Marwah Jingga

Marwah Jingga
Bab 6 Lamaran Sebelum Tidur


__ADS_3

Malam itu, Marwah pulang ke rumahnya dibonceng oleh Risma, sang sahabat. Dibawah cahaya bulan malam Ramadhan yang kesepuluh itu mereka tak berbicara sedikit pun seperti biasanya.


Marwah tampak tak bersemangat meskipun ia tidak kalah total. Benar kata orang kalau ia termasuk dalam golongan makhluk yang tidak bersyukur padahal ia pulang membawa hadiah yang lumayan jumlahnya.


Sungguh, ia ingin sekali bersyukur tapi mengingat kalau ia telah dicurangi maka hatinya kembali sakit dan sedih. Ia benci dengan ketidak-adilan. Sepanjang perjalanan itu ia menatap langit dengan ribuan bintang di atas sana. Dalam hati ia bertanya pada sang pemilik alam, kenapa kehidupannya selalu seperti ini. Tanpa sadar ia terisak lagi. Ia pun memukul dadanya dengan pelan. Membujuk hatinya untuk bersabar.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah sederhana dengan penerangan yang juga tak seberapa itu.


"Makasih banyak ya Is. Besok aku traktir kamu makan durian ya," ujar Marwah saat ia sudah turun dari motor matik sahabatnya itu.


"Alhamdulillah. Akhirnya kamu mau bicara juga. Kamu harus senang dong. Gak semua yang kita harapkan bisa kita dapatkan sayang. Dan bisa jadi yang diberikan Allah ini adalah yang terbaik untukmu." Risma pun membalasnya dengan sedikit tambahan nasehat supaya sahabatnya itu bersyukur dan juga bersabar.


"Makasih banyak ya Is. Aku jadi lupa bersyukur pada Tuhan. Padahal hadiah harapan 1 saja sudah sangat besar. Ya Allah, Astagfirullah. Ampuni hamba." Marwah tersenyum meringis. Ia benar-benar bersyukur mempunyai sahabat seperti Risma.


"Makasih Is. Kamu sudah mengingatkan aku untuk bersyukur."


"Ya Allah, kamu sudah mengucapkan terimakasih sampai gak kehitung hari ini. Udah ah, aku capek. Besok saat berbuka ingat duriannya ya." Risma pun menghidupkan mesin motornya bersiap untuk pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


"Maaf ya gak mampir lihat ibu. Salam aja. Udah ngantuk banget nih padahal belum tarwih. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Marwah memandang kepergian sahabatnya itu dengan perasaan yang cukup bahagia. Sekali lagi ia merasakan syukur karena telah diberikan seorang sahabat yang baik seperti Risma.


Marwah memasuki rumahnya dengan langkah pelan. Ia takut menggangu tidur dan istirahat ibunya. Jam di dinding triplek rumahnya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dan ia benar-benar berharap kepulangannya yang sangat larut ini tidak membangunkan ibunya.


"Alhamdulillah, ibu benar-benar sangat lelap malam ini" ujarnya dengan senyum diwajahnya. Ia sudah berganti pakaian dan mendapati ibunya belum juga terbangun. Ia pun naik di tempat tidur dengan sangat pelan seraya menatap wajah sang ibu.


Kerutan diwajah ibunya semakin tampak, mungkin karena bobot tubuh perempuan itu semakin menurun disebabkan penyakit yang sedang dideritanya.


Ibu, semoga engkau panjang umur. Semoga Allah mengangkat penyakitmu. Maafkan aku karena tidak membawa pulang Juara 1 yang aku janjikan.


"Ibu, maaf karena sudah membangunkanmu."


"Alhamdulillah, kamu sudah pulang Wa'."


"Iya ibu, tidurlah lagi. Ini sudah sangat larut."

__ADS_1


"Tidak nak. Ibu sudah lama tidur. Sekarang ibu ingin bertanya padamu, bagaimana lombanya?"


"Alhamdulillah dapat juara 4 ibu. Ada hadiahnya banyak. Aku bisa membelikan makanan yang enak-enak dan bergizi untuk ibu."


"Alhamdulillah. Semoga kamu makin sukses nak. Ibu sangat senang sekali."


"Iya ibu. Aamiin ya Allah. Sekarang ibu tidur ya," ujar gadis itu seraya memperbaiki letak selimut Ibunya. Ia kemudian berbaring disamping perempuan itu untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sungguh hari ini ia sangat lelah. Lelah lahir dan batin. Ia ingin segera tidur dan besok, ia akan mengganti gaun Risma yang telah rusak.


"Wa' paman Mail tadi datang. Ia datang untuk melamar mu untuk putranya nak." ucap Saidah dengan dibalas oleh dengkuran halus sang putri.


"Oh, kamu sudah tidur ya? Ya udah besok saja kita bicarakan lagi." Perempuan itu pun menutup kelopak matanya dan berdoa semoga mereka bisa bangun saat makan sahur tiba.


🌻🌻🌻


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2