
Putra Adam Wijaya masih berdiri saja di lapangan tempat sholat Ied baru saja dilaksanakan. Sang Papa sudah memanggilnya kembali ke rumah tapi ia belum juga bergerak dan meninggalkan tempat itu Matanya awas memandang ke segala penjuru, Mencari seorang gadis yang sangat menggangu pikirannya selama beberapa hari ini.
Padahal tempat itu sudah sepi, tapi ia masih berada disana. Meraih handphonenya ia ingin menghubungi Marwah Jingga sang gadis kesayangan.
Tuuut
Tuuut
"Tidak aktif. Mungkin ia sedang tidak ingin diganggu dan ingin bersama dengan ibunya saja saat ini. Ya gak apa-apa. Bentar akan kucari dia," ujarnya pelan kemudian segera pergi dari tempat itu.
Sepanjang jalan di depan lapangan itu sudah mulai sepi. Padahal tadinya sangat macet karena dipenuhi kendaraan.
"Duh, mobilnya Papa udah balik," ujarnya seraya mengedarkan pandangannya mencari kendaraan yang mungkin ia kenal.
"Ya, pulangnya jalan kaki dong ini," lanjutnya seraya melipat sajadah yang ia bawa tadi menjadi bentuk kecil. Ia pun melangkahkan kakinya menuju rumahnya dibawah tatapan takjub gadis-gadis di sepanjang jalan yang ia lewati.
"Mas Putra!" panggil Udin yang sengaja datang menjemputnya. Pria muda itu menghentikan mobilnya di sisi Putra Adam Wijaya.
"Udin? Alhamdulillah kamu datang. Lumayan jadi tontonan juga nih kalau aku jalan kaki sampai rumah. Dan ya aku lapar sekali." Pria itu tersenyum senang dan segera naik ke mobil itu.
__ADS_1
"Pak haji yang minta mas Putra dijemput. Katanya nanti mas Putra nyasar ke rumah seseorang hehehe."
"Ah Papa bisa aja bercandanya. Meskipun aku lama gak tinggal di kampung ini, aku masih ingat jalan kok." Udin tersenyum saja kemudian menghidupkan mesin mobil dan segera melajukannya pulang.
"Pak Haji tanya, udah ketemu sama yang dicari belum? Kalau belum, saya disuruh bantu nyari katanya," ujar Udin tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan yang ada dihadapannya.
"Udah ketemu Din. Cuma ya harus usaha lagi. Nomor handphonenya gak bisa dihubungi," balas Putra seraya membayangkan sosok Marwah yang sedang memakai pakaian pemberiannya.
Gadis itu ia minta memakai pakaian berwarna merah maron agar bisa couple dengannya. Dan ternyata Marwah benar-benar mengikuti kemauannya.
Aaaa ia sangat rindu dengan gadis itu. Ia sudah tidak sabar menyatakan perasaannya.
Udin menghentikan mobil yang mereka kendarai pas di depan pintu rumah berlantai dua itu. Putra pun turun setelah mengucapkan terimakasih pada pria muda yang bekerja di rumah orangtuanya.
Bugh
Pria itu membanting pintu mobil dan segera berlari ke dalam rumah. Ia sangat lapar sekarang. Pergi ke lapangan untuk melaksanakan sholat Iedul Fitri, ia tidak makan sedikitpun. Dan tujuannya sekarang adalah meja makan. Aroma harum opor ayam dan juga makanan lain khas lebaran sudah sangat menggoda selera makannya.
Akan tetapi langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang yang ia cari di lapangan tadi ternyata ada di dalam rumahnya.
__ADS_1
Ya, Marwah sedang duduk bersama dengan semua anggota keluarganya kecuali sang adik bungsu yaitu Putri. Seketika rasa laparnya langsung hilang dan menguap entah kemana.
"Assalamualaikum Marwah," sapanya dengan hati yang sangat bahagia. Marwah yang sejak tadi menundukkan wajahnya langsung mendongak. Begitupun dengan semua orang yang ada di sana. Bermacam-macam ekspresi nampak diwajah semua orang.
"Waalaikumussalam Mas, eh Pak PAW?" Marwah menjawab dengan dahi mengernyit kaget sekaligus bingung. Ia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan pria itu di rumah H. Ismail. Rumah orang kaya di kampung itu yang juga merupakan sahabat dari ibunya. Saidah sejak tadi memaksa agar ia diantar oleh Marwah untuk bersilaturahmi setelah sholat Ied tadi.
"Eh, jadi kalian saling kenal?" tanya Sasmita dengan bibir tersenyum senang.
"Iya Ma. Marwah adalah gadis yang aku inginkan jadi istriku," jawab Putra dengan tatapan tak lepas dari sosok gadis pujaan hatinya itu.
"Alhamdulillah." Semua orang yang ada di ruangan itu langsung mengucapkan syukur.
"Mama sangat setuju. Itu berarti lamaran kita pada putri tante Saidah tidak sia-sia," ujar Sasmita dengan senyum lebar diwajahnya. Akan tetapi tidak dengan Putri yang baru saja datang bersama dengan Airlangga. Wajah mereka berdua langsung berubah warna.
,🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍