Marwah Jingga

Marwah Jingga
Bab 53 Duh, Sakit Mas


__ADS_3

"Mas, Aaaaaakh sakit!" teriak Marwah tertahan. Rasa perih dan juga sesak ia rasakan dibawah sana saat pria yang dicintainya itu mengobrak-abrik istana yang selama ini dijaganya dengan sangat baik.


Tangannya sampai mencengkram kuat bahu suaminya yang sedang berjuang untuk memenangkan pembobolan ini.


"Ya ampun Marwah, kamu sempit sekali sayang, Aaargh," Putra ikut mengerang karena merasakan inti dirinya terasa tercekik dibawah sana.


"Mas, hentikan. Kumohon. Ini sakit sekali, hikss," keluh Marwah dengan tangis sesenggukan. Ia tak kuat lagi menahan rasa yang sangat menyiksanya itu. Putra langsung menghentikan aksi menyerangnya. Ia menatap wajah Marwah dengan perasaan bersalah.


"Sayang, maafkan aku. Sakitnya cuma sebentar kok," bujuknya seraya memberikan sentuhan-sentuhan yang mampu membuat istrinya itu kembali rileks. Setelah beberapa saat melakukan pemanasan kembali, ia pun melanjutkan serangannya yang sempat tertunda dan belum sampai ke puncak. Menit berikutnya, yang terdengar di dalam kamar yang sangat luas itu bukan lagi suara Marwah yang sedang merintih kesakitan. Akan tetapi, suara yang semakin memacu adrenalin seorang Putra Adam Wijaya.


Pria itu telah berhasil membawa sang istri menikmati indahnya kayangan. Sampai mereka berdua jatuh terhempas ke bumi dengan senyum puas diwajah mereka.


"Aku mencintaimu Marwah, sangat mencintaimu sayangku," ujar Putra kemudian menciumi seluruh wajah istrinya yang nampak sangat kelelahan. Marwah tidak sanggup lagi menjawab. Ia sangat kelelahan.


Putra bangun dari posisinya kemudian membuka paha istrinya. Ia tahu istrinya itu sudah tidak sanggup bangun untuk membersihkan dirinya sendiri. Sehingga ia sendiri yang mencari kain kecil dengan air hangat untuk membersihkan istana indah sang istri yang sudah membuatnya muntah-muntah karena rasanya yang sangat luar biasa.


"Mas, aku malu. Aku bisa sendiri," ujar Marwah seraya menutup kembali pahanya. Sungguh, ia masih sangat risih dengan perlakuan suaminya yang begitu sangat istimewa itu.


"Gak apa-apa sayang, istana ini adalah tempat yang sangat istimewa. Dan kamu pantas mendapatkan perlakuan istimewa." ujar Putra seraya mengelus lembut milik istrinya itu. Setelah itu ia menciuminya hingga membuat Marwah bagaikan teraliri arus pendek. Bulu kuduknya kembali meremang.


"Tidurlah, ini sudah sangat larut." ujar pria itu seraya menutup kembali paha sang istri. Selimut ia raih untuk menutupi tubuh istrinya yang polos. Setelah itu ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.


Akan tetapi tangannya diraih oleh Marwah, sang istri tercinta. Perempuan cantik yang sudah tidak gadis itu menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


"Makasih mas. Kamu luar biasa," ujarnya dengan wajah menghangat bahagia.


"Masih mau?" tanya Putra seraya melirik ke arah senjatanya yang mulai berkedut lagi. Marwah segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Gak mas, cukup. Aku lelah pengen tidur," jawab sang istri seraya menutup matanya rapat-rapat. Putra langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha, kenapa kamu selalu menggemaskan begini sih?" ujarnya kemudian mengecup kening istrinya lembut. Marwah tidak bereaksi. Ia takut membuka matanya dan melihat tatapan penuh hasrat lagi dari suaminya itu.


Sungguh, ia masih merasa sangat perih dan sakit pada bagian intinya. Putra pun meninggalkan istrinya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa percintaan yang cukup menguras tenaganya.


Setelah itu ia keluar dari sana dan naik ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang cukup banyak beraktivitas seharian ini.

__ADS_1


Sisa malam itu mereka lalui dengan tidur sambil berpelukan dibawah selimut.


🌻


Bunyi murottal pun mulai berbunyi dari arah Masjid di sekitar rumah besar dan mewah itu. Suara indah itu cukup bisa membangunkan semua makhluk untuk kembali beribadah kepada sang maha pencipta.


Putra langsung bangun dan segera ke kamar mandi untuk mandi besar. Ia ingat kalau ia telah berjanji akan pulang ke rumah ibu mertuanya saat subuh tiba. Setelah mandi ia segera memakai pakaian sholatnya dan berniat keluar dari kamarnya.


Ia sempat membangunkan Istrinya dan memberi tahu kalau ia akan melaksanakan sholat subuh di Mushola di dekat rumah sang istri.


"Mas, tolong bawa ibu kemari saja ya, sekalian mintakan pakaian aku juga." ujar Marwah yang masih berada dibawah gulungan selimut tebal di atas tempat tidur itu.


"Iya sayangku. Ucapanmu adalah titah buatku, aku berangkat ya, assalamualaikum." ujar pria itu kemudian segera keluar dari kamarnya.


"Lho? Putra? Kamu nginap disini?" tanya H. Ismail yang melihat putranya itu turun dari tangga.


"Iya Pa," jawab Putra. Pria paruh baya yang kebetulan akan ke masjid juga memperhatikan putranya dengan serius.


"Ada apa pa?" tanya Putra karena merasa tatapan papanya itu cukup membuatnya merasa aneh.


"Ah tidak. Apa istrimu menginap di sini juga?" tanya Haji Ismail.


"Ah iya Papa mengerti kok. Kamu nggak usah jawab."


"Iya Pa.Tapi aku nggak salat di masjid sini ya." "Kenapa?" tanya sang Papa penasaran. Masalahnya azan sudah berkumandang dan putra itu malah tidak ingin sholat di masjid.


"Aku salatnya di mushola dekat rumah istri aku Pa, soalnya aku meninggalkan ibu mertuaku di sana sendirian semalam dan aku mengunci pintu rumah dari luar Aku takutnya Ibu Ida bangun dan tidak bisa keluar dari rumah."


"Hahaha." Haji Ismail tertawa. Ia bisa membayangkan bagaimana kejadian itu semalam di rumah sang besan.


"Kalau begitu pergilah. Jangan sampai kamu terlambat salat berjamaah di mushola itu."


"Terima kasih Pa. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh." H. Ismail menjawab seraya ikut melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya menuju ke masjid.


Sedangkan Putra segera mengambil mobil yang ada di dalam garasi kemudian melajukannya ke arah rumah Ibu mertuanya yang berjarak sekitar 1 km.

__ADS_1


Setelah salat subuh di mushola. Putra pun kembali ke rumah Ibu mertuanya. Ia membuka pintu dan mendapati Ibu Saidah sedang duduk sendiri di ruang tamu.


"Assalamualaikum Ibu."


"Waalaikumsalam Putra. Kamu dari mana nak?" tanya Saidah. "Dan di mana Marwah? saya periksa kamar kalian tapi kosong saya pikir kalian meninggalkan ibu sendiri di sini."


"Maafkan kami Bu. Semalam aku tidak bisa tidur karena ranjangnya tidak cukup untuk kami berdua, jadi aku membawa putrimu untuk menginap di rumah."


"Oh begitu?" kata Bu Saidah tersenyum. Ia sangat mengerti akan kebutuhan pengantin baru itu Jadi ia pun tidak banyak bertanya lagi.


"Ibu bagaimana kalau kita ke rumahnya mama saja? Marwah juga meminta aku untuk membawakannya pakaian. Semalam kami tidak membawa apa-apa ke rumah." Saidah kembali tersenyum


"Oh iya nanti Ibu siapkan "


"Terima kasih Bu." Saidah pun berdiri dari duduknya kemudian memasuki kamar putrinya. Ia mengambil beberapa potong pakaian yang biasa digunakan oleh Marwah setelah itu ia pun ikut naik ke mobil Putra untuk menuju ke rumah besannya. Sesampainya mereka di sana matahari pun sudah agak tinggi. Kampung itu sudah terang.


Sasmita sangat senang melihat Saidah datang di pagi-pagi seperti itu. Ia pun menyambutnya dengan sangat gembira.


"Marwah, kok gak ikut?" tanyanya.


"Marwah sudah terlebih dahulu sampai Mita." Saidah menjawab sebelum Putra.


"Maksudnya?" tanya Sasmita lagi dengan wajah bingung.


"Semalam, mereka sudah menginap di sini," jawab Saidah dengan suara rendah bagaikan bisikan. Seolah-olah itu adalah rahasia yang perlu dijaga dan tidak boleh tersebar. Sasmita langsung tersenyum dan menata Putra yang sedang menunduk.


"Kamu udah berani menyembunyikan ini dari mama ya?"


"Ah Mama, kamu selalu ingin tahu urusan pengantin baru. Sudah ya, Aku ingin ke kamar dulu membawakan Marwah pakaian ini. Sepanjang malam ia tidak memakai pakaian Ma," ujar Putra sengaja memancing rasa ingin tahu sang mama.


"Oh ya ampun Putra!" Sasmita langsung memukul bahu putranya itu dengan perasaan malu.


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2