Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Rencana Rako


__ADS_3

Hari dimana para karyawan dan karyawati untuk bekerja pun tiba..


Rako pagi sekali sudah berangkat menuju Perusahaannya dengan membawa kendaraannya sendiri. Lidya yang masih tertidur di ruang tamu pun tidak tahu bahwa suaminya sudah berangkat. Begitupula Shiren. Rako memang ada rencana untuk bisa segera menikahi Kia tanpa harus mempertemukan Lidya dengan keluarga Kia sebelumnya.


Tiba di Kantor..


Rako sudah duduk memainkan ponselnya di kursi kebesarannya. Ia mengirim pesan pada Ali untuk menyuruh sesorang memantau terus Lidya. Kia yang juga sudah sampai sedang merapihkan pakaian dan berdandan sedikit di toilet. Ia memakai kemeja putih lengan panjang dipadukan dengan rok berwarna pink berbentuk rample di atas lutut. Rambut sebahunya ia gerai dan berdandan sedikit agar tidak terlihat pucat.


Rako yang ingin berbicara kepada Kia, menghubungi Kia lewat ponselnya.


tut..tut..tut..📲


"Assalamualaikum".. jawab Kia di balik telepon. Rako pun mendengar suara merdu kekasihnya itu tersenyum.


"Waalaikumsalam Cantik"..saut Rako membalas lembut. Kia pun terkekeh.


"Ada apa? tumben pagi-pagi telepon?".. tanya Kia lembut


"Sayank, kalau kamu sudah sampai kantor, tolong ke ruangan aku ya. Aku mau berbicara suatu hal sama kamu".. ujar Rako serius.


"Hmm..aku udah sampai kok. Memang kamu udah dimana?".. tanya Kia.


"Wah, kamu gercep yaa kalau tentang aku",. ujar Rako terkekeh.


"Yeee enak aja, aku memang selalu datang pagi, makanya nanti aku naik gaji ya Boss!".. jawab Kia tertawa, Rako pun tertawa.


"Tenang sayank, jangankan naik gaji, naikin aku aja kamu bebass"., saut Rako menggoda..


"Ih mulaaaii!!.. Kamu dimana ini? ". tanya lagi Kia.


"Ya udah sekarang ke ruangan aku yaa. Daaahh.." jawab rako dan menutup teleponya.


Kia yang sudah biasa dengan perlakuan Rako itu hanya menggelengkan kepala. Karena waktu masih pukul 07:00, Kantor pun belum banyak yang datang, ia segera naik ke lantai tujuh menemui Rako. Ia membawa berkas untuk sekedar kamuflase agar tidak ada kecurigaan.


tok..tok..tok.. ceklek...


Kia mengetuk pintu dan langsung membukanya. Ia melihat Rako sudah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Rako yang melihat Kia datang langsung berdiri dan tanpa aba-aba ia langsung mencium pipi kekasihnya itu. Kia sungguh terkejut.


"Ihh,, kamu nieh kebiasaan banget main nyosor aja!!" .. celetuk Kia kesal. Rako pun terkekeh, ia gemas sekali melihat wajah kekasihnya yang memerah itu.


"Ngapain ke sini bawa-bawa ini ?!" tanya Rako melihat Kia yang membawa berkas di tangannya. Kia pun tersenyum menampakan giginya.



"Hehe.. biar gak curiga yang lain yank!".. jawab Kia, rako hanya menggelngkan kepalanya.


Rako menggandeng tangan Kia untuk berjalan menuju sofa. Mereka berdua duduk berdampingan.


"Yank, aku sepertinya tidak akan mengenalkan Keluarga kamu pada Lidya!". ucap Rako to the point. Kia pun mengerutkan dahinya.


"Loh kenapa?? itu kan salah satu syarat dari Kak Nia?!" saut Kia heran.


"Yank, percaya sama aku, ini semua demi kebaikan kamu dan keluarga kamu!". ujar Rako yang membuat Kia tambah bingung.


"Kamu dari sekarang aja udah gak terbuka sama aku!!". ucap Kia cemberut, Rako pun menggenggam jemari Kia yang berada di paha Kia.


"Sayank, aku akan menceritakan semuanya setelah kita menikah". ujar Rako menatap lembut Kia.


"Kenapa?? apa kamu takut aku akan membatalkan semuanya setelah kamu ceritakan?? lalu jika kita sudah menikah, kamu akan bercerita yang malah membuat aku menyesal!! gitu??" tutur Kia dengan sedikit suara tinggi.


"Ya Allah sayank, apa aku seburuk itu?! Aku tidak menceritakan sekarang, karena aku takut kamu akan kepikiran. Aku gak mau kamu sakit. Karena aku gak bisa jagain kamu 24 jam. Jika kita sudah nikah, walau kamu syok nantinya, ada aku yang menemani kamu terus".. jelas Rako pada Kia. Kia pun semakin bertanya-tanya.


"Apa ada hubungannya dengan Mbak Lidya dan Ibu kamu?". lirih kia menatap Rako.

__ADS_1


Rako menghela nafasnya..


"Percaya sama aku, aku akan selalu melindungi kamu".. ujar Rako. Kia pun hanya diam.


"Oia yank, jika suatu saat kamu di berikan sesuatu entah itu makanan atau minuman oleh Lidya atau Orang yang Tidak kamu Kenal, kamu jangan pernah menyentuhnya!! ingat pesan aku ini!!". ujar Rako serius. Kia pun menatap Rako bingung. Rako mengerti maksud Kia.


"nih kamu dengarkan ya!".. ujar Rako memberikan rekaman pengakuan Lidya pada Kia. Kia pun mulai menekan tombol play dan mendengarkannya. Sungguh ia sangat terkejut!! Dia benar-benar ingin mencelakai suaminya sendiri. Kia pun mendengar sesuatu yang lain, Obat Perusak Rahim?!! setelah selesai, ia memberikan ponselnya pada Rako. Rako pun menerimanya, Ia sungguh tak menyangka, Kia masih menatap kosong, ia takut Lidya akan melakukan hal gila. Rako yang melihat Kia pun langsung memeluk tubuh kekasihnya dari samping. Kia pun hanya diam.


"Sudah sayank, itu tidak akan ku biarkan!!" ucap Rako yakin pada Kia, karena ia tahu apa yang dipikirkan Kia saat ini.


"Ap..apa obat itu untukku??" tanya Kia pelan dan melepas pelukan Rako.


"Dia bilang untuk temannya, Kirana. Kamu dengar kan tadi??" Jawab Rako meyakinkan Kia agar dia tidak kepikiran.


"Tapi aku yakin itu untukku Rako!!"ujar Kia tegas.Rako pun memegang wajah Koa dengan satu tangannya.


"Hei sayank, Istighfar!! Apa kamu takut?hmm? Makhluk seperti dia sangat mudah aku hadapi. hanya saja aku punya rencana dan aku butuh bantuan kamu.". ujar Rako menenangkan Kia.


"Astagfirullahaladzim!!" ucap Kia berkali-kali..


"Ya, aku tidak boleh takut dengan dia!!" ujar Kia yakin, Rako pun tersenyum.. " Lalu apa rencana kamu?" tanya Kia menatap wajah rako. Rako menatap balik kekasihnya itu.


"Aku ingin kamu menemui dia, dan mengatakan untuk membatalkan pernikahan kita!! Alasannya keluarga kamu sangat tidak setuju!!". ujar Rako yang membuat Kia membulatkan matanya


"Apaaa!???" teriak Kia.. "Ak..aku harus temui dia ??" lanjut Kia sedikit pelan.


"Iya sayank, ini hanya pura-pura. Ikuti aku saja." tutur Rako meyakinkan.


"Lalu.. jika dia terlihat kaget dan ingin membuat aku bersatu kembali padamu bagaimana?",, tanya Kia.


"Pokoknya kamu tetap mengatakan tidak bisa! Aku percaya kamu bisa sayank. Dan sementara itu, di Kantor kita jangan terlihat dekat dulu." ucap Rako, kia pun menganggukan kepalanya mengerti.


"Satu lagi!!" ucap Rako, Kia pun menatap heran


"Jangan ceritakan rencana kita pada SIAPAPUN!!..Mengerti sayank?" ucap Rako tegas dan penuh tekanan di kata Siapapun.


"Termasuk Dinda dan Shiren ?" tanya Kia.


"Siapapun sayank! Hanya kita berdua yang tahu! Dan aku akan mengirim pesan padamu jika waktunya kamu harus menemui Lidya". ujar Rako yakin dan mengusap lembut kepala Kia.


"Ya sudah kalau gitu, berati mulai sekarang kita hanya Boss dan anak buah ya!" ujar kia tegas dan hanya bercanda. Rako pun terkekeh.


"Hanya pura-pura dan di depan orang lain sayank, tapi kalau cuma kita berdua..." ucap Rako meledek dan tidak meneruskan perkataanya karena ia langsung merengkuh pinggang Kia dan mencium bibirnya. Kia pun membulatkan matanya.



Kia pun membalas c***anya. Mereka berc***an cukup lama. Hingga Kia melepaskan terlebih dahulu.


"Ak..aku kembali ke bawah kalau gitu". ucap Kia malu-malu. Rako pun terkekeh.


'Makasih sayank.. i Love you".. ujar Rako yang melihat Kia sudah akan membuka pintu. Kia pun berbalik menatap Rako.


"Me too".. ucap Kia dan langsung membuka pintu untuk segera keluar dari ruangan panas itu.


****


Kia yang masih memikirkan rencana Rako, sedikit ragu. Kenapa ia harus merahasiakannya pada Dinda dan Shiren?! Tapi dia pun menuruti permintaan Rako. Karena dia yakin, Rako melakukan semua itu demi kebaikannya.


Dinda yang akhir-akhir ini jarang menginap di kontrakan Kia, karena ia sedang menikmati masa-masa pacaran bersama Vino terlihat muring hari ini. Kia pun heran. Mereka bertiga, yaitu Kia, Shiren dan Dinda tengah makan siang di kantin. Shiren dan Dinda duduk berhadapan dengan Dinda. Dinda yang bengong dan hanya mengaduk-adukan soto ayam yang di pesanya membuat Shiren dan Kia saling bertatapan heran. Akhirnya Kia bertanya pada Dinda.


"Din, are you okay??" tanya Kia


"Little".. jawab Dinda pelan tanpa menatap Kia..

__ADS_1


"Ya udah kalau gak mau cerita gapapa, tapi makanannya jangan di gituin, dimakan atuh nanti kamu sakit loh!". ujar Kia lembut. Dinda pun menghentikan aktifitasnya itu. ia menatap Kia dan berlinamg air mata.Kia yang melihatnya bingung ada apa sebenarnya.


"Ki, gw kecewa sama Vino!! Dia ternyata udah di jodohin sama orang tuanya! dan parahnya dia mau menerima cewek itu!! hiks..hikss.." ucap Dinda yang membuat kedua temannya kaget.


"Apa??? Kok bisaa??" ujar Shiren bersuara tinggi.


"Dia bilang, dia cuma mengisi kekosongan aja sebelum dia nikah, makanya dia mau sama gw !! jahat dia Ren!!" isak dinda pada Shiren. Kia pun sangat kesal pada Vino.


"Gw harus tanya tuh cowok, maunya apa sih!!" batin Kia


"Udah Din, Loe harusnya berterimakasih sama Allah, karena loe di perlihatkan dia laki-laki seperti apa! Ini jadi pelajaran hidup loe ya. Jangan seperti ini, nanti dia membangkang!". ujar Kia menguatkan sahabatnya. Dinda pun diam memikirkan perkataan Kia.


"Loe bener Ki!! Allah sayank sama gw!" ucap Dinda tegas dan mengusap air matanya.


"Gw gak akan menangisi cowok br*****k kaya dia lagi!!". ucap Dinda yakin dan menyemangati dirinya sendiri, dia pun langsung makan soto ayam dengan lahapnya. Kia dan Shiren pun tercengang melihatnya.


"Din, pelan-pelan makannya!" ucap Kia yang khawatir melihat Dinda makan seperti orang yang kelaparan. Shiren pun terkekeh melihatnya.


****


Kia yang masih kesal dengan cerita Dinda tadi siang, menghampiri Vino di parkiran yang kebetulan sudah waktunya pulang kantor. Vino terlihat sedang memanaskan mobilnya, Kia pun menghampiri dan mengetuk kaca mobil Vino. Vino pun menurunkan kaca mobilnya dan masih duduk di kursi pengemudi.


''Ada apa Ki? " tanya Vino ramah


"Turun loe!!" ujar Kia yang terlihat emosi, Vino pun mematikan mobilnya dan segera keluar untuk menghampiri Kia.


"Kenapa Ki?". tanya Vino bingung. Tanpa aba-aba, Kia langsung memukul wajah Vino dengan jurus karatenya. Ya, tanpa sepengetahuan semuanya termasuk Rako dan keluarga Kia, Kia sudah 2 tahun ini mengikuti Karate dan bahkan ia sudah merengkuh sabuk hitam nya. Tujuannya adalah untuk menjaga dirinya sendiri sebagai seorang perantau. Vino sangat terkejut mendapat pukulan keras dari Kia.Ujung bibirnya mengeluarkan sedikit darah.


"Loe jadi laki-laki jangan jadi pecundang!! Bisa-bisanya loe bilang ke Dinda, kalau loe cuma mengisi kekosongan waktu aja sama dia!! padahal loe sendiri udah punya pilihan!!!" ujar Kia tegas, Vino pun tersenyum getir sambil mengusap ujung bibirnya.


"Oh.. jadi masalah Dinda!.. kamu kalau gak tahu jangan ikut campur!!!" ujar Vino tegas. Kia pun menatap taja Vino.


"Pak Vino yang terhormat!! Apapun alasan anda, sepertinya anda memang laki-laki pengecut!! Harusnya anda tidak memberi harapan palsu pada Dinda!!!" ucap Kia bersuara tinggi.


"Kia, saya tahu kamu perduli sama dia. Tapi cari tahu dulu siapa Dinda!! Apa kamu pernah berkunjung kerumah Dinda..hmm?? apa kamu tahu Dinda asalnya dari mana, rumahnya dimana, keluarganya siapa??" tanya Vino yang membuat Kia diam. Ya, selama hampir 1 tahun ini, Kia tidak pernah tahu rumah Dinda, keluarga Dinda. Tapi ia percaya padanya. Apalagi Shiren teman kecilnya.


"Saya memang tidak pernah kerumah Dinda, tapi saya tahu cerita keluarganya. Dan Shiren, Sekretaris Pak Rako, dia adalah teman kecil Dinda!!" jawab Kia tegas. Vino pun baru tahu bahwa Shiren adalahnya teman kecilnya.


"Saya punya alasan sendiri kenapa saya memutuskan dia!! saya rasa kamu tidak perlu ikut campur! Urus saja dirimu sendiri!!" ujar Vino dan langsung masuk ke dalam mobil, ia pun menjalankan mobilnya itu dan Kia kembali ke sepeda motornya.Kia pun nampak berpikir.


"Gw harus tahu semua tentang Dinda! Ada apa dengannya ??" batin Kia.


Kia pun akhirnya menjalankan motor maticnya itu..


****


°


°


°


°


°


°


##**Akhirnya bisa update lagii...😐... udah 3 hari si Baby Demam, ternyata tampek gaes.. mohon Doanya yaa.. 😊


Tapi Alhamdulillah, aku masih bisa nulis lanjutin cerita ini demi kalian 😆.. Terus dukung aku yaa, jamgan lupa Like, comment dan Vote nya Readers 💙.


Dan kalian tenang ajaa, Dinda bukan pengkhianat kok 😊, Tapi ada sesuatu yang buat Vino memutuskan Dinda. Terusss pantau yaaaa... 😄

__ADS_1


Makasihhh Sayaaankkk 😙**


__ADS_2