
** Tak terasa Kia sudah bekerja di Mango groip selama 6 bulan. Dan dia bekerja sangat baik sekali, bahkan atasan nya pun yang tak lain Pak Alvino, merekomendasikan untuk Kia naik jabatan sebagai Sekretaris CEO. Namun karena pendidikan yang hanya tamatan Sma menjadi pemicunya. Walau dia sangat pintar dan rajin, akan tetapi S.O.P Perusahaan tetaplah aturan yang harus di taati.
Bahkan rekan-rekan yang lainnya mengakui kinerja bekerja Kia sangatlah bagus. Dan tentunya tidak untuk Sinta. Semenjak kejadian lalu saat di pantry, dia sudah berhenti mengganggu Kia. Namun bukan berati dia menyukai Kia, dia masih iri dan benci dengan Gadis cantik itu.Sekarang dia lagi fokus mencari perhatian Bima, agar lelaki itu tidak Ilfeel..
Di mata para tamu dan penelpon pun, Kia dikenal sosok yang ramah. Bahkan ada salah satu tamu Investor ingin menjodohkan dia dengan anaknya. Namun Kia menolak dengan halus, mengatakan bahwa dia sudah bertunangan.
Padahal dia sendiri bingung dengan siapa dia tunangan..hihiii
Dan sekarang Perusahaan sedang heboh gosip bahwa Ceo akan di alihkan ke anak dari pemilik perusahaan ini.
Ridho Pratama, Dia adalah CEO yang sudah berpuluh-puluh tahun menjabat dan sekaligus pemilik perusahaan di Mango Group. Pria paruh baya itu sekarang ingin istirahat dirumah bersama istrinya. Dan dia memberikan kepercayaan kepada anak semata wayang nya untuk meneruskan Perusahaanya itu dan menjadi CEO di sana. Dia adalah RAKO HADI PRATAMA.
Tadinya Rako sangat malas menjabat Ceo disana. Namun karena permohonan Papah nya dan dia juga merasa kasihan pada papanya yang sudah tua itu.
Akhirnya dia menyetujuinya.
Dan hari ini tepat di hari Kamis, dia akan datang ke Mango Group. Sebelumnya di Kantor sendiri dari jauh-jauh hari sudah di infokan bahwa Kamis ini akan ada kunjungan Ceo baru yang masih muda , tampan tapi sudah menikah. Dan dia adalah anak dari pemilik Perusahaan ini. Maka kami semua di minta oleh Manager kami untuk berpakaian rapih, sopan dan yang perempuan di minta untuk mempoles wajahnya agar tidak terlihat pucat tapi tidak menor juga.
Dan Pak Vino juga meminta Kia untuk memoles wajahnya sedikit supaya terlihat cerah. Karena selama ini, Kia memang hanya menggunakan pelembab dan lipbalm saja.
Dan tepat hari ini kunjungan Ceo baru, semua ruangan sudah rapih dan bersih. Bahkan para Karyawan dan Karyawati berpenampilan tidak seperti biasanya, khusunya para wanita. Mereka berdandan secantik mungkin, bahkan kebanyakan dari mereka memakai pakaian yang baru.
Tidak untuk Kia. Selain dia menghemat uangnya, dia juga bukan orang yang suka membeli sesuatu yang tidak perlu. Hari ini dia sangat cantik, Kia memakai Dress tanpa lengan berwarna merah di atas lutut dan di lapisi blezer berwarna hitam. Rambut hitam sebahunya di biarkan terurai indah, serta ia memakai sepatu hak dengan tinggi 5cm itu. Wajahnya di poles sedikit dengan bedak, eyeliner dan maskara.
"Wow.. Kia loe cantikkk bangett! bakalan naksir nih Ceo..". ucap Dinda dan di setujui oleh teman-teman lainnya.
"Apaan sih loe Din, gw cuma pakai bedak sedikit, sama mata gw aja nieh yang di hidupin..hihii.." ucap kia dengan pipi merah merona karena malu ucapan dinda.
"Hayoo semua siap-siap kita sambut di depan meja Kia, Beliau sudah di Lobby"..ucap Pak Regar Manager Perusahaan.
"Siapp pak".. jawab kompak yang lain.
Kia berdiri di depan, karena dia Receptionist dan dialah bersama Pak Regar yang menyapa Ceo baru tersebut, baru di iringi teman-teman lainnya.
"Kia, yang anggun ya jangan buat kesalahan loh".. ucap Pak Regar.
''Siap Pak".. jawab Kia
"kok gw deg degan gini yaa udah kaya mau ketemu calon suami aja. Bismillah deh mudah-mudahan orangnya baik".. batin Kia.
Tak..tak..tak.. ( bunyi langkah sepatu yang terdengar mendekati area perkantoran )
"Selamat Pagi Pak Rako...Selamat datang di Mango Group".. ucap Pak Regar ramah dan sambil mengulurkan tangan ke arah Rako
Kia yang sedang melamun tadi, kaget mendengar kata Rako. Dia langsung membulatkan mata indahnya saat melihat sosok yang di depannya.
**Deg**
Tubuh Kia seakan lemas, jantungnya berdebar hebat, tubuhnya gemetar, bibirnya seakan terkunci tidak bisa mengeluarkan suara.
Begitupun Rako, dia sangat terkejut melihat wanita cantik yang berdiri di samping Manager itu. Dari jauh Rako memang memperhatikan wanita itu, sangat cantik, dan seperti mirip kekasihnya dulu. Namun dia ragu, karena tubuh Kia sekarang lebih kurus. Dulunya Kia yang Bb nya 60kg dan Tb 165cm, sekarang terlihat seperti Bb 50kg. Ya, Kia memang kurusan, namun dada dan bokongnya tetap sekal, jadi semakin cantik.
Pak Regar yang menyadari kalau Kia diam saja tidak menyapa Ceo di depannya ini, menyikut pelan tangan Kia agar sadar dari lamunannya.
"Kia,, ayo di sapa"..ucap Pak regar berbisik
Kia yang menyadari sentuhan dan bisikan Pak Regar mencoba rilex, dan ia menghela nafas panjang.."Hufffttt...."..
" Se..Selamat Pagi Pak ".. sapa Kia gugup
Rako yang masih tidak menyangka bahwa di hadapannya adalah Kia, wanita yang ia akan jadikan Istri keduanya itu terlihat masih bengong dan menatap Kia. Rasanya dia ingin sekali memeluk erat wanita di hadapannya ini.
"ehemm..."... Suara deheman Ali yang tak lain Asisten Rako pun membuyarkan lamunan Ceo itu.
" Selamat Pagi.." jawab Rako dengan dingin dan pandangannya teralih ke sekeliling ruangan, banyak karyawan lainnya yang berdiri dan tersenyum.
"Selamat Pagi semuanya, Terimakasih atas sambutan kalian. Saya sedikit saja menginfokan bahwa saya akan menggantikan Papa saya yaitu Pak Ridho sebagai Ceo di sini. Dan saya pasti akan membutuhkan kerja sama kalian semua. Baiklah..kalian boleh lanjut bekerja".. ucap Rako Dan sedikit tersenyum.
Kia yang mendengar ucapan Rako pun sangat terkejut bahwa selama 6 bulan ini dia bekerja di Perusahaan Orang Tua Rako. Dan terlebih lagi, dialah yang akan memimpin Perusahaan ini. Secara tidak langsung dia akan sering ketemu dengan pria itu.
"apaa?!! jadi selama ini aku bekerja di Perusahaan Keluarganya?? Ya Allah, kenapa aku tidak tahu!! Kenapa bisa aku diterima di sini??bukannya mama nya Rako sudah menutup akses kerjaku?! Apa ini bagian rencananya?..ah jangan Suudzon Kia..itu sudah 4 tahun lalu".. batin kia bertanya-tanya akan hal ini
Rako yang melirik sekilas Kia, sedikit tersenyum tipis yang hampir tidak terlihat dengan siapapun.
Lalu dia berjalan di pandu oleh Pak Regar di depan, dan Ali di belakang. Ali yang usianya 24 tahun itu, memiliki tubuh tegap dan tinggi, kulit sawo matang, dan wajah yang manis. Dia sempat melihat Kia, dan memperhatikan wajah serta body Kia.
"Cantik juga nih cewe, sayang bgt kalau dia ditempatkan di bagian Receptionist, harusnya dia bisa jadi Istri gw"..batin Ali yang kagum akan sosok Kia.
Dan ketika Rako dan yang lainnya sudah sibuk dengan urusan masing-masing, Kia yang sekarang berada di Toilet menangis isak yang hampir tidak terdengar suaranya.
"Hikss...hikss...kenapa Ya Allah..! Di saat aku sudah mau membuka hatiku untuk pria lain, dia datang!..hikss...hiksss..Ya Allah, apa yang harus Hamba lakukan? Apakah aku harus resign, atau cuek saja layaknya karyawan lain?!".. gumam Kia dengan tangisnya
Dinda yang sejak tadi memperhatikan Kia yang sangat aneh saat bertemu dengan Ceo baru tersebut mulai curiga, dan sekarang dia sedang mencoba intercome Kia lewat meja kerjanya.
tutt...tuutt..📞
__ADS_1
"Hallo Mbak Dinda, ada yang bisa saya bantu".. jawab Didit di balik telepon itu. Didit adalah salah satu OB di kantor tersebut, jika Kia sedang ke
toilet, salah satu dari OB lah yang sementara menjaga di meja Receptionistnya.
"Hallo, loh kok kamu Dit?! Kia mana ? aku mau ngomong sama Kia".. saut dinda ramah
"Oh Mbak Kia sedang ke toilet mbak, nanti saya sampaikan ya"..jawab Didit
"Gak usah Dit, aku susul ke toilet aja deh thankss yaa..". jawab Dinda dan langsung menutup teleponnya tanpa mendengar sahutan dari Didit.
#Di Toilet#
Dinda yang sudah masuk ke Toilet wanita tersebut mencari sosok sahabatnya itu. Dia menghampiri bilik toilet satu per satu dan terbuka semua atau tidak ada orang. Dan ada satu bilik yang paling ujung terkunci. Dia mendengar sedikit ada isakan tangis. Dan dia yaki itu Kia.
"Kia, loe di dalam?? Apa loe baik-baik aja?"..tanya dinda khawatir sambil mengetuk bilik itu.
Kia yang mendengar suara Dinda sangat terkejut, dan tak lama Kia membuka pintu toilet itu, dan di lihatnya Dinda sedang menunggu di depan pintu. Kia yang merasa di tatap Dinda memberanikan diri melihat sahabatnya itu.
"aku gak apa-apa kok Din, cuma keingetan orang tua aku".. ucap Kia berbohong
Dinda yang tahu temannya berbohong itu hanya diam seolah dia mempercayai ucapannya. Pikir Dinda mungkin saat ini tidak tepat untuk lebih bertanya Kia agar mau cerita.
"Yaudah yang sabar ya mereka butuh Doa loe bukan tangisan loe Ki.." ucap Dinda di selingi candaan.
"Yuk ah kerja lagi, masa ada Ceo ganteng kita di toilet?! sia-sia donk kita dandan gini?!.hihii"..tambah dinda terkekeh.
"Huftt...( kia menghela nafas panjangnya )!!Yuk kerjaa lagi... semangaattt!!".. jawab Kia penuh ceria yang di buat-buat
#Di Kantor#
Waktu menunjukan pukul 15:00, Kia yang sedari tadi sudah sibuk melakukan pekerjaanya, tiba-tiba di hampiri Pak Regar.
"Kia, Ceo kita mau ketemu sama kamu tuh, katanya ada yang mau di ubah peraturannya untuk bagian Receptionist".. Ucap Pak Regar lembut
Kia yang habis menerima telepon dari luar pun kaget mendengar ucapan Pak Regar kalau Rako ingin ketemu.
"haduhhh aku harus berhadapan sama dia lagii, gimana ini! pasti ini hanya alasan dia aja , masa aku yang seorang receptionist bisa langsung di kasih aturan sama Ceo?!"..batin kia cemas
"Sekarang Pak?".. tanya Kia
"Besok!!!.canda Pak Regar.." Ya sekarang laaah Kia, cepet dih dia nunggu di ruangannya di lantai 7 ya Kia, nanti ada Pak Ali di depan ruangannya bilang aja sama dia"..saut Pak Regar menjelaskan pada Kia, karena ruangan ia saat ini berada di lantai 5.
"huft...( kia membuang napas kasar )..Baik Pak" .. jawab Kia lembut dan langsung berjalan menuju ruangan Ceo itu.
Sesampainya di lantai 7, dia melihat hanya ada satu ruangan yang berpintu, dan di depannya ada Ali sang Asisten Ceo.
"Selamat Sore Pak, saya Kia, tadi Pak Regar menyampaikan kepada saya bahwa Pak Rako ingin memberitahu saya perihal aturan baru sebagai receptionist".. ucap Kia sopan dan tersenyum.
Ali yang mendengar suara merdu menyapa nya mendongakan kepalanya untuk melihat siapa wanita itu. Sungguh senang batin Ali karena dia adalah Kia, wanita yang sejak awal dia masuk ke Kantor sudah membuat terpesona.
" Sore, Oh kamu namanya Kia, panggil saja saya Al, umur kita juga kayanya sama deh"..ucap Ali tersenyum manis dan menyodorkan tangannya mengajak Kia bersalaman
Kia yang sedikit kaget atas tingkah Ali itu sedikit mengeritkan dahinya. Bagaimana tidak, pria ini yang katanya Pak Regar lebih galak dan kejam dari sang Bos , terlihat begitu lembut dan manis pada Kia.
"Iya Pak..hmm maksud saya Al.." saut Kia sambil bersalaman dengan Ali
"Kamu masuk aja Pak Rako sudah menunggu kamu dari tadi. Jarang-jarang loh dia mau nunggu orang begini, sama istrinya aja dia marah-marah terus kalau sudah di suruh menunggu.."..ucap Ali meledek dan jujur. Ali pun sebenarnya bingung, kenapa seorang Ceo mau turun tangan untuk seorang receptionist?!..
Kia yang mendengar perkataan Ali pun diam seketika. Yang menjadi pikiranya adalah sama Istrinya saja dia marah. kenapaa??
Akhirnya Kia masuk ke ruangan yang di dalamnya sudah ada pria yang selalu di cintainya itu.
''Sore Pak, apakah Bapak memanggil saya?".. tanya Kia setelah mengetuk dan membuka pintu sendiri
Pertama yang di lihat Kia saat masuk adalah sosok Pria yang bertahun-tahun mengisi hatinya kini sedang berdiri membelakanginya menatap pemandangan luar dibalik jendela.
Sedangkan Rako yang mendengar suara wanita tercintanya tersenyum senang tanpa membalikan tubuh atletisnya itu.
"Silahkan duduk".. perintah Rako saat membalikan tubuhnya ke arah Kia yang berdiri sekitar 2 meter darinya.
Kia yang gugup menelan salivanya dan berjalan menuju kursi dimana yang di perintahkan Bos nya itu.
Setelah Kia menduduki bokongnya di kursi tersebut, Rako pun juga langsung duduk di Kursi Kebesarannya itu dan berhadapan dengan Kia walau terhalang meja.
"Kamu sudah berapa lama bekerja di sini?".. tanya Rako lembut
"Saya baru 6 bulan Pak"..jawab Kia tanpa menatap lelaki di depannya itu, dan kia seolah bersikap biasa saja, padahal jantungnya sangat berdebar kencang.
"Oh masih baru ya, untuk aturan yang baru sebagai Receptionist nanti di email oleh Al ke kamu ya dan tolong di pelajari"..ujar Rako dengan senyum, dan rako terus menatap wanita di depannya ini, ingin sekali dia memeluk wanitanya ini.
" Oh baik Pak, saya akan pelajari dan lakukan dengan baik".. ujar Kia sambil melihat sekilas ke arah Rako dan kembali menundukan kepalanya.
Rako yang meilhat tingkah laku Kia tersenyum tipis dan merasa gemas sekali.
"Ya ampunn Kia, lucu banget sih muka kamu kalau gugup gitu..hihii,, aku cium juga nih!"..batin rako terkekeh
__ADS_1
"Awas dibawah kamu ada kecoak!!".. kata Rako menahan senyum
Kia sontak mengangkat kepalanya itu dan melihat ke Rako.Karena dia takut sekali dengan kecoa, dia memundurkan sedikit kursinya.
"Hah, emang ada kecoa di sini?".. tanya Kia panik sambil mencari-cari hewan tersebut di bawah kursinya.
Rako yang melihat Kia langsung tertawa terbahak-bahak..
Sedangkan Kia yang melihat pria di depannya tertawa, entah kenapa hatinya begitu bahagia. Sudah lama sekali dia tidak melihat lelaki ini tertawa. Dan tanpa di sadari Kia ikut tertawa kecil sambil menatap Rako.
"Ya Allah.. sudah lama aku tidak melihat dia tertawa, bahkan sikap jail nya masih sama. Sungguh dia semakin tampan"..batin kia menatap rako.
Rako yang sadar kalau dia sedang tertawa akhirnya berhenti sambil menatap Kia, dan perempuan itu juga menatapnya. Cukup lama mereka berpandangan, dan Kia memecahkan suasana romantis itu.
"Jadii saya di kerjain nih Pak?!!".. ucap Kia jutek dan sedikit tersenyum
"Habisnya kamu dari tadi liat ke bawah terus kaya lagi nunggu kecoa datang". jawab Rako tekekeh..
"Kamu ternyata masih takut kecoak ya sayang"..batin rako
Kia menghela nafasnya...
"Yasudah kalau tidak ada lagi yang di perintahkan saya permisi dulu Pak." ucap Kia ramah dan berdiri dari kursinya.
Rako yang melihat Kia berdiri langsung ikut bangun dari duduknya dan sedikit berjalan cepat menuju Kia, tanpa aba-aba dia langsung menarik pergelangan tangan Kia dan menarik Kia ke dalam pelukannya, ia sudah sangat merindukan wanita ini, wanita yang di cintainya.
Kia yang mendapat perlakuan dari Rako sangat terkejut, ia tidak berontak dan tidak juga membalas pelukan lelaki itu.
Setelah Kia sadar tengah berpelukan dengan suami orang, ia langsung melepaskan diri dari dekapan Rako. Tapi tidak dengan Rako, dia malah semakin mempererat pelukannya seolah tidak ingin melepaskan Kia.
kia yang kesulitan akhirnya memberontak paksa agar lelaki ini mau melepaskan pelukannya.
"Lepaskan saya Pak!!! Saya harap anda bersikap sopan Pak!!!"..bentak Kia sekaligus menggerakan tubuhnya agar terlepas dari Rako.
"Aku mohon Kia, biarkan seperti ini dulu, aku masih sangat mencintaimu Kia, aku sungguh merindukanmu".. lirih Rako yang menenggelamkan wajahnya di leher Kia.
Kia yang mendengar ucapan Rako sempat terdiam dan membiarkan lelaki ini memeluknya. Dan tak butuh waktu lama Kia langsung berusaha melepaskan kembali pelukannya.
"Cukup Rako!!! Lepaskan aku!!!!..Ingat..kamu sudah BERISTRI Rako !!!" . teriak Kia dengan isak tangis dan penuh penekanan.
Rako yang mendengar Kia menangis, langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di wajah cantik Kia.
"Aku tau aku sudah beristri, tapi apakah kamu tau Kia, sampai detik ini aku tidak pernah mencintai Istriku sendiri!!" ujar Rako dengan suara tinggi dan sambil mengguncangkan kedua bahu Kia.
"Bahkan, jika aku melihatnya, aku seperti ingin membunuhnya, karena dia.. aku dan kamu tidak bisa bersatu!!. Seandainya dia menolak perjodohan ini, ini semua tidak akan pernah terjadi Kia!!!..ujar Rako dengan suara tinggi
"Aku juga ingin bahagia Kia. Dan bahagia aku sama kamu!!"..lirih Rako lagi dan meneteskan airmata.
Kia yang mendengar ucapan Rako sungguh terkejut. Pasalnya sudah 4 tahun dia menikah, Kia berpikir Rako sudah mencintai wanita yang tak lain adalah istrinya.
Tapi.. apa ini?! bahkan dia bilang tidak mencintai istrinya dan membencinya, dan terlebih lagi dia tidak bahagia!!. Kia merasakan sesak di dadanya. Air matanya kembali turun membasahi pipi mulusnya. Dia menangis bukan karena Rako yang tidak bahagia. Tapi dia menangis karena membayangkan jika dia yang menjadi pendamping lelaki ini, wanita yang 4 tahun lamanya menjadi istrinya tidak di cintai suaminya sendiri!!. Kia seorang wanita, ia bisa merasakan bagaimana perasaanya istrinya itu. Sakit.. Ya, pasti sangat sakit di hatinya. Dan itu semua karena Kia, karena dialah yang sudah memaksa bahkan memohon untuk Rako menikah dengan perempuan itu, perempuan pilihan orang tuanya. Dan karena Kia lah lelaki ini tidak bisa mencintai istrinya.
"Ya Allah, maafkan aku, karena aku mereka tidak harmonis"..batin kia
Kia menghela nafasnya dan mengusap air matanya.
"Rako, dengarkan aku!. Bagaimanapun dia tetap istri kamu. Cintai dia, sayangilah dia, karena dia akan melahirkan anak-anak kalian, generasi penerus kamu kelak. Dan dialah yang akan menjaga dan mengurus kamu sampai tua".tutur Kia dengan lembut sambil menggenggam kedua tangan Rako.
Kia sebenarnya sangat berat mengucapkan kata-kata itu. Dia juga masih sangat mencintai Pria ini. Tapi, dia tidak boleh egois, ada wanita yang sudah Sah berada di sisinya. Kia harus berbohong bahwa ia akan segera menikah.
"Rako, lagi pula aku akan menikah 3 bulan lagi. Aku juga ingin bahagia, aku ingin hidup yang normal, mencintai suamiku kelak, dan menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anakku nanti". lirih Kia dan Tes. Air matanya mengalir begitu saja.
Rako yang mendengar ucapan Kia sangat terkejut. Menikah? Wanita yang selama ini di cintainya akan menikah?.. Apa dia sudah melupakanku? apa dia sudah tidak mencintaiku lagi?. Itulah yang ada dalam benak Rako.
Dia melepaskan genggaman tangan Kia, dan membalikan tubuhnya.
"Asal kamu tau, sampai detik ini aku belum memiliki seorang anak!. Aku memang sudah menyentuhnya, menjalankan kewajibanku sebagai seorang suami. Kita juga sudah berusaha berobat sampai ke Luar Negeri, tapi tetap Tuhan belum memberikannya.". ucap Rako tersenyum getir.
"Apa?? mereka belum punya anak?? Ya Allah, kasihan sekali Rako dan Istrinya"..batin kia
°
°
°
°
°
°
##****Haiiii zeyeenk... gimana gimanaaa bagus gaa novel nyaa??😄 ##
Maaf yaa kalau masih belum sempurna, ini adalah tulisan pertama aku loh.. 😃
__ADS_1
Lanjuttt???...Lanjutttt Zeyeeenkk.....😆💋💪❤****