny dan Dewi menikah dan Dewi tinggal di rumah Utama yang dulu pernah Vina tempati. Dinda pun sudah dianggap Anaknya sendiri oleh Donny.
Vina sudah mendengar kabar bahwa Dewilah yang menjadi Istri Donny. Ia sunggu tidak terima. Vino awalnya menyukai Dewi karena sikapnya yang lembut dan keibuan. Namun saat usia nya 10 tahun, ia mulai membenci Dewi dan Dinda kecil karena cerita dari Sang Bunda, Dewi dan Dinda lah yang merebut Ayah nya dari Vino. Semenjak saat itu Vino memutuskan tidak mau bertemu dengan Ayahnya sendiri!.
#Flashback Off#
Dinda yang mendengar cerita Papanya sangat merasa bersalah. Ia menangis tersedu-sedu memeluk Papanya.
"Maafkan aku Pa!! Aku tetap anak Papa kan?? Hiks..hikss.." lirih Dinda menangis di pelukan Papanya. Dewi pun tak kuasa menahan air matanya.
"Sampai Papa mati pun, kamu tetap anak Papa sayang!!" saut Donny lembut dan meneteskan airmata. Dinda melepaskan pelukannya, ia langsung berjalan menghampiri Mama nya yang menangis duduk di sofa.
"Mama!!Hiks..hikss..Maafin Dinda ya Ma!!". ucap Dinda memeluk Mamanya dan menangis. Mama nya pun membalas pelukan Dinda dan menangis tersedu-sedu.
"Mama sudah memaafkan kamu sayank. Mama minta maaf karena tidak jujur dari awal sama kamu!" ujar Dewi lembut.
"Sayang, jika kamu dan Vino berjodoh, pasti kalian di satukan oleh Allah." ucap Donny menghampiri anak dan istrinya. Dinda pun melepaskan pelukannya.
"Aku sudah tidak memikirkan itu Pah. Aku sangat lega kalau ternyata Mama tidak seperti yang Vino katakan." ucapnya pelan pada Donny.
"Vino itu dulu sangat sayang sama kalian. Mungkin Bundanya tidak rela kalau Papa menikahi wanita yang di tolongnya dulu." ujar Donny datar.
"Pa, apa Dandi tahu semua ini? Aku mohon, jangan beritahu dia Pa, aku sangat menyayangi adikku!" ucap Dinda lembut dan meneteskan airmata.
"Tidak sayang, Dandi tidak tahu apa-apa. Papa juga sangat menyayangi anak-anak papa!".tutur Donny lembut
"Pa, kalau aku boleh tahu.. Selingkuhan Bunda Vina itu dimana sekarang?" tany Dinda pelan. Donny pun membulatkan matanya.
"Untuk apa kamu tahu Dinda! Sudahlah mungkin saja dia sudah mati!" jawab Donny dingin.
"Aku hanya bertanya Pa. Siapa tahu Vino bisa bertemu dengannya dan dia tidak membenci papa." ucap Dinda pelan.
"Dua tahun ini, Papa dengar dari orang Papa, kalau dia sedang sakit Kanker Usus. Dia juga di tinggal anak dan istrinya. Dan dia itu dulu teman kampus Vina. Dia hanya memanfaatkan Vina karena dia tahu Vina banyak uang. Dan tentu saja itu uang Papa". ujar Donny datar. Dinda pun menganggukan kepalanya.
"Pah, Apa papa tidak merindukan Vino?" tanya Dinda pelan. Donny pun diam dN tidak bisa di pungkiri, wajahnya mengatakan ia sangat merindukan anaknya itu. Walau Dandi juga anak kandungnya, tapi Vino adalah anak pertamanya.
Donny menghela nafasnya..
"Papa sangat merindukannya.. Papa ingin sekali memeluknya." lirih donny.
"Sabar ya Pah.. aku yakin Vino juga merindukan Papa!".. ucap Dinda memeluk Papanya.
"*Aku janji Pah, akan mempertemukan kalian".. batin Dinda.
****
°
°
°
°
°
°*
##Hallo Readers ku.. 😍.. Terima kasih ya pada kalian yang sudah setia membaca dan menantikan episode-episode selanjutnya dari Novel perdanaku ini.
Hayoo...Siapa yang seneng ternyata Dinda bukan saudara kandung Vino?😁
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 💙
Tsrimakasih Sayaaank 😘
__ADS_1