
Satu Bulan Kemudian
Tak terasa pernikahan Rako dan Kia sudah memasuki satu bulan. Dan belum ada tanda-tanda kehamilan Kia. Kia yang takut dirinya tidak bisa memberikan keturunan, selalu banyak tanya dengan Kak Shania. Dan Rako pun tidak telalu menuntut pada Kia, karena usia pernikahan mereka juga masih seumur jagung.
Mereka hari ini akan melakukan bulan madu ke Maldives dan hanya berdua saja. Rako yang tadinya ingin menggunakan jet pribadi di larang Kia. Kia ingin merasakan naik pesawat terbang bersama banyak orang. Akhirnya Rako mengikuti keinginan Istrinya itu dengan naik penerbangan umum, tentunya dengan fasilitas First Class.
Mereka sudah dalam pesawat, dan sebentar lagi akan take off. Kia yang tegang mengenggam jemari tangan Rako di sebelahnya.
"Rileks sayank jangan tegang", ujar Rako lembut
"Iya yank" jawab Kia singkat.
Dan pesawat pun akhirnya lepas landas. Kia yang baru pertama kali naik pesawat terbang awalnya sangat tegang, namun lama kelamaan di tambah lagi fasilitas mereka yang nyaman membuat Kia sudah sedikit rileks.
Tak terasa 8 jam berlalu, dan mereka sudah menginjakan kakinya di Bandar Udara Internasional Velana. Kia yang baru pertama kali naik pesawat ditambah lagi perjalanan jauh sedikit mual, dan wajahnya pucat.
"Yank, aku mau muntah deh". lirih Kia, Rako pun langsung menggandeng tangan Kia untuk pergi ke toilet. Kia pun masuk ke dalam toilet, dan Rako menunggu di luar dengan 2 buah koper. 10 Menit kemudian, Kia sudah keluar dengan wajah yang lebih segar dan bibirnya di poles lipstil agar tidak pucat.
"Sudah enakan?" tanya Rako lembut
"Iya sayank, maaf ya Yank aku ngerepotin.. aku norak banget yaa " jawab Kia cemberut , Rako pun terkekeh.
"Nanti aku akan sering-sering ajak kamu pergi naik pesawat". ucap Rako tersenyum.
Mereka sudah di jemput oleh Tour Guide menggunakan mobil mewah. Ya, Rako memang sudah merencanakan Bulan madunya. Ia menyewa seorang laki-laki untuk menjadi Tour Guide.
"Hallo Selamat Siang Tuan Rako dan Nyonya Kia. Perkenalkan saya Ari yang akan menemani perjalanan kalian di Negara Maldives.." sapa ramah Ari alias tour guide itu. Ya, dia memang orang Indonesia, namun menetap di Negara sana. Usianya masih 30 tahun, wajahnya juga lumayan tampan. Rako pertama melihat pun sedikit kesal.
"Kenapa masih muda gini sih?! Kalau dia curi-curi pandang sama Istriku, awas saja!!" batin Rako menatap Ari.
"Siang.." jawab rako datar dan kia pun tersenyum pada Ari.
"Mari silahkan Tuan.. Nyonya, mobilnya disana" ujar Ari ramah dan menunjuk arah mobilnya dengan ibu jari. Tanpa menjawab, Rako dan Kia mengikuti langkah Ari menuju kendaraan yang menjemput mereka.
"Kita langsung ke hotel aja ya.". ucap Rako datar pada Ari yang berasal dari Indonesia, namun menetap di Maldives.
''Baik Tuan.." Jawab sopan Ari yang mengendarai mobilnya. Di dalam perjalanan, Rako terus saja memeluk pinggang istrinya, bahkan ia sampai mencium pipi dan bibir Kia walau hanya ciuman singkat. Kia sebenarnya risih, dia bingung ada apa dengan Suaminya.
"Yank, jangan seperti ini, gak enak tahu!" ujar Kia berbisik pada Rako karena tangan Suaminya itu tidak bisa diam.
"Kenapa emangnya?? kamu kan ISTRI aku sayank!" saut Rako penuh penekanan di kata istri. Kia pun mengalah.
Sepanjang perjalanan, Kia tak henti-hentinya kagum dengan suasana di Negara ini. Tak butuh waktu lama, mereka pun sudah sampai di resort dimana di kelilingi laut.
Kia sangat terpana dan terlihat sumringah dengan resort penginapan mereka. Rako pun bahagia melihat Istrinya sesenang itu.
"Yank, ini indah banget" tutur Kia senang
"Ya donk, kan kita mau buat anak banyak sayank" jawab Rako sambil memeluk Kia dari belakang. Kia pun tersenyum. Mereka lupa bahwa masih ada Ari yang melihat kemesraan mereka.
"Ehem".. deheman ari membuat mereka tersadar, Kia yang malu langsung tersenyum canggung
"Maaf Tuan, Apakah hari ini ada rencana jalan-jalan?" tanya Ari ramah
"Sepertinya besok saja, karena istri saya kelelahan". jawab Rako datar melihat istrinya yang terlihat lelah dan lesu.
"Yank, aku baik-baik aja kok. Aku mau jalan-jalan" ucap Kia manja pada Rako. Ari dari awal melihat Kia memang sangat terpesona. Tapi ia sebisa mungkin menutupi itu dari Rako dan ia juga harus profesional.
"Besok aja sayank. Sekarang waktunya istirahat, oke. " ujar Rako terdengar tegas. Kia pun memajukan bibirnya dan masuk ke kamar mereka. Rako pun menggelengkan kepalanya.
"Baik kalau gitu saya permisi dulu, besok kabari saya saja ya Tuan mau jam berapanya. Kebetulan saya sudah kirim chat ke Tuan." ucap Ari ramah.
"Oke. " jawab singkat Rako dan berlalu meninggalkan Ari, Ari pun langsung menuju resortnya yang tak jauh dari mereka menggunakan kapal laut yang berukuran kecil.
****
"Yank aku kok masih mual ya?" ujar Kia yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang Resortnya itu. Rako yang sedang memakai baju habis mandi langsung menghampiri istrinya dengan khawatir.
"Kamu mau makan apa? nanti aku pesankan dari sini". ucap Rako lembut mengusap kepala Kia.
"Gak yank. aku mual aja, perutnya kaya di aduk-aduk gitu, terus kepala aku pusing banget!" ujar Kia pelan, sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ya udah kamu tidur dulu aja yank, nanti juga enakan. Biasanya mabuk udara bisa seharian, makanya hari ini kita istrihat dulu ya." ucap Rako lembut dan mencium kening Kia. Kia pun akhirnya tertidur.
Sudah hampir Maghrib Kia tertidur. Rako pun sudah memesan makanan ala seafood yang sudah berada di kamarnya. Kia yang terbangun karena mencium aroma makanan itu langsung menuju kamar mandi.
"Hoek..hoekk.." suara Kia memuntahkan isi perutnya yang kosong itu. Rako pun ikut berlari ke arah Kia, ia memijat tengkuk belakang leher Kia dengan lembut.
"Masih mual sayank?" tanya Rako khawatir, Kia pun menganggukan kepalanya
"Kamu pesan apa itu di meja?" tanya Kia lemas menunjuk ke arah meja.
"Itu Lobster sayank, kamu harus coba deh.. Yuk kita makan." tanya Rako lembut
"Yank tolong bawa itu keluar, aku enek banget cium baunya!,,Hoek...hoekk!" ujar Kia lalu muntah kembali. Rako pun sangat khawatir, Dia langsung memindahkan makanannya di luar kamar. Dan Kia pun merebahkan lagi tubuhnya di ranjang.
"Sayank, apa kita pulang aja ya? aku khawatir banget mau jalan-jalan juga kondisi kamu seperti ini." ucap Rako lembut mengusap kepala Kia.
"Jangan yank, baru sampai. Aku aja yang norak nih naik pesawat", ujar Kia terkekeh
"Ya udah kalau sampai besok kamu masih kaya gini, kita berobat dulu di sini ya, habis itu pulang aja." tutur Rako menatap Kia. Kia pun menganggukan kepalanya.
"Ya sayank.. Ya udah kamu makan sana yank, aku cium baunya aja enek", ujar Kia
"Terus kamu mau makan apa sayank?" tanya Rako lembut
"Aku mau yang manis-manis aja yank" jawab Kia tersenyum.
"Baik Nyonya" ujar Rako tersenyum dan mencium kening Kia. Rako pun akhirnya memesan banyak pilihan Cake untuk Kia.
****
Mereka berdua tengah merebahkan tubuhnya di ranjang. Rako memeluk perut Kia yang sedang terlentang sambil menonton y*****e di ponselnya.
"Yank..Racil kangen", bisik Rako menggoda
"Haha apa sih sayank" ujar kia tertawa
"Yuk yank.. Racil udah mau main nih." ucap Rako langsung menindih Kia pelan, dan ia mencium bibir Kia dengan lembut, Kia pun membalasnya. Hingga Rako berhasil membuka baju Kia, saat Rako mencium leher dan dadanya, Kia mendorong Rako, dan ia langsung berlari ke toilet.
"Ya Allah Yank kamu masih mual?" ujar Rako khawatir dan memijit tengkuk leher Kia.
"Kamu pakai minyak wangi ya??" tanya Kia datar dan masih lemas
"Iya tapi di baju kok yank, Emang bau ya?" ujar Rako sambil menciumi keteknya kanan dan kiri.
"Baunya aku pusing yank" lirih Kia
"Ini kan minyak wangi yang biasa aku pakai yank".saut Rako
"Ya udah ganti baju dulu gih", ucap Kia dan kembali ke ranjangnya meninggalkan Rako yang bingung sendiri.
"Kenapa sih kamu sayank?!" batin Rako heran.
Akhirnya Rako mengganti pakaiannya. Racil dia pun tidak tega mengajak main lagi melihat Istrinya yang tertidur tengkurap.
"Yah dia tidur cil" gumam Rako sendiri
****
Suasana pagi yang sejuk dan indah membuat Kia ingin berlama-lama disana. Ia menghirup udara segar di depan pintu resortnya menghadap ke laut. Kia menggunakan celana pendek warna hitam di atas lutut dan kaos tanpa kerah warna merah yang agak kebesaran itu. Cantiknya sangat natural. Dari kejauhan, Ari melihat Kia sedang menghirup udara.
"Cantik". gumam Ari melihat Kia.
"Udah enakan sayank?" tanya Rako lembut yang langsung memeluk pinggang Kia dari belakang. Kia pun tidak membalikan tubuhnya, dan ia menganggukan kepalanya.
"Ya sayank.. Maaf ya semalam ketunda deh" ujar Ki terkekeh
"Berati hari ini double donk", ucap Rako menggoda, Kia pun mencubit tangan Rako yang masih di pinggangnya itu. Tanpa mereka sadari, Ari sungguh iri melihat keromantisan mereka.
"Mereka memang pasangan yang serasi!" batin Ari melihat keduanya.
Setelah Rako menghubungi Ari untuk di jemput, sekarang mereka bertiga menuju Banana Reef untuk Diving. Kia sangat senang sekali. Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di tujuan. Mereka langsung di ajak Ari untuk bersiap-siap menggunakan pakaian selamnya.
__ADS_1
Kia dan Rako kini sedang menyelam di pandu oleh tim yang ahli. Kia selalu menggandeng tangan Rako. Karena ini pertama kalinya dia menyelam. Kia begitu takjub melihat keindahan di bawah laut.
Rako yang mengingat Istrinya sedang tidak enak badan, mengajaknya berhenti. Walau mereka baru menyelam 20 menit, Tapi Kia sudah puas. Ia juga merasa lapar sekali. Saat Kia sudah mengganti pakaiannya dan Rako masih di ruang ganti, Kia di hampiri Ari.
"Nyonya,, Apakah mau coba makanan di sana?" tanya Ari ramah menunjuk sebuah restoran mewah, Kia pun menoleh ke arah yang ditunjuk Ari.
"Boleh juga. Nanti aku tanya Suamiku dulu ya". ucap Kia tersenyum. Rako melihat mereka mengobrol pun terlihat kesal. Ia langsung menghampiri istrinya dan merangkul bahu Kia dengan mesra.
"Kamu sudah selesai sayank?" tanya Rako merangkul Kia dan mencium pipi Kia. Kia pun membulatkan matanya. Ia sangat malu karena ada Ari di depannya.
"I..iya yank.. Oia, Mas Ari ini mau ajak kita ke Restorant sana Yank.." ucap Kia senyum. Sedangkan Rako melepaskan rangkulannya dan menatap tajam Kia.
"Mas??" tanya Rako datar. Kia pun bingung.
"Iya sayank. Kenapa yank?" tanya Kia lembut dan tak mengerti maksud Rako.
"Anda tidak keberatan kan kalau Istri saya memanggil anda Ari saja??" tanya Rako datar dan menatap tajam Ari. Ari pun menelan salivanya.
'I..iya Tuan.. Panggil saya Ari saja Nyonya." tutur Ari ramah pada Kia. Kia pun mengehela nafasnya.
Akhirnya mereka makan di restoran mewah. Kia pun sudah tidak merasakan mual lagi, namun terkadang terasa perutnya seperti di kocok.
Lama mereka berjalan-jalan dan membeli oleh-oleh, mereka pun sudah kembali ke Resort masing-masing. Kia kini sedang membersihkan dirinya. Sedangkan Rako, sudah merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan ponselnya.
Kia yang dari awal sudah membawa lingerie untuk menggoda Suaminya itu pun kini memakainya. Lingerie berwarna merah itu sangat sexi di tubuh Kia. Kia menatap dirinya di cermin, ia sebenarnya sangat jijik melihat penampilannya seperti seorang j****g. Namun ia bertekad untuk membuat suaminya bahagia. Ia pun memakai lipstik berwarna merah agar terlihat lebih sexi.
"Huft.. Ayo Kia.. Ini ladang pahala kamu juga. Toh yang di goda suami sendiri kok". ucap Kia bermonolog sendiri depan cermin. Akhirnya ia pun keluar dari toilet dengan hati-hati.
ceklek
Kia berjalan menuju ranjangnya, ia berdiri di depan ranjang yang ada suaminya itu. Rako pun tidak melihat kehadiran Kia yang sangat sexi dan menggoda itu. Karena dia sedang melihat email masuk.
"Sayank".. panggil Kia lembut
"Apa sayank, tunggu ya aku lagi lihat email nih"jawab Rako lembut tanpa beralih dari ponselnya.
"Sayaaaank", panggil Lagi Kia dengan nada menggoda.
"Apa Sa...." jawab Rako terputus karena ia melihat Istrinya sangat sexi. Kia pun tersenyum melihat suaminya yang tidak putus pandangannya. Kia menghampiri suaminya yang duduk diatas ranjangnya. Ia langsung duduk di pangkuan Rako.
"Aku kangen". ucap Kia berbisik. Rako pun tanpa menjawab langsung mencium bibir Kia dengan rakus, Kia pun membalasnya. Rako menidurkan Kia di ranjangnya, ia melihat dari atas sampai bawah tubub sexi istrinya itu.
"You're so Sexy Honey".. ucap Rako dengan nafas memburu. Kia pun tersenyum menatap suaminya.
Rako kembali mencium bibir Kia, dan lama-lama turun ke bawah hingga bertemu dengan dua gundukan yang terlihat semakin berisi itu. Rako melepaskan lingerie Kia dengan satu gerakan. Hingga tubuh Kia kini dalam keadaan polos. Rako juga langsung membuka bajunya sendiri dan celananya, sehingga menampakan Racil yang sudah membesar.😁
"Pelan-pelan ya sayank", ucap Kia lembut
"Ya sayank" jawab Rako, akhirnya racil pun masuk ke sarangnya. Dan kamar mereka hanya terdengar desahan-desahan dua insan yang di mabuk cinta. Mereka melakukan itu berulang kali, hingga tidak terhitung sudah berapa ronde.
****
Dan seseorang melihat Kia dan Rako sangat mesra di Maldives, terlihat geram.
"Bre****k!!! Awas kalian!!! Sekarang kalian boleh bersenang-senang, tapi cepat atau lambat, kalian akan menderita, Buahaaahaaaaa" ujar seseorang itu tertawa.
*****
°
°
°
°
°
##Hai semuaa.,, maaf baru update ya. 😊
Konflik sebentar lagi di mulai.. 😆. Jangan pada kesel dulu yaaa.. Aku gak akan lama kok buatnya. Karena aku juga mau buat cerita ini tidak bertele-tele dan cepat Tamat. 😄
__ADS_1
Jangan lupa Like, Comment dan Vote nya yaaa Gaessss 💙
Makasihh Sayaaaaank 😙