Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Teror


__ADS_3

Rako dan Kia kini dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya.


"Pelan-pelan yank, ingat ada 3 nyawa di sini", ujar Kia karena Rako terlihat panik dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.


"Ya sayank maaf.." jawab rako dan langsung menurunkan kecepatannya.


40 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah utama yang sangat megah. Rako dan Kia langsung turun dari mobil, Rako pun menggandeng tangan Kia.


"Assalamualaikum." ucap salam mereka bersamaan dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam Tuan..Nona.." jawab Bi Kokom yang sedang membawa teh manis hangat untuk orang tuanya.


"Bi, Mami papi dimana?" tanya rako panik, Kia hanya mengikuti suaminya saja.


"Di kamar Tuan, ini saya juga mau ke kamar" jawab Bi kokom


"Sini Bi, aku aja yang bawa" ucap Kia mengambil nampan berisikan dua teh manis hangat.


"Eh jangan Nyonya, biar saya saja" ujar Bi Kokom menahan nampannya


"Udah gapapa Bi, biar aku aja ya. Bibi kembali ke dapur saja" ucap Kia ramah


"Baik Non, terimakasih ya" ujar Bi Kokom menyerahkan nampannya dan diambil oleh Kia.


Mereka berdua pun langsung menuju kamar Orang tuanya yang berada di lantai satu.


ceklek


"Mami..Papi.." ucap Rako menghampiri kedua orang tuanya yang sudah sadar sedang bersandar di ranjang kamarnya, di susul Kia yang membawa nampan berisi dua teh manis hangat.


"Rako..Kia sini sayank". ucap Mami berlinang air mata. Kia pun menaruh nampan di atas nakas, dan duduk di tepi ranjang sebelah mami nya. Mami pun langsung memeluk Kia dan menangis


"Terimakasih Nak..hiks..hikss.. Kamu sudah datang membawa kebahagiaan untuk kita semua." lirih Mami, Kia pun ikut larut dalam kesedihan, ia meneteskan airmatanya. Papi, Rako, Shiren dan Ali pun tersenyum bahagia melihat mereka.


"Aku juga sangat bahagia Mi bisa menjadi bagian dari keluarga ini" lirih Kia melepaskan pelukannya.


"Papi juga sangat bahagia, Terimakasih Kia" ujar Papi tersenyum. Kia pun tersenyum juga.


"Jadi Kak Kia udah hamil??" tanya Shiren Sumringah, dan di anggukan oleh Kia


"Asiiiikkkk, aku mau jadi Aunty tercantikkk.." ujar Shiren gembira sambil loncat-loncat, yang lain pun terkekeh melihat tingkah shiren yang sperti anak kecil


"Berati Mami sama Papi pingsan karena mendengar Kabar Bahagia ini??" tanya lagi Shiren heran. Dan dianggukan Papi


"Hahaaa Mami sama Papi lucu deh, di kasih kabar bahagia malah pingsan!" saut Shiren tertawa dan semua pun ikut tertawa.


****


"Pokoknya kamu tidak boleh capek-capek ya nak". ujar Mami pada Kia di teras belakang rumah bersama yang lainnya.


"Iya Mi, selama ini aku juga gak pernah capek-capek kok, kan di bantu Bi Nini dan Bi Ati" ucap Kia lembut


"Tapi kata Rako kalau masak itu tugas kamu, mulai sekarang gak usah ya nak, mami khawatir karena kandungan kamu masih muda". ujar Mami lembut, Kia pun mengiyakan saja supaya Mami nya tenang.


"Iya Mi, Mami tenang saja, aku juga tidak akan buat Kia capek". saut Rako lembut


"Kamu juga nih, jangan sentuh istrimu dulu!! tunggu sampai 3 bulan !" ketus Mami pada Rako. Semua pun terkekeh, kecuali Rako pastinya.


"What??? 3 bulan?? yang benar saja Mi! Kata dokter gapapa kok, asal pelan-pelan aja, ya kan sayank?" ujar Rako pada Kia, Kia pun wajahnya memerah karena malu ucapan suaminya.


"Ih Abang, di filter dikit donk ngomongnya! Kan ada aku sama bang Al yang belum nikah" saut shiren cemberut dan semua pun tertawa.


****


Waktu menunjukkan pukul 19:00.


Kia dan Rako kini dalam perjalanan menuju rumahnya. Jalanan sudah tidak terlalu ramai dan lancar. Saat di lampu merah, tiba-tiba ada yang menggedor-gedor kaca jendela Kia. Kia dan Rako pun terkejut. Namun mereka tidak membuka kaca jendela mobilnya.


"Yank, gimana ini?!" tanya Kia panik.


"Tenang sayank, sebentar lagi hijau nih" ujar Rako menenangkan istrinya. Ia melihat dari spion belakang hanya ada satu mobil disana.


"Hei buka pintunya atau saya tembak!!" teriak laki-laki itu dan masih menggedor-gedor kaca jendela mobil sebelah Kia, Kia pun ketakutan karena penjahatnya membawa pistol.


"Yank aku takut," lirih Kia merapat ke Rako


"Tenang sayank, kaca mobil aku ini anti peluru. Insyaallah tidak akan kenapa-kenapa". ucap Rako lembut. Dan tak lama, lampu hijau pun sudah menyala. Rako langsung tancap gas dengan kecepatan sedang.


"Huft Alhamdulillah" ujar Kia kembali ke posisi semula.


"Dia mau begal kita kali ya yank?" ujar Kia


"Mungkin sayank, dia mau rampok kita juga", saut Rako sambil menyetir.


Tak lama mereka pun sampai di gerbang dan di bukakan oleh Jali, Satpam sekaligus Body Guard untuk menjaga mereka.


"Tuan, ini ada surat tadi diantar oleh ojek online". ujar Jali menghampiri Rako saat turun mobil dan memberikan amplop surat padanya.


"Surat?.. Hmm Ya sudah, terimakasih ya". ujar Rako.

__ADS_1


Mereka kini sudah membersihkan tubuhnya, dan sekarang mereka sedang bersandar di ranjang.


"Yank, suratnya coba dibuka dari siapa?" tanya Kia


"Oh iya aku lupa, sebentar." jawab Rako dan langsung mengambil suratnya


Mereka duduk sejajar dan Rako membuka surat itu. Dan mereka sangat terkejut melihat isi surat itu.


ISI SURAT ITU :


*Kalian boleh bahagia sekarang, tapi saya akan datang menghancurkan kebahagian kalian. Saya pastikan istri mu akan mati!! Dan saya akan mencincang tubuhnya dan saya jadikan makanan Buaya. Hahaa.


Tunggu tanggal mainnya RAKO HADI PRATAMA*!!


Setelah membaca surat itu, tubuh Kia langsung lemas. Jantungny berdebar kencang. Rako pun meremas surat itu.


"Br*****K!!! Siapa yang beraninya mengancam Rako Hadi Pratama!!" gumam Rako


"Yank, apa kamu punya musuh?" tanya Kia pelan, Rako pun langsung beralih pandangannya ke istrinya itu


"Tidak sayank. Tapi namanya persaingan Bisnis, mungkin ada yang tidak terima. Kamu tenang aja syaank, aku janji tidak akan ada yang berani menyentuh kamu dan calon anak kita. Aku berpesan, jika aku bekerja di kantor, kamu tetap di rumah ya. Aku akan suruh Jali menjaga kamu sampai aku pulang kerja." ucap Rako memeluk istrinya. Kia pun menanggukan kepalanya.


Kini waktu sudah pukul 23:20. Kia sudah tertidur pulas di ranjangnya. Namun beda dengan Rako. Ia harus mencari tahu siapa yang sudah meneror dengan surat seperti ini. Ia pun pergi ke balkon kamarnya, dan menghubungi Ali.


"Hallo Al, sudah tidur?" ucap Rako dari ponselnya


"Belum Bang, ada apa?" jawab Ali di balik teleponnya.


"Kamu cari tahu siapa yang sudah berani meneror bahkan mengancam Abang dan Kia. Suratnya sudah abang kirim di chat kamu." ujar Rako datar


"Siap..Besok Al kerjakan ya". ujar Ali dan rako pun menutup teleponnya. Saat ingin membalikan tubuhnya, ia mendengar Jali berteriak.


"Maliing!!!" teriak Jali dari pos satpam nya. Rako pun langsung menuju ke bawah tanpa menutup kembali balkon kamarnya.


"Jali ada apa???" tanya Rako panik pada Jali


"Tu..tuan tadi ada dua orang laki-laki pakai baju hitam semua dan wajahnya di tutup topeng. Yang satunya lari kesana, yang satunya lagi di loteng." ucap Jali terbata-bata karena habis mengejar satu maling. Mendengar satu nya lagi di atas, ia langsung lari tanpa kata.


"Bodoh bodoh bodoh!! Kenapa gw gak tutup dulu pintu balkon, semoga Kia baik-baik saja Ya Allah" gumam Rako berlari menuju kamarnya di lantai 2.


brakk!!


Rako membuka pintu dengan kasar dan ia melihat Kia tidak ada di ranjangnya.


"Yank...yank..!!" teriak Rako panik kesana kemari mencari istrinya, ia pun melihat pintu balkom sudah tertutup. Rako menghampiri pintu balkon itu dan membukanya lagi.


"Kiaa kamu dimanaaa??!!" teriak Rako diatas balkon dan meneteskan air mata.


"Sayank?!" teriak Rako langsung memeluk Istrinya itu yang berdiri di depan pintu balkon. Kia pun heran.


"Kamu kenapa sih yank?" tanya Kia lembut. Rako pun melepaskan pelukannya, ia melihat seluruh wajah Kia dan memutar-mutar tubuh Kia. Kia pun heran dengan sikap Suaminya itu


"Kamu gapapa kan sayank?" tanya Rako menatap Kia.


"Kamu kenapa sih yank, aku baik-baik aja kok". jawab Kia dan berjalan menuju ranjang mereka. Rako pun ikut berjalan di belakang Kia.


"Terus kamu dari mana yank tadi?" tanya Rako yang sudah duduk di ranjang


"Aku kebangun karena dingin banget, taunya pintu balkon terbuka. Terus aku sekalian pipis aja di toilet". jawab Kia santai. Rako merasa lega mendengar penuturan istrinya.


"Kamu sendiri dari mana? terus kenapa pintu kebuka gitu?!" tanya Kia menatap Rako.


"Aku dari bawah sayank, tadi aku dengar Jali teriak. Taunya dia takut tikus" jawab Rako berbohong karena tidak ingin istrinya takut dan panik. Kia pun menganggukan kepalanya dan mulai menidurkan dirinya.


"Ya Allah, jagalah selalu Istri dan calon Anak Hamba dari segala marabahaya dan musibah.. Aamiin". batin Rako memeluk kia


****


Pagi Harinya


"Jali, tolong kamu jaga Istri saya, karena saya harus ke kantor pagi ini" titah Rako pada Jali lewat ip phonenya di kamar


"Siap Tuan" ucap tegas Jali, Rako pun menutup teleponnya.


"Yank, kamu pulang jam berapa?" tanya Kia manja


"Jam 2 aku usahakan sampai rumah sayank. Karena aku ada Meeting penting. Ingat, Jangan keluar rumah ya!!" ujar Rako lembut mengusap kepala Kia.


"Iya yank, aku juga masih mual dan pusing sedikit, jadi gak akan kemana-kemana." ujar Kia


Mereka pun kini sedang berada di meja makan. Rako memanggil Bi Nini dan Bi Ati yang sedang di dapur.


"Bi, saya minta tolong sama kalian jaga istri saya ya, karena dia sedang mengandung juga. Dan jika ada tamu yang Tidak Kalian Kenal, jangan pernah membiarkan masuk kerumah ini atau memberikan informasi apapun. Mengerti ya?!"ucap Rako tegas dan penuh penekanan.


"Mengerti Tuan!" jawab mereka bersamaan, dan kembali ke dapur.


****


"Al, kemarin si Jali bilang ada dua orang masuk ke rumah Abang. Coba kamu cek cctv sekarang!" titah Rako pada Al yang sedang berada di ruangan kantornya.

__ADS_1


Ali pun mengecek Cctv yang sudah di pasang Rako diam-diam. Yang tahu hanya dia dan Ali. Ali begitu jeli melihat laptop di depannya.


"Bang, ini!!" ujar Ali menunjuk laptopnya. Rako pun menghampiri Ali


"Yang satu seperti menaruh sesuatu di jendela kamar yang terbuka ini bang!" ujar Ali mempause gerakan satu orang bertopeng itu.


Rako pun langsung menghubungi dan meminta Bi Ati untuk membersihkan kamar mereka.


"Siapa yang sudah melakukan ini!!" gumam Rako terdengar Ali


"Dua orang ini Al gak kenal, sepertinya dia hanya di suruh bang!" ujar Ali


"Cari tahu Al, Abang percaya sama kamu! Abang mau pulang dulu, takut Kia kenapa-kenapa!" ucap Ali mengambil kunci mobil.


"Sementara Kak Kia menginap di rumah Mami aja Bang." usul Al, Rako pun tampak berpikir


"Oke, nanti Abang bicarakan sama Kia. Kamu gantiin Abang dulu ya Al bertemu Pak Sugiono!" ujar Rako


"Iya Bang beres" jawab Ali. Rako pun bergegas keluar dari ruangan untuk pulang menjaga Istrinya yang tengah hamil muda.


Sesampainya dirumah, Jali menghampiri Bosnya itu.


"Tuan, saya menemukan ini! sepertinya ini punya salah satu maling itu" ujar Jali memberikan sesuatu pada Rako. Rako membulatkan matanya, ia pun tersenyum getir.


"Makasih Jali" jawab Rako dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


"Sayank kok kamu udah pulang?" tanya Kia turun dari tangga melihat suaminya sudah dirumah pukul 12:30


"Pelan-pelan yank.." ujar rako.. "Iya aku kepikiran kamu, Meetingnya juga udah selesai kok". saut lagi Rako


"Kamu udah makan?" tanya Kia lembut.


"Sudah sayank tadi bareng Al. Kamu udah makan belum?" tanya lagi rako


"Hmm baru makan Apel sayank" ucap Kia pelan


"Ya Allah Yank, makan nasi donk! Inget ada Baby kita di sini" ujar Rako mengusap lembut perut Kia yang masih rata itu


"Ya yank, aku juga maunya makan. Tapi baru mencium aroma masakan aja aku muntah " lirih kia.


"Terus mau makan apa sekarang hmm? " tanya lembut Rako


"Aku mau seblak yank" jawab Kia


"Seblak itu apa?" tanya Rako bingung


"Seblak itu makanan kaya gini" jawab Kia menunjukan gambar seblak di ponselnya. Ya, dia melihat status Dinda sedang makan seblak, jadi dia ingin memakannya juga.


"Ini pedas ya??" tanya Rako menatap Kia, Kia pun menganggukan kepalanya dan tersenyum menampakan giginya. Rako pun menghela nafasnya


"Ya sudah minta buatkan Bi Ati aja ya, aku mau mandi dulu". ujar Rako lembut dan naik ke atas menuju kamarnya.


****


"Tu..tuan..maaf.. tadi saat bibi membersihkan kamar Tuan dan Nona Kia, Bibi menemukan ini" ucap Bi Ati pada Rako menunjukan sebuah foto di ponsel Bi Ati. Ya, karena Rako meminta Bi Ati untuk tidak mengatakan apapun pada Kia jika dia menemukan sesuatu di kamarnya. Rako pun memanggil Bi Ati untuk ke ruang kerjanya.


"Astagfirallahaladzim!" ucap Rako terkejut melihat gambar foto di ponsel Bi Ati.


"Lalu siapa yang membunuh ular ini??" tanya Rako. Ya, Ternyata Bi Ati menemukan seekor ular Cobra yang masih kecil namun panjangnya sekitar 100cm di kolong meja balkon kamar mereka. Untung saja ular itu belum sempat masuk ke dalam kamar, karena Kia lebih dulu menutup pintu balkonya


"Jali Tuan, saya langsung menghubungi Jali untuk masuk ke kamar. Maaf kalau saya lancang Tuan", jawab Bi Ati


"Tidak apa-apa Bi. Tapi yakin hanya satu kan Bi?" tanya Rako


"Iya Tuan, saya tadi sudah membongkar meja dan kolong kasur, kamar mandi, bahkan Walk in closet juga sudah saya bersihkan. Alhamdulillah tidak ada lagi Tuan". jawab Bi Ati.


"Baiklah, Terimakasih ya Bi". ucap Rako, Bi Ati pun pamit dari ruang kerja Rako.


"Dasar pengecut!! Oke.. Perang di mulai!! Gw pastikan loe akan bersujud minta maaf sama gw!!!" Ujar Rako bermonolog dan tersenyum penuh arti.


****


°


°


°


°


°


°


##Haii Readers.. Maaf baru Update ☺.. Alhamdulillah Aku bersyukur banget bisa sampai 50 episode. Terus dukung Aku yah Sayank 😄


Teror sudah di mulai nieh.. 😨!!


Rako kayanya udah tahu siapa Dalangnya??? Gercep banget Dah si Babang Rako 😙😙

__ADS_1


Yuk tinggalkan jejak ya 💙


Makasih Sayaaaaaank 😙


__ADS_2