MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Sonya Anindita..


__ADS_3

Namanya Sonya Anandita. Perempuan cantik berdarah campuran. Hasil hubungan gelap dari seorang majikan dan pembantunya serta didikan orang orang sekitar yang selalu memandang rendah dirinya hingga menjadikannya sosok wanita kuat namun rendah kelakuannya.


Berbekal wajah cantik dan tubuh mulus terawat sempurna dan berbagai terapi khusus untuk menjaga area area terpenting wanita agar tetap mempesona, wanita itu berpetualang melabuhkan cintanya pada pria pria hidung belang yang ingin mencari kepuasan lebih yang tdak mereka dapatkan dari istri istri mereka.


Dengan sombong yang tak terhingga, dirinya adalah wanita hebat yang bisa menaklukan berbagai jenis pria manapun termasuk pria yang paling setia. Berjuta juta kepingan rupiah dia raih per malamnya. Tanpa dia peduli ada hati perempuan lain yang tersayat disetiap tawanya.


Sudah banyak wanita wanita tersakiti karena kehadirannya yang seperti pelet bagi kaaum lelaki. Begitu banyak laki laki menjadi gelap mata jika sudah terjerat cinta si gadis pendosa ini.


Namun sayang mungkin ini saatnya Tuhan memberi dia pelajaran yang akan memukul telak jalan hidupnya. Tuhan selalu punya rencana tersendiri untuk membalas hambanya termasuk manusia bernama Sonya.


Ting..


Sebuah pesan masuk dari sebuah ponsel disisi tubuh wanita yang sedang terbaring tanpa busana. Dengan malas tangan perempuan itu mencari ponselnya dan membaca pesan yang masuk.Senyumnya tersungging saat dia tahu nama si pengirim pesan.


tuan muda Damar. itulah nama kontak dari seorang pria yang akan menjadi targetnya.


"Akhirnya, kau menghubungiku tuan muda.." gumamnya. Dan dia pun membalas pesan itu.


"hai juga. maaf ini siapa yah?' balas nyonya pura pura.


Tak perlu menunggu lama tiba tiba


ting..


Tanda ada balasan pesan. Kembali senyumnya tersungging.


"Ini saya.."


"Saya siapa?"


"Saya yang tadi ada di pesta pernikahan.." balasnya. dan akhirnya berbalas pesannlah Sonya dengan seseorang.


"Pesta pernikahan? pesta yang mana yah?" Sonya terus berakting.


"Masa nggak ingat. yang naruh nomer ini ke dalam saku jass saya.."


"Oh, tuan muda Damar ya? maaf tuan, saya nggak ingat.."


"Nggak apa apa, saya ganggu nggak nih?"


"Oh, enggak tuan, nggak ganggu kok, malah saya seneng, kebetulan saya belum ngantuk.."


"Oh ya syukurlah.."


"Ngomog ngomong anda lagi ngapain tuan? apa anda tidak takut istri anda tahu tuan berkirim pesan sama perempuan lain?"


"Tenang saja, istri saya sedang tidur, apalagi sejak kehamilan dia. tidurnya cepet.."


"Oh gitu ya tuan? ya syukurlah. tuan nggak ikut tidur?"


"Kalau aku tidur, ntar aku nggak bisa kirm pesan sama kamu dong.."


"Oh iya, hehe. ngomong ngomong ada apa nih tuan?"


"Ada apa? maksudnya?"

__ADS_1


"Ya maksudnya tuan berkirim pesan sama saya, kira kira ada maksud apa? apa ada yang bisa saya bantu? aku bisa loh bantuin tuan..?"


"Bantuin? yakin?"


"Yakin lah tuan. Apa lagi itu menyangkut dengan tuan muda Damar, dengan senang hati saya mau bantu.."


"Contohnya bantuinnya apa tuh?"


"Ya terserah tuan maunya apa, mau bantuan sekedar untuk menemani minum kopi bisa. Mau bantuan untuk menemani jalan jalan juga bisa atau bantuan yang bisa bikin tuan bahagia juga bisa.."


"Bantuan yang bisa bikin saya bahagia? contohnya?"


"Contohnya, emm masalah ranjang mungkin. hehhe"


"Hhahhha, masa sih?"


"Iya lah tuan, kali aja loh ya, aku cuma bilang ke tuan doang loh, nggak ke yang lain.."


"Ya jujur siih, akhir akhir ini aku kurang bahagia jika berhubungan sama istri saya, apa lagi dia hamil. makin susah.."


"Sebentar lagi kena kau tuan Damar.." ucap sonya dalam hati sembari tersenyum miring.


"Tapi, apa tuan mau sama saya? saya kan nggak secantik istri tuan?"


"Kamu nggak cantik? kalau kamu nggak cantik buat apa aku diam diam berkirim pesan kaya gini?"


"Hheeheh tuan bisa aja, apa menurut tuan, aku tuh cantik?"


"Iya, cantiknya kamu tuh sempurna, badanmu juga indah, tadi aja pas kamu berbisik, suara kamu sexy banget, bikin melambung.."


"Beneran, kamu memang cantik dari segi manapun, kamu sepertinya sudah mengenal saya yah? kok aku nggak tahu nama kamu?"


"Oh iya tuan, panggil saja saya Sonya. kalau tuan mah siapapun juga pasti mengenal tuan. jadi saya nggak perlu tanya kan?"


"Sonya, nama yang cantik, tapi orangnya lebih cantik."


"Hehehe tuan bisa aja, ya sudah tuan kalau tuan mau kapan ada waktu untuk bertemu?"


"Hem gimana kalau nanti aku hubungi lagi, aku juga belum lihat jadwal nih, ya sekalian biar aku punya alsaan yang tepat untuk istriku.."


"Oh gitu? baiklah tuan, aku selalu siap menunggu.."


"benarkah? wah aku jadi nggak enak nih?"


"Nggak enak kenapa tuan? nggak apa apa kok, demi bisa membahagiakan tuan, aku rela.."


"Bener?"


"Iya tuan.."


"Baiklah, ya sudah dulu ya? besok sambung lagi pas aku di kantor.."


"Baiklah, selamat malam tuan.."


"Selamat malam juga sonya cantik.."

__ADS_1


Dan berbalas pesan pun berakhir. Sonya tersenyum senang karena sebentar lagi akan mendapat mangsa yang sangat luar biasa.


Dan orang yang baru berbalas pesan dengan Sonya pun merassa bahagia. Bukan karena akan bertemu Sonya tapi selangkah rencananya sudah mulai terlaksana.


"Kelihatannya mamah puas banget nih?" tanya sang suami yang sedari tadi membiarkan istrinya berbalas pesan dengan wanita yang mengincar suaminya.


"Sebenernya jijik pah, masa perempuan kok nawarin diri tidur bareng? kenapa nggak mangkal aja gitu loh di pinggir jalan. meskipun sama sama haram. yang di pinggir jalan nggak pernah ada niat merusak rumah tangga orang."


"Yah namanya sifat orang kan beda beda mah, apa lagi dia kan terkenal dikalangan laki laki kelas atas.."


"Apa yang harus dibanggain pah, terkenal kok keburukannya.."


"Berarti mamah besok ikut ke kantor dong.."


"Ya harus, masa nggak ikut, mamah kan harus menjaga suami mamah juga. gila aja kalau tu ewek telfon papah, "


"Hhahaah iya sayang, kasih papah cium dong.."


Dan untuk beberapa saat bibir suami itu pun bersatu.


"Pah?"


"Humm.."


"Makasih yah.."


"Makasih apa mah?"


"Makasih buat cinta papah untuk mamah.." dan sang suami tersenyum sembari mengusap kepala sang istri.


"Papah juga terimakasih, mamah memberi papah kepercayaan yang lebih. jadi tiap papah jauh dari mamah papah tenang,"


"Ya harus tenang dong pah, selama nggak ada niat berbuat hal yang buruk.."


"Maka itu, makasih ya mah.."


"Pah.."


"Humm.."


"Papah nggak pengin?"


"Pengin apa mah?"


"Jenguk anak papah?" seketika senyum Damar terkembang.


"beneran boleh mah? papah kira mamah lagi nggak kepengin.."


"Ya boleh lah,"


"Oke, papah mau" Damar berpindah posisi dan dia mencium perut sang istri.


"anak anak, bersiaplah, papah datang.."


@@@@

__ADS_1


__ADS_2