
"Kamu yang sabar ya sayang, banyak berdoa. Insyaallah ibumu baik-baik saja." Sasmita mengelus lembut punggung sang menantu agar bisa lebih tenang dan tidak khawatir berlebihan.
"Iya Ma. Makasih banyak udah ada disini mendampingi kami, hiks," ucap Marwah seraya menyusut air matanya.
"Eh, kamu putriku dan Idah adalah saudara perempuanku. Jadi tentu saja kami semua ada disini. Dan ingat ada begitu banyak penderita kanker serviks yang sembuh setelah pengangkatan serviks nya."
"Jadi, kita serahkan pada Allah saja sayang agar hati tenang dan lapang dalam menerima cobaan yang Ia berikan."
"Iya Ma, Bismillahi tawakkaltu alalallah la Haula Wala quwwata Illa Billah," balas gadis itu seraya mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Ia menyusut kembali airmatanya kemudian meminum air mineral dingin yang diberikan oleh suaminya tadi.
"Wajahmu pucat nak. Pasti kamu kurang istirahat selama menjaga ibumu di sini ya?" tanya Sasmita dengan pandangan lurus ke wajah menantunya.
"Ah tidak kok Ma. Aku banyak tidur selama disini cuma aku kasihan sama mas Putra saja, udah berhari-hari disini dan belum pulang. Aku takut ia bosan Ma."
"Ya gak apa-apa, dia kan suamimu. Mama jamin ia tidak akan merasa bosan. Kalian harus selalu bersama dalem keadaan apapun itu. Sedih maupun gembira."
"Iya Ma. Terimakasih karena sudah melahirkan anak laki-laki yang sangat baik dan penyabar seperti mas Putra."
"Iya, itu karena anakku itu sangat mencintaimu sayang. Jadi ia rela melakukan apapun asal bisa bersama denganmu." Sasmita tersenyum lalu membuka tasnya. Ia mengeluarkan beberapa bungkus susu yang tampak aneh dimata Marwah.
"Apa itu Ma?" tanya Marwah penasaran.
"Mama bawa ini untukmu sayang. Kamu bisa meminumnya sebelum tidur." Perempuan itu pun menyerahkan bungkusan itu pada sang menantu. Risma yang sejak tadi diam saja kini ikut penasaran dengan bungkusan dari ibu mertua sahabatnya itu.
"Minuman sebelum tidur, maksudnya supaya tidurnya nyenyak dan meningkatkan berat badan ya
tante?" tanyanya dengan wajah penasaran. Ia juga sangat berminat kalau itu susu yang dimaksud.
"Ini susu untuk Marwah dan Putra saja nak Risma. Belum cocok untuk anak gadis seperti kamu." Sasmita menjawab dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
"Oh gitu ya tante, kirain bisa untuk aku juga. Aku mau naikkan berat badan sih."
"Nanti juga kalau kamu udah nikah pasti badanmu akan naik pesat hehehe," kekeh Sasmita.
"Semoga saja sih. Tapi Marwah udah seminggu kok malah kurusan ya Tante?"
"Eh apaan sih. Siapa yang kurus. Lihat nih, aku malah merasa lebih berisi sejak menikah. Mas Putra selalu ngajak makan sih." Marwah menjawab seraya memperlihatkan lengannya yang ia rasa sudah sangat besar. Ia bahkan ingin mengangkat hijabnya untuk memperlihatkan dadanya yang ia rasa sangat berbeda akhir-akhir ini. Tapi seketika ia sadar kalau itu adalah hal yang memalukan dan merupakan rahasia pribadi dengan suaminya.
"Ah Iya. Sekarang sudah jam berapa ya? Apa mungkin operasi Bu Idah sudah selesai ya?" Sasmita melihat penanda waktu di pergelangan tangannya. Ia merasa kalau mereka semua sudah terlalu lama mengobrol.
"Gak tahu juga Ma, katanya sih 2-3 jam. lah kita disini kan belum cukup dua jam." Sasmita menatap kembali jam tangannya.
"Kalau kamu istirahat ya gak apa-apa tapi mama mau lihat kesana deh." Sasmita pun berdiri dari duduknya karena tiba-tiba merasa gelisah dan ingin menunggu Saidah selesai dengan operasinya.
"Tapi bagaimana kalau kita sholat duhur dulu ma. Mas Putra juga belum memberi kabar kalau udah selesai." Langkah Sasmita yang akan keluar dari ruangan itu langsung terhenti. Ia membenarkan perkataan menantunya itu.
Sementara itu, Abdillah yang mendampingi dokter Arisena masih memantau keadaan ibu Saidah pasca operasi selama satu jam di dalam ruangan itu.
Setelah operasi, pasien biasanya akan merasakan mual atau pusing karena efek samping obat bius. Untuk meredakan keluhan tersebut, dokter akan memberikan obat pereda mual atau anti muntah. Dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat pereda nyeri.
Setelah merasa keadaan ibu Saidah sudah sadar secara sempurna. Ia pun dipersiapkan untuk dibawa keluar dari ruangan itu.
"Nah ibu, semuanya sudah selesai. Alhamdulillah." Abdillah tersenyum seraya mengajak Perempuan itu untuk mengobrol.
"Hem, Alhamdulillah dokter," jawab Saidah dengan tatapan yang masih nampak kosong.
"Ya sudah, kita akan keluar sekarang." Dokter itu pun mulai mendorong ranjang pasien itu keluar dari sana.
Semua keluarga yang sejak tadi menunggu dengan gelisah langsung bernafas lega karena pasien yang ditunggu sudah berada di hadapan mereka dalam keadaan sadar dan membuka matanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah," ucap semua orang kemudian mengikuti kemana ranjang itu di dorong.
"Alhamdulillah, ibu Saidah sudah selesai kami bedah. Dan untuk sementara tubuh ibu akan terasa seperti mati karena pengaruh anestesinya. Tapi jangan khawatir. Beberapa menitan akan baik lagi kok."
"Dan untuk makanannya ibu Saidah belum bisa makan sampai ibu buang angin" lanjut dokter itu dengan senyum diwajahnya.
"Jadi kalau seandainya ibu sudah buang angin dan kebetulan juga ingin makan. Silahkan dicoba memberikan makanan yang berserat."
Pada beberapa kasus, pasien yang telah menjalani histerektomi mengalami sembelit dan infeksi saluran kemih. Oleh sebab itu, dokter akan menyarankan pasien mengonsumsi banyak buah dan makanan tinggi serat untuk melancarkan buang air besar. Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat pencahar.
"Terimakasih banyak dokter," ujar semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Ah ya sama-sama. Dan untuk memastikan tidak terjadi perdarahan, kami atau perawat akan memantau tanda-tanda vital ibu Saidah. Dan jangan lupa, besok pasien harus berjalan guna mencegah terjadinya penggumpalan darah di kaki atau deep vein thrombosis."
"Iya dokter, " ujar Marwah menyanggupi. Abdillah pun akhirnya keluar dari ruangan itu setelah berbasa-basi sedikit dengan para penunggu pasien.
"Pasien seperti ibu Saidah yang menjalani histerektomi abdominal, ia membutuhkan 2–3 hari rawat inap di rumah sakit," kata pria muda itu saat ada yang menanyakan kapan pasien tersebut bisa pulang.
Perlu diketahui bahwa va*gina pasien akan mengeluarkan bercak darah sampai sekitar 6 minggu setelah menjalani histerektomi. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk memakai pembalut.
Setelah 5–7 hari, pasien akan diminta untuk kontrol ke dokter sekaligus melepas jahitan. Umumnya, pasien membutuhkan waktu 6–8 minggu agar dapat pulih sepenuhnya setelah histerektomi.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1