MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Mangsa Baru..


__ADS_3

Suatu siang di sebuah cafe, Terlihat seorang pria yang sedang duduk menyendiri di salah satu sudut cafe sembari asyik berselancar dangan ponsel pintar di tangannya. Sesekali di sela sela kegiatannya di menyeruput kopi yang suhunya mulai mendingin. Pria yang wajahnya tak muda lagi namun terlihat masih segar karena postur tubuhnya yang terlihat terbentuk sempurna itu, tentu saja mengundang perhatian bagi pengunjung yang ada disitu. Terutama kaum perempuan. Wajah tampan dan badan yang atletis seakan menyembunyikan fakta kalau umur dia tak seperti yang mereka lihat.


Diantara perempuan perempuann yang diam diam memperhatikan pria itu, ada satu perempuan yang matanya langsung berbinar dengan pandangan yang sangat lapar menatap pria yang duduknya tak jauh dari tempat dia. Ditambah pria itu juga sepertinya tahu kalau dia sedang diperhatikan. Hal itu terlihat jelas dari sikapnya yang berkali kali melirik da mengulas senyum ke perempuan yang sedang menatapnya dari meja seberang.


"Ada mangsa baru nih, sepertinya dia pria kaya.." Gumam perempuan itu dengan senyum nakalnya ke arah pria tersebut.


Sedangkan pria itu pun merespon balik senyuman yang perempuan itu layangkan dengan tak kalah nakalnya hingga membuat perempuan itu beranjak dan mendekatinya.


"Permisi tuan.." sapa perempuan itu.


Pria itu pura pura kaget saat dia mendengar ada yang menyapanya.


"Ah iya, kenapa nona?" tanya pria itu sembari tersenyum denga manisnya.


"Apa saya boleh duduk disini? malu duduk sendirian tuan, tuh llihat semua berpasangan.." pinta perempuan itu sembari menunjuk tempat lain. Dan memang benar, pengunjung yang datang kebanyakan berpasangan. Pria itu tersenyum penuh arti.


"Baiklah, silahkan, kebetulan saya juga sendiri."


"Yess," ucap perempuan itu dalam hati.


"Sepertimyya tuan sedang menunggu seseorang?" tanya perempuan itu setelah mendudukan pantanyaa di kursi.


"Apa anda memperhatikan saya?" tanya nya sembari menaruh ponsel ke dalam saku jass nya.


"hlHeheh mmaf tuan, iya dari tadi saya memperhatikan tuan." jawab perempuan itu jujur.


"Benar, saya lagi menunggu rekan saya. Kalau nada nona? disini mau ngapain?" terangnya pria itu sembari bertanya balik.


"Saya juga lagi janjian sama temen, tau nih jadi datang apa engga, ngeselin."Rajuknya membuat pria itu tergelak.


"Tuan menunggu rekan bisnis atau?"


"Bisnis dong, kita janjjian mau ketemu disini, kebetulan saya lagi nggak ada jadwal ya sudah eh malah sampai jam segini belum datang."


"Loh kok bisa? emang janjianya jam berapa tuan?" Tanya perempuan itu sembari mencondongkan badannya di atas meja dan tentu saja mata pria itu langsung tertuju pada benda kembar yang terjerat baju ketat nan seksi yang dipakai perempuan itu.


"Harusnya jam segini, tapi kok ini malah dihubungi dari tadi nggak diangkat angkat." jawab pria itu sembari matanya melirik ke arah benda yang pastinya membuat sesuatu di daalam sana bangkit.


"Lihat langsung juga boleh tuan, nggak perlu curi curi gitu, hihii.." ucap perempuan dalam hati.


"Indah banget itu benda, duh nggak tahan." ucap laki laki itu juga dalam hati.


"Kalau dia nggak datang gimana? waktu tuan terbuang percuma doang?" tanyanya tanpa merubah posisi duduknya. bahkan dia memainkan selang plastik yang ada digelas es kopinya dengan sensual.

__ADS_1


"Aduuh ni cewek, bikin aku ngak tahan aja." umpat laki laki itu dalam hati. Terlihat banget dia semakin gelisah bukan karena takut, tapi karena sikap perempaun tadi yang benar benar mengundang hasrat.


"Nggak apa apa deh kalau dia nggak datang, kan sudah ada anda. Ngak k kecewa banget lah, seneng malah.." ucap pria itu dengan senyum nakalnya.


"Loh? kok malah seneng? itu sama saja, kehilangan pundi pundi uang loh tuan?"


"Hahha, uang saya nggak bakalan habis hanya karena gagal kerjasama, apa kamu mau uang saya?" tanya pria itu sembari meraih kopinya.


Binggo. Apa yang diharapkan perempuan itu akan segera terwujud.


"Siapa sih yang nggak mau dikasih uang tuan? apa lagi cuma cuma, nggak bakalan nolak lah.."


"Yakin? kamu mau uang saya? tapi nggak gratis loh?" tanya pria itu.


"Yah, kok nggak gratis sih? kirain mau ngasih cuma cuma.." tutur perempuan itu dengan mengerucutkan bibirnya membuat laki laki itu terkekeh gemas.


"Kan nona juga pasti tahu, nggak ada yang gratis dijaman sekarang ini.."


"Iya sih, emang bagaimana caranya tuan biar saya dapat uang dari tuan?" tanya perempuan itu pura pura tidak tahu.


"Menemani saya main? gimana?" perempuan itu pura pura berpikir.


"Main? main apa tuan?"


"Hehhe, iya tahu tuan, tapi saya takut.."


"Takut apa? takut ketahuan pacar kamu?" tebak pria itu.


"Bukan, saya nggak punya pacar, .."


"alah terus? apa yang kamu takutkan? apa ada pria lain yang..."


"Nggak ada tuan, udah hampir tiga tahun saya sendiri." kilah perempuan itu.


"Tiga tahun? wah sayang sekali.."


"Iya, tuan pasti nggak percaya."


"Hahha bukannya nggak percaya nona, wajar dong kalau saya ragu. Secara tubuh kamu indah banget, dan wajah kamu juga cantik, pria manapun pasti bakalan tertarik nona" ucap pria itu jujur.


"Tapi kalau saya nggak tertarik giimana? nggak semua laki laki harus saya respon kan tuan meski mereka tertarik sama saya?" dan nampaknnya ucapan perempuan itu masuk akal juga.


"Jadi? kamu tertarik sama saya dong?" dengan yakin perempuan itu tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya terlalu jujur hehhe.."


"Ngga apa apa, aku suka kok, jadi kapan bisa main?"


"Apa aman? nanti kalau istri tuan tahu bagaimana?"


"Tenang saja, istri saya nggak akan pernah tahu. Dan jika permainan kamu bagus, dengan senang hati uang saya akan mengalir membanjiri rekening kamu nona, bagaimana?"


'Ih tuan apaan sih, malu tahu, nanti ada yang denger.."


"Hahaa ok ok, tapi ngomong ngomong kita belum kenalan nona."


"Ah iya, terlalu asyik ngobbrol sampai lupa tanya nam. Tuan sih terlalu tampan jadi fokus saya teralihkan.." gombal perempuan itu


"Haha bisa aja, ya udah kita kenalan dulu yah, saya Yuda, Yuda Alfarizky, panggil saja mas, jangan tuan"


"Baik mas Yuda, saya Sonya, Sonya Anindita panggil saja Sonya." dan mereka pun berjabat tangan.


"Gimana? mau maen sekrarang?"


"Tapi gimana dengan rekan tuan? mungkin sebentar lagi datang?"


"Biarin, toh dia sendiri yang ngajak kerjasama, saya kan hanya pemberi dana, ayolah.."


"baiklah, dengan senang hati.." dan kedua orang beda jenis itu beranjak bersamaan.


Tanpa mereka sadari diantara pasangan pengunjung itu ada yang menatap kepergian mereka dengan senyum terkembang.


"kita bakalan dapat uang sayang? target masuk perangkap.." ucap laki laki pada perempuan di sebelahnya.


"benar, kita nggak pusing biaya nikah lagi, bagaimana reaksi anaknya yah kalo perempuan itu sekamar sama bapaknya?" sambung perempuan itu dengan girangnya.


"Bodo amat, yang penting tugas kita sukses, ya sudah kita lapor dulu sama tuan kita, ok.."


Dan sang perempuan mengaguk setuju.


@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? Seru tak? jangan lupa kritik dan sarannya ya? kritik dan saran juga termasuk dukungan buat Author loh....


...Sambil nunggu cerita ini up, gimana kalau reader juga baca karya ku yang lain. Yang pasti tak kalah seru. coba deh simak karya di bawah ini...


__ADS_1



__ADS_2