MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Paket..??


__ADS_3

Kluntang kluntang kluntang.. kluntang kluntang kluntang..


Sebuah nada telfon berdering cukup keras, hingga mengusik ketenangan tidur seorang pria yang semalam habis bermain solo dengan wanita khayalannya. Pria itu melenguh, dengan mata masih terpejam, tangannya menyisir ke sekitar mencari benda yang mengeluarkan nada berisik pengganggu tidurnya.


Dia segera mengangkat telfon tanpa mengecek siapa yang memanggilnya. Dan percakapan dalam telfon pun terjadi.


"Hallo.."


"Kamu baru bangun.?"


"Begitulah, ada apa.? jam segini gangguin orang saja.."


"Obatnya sudah sampai.?"


"sudah, Itu obat, ampuhkan buat nyuci otak.?"


"Ya ampuhlah, kamu tau sendiri tu obat beli dimana.."


"Iya deh aku percaya sama kamu.."


"kamu serius mau melakukan ini.?"


"Serius dong, Nggak pernah main main aku.."


"Apa kamu nggak takut.? Dia istri dari Prapanca loh.."


"Apa yang perlu aku takutkan, kita sama sama manusia. kehilangan harta.? bodo amat, yang penting aku bisa mendapatkan Mawar.."


"mending kalau cuma harta yang hilang., kalau nyawa, apa kamu siap.?"


"Demi mendapatkan Mawar, aku rela kehilangan apapun. Kamu tenang aja, aku akan bawa Mawar ke tempat dimana orang nggak bakalan tahu. Jangankan orang, semut pun nggak akan tahu daerah itu..."


"Kenapa kamu jadi mengerikan sih Luk.? Mawar nggak pernah berbuat salah loh sama kamu.?"


"Iya aku tahu, tapi aku yakin hanya Mawar yang mau menerimaku apa adanya, nggak kaya kebanyakan cewek lain.."


"Apa kamu nggga kasian sama orang tuamu.?"


"Loh kasian gimana.? bukankah mereka juga menginginkan menantu.? Tiap hari tanpa berperasaan mereka selalu menyuruhku mencari wanita terhormat, bahkan mereka juga menyuruhku cari wanita yang seperti Mawar. Bukankah jika Mawar benar benar jadi milikku, mereka akan bahagia, nggak banyak mulut lagi.."


"Tapi jalanmu salah Luk, bukan dengan cara merebut istri orang.."


"Mau salah ataupun benar, yang pasti aku hanya ingin Mawar yang jadi istriku, aku hanya menginginkan Mawar, oke, nggak usah banyak protes kamu.."


"Luk, aku cuma mengingatkan, sebelum terlambat hentikanlah.."

__ADS_1


"Berisik amat kamu yah.? Atau jangan jangan, kamu punya rencana sendiri.? Jangan bilang kamu juga suka sama Mawar..?"


"Hahhaa mana ada cowok yang nggak suka dengan kebaikan dan kecantikan Mawar. Bukankah kamu tahu, Anak pemimpin juga sedang mengincar Mawar.? ingat, sainganmu bukan hanya suami Mawar, tapi banyak, "


"Aku nggak takut, sebanyak apapun mereka, nggak bakalan aku mundur. Aku yakin, Mawar akan berakhir hanya dalam pelukan ku.." Jawab Pria itu sembari tersenyum licik dan mengakhiri obrolan telfonnya.


Sementara perempuan yang sedang menjadi bahan rebutan beberapa pria, sedang asyik mengendus dan menghisap bau asam yang keluar dari tubuh suaminya. Sedangkan sang suami masih setia dengan matanya yang terpejam. Bukannya dia masih tidur, namun dia hanya sedang menikmati perlakuan sang istri. Sang suami menoleh, Matanya yang terbuka sedikit membuat bibirnya tersenyum.


"Apa baunya masih enak mah.?" Tanya sang suami dengan suara khas orang bangun tidur.


"Bau badan papah selalu enak dan ngga ada lawannya pah.." Jawaban sang istri membuat suami terkekeh pelan.


"Sinih sih, papah pengin meluk mamah. Bangun tidur kalau nggak meluk mamah tuh kaya ada yang kurang.." Dan sang istripun mendekat.


"Pah..."


"Hmmmm.."


"Makasih ya.?"


"Makasih buat apa sayang.?"


"Semoga papah selamanya seperti ini, hanya ada mamah dalam pelukan papah..."


"Mamah cuma takut pah. Apalagi jaman sekarang, pelakor semakin berani dan tak tahu diri. Mereka ngga mikir kalau mereka juga perempuan.."


"Doain papah, semoga papah nggak tergoda dengan setan setan yang bernama pelakor. Bagi papah, kebahagiaan papah tuh sudah sempurna, papah nggak mau mencari kebahagiaan lain, kalau dirumah ada kebahagiaan yang sesungguhnya.."


"Tapi rekan rekan kerja papah juga mengerikan, kaya si Melda tuh kemarin, yang lebih parah dari Melda banyak ya pah.?"


"Yah, banyak banget lah mah, maka itu kan mah, untuk menjaga perasaan mamah, kalau ada kerjasama dan rekannya perempuan, papah tuh selalu mengadakannya di kantor dengan Bagas dan dua sekretaris papah. Papah nggak mau mamah nantinya mikir aneh aneh yang membuat kita salah paham dan hubungan semakin renggang.."


"Hehhe jika di pikir pikir, sepertinya mamah perlu bersyukur deh pernah di culik dan di sekap papah.."


"Kok bersyukur.?"


"Ya iya, berkat hal itu juga, Tuhan mengenalkan dan menyatukan jodoh mamah.."


"Hahaha iya ya mah, papah juga kadang merasa heran, jodoh kok bisa ngga terduga gitu loh datangnya..."


"Rumah itu sudah laku apa pah.?"


"Belum, padahal papah jual murah loh.."


"Mungkin pembeli tahu, kisah rumah itu gimana pah hehheh.."

__ADS_1


"Hahaha kayaknya mah, apa perlu di renovasi ulang mah.?"


"Di renovasi ulang juga buat apa, orang nggak ada yang nempatin.."


"Iya sih, mamah nggak bangun.? anak anak nanti nungguin loh.."


"Ini nih, yang berat, kalau udah dalam pelukan papah kok malas banget mau ngapa ngapain, pengin banget loh pah, seharian penuh meluk papah kaya gini.."


"Beneran.? ini ngidam atau memang keinginan mamah sih.?"


"Ngga tau pah, lagain sejak nikah mana pernah mamah punya waktu lama memeluk papah. Bukannya mamah nggak mikirin anak anak loh ya pah, cuma mamah tuh pengin banget sehari saja meluk papah tanpa mikir anak anak, tanpa papah mikirin kerjaan kantor, dan lain sebagainya. Pengin cuma ada mamah sama papah.."


"Ya udah nanti kita cari waktu buat pergi berdua gimana.?"


"Nggak enak pah, trus apa kata anak anak nanti.?"


"Ya nanti kita ngomong sama mamih, biar sama sama cari solusi, takutnya ini bagian dari ngidam mamah. Papah harus ngabulin dong, mamah kalau ingin apa apa atau ada keluhan apa apa, mamah ngomong yah.? jangan dipendam.."


"Gimana mau mendam, kalau suaminya terlalu baik kaya gini, semua perempuan juga pasti menginginkannya.."


"Ya udah untuk hari ini kita akhiri sampai sini pelukannya. Sudah siang, kasihan anak anak juga. sebelum beranjak, kasih papah cium dulu dong.." Dan kemesraan suami istripun terpaksa harus di akhiri.


Sejak Mawar hamil, Dian dan Dion sudah bisa belajar cara mengurus diri sendiri. Selain ajaran khas anak panti, Dian dan Dion juga ingin menjaga mamah dan calon adiknya tetap sehat. Maka itu mereka sekarang jarang protes tiap mamahnya terlambat membantu mereka.


Dan seperti pagi ini, mereka juga nampak rapi dengan seragam mereka.


"Mamah terlambat ya sayang.? Maaf ya.?"


"Nggak apa apa mamah, kan kita sudah gede.."


"Duh lupa, anak mamah memang sudah gede gede.." Ucap Mawar sembari mengecup pipi si kembar.


Saat mereka akan menuju meja makan, tiba tiba penjaga rumah masuk.


"Maaf non Mawar, ini ada paket.?"


"Paket.? paket apa mang kusno.? masa sepagi ini ada paket.?"


"Saya juga nggak tahu non, ini ojol yang ngirim.?"


"Ya sudah deh, biar nanti aku lihat, makasih ya mang.." Dan Mawarpun menerima paket itu dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya.


"Paket apa ini.? ngga ada nama pengirimnya lagi.."


@@@@

__ADS_1


__ADS_2