
Kia yang baru saja memejamkan matanya setelah Subuh, berniat tidak masuk kerja hari ini. Karena ia mulai down lagi. Dari habis makan siang kemarin bersama Bima dan Dinda, perutnya tidak di isi makanan lagi. Ia sendiri sedari tadi belum mengabarkan pada Dinda atau Pak Regar jika dia izin untuk tidak masuk kerja.
Tak sadar waktu sudah menunjukan pukul 09:00. Begitu banyak panggilan tak terjawab di ponsel Kia. Kia tidak mendengarnya, karena ponselnya ia silent. Saat dia ingin buang air kecil, ia terbangun. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat jam sudah pukul 09:00. Kia segera mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Ia pun membulatkan matanya. Begitu banyak telepon masuk dan tidak terjawab semua olehnya. Dinda, Bima, Pak Regar, Vino, Shiren dan bahkan Rako sudah menghubungi ia ratusan kali.
Akhirnya Kia memutuskan untuk menghubungi Dinda agar semuanya tidak khawatir.
tut..tut..tut..📱
"Kiaa, loe dimana??loe baik-baik aja kan?? kita semua khawatir banget sama loe!!".. jawab Dinda di nalik telpon dengan nada khawatir dan berteriak. Kia yang mendengarnya sedikit menjauhi ponselnya dari telinga.
"Ya maaf Din, gw semaleman gak bisa tidur, baru tidur abis Subuh tadi. Gw izin gak masuk ya, badan gw lemes banget".. ucap Kia lemah. Dinda pun sangat khawatir
"Ya udah loe istirahat dulu aja, nanti gw bilang juga ke Pak Regar. Loe udah makan belum Ki?".. tanya Dinda cemas
"Belom Din, terakhir makan pas lunch aja kemarin sama loe dan Bima".. tutur Kia jujur. Dinda pun sangat terkejut.
"Apa?? Loe yang bener aja Ki!! Udah tau loe itu gak boleh telat makan!! ini pake acara gak makan lagi!!! Gw pesenin makanan buat loe nanti. Ppkonya loe harus makan!!". teriak Dinda pada Kia.
"Iya iyaa Din.. ya udah gw mau pipis dulu nih,. daaahh".. saut Kia dan menutup teleponnya.
****
Dinda yang baru saja menerima telepon dari Kia. Langsung menghampiri Pak Regar di ruang kerjanya. Ia mengatakan Kia sedang tidak enak badan. Pak Regar pun mengerti. Dinda juga langsung menghubungi Shiren lewat ponselnya.
Shiren pun sedikit khawatir dengan kondisi Kia. Ia segera memberitahu Abangnya itu yang juga sangat khawatir.
ceklek
"Bang, Kak Kia sakit. Kata Dinda dia barusan kasih kabar kalau lagi gak enak badan. Katanya semaleman gak bisa tidur. Pasti dia mikirin sikap abang yang berubah!".. lirih Shiren. Rako pun tanpa kata langsung keluar begitu saja meninggalkan Shiren dengan terburu-buru.
"Ishh.. di cuekin lagi!!. Pasti langsung ke rumah Kak Kia deh".. gumam Shiren, ia pun kembali ke mejanya.
****
Benar saja, Rako saat ini mengendarai mobilnya sendiri. Supirnya pun di minta untuk pulang saja. Ia sangat menyesel dengan sikapnya kemarin. Tapi ia pun juga masih kesal dengan sikap Kia yang terlalu baik dengan laki-laki. Ia takut laki-laki itu akan berharap lebih padanya.
"Maafkan aku sayank..maafkan aku!".. gumam Rako di dalam mobil dengan penuh penyesalan.
Sesampainya di depan rumah Kia, ia ragu untuk mengetuk pintu. Ia yang masih menggunakan Jas nya terlihat sangat tampan. Kia pun sudah membersihkan dirinya supaya terlihat segar. Kia memakai kaos tanpa kerah berwarna merah, dan hot pants di atas lutut, tanpa make up pun ia terlihat sangat cantik. Kia sedang memakan roti selai coklat buatannya, dan ia mendengar suara ketukan pintu yang hanya sekali. Ia berpikir itu adalah suara ketukan dari rumah tetangganya. Dan terdengar lagi suara ketukan yang agak pelan. Akhirnya ia membuka pintu.
ceklek
"Rako??".. gumam Lidya dan masih terdengar oleh Rako. Rako pun menatap Kia dengan rasa bersalah dan tetap ada rasa kesal.
"Aku boleh masuk?".. ucap Rako pelan. Kia pun mempersilahkan Rako masuk. Rako duduk di sofa. Kia pun menyusul duduk berhadapan dengan Rako yang terhalang meja tamu.
"Ada apa kamu kesini?".. ucap Kia lembut
"kamu bilang ada apa?? aku kesini karena kamu tidak ada kabar. Dan aku sangat khawatir setelah mendengar dari Iren kalau kamu sakit!". ucap Rako sedikit keras. Kia pun tersenyum getir.
__ADS_1
"Aku?? tidak ada kabar?? apa tidak terbalik??hmm??.."ucap Kia sinis. Rako pun mulai terpancing emosi.
"Lalu jika aku tidak menghubungi kamu apa kamu tidak berinisiatif menghubungiku ???".. saut Rako dengan suara tinggi..
"Dan kamu tidak mencari tahu kenapa aku tidak menghubungimu???.. Aku kesal sama kamu Kia!!! Kamu bisa-bisanya boncengan dengan pria lain!!!Dan aku melihat kamu sangat bahagia sekali!?".. lanjut Rako dan tersenyum getir. Kia pun sudah mulai berlinang air mata. Bisa-bisanya dia mengatakan seperti itu, bahkan Kia sampai sakit gara-gara apa?!..
"Apa kamu tidak bertanya pada Shiren?? Aku dari kemarin menghubungi dia menanyakan kamu!!! Dia bilang kamu lagi mabuk!!! Dan satu lagi!! Bima hanya mengantarkan aku pulang! Dia pun tidak mampir kerumah!".. ucap Kia menjelaskan dengan suara agak tinggi.
"Bima namanya!! Dan kenapa kamu teleponnya ke Iren!??apa kamu merasa bersalah !!".. ucap rako tersenyum getir.. " Kenapa gak telepon akunya??"( Rako menjeda ucapannya).. "Oh aku tahu,, Kamu saking senangnya sampai lupa denganku!!". ucap Rako terkekeh sinis. Kia pun mulai marah.
"Apa kamu gila Rako?!!!!! Aku tidak menghubungimu karena kamu itu SUAMI ORANG!!!" ucap Kia dengan mengeluarkan air mata dan suara yang tinggi, serta penuh penekanan di kata Suami orang. "Aku menelpon Shiren, karena aku khawatir sama kamu!! Aku tidak befikir kamu marah sama aku hanya gara-gara aku di antar pulang oleh Bima!! Dan sekarang kamu marah aku hanya di antar sama Bima???.. Bagaimana dengan aku Rako Hadi Pratama!!!!".. lanjut Kia lantang.
"Aku setiap hari harus memikirkan calon suami aku tidur dengan istrinya!! bercumbu dengan istrinya!! Apa kamu tidak berpikir perasaan aku juga??? Tapi aku mengerti posisi kamu dan aku tidak marah!! karena aku mencintai kamu Rako!!!".. ucap Kia menangis. Rako pun terdiam. Kia benar, ia sungguh egois.
"Kalau aku bisa, aku sudah dari dulu menerima pria lain untuk menggantikan kamu!!!", teriak Kia menangis tersedu-sedu.. "Dan mungkin sekarang aku sudah bahagia!! Tapi apaa??? kenyataannya aku hanya menjadi PELAKOR!! Bahkan untuk menghubungimu aku takut istrimu tahu dan menyakiti hatinya!! Hiks..hikss".. Tutur Kia menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Rako pun merasa sangat bersalah, Ia sudah menuduh Kia macam-macam. Rako menghampiri Kia, ia memeluk tubuh kia yang masih duduk di kursinya.
"Lepaskan aku!!!".. teriak Kia , namun Rako masih memeluk erat, Karena tenaganya kalah dengan Rako, ia pun hanya diam.
"Maafkan aku, aku sudah salah paham. Aku hanya cemburu kamu dekat dengan pria lain".. lirih Rako menciumi puncak kepala Kia. Kia pun semakin menangis.
Rako melepaskan pelukannya, ia pun berlutut di hadapan Kia yang masih menangis. Ia mengenggam tangan Kia dengan satu tangan kirinya, dan di usapnya air mata Kia dengan tangan kanannya.
"Aku juga sangat mencintai kamu Kia. Dan asal kamu tahu, selama menikah dengan dia, aku hanya melakukan hubungan intim 4 kali!! itupun karena dia pernah memasukan obat p******g dalam minuman aku, dan aku pernah mabuk berat hingga melihat dia itu kamu!!". Ucap Rako lembut. Kia pun sangat terkejut. Pikirannya kasian sekali Lidya tidak di cintai oleh suaminya sendiri.
"Aku ingin menceraikannya dari dulu, tapi dia memohon agar aku tetap mempertahankan dia, dia juga membebaskan aku melakukan apa saja. Bahkan salah satunya aku ingin menikah lagi denganmu.". lanjut Rako menatap Kia. Kia pun menatap Rako.
"Ka..kamu jahat Rako! Tidak seharusnya seorang suami menelantarkan istrinya"!. ucap Kia.
"Dari dulu, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku". ucap Rako. Kia pun diam. Hingga Rako berdiri dan mengajak Kia untuk duduk di dekatnya, Kia pun menurut.
"Sayank, kamu bukan pelakor, kamu tidak merusak rumah tangga aku, dan kamu bukan perebut suami orang. Pertama, dia sudah tahu kamu akan menjadi istriku. Dan kedua, justru dialah yang merusak hubungan kita sejak awal. Jika kamu mau memulai menghubungiku aku sangat senang, dan jika dia tahu, dia juga tidak akan marah." ucap Rako menatap Kia yang berada di sampingnya. Kia pun diam.
Rako menarik dagu Kia pelan, Ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kia. Kia yang diam saja,hanya pasrah. Ia pun sangat mencintai pria ini. Rako mulai mencium pipi kanan, kiri, kening, dan terakhir bibir Kia yang merah dan sexi. Kia pun tidak membalas. Rako terus memainkan bibir Kia dengan lembut, hingga Kia pun terlena dengan perlakuan Rako. Ia mulai membalas c***an itu, Rako menekan tengkuk leher Kia, Kia pun mengalungkan kedua tangannya di leher Rako. Mereka melakukannya sangat lama, hingga tangan Rako mulai tidak tahan bergerilya di tubuh Kia, ia mengusap-usap punggung Kia, tangan, paha Kia yang mulus karena ia menggunakan hot pants. Kia pun diam saja dan menikmatinya.
Hingga suara ketukan pintu menyadarkan mereka. Mereka pun melepaskan c***annya.
Kia bergegas untuk membukakan pintu.
"Permisi, atas nama Saskia".. ucap seorang laki-laki ojek online membawa beberapa plastik. Ia pun melihat Kia sangat kagum, sungguh cantik sekali pikirnya.
"Ia, saya sendiri. Kenapa ya Mas?". tanya Kia ramah.
"I..ini mbak mau antar makanan kiriman dari mbak Dinda"..ucap laki-laki itu gugup sambil menyodorkan makananya. Rako yang tadi duduk, akhirnya menghampiri Kia.
"Siapa sayang?".. ucap Rako lembut mendekati calon istrinya itu. Abang ojek itu pun terkejut.
"Busett, di kontrakan kaya gini ada makhluk ganteng dan cantik banget!". batin abang ojek online itu.
"Oh terimakasih Mas, ini sudah di bayar belum?" tutur Kia, Laki-laki itu memperlihatkan ponselnya dan mengatakan bahwa belum dibayar.
__ADS_1
"Maaf Mbak, ini bisa di lihat bahwa pembayarannya di lakukan oleh si penerima".. ucap Ojek itu ramah.
"Oh baiklah, berapa Mas?"..tanya Kia ramah
"Totalnya Rp.147.000,_ mbak",, jawab abang ojek nya ramah
"Nih ambil aja kembaliannya".. ujar Rako yang memberikan 200ribu pada abangnya. abang nya sangat senang.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Pak, mbak.." ucap Abang ojeknya sopan, dan ia pu pergi.
"Makasih ya udh bayarin".. ujar Kia pada rako
"Gak gratis loh syaank".. goda Rako, kia pun takut dan ia berlari menuju dapur, rako pun terkekeh melihat Kia.
"Kok gak dimakan?".. ucap rako melihat Kia kembali ke sofa dan mengambil 2 gelas minuman lemon tea. dan diberikan satu untuk Rako.
"Tadi aku udah makan. kamu udh makan belum?".. tanya Kia pada Rako
"Makan kamu sih belum".. ujar Rako menggoda Kia dan meminum lemon tea.
"Tau ah.. Besok-besok kamu gak boleh kaya gitu. Kalau aku salah atau kamu marah, bilang ke akunya.". ujar Kia datar.
"Iya sayank maafin aku yaa" ucap Rako memeluk Kia. mereka pun berhadapan. Rako kembali mencium bibir kia dengan lembut, dan hanya sekedar cium yaa.
Mereka pun menyatukan keningnya.
"Aku sangat mencintaimu Saskia Zavendra", ucap Rako pelan dan lembut
"Aku juga sangat mencintaimu Rako Hadi Pratama".. balas Kia lembut.
Mereka pun berpelukan sangat lama. Rako yang merasa nyaman, ingin sekali memiliki Kia sepenuhnya.
"Minggu ini kita ke Bandung lagi ya, dan aku bawa Lidya juga menemui Shania dan Pandu",, tutur Rako melepaskan pelukannya, Kia pun membulatkan matany
"Mak..maksud kamu..Weekend ini??". tanya kia gugup. Rako pun menganggukan kepalanya.
"Apa kamu siudah bicara dengannya?" tanya Kia pelan
"Hmm nanti aku akan bicara padanya'". ujar Rako.
****
Waktu sudah sore, Rako pun sejak tadi sudah kembali ke kantor. Mereka sudah berbaikan dan saling minta maaf. Kia yang baru menyantap makanan yang di pesan Dinda, terlihat berpikir dengan ucapan Rako.
"Apa mungkin selama 4 tahun dia hanya menyetubuhi istrinya sebanyak 4 kali??". gumam Kia sendiri.
Dia pun merasa kasihan dengan Lidya. Namun, mau bagaimana, suaminya sendiri yang tidak mau menyentuhnya. Karena cinta tidak bisa di paksakan.
__ADS_1
****
##Jangan lupa tinggalkan jejak yaa sayaank 😍##