
Siang itu, sebuah mobil nampak terparkir tak jauh dari kediaman Prapanca. Mobil yang dikendarai seorang laki laki itu berada disitu hampir dua jam lamanya. Mata laki laki itu selalu mengawasi gerbang yang tertutup rapat dengan pos penjagaan di sisi kanannya. Laki laki itu tersenyum miring dan melirik plastik berisi rujak yang dia buat untuk nona muda dirumah itu. Rujak yang sudah dicampur sesuatu itu akan dikemas sedemikian rupa agar tak mencurigakan dan terkesan membeli secara online. Laki laki itu pun mulai melakukan penyamaran. Dia mengganti jaketnya dengan jaket khas milik pengendara ojol dan memakai masker untuk wajahnya serta topi. Dengan semangat membara, laki laki itu keluar mobil dan beranjak menuju ke kediaman keluarga Prapanca dengan sebungkus rujak khusus di tangan kanannya.
"Misi pak.." Sapanya kepada dua penjaga rumah yang ada di pos penjagaan. Salah satu penjaga bernama Kusno keluar.
"Iya mas ada apa yah??" Tanya Kusno ramah tanpa mencurigai apapun.
"Apa benar disini ada yang bernama Mawar, seorang perempuan yang lagi hamil muda??" Tanyanya dengan sangat gamblang. Secara dia benar benar penguntit sejati.
"Benar, ada perlu apa yah mas??"
"Ini pak mau mengantarkan pesanan untuk Mawar, dia tadi pesan rujak.."
"Oh, ya sudah biar nanti saya yang sampaikan."
"Baik pak.."
Kusno pun menerima bungkusan rujak tersebut. Dia mau menanyakan pembayarannya namun tiba tiba ponsel di sakunya berdering. Dengan terpaksa dia pun merogoh saku dan mengambil ponselnya. Dia mengecek nama si pemanggil, terpampang nama tuan muda disana.
"Bentar ya mas, saya mengangkat telfon dulu.." Pamit pak Kusno dan dijawab anggukan oleh pria tadi.
"Hallo Tuan.."
"Iya tuan, non Mawar ada di rumah.."
"Baik tuan.."
"Apa??"
"Oke, oke baik tuan.."
"Iya tuan, nanti saya juga kasih kabar ke penjaga lainnya.."
"Baik tuan, siap.."
Klik, telfon pun berhenti.
Kusno manaruh ponsel disakunya dan dia melangkah sejenak ke arah ujung kiri gerbang dan
Bruuuk..
Pria itu membelalakan matanya. Rujak yang sudah diberi ramuan khusus itu dimasukan ke tong sampah oleh si penjaga rumah.
"Loh pak, kok di buang?? ini kan pesenan..."
"Maaf mas, tadi tuan muda rumah ini memberi tahu, setiap ada pengiriman apapun yang bersifat online, harus segera di buang.." Terang Kusno.Sontak saja hal itu membuat pria bermasker pun terkejut.
"Kok bisa pak??" Tanyanya heran namun hatinya penuh amarah karena rencananya gagal.
__ADS_1
"Ya bisa dong, selama tuan muda yang yang ngasih perintah, itu wajib banget harus dilaksanakan disini, oh iya, berapa tadi harga rujaknya mas??"
"Eh ehmm, dua puluh ribu sama ongkos pengirimannya pak.." Jawab pria itu gugup. Tapi dia tetap meneruskan aktingnya agar tak dicurigai.
Penjaga pintu pun merogoh celana dan mengambil dompetnya.
"Nih mas.." Ujar Kusno sambil menyerahkan selembar uang dua puluh ribu. Pria itu pun mereminya dan beranjak pergi.
"Aneh, ojek online kok gak pakai motor??" Gumam kusno dan dia kembali ke pos penjagaan.
"Brengsek, brengsek, brengsek..!!!!!" geram pria itu sembari memukul mukul stir mobilnya.
"Kenapa harus ada perintah aneh semacam itu?? apa Damar mengetahui sesuatu?? Tapi bukankah paket tadi pagi di terima dan di bawa masuk?? Oke kita tunggu saja hasilnya besok pagi, jika nggak berhasil, aku masih punya banyak cadangan cara mengambil calon istri saya.." Gumamnya sembari menampilkan senyum jahatnya. Dan tak lama kemudian dia pun melajukan mobilnya meninggalkan area rumah keluarga papanca
Disisi lain Kini Damar sedang dalam perjalanan pulang. Setelah mendapat info tentang obat dari dokter kandungan istrinya, hati Damar menjadi tak tenang dan dia memutuskan pulang lebih cepat menemui sang istri dan mennyerahkan pekerjaan berikutnya ke sang Asisten. Damar juga tak lupa menghubungi kedua sahabat baiknya untuk datang kerumah guna membahas mengenai pengiriman obat itu. Dia berencana menyelidikinya dan akan melakukan apapun kepada orang yang sudah mengusik keluarganya.
Melihat mobil tuannya berada di depan pintu gerbang, sang penjaga pun bergegas membuka pintu gerbangnya.
"Gimana mang?? apa ada yang ngirim sesuatu??" Tanya Damar begitu melintasi gerbang.
"Tadi ada tuan, sebungkus rujak, tapi sudah saya buang begitu mendengar perintah tuan muda.."
"Bagus, lain kali kalau ada pengiriman untuk istriku buang saja ya mang.."
"Baik tuan, saya juga sudah memberi tahu yang lain.."
Setelah masuk, Damar langsung mencari istrinya. Matanya berkeliling dan dia terkejut, istrinya sedang terpejam di sofa panjang dengan televisi yang menyala. Damar mendekat dan tersenyum menatap wanita jiwa raganya. Dan dia pun membungkuk kemudian.
Cupp..
Mawar yang sedang tidak tidur seketika membuka matanya saat keningnya merasa ada sesuatu yang menempel cukup lama.
"Papah??"
"kok tidur disini sih sayang?? nggak dikamar saja??" Tanya Damar yang kemudian duduk di sebelah istrinya saat istrinya bangkit dari rebahannya.
"Kalau di kamar tersiksa, nggak ada papah.." Ucap Mawar sembari langsung memeluk suaminya.
"Ya ampun, mamah seperti orang kecanduan saja, anak anak belum pulang??"
"Jam segini ya belum pah, kan biasa mereka pasti istirahatnya di kantor mamih, secara mamih kepala sekolah mereka, ya enak.."
"Duh istri papah kesepian dong.."
"Banget, pengin ikut ke kantor papah ya percuma,kasian papah nggak konsentrasi.."
"Ya udah, mulai besok papah sudah tugaskan Fiza menemani mamah, mamah bisa kan akrab sama Fiza??"
__ADS_1
"Ya ampun pah, sama mba Sisil aja bisa akrab apa lagi sama anak buah papah.."
"Oh iya mah, mamah hari ini menerima paket nggak??"
"Emmmm, tadi pagi ada sih pah, tapi aneh deh nggak ada pengirimnya. Tadi mamah taruh disitu terus ngilang barangnya nggak tahu kemana, padahal mamah mau tanya sama papah.."
"Tadi papah yang ngambil.."
"Loh kok bisa??"
"Iya lah, orang papah lihat, tahu nggak mah isinya apa??"
"Apaan pah??"
"Obat.."
"Apa.? obat.? obat apaan pah??"
"Obat untuk menghilangkan ingatan mah, sepertinya ada yang berniat jahat sama kita mah.."
"Astaga, yang benar pah?? Ya ampun.."
"Tadi dokter bilangnya gitu mah, untung mamah belum membukanya. Mana di dalamnya pake bawa bawa dokter Anita lagi.."
"Loh loh, kok tahu dokter kandungan mamah pah??"
"Namanya penguntit mah, pasti sudah tahu banyak tentang mamah atau papah.."
"Kira kira orangnya laki laki apa perempuan pah??"
"Belum tahu, tapi papah sudah punya rencana kok mah, siapa suruh main main sama papah.."
"Duh, papah memang suami terbaik deh, nggak sia sia aku dulu susah payah ngerawat si kembar. Bonusnya aje gilee, selalu bikij bahagia.."
"Ya udah mumpung anak anak belum pulang, kita ke kamar yuk, katanya pengin meluk papah, tapi sambil main ya mah.."
"Dih papah, ngga bosen?? kasian si kembar dalam perut nanti, diludahin terus??"
"Gimana mau bosen, orang mamah makin kesini makin enak, yuk ahh, mumpung anak anak belum pulang.."
"Papah nggak makan dulu??"
"Udah tadi.."
"Ya udah yuk.."
Dan suami istri itu pun beranjak pindah ke kamar untuk melakukan perang di atas ranjang..
__ADS_1
@@@@@