Marwah Jingga

Marwah Jingga
Bab 52 Hentikan Mas!


__ADS_3

Putra langsung melompat ke kamar mandi mendahului istrinya. Marwah sampai berteriak karena kaget. Pasalnya satu langkah lagi ia berhasil masuk ke tempat itu tetapi malah didahului oleh sang suami.


"Mas! Kok malah duluan masuk ke kamar mandi sih? Aku kan bau asem mas!?" teriaknya dengan suara yang lumayan keras dan bernada kesal.


"Hahaha!" Sekali lagi Putra tertawa. Ia memang sengaja mengerjai istrinya yang sangat cantik itu. Ia selalu suka melihat Marwah kesal dan akhirnya menjadi hiburan tersendiri buatnya. Padahal yang sebenarnya Ia lah yang merasa tubuhnya bau asem. Ia sungguh tak percaya diri berdekatan dengan Marwah di malam yang sangat bersejarah ini. Pria itu mengabaikan teriakan istrinya. Ia terus saja masuk ke kamar mandi kemudian membanting pintunya. Ia membuka pakaiannya dan melemparnya di tempat keranjang cucian.


"Hum, segarnya," ucapnya di bawah guyuran air shower. Tak henti ia tersenyum karena sangat bahagia. Baru kali ini bisa berdua dengan istrinya di dalam kamar tanpa ada orang lain.


Malam ini ia sudah membayangkan akan membuat Marwah berada di dalam kuasanya. Untuk itu ia harus mengecek kebersihan tubuhnya dan juga kesiapan senjatanya. Tangannya mengelus inti dirinya yang sudah ia bersihkan sejak di ibu kota.


Aaaa, dengan membayangkan Istrinya itu saja sudah membuat bagian dari dirinya itu langsung berkedut dan menggeliat dengan sangat garang.


"Oooh Marwahku sayang, kamu akan kubuat berteriak minta ampun malam ini," gumamnya dengan segala pikiran mesumnya. Ia tiba-tiba tersenyum tersenyum sendiri dan memukul kepalanya. Ia tak menyangka bahwa setelah menikah pikirannya betul-betul sangat kotor. Yang ia pikirkan hanya Marwah dan Marwah saja. Ia pun segera menyelesaikan mandinya setelah menggunakan shampo dan sabun yang sangat harum.


Setelah selesai mandi Ia pun keluar dari kamar mandi itu. Ia begitu kaget karena di depan pintu kamar mandi itu ia mendapati istrinya masih berdiri di sana dengan wajah kesalnya.


"Hey, kenapa?" tanyanya pada sang istri yang tiba-tiba saja terpaku melihatnya dengan tampilan yang seperti itu. Marwah memandangnya tak berkedip. Istrinya yang masih gadis itu begitu terpesona padanya dengan tatapan tak lepas dari bagian depan tubunya. Dada bidang dengan perut kotak-kotak impian semua gadis.


Pletak


"Awwww!" Marwah tersentak kaget karena kepalanya tiba-tiba terkena sentilan dari jari suaminya.


"Ih apaan sih mas? sakit tauk?!" Gadis itu menyentuh kepalanya dengan bibir mengerucut sebal.


"Lihat apa kamu sayang ku?" tanya Putra dengan wajah gemasnya.


"Ah gak. Permisi!" ujar Marwah dengan wajah berubah malu karena ketahuan memandang tubuh suaminya dan membayangkan hal yang tidak-tidak.


"Katanya aku bau asem tapi aku nggak dibiarin mandi duluan," gerutu Marwah dengan berpura-pura kesal. Putra tersenyum kemudian berucap, "Ya udah, sekarang giliran kamu Marwah sayang. Mandi yang bersih ya sayang. Yang harum supaya malam ini aku bebas memakanmu," bisik Putra di telinga sang istri. Marwah langsung merasakan kulitnya merinding tetapi ia berusaha mengabaikannya.

__ADS_1


Ia pun langsung masuk ke kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya dan menyaksikan kain seadanya untuk ia pakai mandi.


Di dalam sana yang melihat ada keranjang pakaian yang berisi pakaian suaminya yang dipakainya tadi. Ia pun menyimpan pakaian kotornya juga di situ.


Seharian membersihkan rumah dan menjamu tamu membuat tubuhnya memang terasa sangat lengket dan gerah. Tak salah kalau suaminya mengatakan kalau tubuhnya bau asem.


Marwah pun menghidupkan shower dan menikmati guyuran air dingin dari kran itu.


"Humm, segar banget," ucapnya dengan suara pelan ya benar-benar menikmati guyuran air itu ke seluruh tubuhnya. Ia tidak ingin berlama-lama di dalam sana karena ini sudah tengah malam. Ia takut kalau tubuhnya akan sakit karena tidak pernah melakukan hal yang seperti ini dalam hidupnya.


Setelah menggunakan shampo dan sabun yang cukup menyegarkan dirinya Ia pun keluar dari kamar mandi itu dengan hanya menggunakan selembar handuk putih.


Putra yang melihatnya dalam keadaan seperti itu betul-betul terpesona melihat istrinya yang sangat cantik dan sangat segar seperti itu.Ia pun menghampiri Marwah dengan langkah cepat. Sungguh, ia benar-benar sangat ingin menyentuh perempuan cantik itu.


"Mas, aku tidak bawa pakaian ganti," kata Marwah dengan suara rendah. Wajahnya tampak sangat bingung dan sudah merasa kedinginan di dalam ruangan kamar yang ber-ac itu. Putra tersenyum kemudian menghampiri perempuan cantik itu


"Aku sengaja membawa mu ke sini dengan tidak membawa pakaian ganti supaya aku yang akan menjadi bagian luarmu sayang," bisik Putra dengan suara yang sangat rendah ditelinga sang istri. Alhasil bulu kuduk Marwah langsung merinding dengan sempurna.


Marwah menutup kedua matanya merasakan hembusan nafas suaminya di wajahnya. Gelenyar aneh saling berkejaran dari seluruh pembuluh darahnya. Ia terbuai dengan kata-kata suaminya itu.


Putra pun langsung mencium kelopak mata itu satu-satu dengan penuh perasaan. Seluruh wajah istrinya diciumnya dan kemudian dia berhenti pada bibir istrinya yang sangat ia rindukan. Ia lalu menyentuhkan bibirnya di sana, mengulumnya dengan sangat lembut. Begitu lama ia mengeksplore nya kemudian melepaskannya


Hasratnya sudah mulai terbakar dengan sangat sempurna. Senjatanya dibawah sana sudah mengeras dan siap untuk bertarung.


"Aku sangat menginginkanmu sayang," bisiknya dengan suara bergetar lembut di depan wajah istrinya. Marwah tak tahu harus menjawab apa karena ia juga sangat menginginkan suaminya sekarang.


Tangannya ia kalungkan ke leher Putra kemudian tersenyum, "Aku juga sangat merindukanmu mas," ucapnya dengan berani.


"Benarkah?" tanya Putra dengan hati yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Iya mas. Aku juga sangat merindukanmu mas," ujar Marwah tanpa mau lagi menutupi perasaannya. Putra merasa di atas angin tangannya segera membuka handuk istrinya kemudian mengangkatnya ke tempat tidur.


"Mas, Aaaaaakh!" Marwah berteriak tertahan saat tubuh diangkat oleh suaminya dalam keadaan tanpa selembar kain pun di tubuhnya. Tangannya jadi bingung. Mau menutupi bagian yang mana padahal ia juga takut jatuh.


Akhirnya tangannya yang kanan memegang leher suaminya sedangkan yang kiri menutupi bagian dari tubuhnya yang masih bisa ia tutupi. Ia sungguh bingung sekarang. Putra mengabaikan kebingungan istrinya. Ia hanya tersenyum kemudian meletakkan tubuh Marwah di atas tempat tidur dengan sangat pelan.


Matanya berbinar bahagia melihat keindahan dari ciptaan tuhan yang ada di hadapannya. Marwah kembali berusaha menutupi dirinya dengan mencari selimut tetapi tangannya ditahan oleh sang suami.


"Jangan ditutup sayang, aku suka melihatmu seperti ini." ujar pria itu dengan tatapan penuh hasrat.


"Mas, aku malu," kata Marwah dengan pelan. Tangan kanan nya berusaha untuk menutupi dua squishy-nya yang sangat disukai oleh suaminya. Sedangkan bagian bawahnya sendiri ingin ia tutupi dengan tangan kirinya, akan tetapi Putra berusaha menahan lagi pergerakan tangannya itu.


"Jangan Marwah, jangan ditutup sayang itu sangat indah." Marwah semakin malu saja. Sedangkan suaminya dengan cepat membuka handuknya dan langsung menghampiri istrinya itu.


Putra mulai menyentuh tubuh istrinya dimulai dari wajah sampai keseluruhan tubuh istrinya. Marwah hanya bisa menggeliat bagaikan cacing kepanasan. Suaminya benar-benar memberikan sentuhan yang sangat memabukkan.


"Masss, aaah," dessahnya dengan sangat indah ditelinga suaminya. Gadis cantik yang sebentar lagi tak gadis itu semakin menggelinjang dalam kenikmatan. Putra sendiri sangat senang jika mendengar istrinya itu merintih nikmat dibawah kuasanya.


"Marwah, sayangku, bersiaplah. Ini mungkin sedikit sakit sayang," bisik pria itu dengan suaranya yang sangat berat. Ia sudah tidak sabar setelah melakukan foreplay yang lumayan bagus.


Hasratnya sudah ingin ia ledakkan di dalam istana yang sudah sangat siap menyambutnya.


"Mas, aku... Aaaaaah!" Marwah berteriak dengan cukup keras ketika senjata suaminya merobeknya dengan sangat kasar.


"Mas, hentikan! Oh tidak ini sakit sekali." Marwah menangis, ia memberontak dengan mendorong tubuh suaminya.


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2