Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Gara-gara Kado


__ADS_3

Tak terasa waktu cuti Kia pun habis. Sebelumnya dia juga sudah memindahkan pakaiannya dari kontrakan ke rumah barunya. Dan memberikan barang-barang seperti kasur, dispenser, meja makan dan barang-barang lainnya kepada para tetangganya. Para tetangganya pun sangat senang menerima pemberian Kia. Dan mereka juga mengucapkan Selamat kepada Kia dan Rako atas pernikahannya. Sebagian dari mereka bahkan memberikan kado berupa Seprai kasur, satu set cangkir, dll. Mungkin Rako mampu membeli isi hadiah yang di berikan tetangganya Kia, bahkan lebih bagus, tapi mereka sama sekali tidak sombong. Kia menerima dengan senang hati.


Dan sekarang, mereka berdua tengah berdebat di pagi hari karena Rako ingin berangkat bersama ke Kantor, sedangkan Kia ingin naik motor sendiri.


"Yank, nanti kamu dari parkiran kan bisa turun. Terus gak lama aku turun juga. " ucap Rako menahan kesal karena Kia keras kepala.


"Gak usah Yank, aku mohon.. Lagian seminggu lagi kok aku masuk. Kan aku hari ini mau mengajukan Resign". ujar Kia memohon


"Pokoknya bareng aku!!" ucap Rako langsung masuk ke mobil tanpa mendengar jawaban Kia. Kia pun akhirnya mengalah. Ia menghela nafasnya dan masuk ke dalam mobil yang sudah ada Rako di pengemudi.


"Gitu kek nurut sama Suami!" ucap Rako datar


"Iya." jawab Kia tak kalah datar


Rako pun mengendarai dengam focus. Dalam perjalanan mereka tidak ada yang mengeluarkan suara. Tak butuh waktu lama, Rako sudah memarkirkan mobilnya di tempat yang khusus untuknya. Kia pun sebelum turun menoleh kanan kiri depan belakang untuk memastikan tidak ada orang. Rako yang melihat hanya menggelengkan kepala.


"Ya udah aku turun duluan ya" ujar Kia mengulurkan tangannya untuk salim dengan Rako. Rako pun menyodorkan tangannya, dan kia mencium punggung tangannya.


"Pelan-pelan aja jalannya gak usah lari!" ujar Rako, Kia pun menganggukan kepalanya. Saat mau membuka pintu mobil, Rako menarik tangan Kia pelan. Kia pun menunda membuka pintunya dan ia menoleh pada suaminya.


cup


Rako mencium pipi Kia.. Kia pun sedikit kaget, tapi ia sangat senang.


"Maafkan aku ya. Aku hanya mau memastikan kamu baik-baik saja". ujar Rako lembut. Kia pun tersenyum.


"Iya, aku juga minta maaf ya". cup.. balas Kia mencium bibir Rako singkat. dan ia pun langsung keluar mobil. Rako hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


****


Kia yang sudah berada di mejanya di hampiri seluruh teman-temannya. Ya, mereka mengucapkan selamat pada Kia atas pernikahannya. Mereka pun ingin melihat Kia memakai baju pengantin. Dinda yang mengerti kalau Kia belum siap mengumumkan bahwa dia istri baru dari Rako Hadi Pratama alias Ceo perusahaanya itu langsung memperlihatkan foto Kia menjadi pengantin berdua bersama Dinda.


"Nih.. kalau kalian mau liat Kia pake baju penganten! Cantikkk banget deh sumpah!". ujar Kia menunjukan gambar mereka berdua di ponselnya. Mereka pun antusias melihatnya termasuk Bima


"Mana suami kamu Ki? " tanya Bima saat melihat foto di ponsel Dinda , dan di sahuti yang lainnya. Kia pun merasa jantungnya berdegub kencang.


"Suami Kia di hp gw gak ada, soalnya dia lagi ngobrol sama teman-temannya. Adanya di Kamera digital ya Ki?". ujar Dinda menatap Kia dan mengedipkan satu matanya tanda bahwa di iyakan saja perkatannya. Kia pun langsung menganggukan kepalanya.


"Iya, foto yang ada suami gw belum jadi hehe" ucap Kia. Banyak temannya memberikan amplop berisikan uang. Berbeda dengan Bima.


"Oia Ki, ini kado dari aku ya, semoga kamu suka". ucap Bima menyerahkan kotak berbentuk kubus berukuran kecil yang di bungkus kado motif bunga mawar. Kia pun menerimanya.


"Terimakasih ya Bim". ujar Kia. Dia pun membagikan souvenir untuk teman-temannya dan Pak Regar. Di sovenir itu tertempel kertas yang berlisan Yang Berbahagia K & R. Vino yang baru selesai cuti selama 3 hari datang mengucapkan selamat kepada Kia.


"Ki, maaf ya gw baru datang. Selamat yaa Ki..semoga bahagia sampai akhir hayat". ujar Vino bersalaman dengan Kia.


"Makasih ya Vin. Sibuk banget kayanya ya.Temen gw sampai kangen loh". ujar Kia meledek Dinda. Dinda pun seperti salah tingkah.


"Brother kompleks gw nih hahaa" tutur Vino mengacak rambut dinda dan langsung berlalu ke dalam ruangannya, Dinda pun sangat syok mendengar ucapan Vino.


"Oh my God Ki..!! Loe denger kan dia bilang apa?? Brother Kompleks??Arrghhhh..gw seneng banget.. berati dia cinta sama gw kan Ki??" tanya Dinda kegirangan dan histeris. Kia pun memutar bola matanya malas


"Iya..iya Din.. Oia , makasih ya Din udah bantu gw tadi" ucap Kia tersenyum


"Gak gratis laah! Loe harus traktir gw makan enak hari ini!" ujar Dinda terkekeh.


"Siaaap!" ujar Kia tegas. "Oia Din, ini surat resignya. Gw alasannya mau ikut suami keluar kota Din" ujar Kia lagi menampakkan giginya itu. Dinda pun menerima suratnya


"Oke Ki gapapa. Nanti gw proses yaa. " ucap Dinda


****


"Sayank, aku tunggu di mobil sekarang ya". isi chat Rako pada Kia. Ya, karena saat ini sudah waktunya pulang. Kia pun tanpa membalas segera berlalu ke parkiran di mana mobil Rako berada.


"Lama ya sayank?" ujar Kia yang sudah duduk di samping pengemudi mobil suaminya itu


"Gak Yank baru 10 menit." balas Rako lembut. Rako pun menyalakan mesin mobilnya dan mulai melaju keluar dari parkiran kantor itu. Dalam perjalanan Kia menceritakan respon teman-temannya yang ingin melihat dia bersama suaminya.


"Yank, kita itu harus buat resepsi lagi di Jakarta! Undang semua teman-teman kamu. Masa Suami ganteng gini gak di kasih tahu sih ke temen-temennya". lirih Rako berpura-pura ngambek.


"Ya yank aku mau. Maaf ya Yank, aku bukannya malu, tapi kondisinya beda. Semenjak gosip perceraian kamu kan orang menyangka adanya pelakor. Kalau mereka pas tahu aku istri kamu,yang ada aku di tuduh pelakor!". ucap kia pelan.


"Yank, mereka tahu sekarang atau nanti sama aja. Kalau yang suka bergosip dan berpikiran negatif, akan seterusya dia mengira kamu pelakor. Gak usah dengerin netizen sayank. Mereka hanya iri sama kamu. Udah cantik, baik, dapat suami ganteng lagi" tutur Rako menaik turunkan alisnya. Kia pun menahan senyum


"Di tambah lagi tajir melintirr.haha", saut kia tertawa dan Rako pun ikut tertawa

__ADS_1


****


Rako sedang menikmati suasana senja di belakang rumahnya yang berhadapan dengan kolam renang. Kia yang baru tiba dari dapur, membawakan secangkir kopi hitam untuk Suaminya.


"Nih Yank, aku buatkan kopi." ujar Kia menaruh Kopi nya di atas meja dan ia pun duduk di samping Rako.


"Terimakasih sayank" ucap Rako lembut dan langsung meminum kopi nya perlahan.


"Hm..Yank, aku mau bilang tadi di kantor banyak yang kasih amplop loh, dan ada kado juga", ucap Kia hati-hati. Rako pun menatap istrinya


"Ya sudah kamu tabungin aja uangnya. Terus kadonya apa aja emang?".ujar rako lembut


"Kado nya cuma dari Bima". jawab Kia pelan, Rako pun langsung mengerutkan keningnya.


"Bima?? yang waktu itu chat kamu??"tanya Rako mengingat-ingat. Kia pun menganggukan kepalanya


"Iya yank. Dia kasih ini".ujar Kia yang membawa kado dari Bima yang masih tertutup kertas kado itu.


"Coba buka Yank". ucap Rako, Kia pun langsung membuka kado dari Bima, pria yang menyukainya sejak pertama Kia bekerja.


Kia sangat terkejut melihat isi dari Kado itu, Rako pun menahan emosinya.


"Apa-apaan dia kasih ini?? Pake ada love nya lagi!!! Terus ini apa tulisan kaya gini!! Aku harus kasih dia pelajaran!!"ujar Rako bersuara tinggi sambil memegang kalung dan kartu ucapan. Ya, Kado yang di berikan Bima sebuah kalung dari emas yang berbandul love, dan ada ucapan Semoga Bahagia selalu, dari aku yang selalu menyayangimu ☺.


"Yank, udahlah.. nanti aku kasih ke Bi Ati aja ya kalungnya". ucap Kia lembut memegang paha Rako.


"Makanya kamu kasih tau donk siapa suami kamu!!" ujar Rako sedikit ketus. Kia pun merasa bersalah


"Iya yank, adain aja resepsinya bulan ini, jadi sekalian aku reounian sama teman-teman kantor nantinya".ucap Kia senyum.


"Oke kalau begitu, nanti aku hubungi Mami biar mami yang urus". tutur Rako senang


"Yank, apa gak kita aja yang urus? Kasian Mami pasti capek". saut Kia pelan


"Yank, Mami itu malah senang mengurus hak berbau pesta. Kalau kita yang urus sendiri, yang ada dia ngambek". ujar Rako terkekeh. Kia pun ikut terkekeh.


"Ya udah sini kalungnya, aku buang aja". ucap Rako mengambil kalung dari Bima.


"Eh yank jangan dibuang, mending kasih ke orang yang lebih membutuhkan". tutur Kia lembut. Rako pun sempat berpikir dan akhirnya dia setuju.


"Hm.. aku kasih Bi Ati boleh gak Yank? soalnya aku sempat dengar kemarin dia teleponan sama anaknya kalau lagi butuh biaya." ucap Kia


"Loh kenapa dia gak bilang sama kita ya? ya udah kamu kasih dia aja sekalian kasih uang yank barangkali dia sangat membutuhkannya". jawab Rako lembut. Ya, Rako adalah orang yang tegas, tapi ia juga sangat perduli dengan sesama.


"Masyaallah,, beruntung banget punya suami yang ganteng, baik, kaya lagii!" ujar kia terkekeh, Rako pun mendekatkan wajahnya pada Kia.


"Karena kamu sudah merayuku, sekarang kamu harus tanggung jawab!" ujar Rako yang tiba-tiba mencium bibir Kia, dan Kia pun membalasnya. Sampai mereka pindah ke kamar dan melakukan hubungan suami istri yang cukup lama.


****


Di tempat lain


"Gw penasaran banget sosok suami Kia! Pas dia cuti seminggu, Pak Rako pun gak ke kantor, bahkan cuma sekali kata Pak Regar" gumam Bima di kamarnya dan sangat penasaran dengan sosok suami kia.


"Woii, kenapa loe bro?" tanya Dude teman Bima yang kebetulan sedang main dirumahnya


"Gw lagi suka sama cewek, tapi dia udah nikah bro" lirih Bima


"Wah hati-hati loe jangan jadi Pebinor!" ucap Dude terkekeh


"Pebinor apaan??" tanya Bima


"Perebut Bini Orang be*o !! Hahaa" jawab Dude tertawa


"Sialan loe! Gw gak serendah itu lah, lagian dia gak suka sama gw!" lirih bima


"Emang kaya gimana sih yang menolak seorang Bima??" tanya Dude meledek. Bima pun mengeluarkan ponselnya dan ada beberapa foto Kia yang di ambil secara diam-diam saat Bima, Dinda dan Kia makan di kantin bersama. Dude pun terkejut melihat wajah Kia.


"Ini Saskia kan??" ujar Dude terkejut, Bima pun membulatkan matanya


"Loe kenal sama Kia Dud??" tanya Bima heran


"Kenal lah.. Dia adik kelas gw waktu di SMA X. Dia itu primadona di sekolah. Dia sempat di juluki The Most Wanted Girl, tapi dia nolak bro. Loe tau kan gw di sekolah juga palimg tampan.. Gw juga sempat suka sama dia, tapi gak sempat nyatain sih, orangnya cuek banget". ujar Dude terkekeh. Bima pun terkejut. Ya, Dude adalah kakak kelas Kia waktu di Sma X. Dia sempat menyukai Kia. Kia pun mengenal Dude pastinya karena dulu ia adalah The Most Wanted Boy di sekolah. Kia pun dijuluki itu, tapi ia menolak. Dan akhirnya Hanna teman kelas Kia yang di juluki The Most Wanted Girl di sekolahnya.


"Nah dia kerja satu kantor sama gw bro, dia jadi Receptionist" tutur Bima.

__ADS_1


"Salamin dari Dude Hermawan gitu, kakak kelas terganteng " ujar Dude terkekeh.


"Iya nanti gw salamin". saut Bima.


****


"Din, loe tau kan tadi Bima kasih kado ke gw ?" tanya Kia yang sedang menelpon Dinda dari kamarnya. Rako sedang di ruang kerjanya, jadi ia tidak mendengar obrolan istrinya.


"Iya Ki, emang apa isinya?" tanya lagi Dinda di balik telepon


"Gw tadi bukanya bareng Rako, karena gw gak mau dia salah paham. Dan isinya itu Kalung Emas Din, ada bandulannya gambar Love coba!! Di tambah lagi ada ucapan dari yang masih menyayangimu!! huft.. Ngambek deh laki gw"! cerita Kia


"What?? Gila tuh cowo beneran suka sama loe dia!! Terus teruss.. suami loe gimana Ki??" ucap dinda khawatir


"Gw kasih jatah baik lagi kok dia haha.. Loe tau kan Din, gw cinta mati sama laki gw, jadi Insyaallah dia pasti percaya kalau gw gak ada apa-apa sama Bima bahkan sama cowok manapun!" saut Kia terkekeh


"Sialan loe! Haha., Iya Ki, loe kan BUCIN! " ucap Dinda Tertawa, Kia pun ikut tertawa. Tanpa Kia sadari , Rako tersenyum di belakang Kia, kia pun tak menyadari kalau suaminya sudah di dalam kamar.


"Ehem".. suara deheman rako membuat Kia terkejut dan panik. Ia membalikan tubuhnya dan mendapati suaminya sedang di belakang dia.


"Eh Din, udah dulu yaa, Suami gw manggil nih..Dahh.." ucap Kia memutuskan teleponnya sepihak. Kia pun langsung menghadap suaminya


"Telepon siapa yank?" tanya Rako menatap Kia


"Dinda yank.." jawab Kia jujur. Rako kemudian mengangkat dagu Kia lembut dengan satu tangannya.


cup


"Terimakasih sayank, kamu sudah cinta mati sama aku" ujar Rako terkekeh sehabis mencium bibir kia. Wajah Kia pun menjadi merah. Ia malu sekali akan ucapannya yang di dengar Rako


"Kamu ih, ya udah ah aku mau mandi", ujar Kia melewati Rako. Rako pun tersenyum penuh arti, ia langsung mengejar Kia untuk mandi bersama dan terjadilah yang terjadi 😁..


*****


"Papah maafkan Sindy..hikss.hikss,," ujar Sindy alias Shinta menangis pada Papa nya. Ya, dia sudah kembali ke rumah orang tuanya yang sudah berada di Kota B.


"Sudahlah nak, Papa juga minta maaf karena papa terlalu memaksakan anak-anak papa!" lirih Papa Sindy.


"Aku boleh kan tinggal sama mama papa lagi? " tanya pelan Sindy. Mama nya pun langsung memeluk anaknya..


"Tentu saja boleh sayank. Kakak kamu juga pasti senang". ujar Mamanya.


"Kak Lidya bagaimana Pah Mah ?" tanya Sindy


"Dia belum bebas Nak.. Mama sedih melihatny" ucap sang mama menangis


"Sabar Ma..". ucap Sindy lembut


"Ini semua gara-gara Rako dan pacarnya itu!! Bahkan 2 bulan setelah bercerai, mereka menikah!!" ujar Mama emosi


"Ma, Istri Rako sekarang itu wanita yang baik. Dia menolong aku saat aku ingin mencelakainya, bahkan dia juga yang sudah membujuk Rako untuk membiayai semua pengobatan aku ini. Aku jadi malu sendiri!" ujar sindy pelan dan menceritakan semua yang terjadi.


"Sudahlah Mah, mereka berati tidak berjodoh. Papa yang terlalu memaksakan mereka di jodohkan. " lirih Papa


"Aku tidak akan pernah rela mereka bahagia, sedangkan anakku menderita di penjara!!" batin sang Mama.


****


°


°


°


°


°


°


##Hallo.. Maaf ya baru update... Dari kemarin lagi riweh banget 😆..


Alhamdulillah kalian masih setia baca novel aku 😙


Jangan lupa tinggalkan jejaknya 💙

__ADS_1


Makasihh Sayaaaank 😙


__ADS_2