MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Mempertahankan Dan Menginginkan..


__ADS_3

Malam pun beranjak kian larut. Namun di sebuah rumah di salah satu kamar rumah mewah itu. Sepasang suami istri baru saja menuntaskan hasrat yang telah mereka pendam akhir akhirnya dengan kehadiran benih tercinta dari perjuangan cinta mereka.


Yah, malam ini Damar berhasil menyatukan belalai gajah disarang kesayangannya. Setelah belalai gajah itu berhenti menuntaskan aksinya, Damar seketika ambruk di samping sang istri dengan nafas yang masih menderu dan keringat bercucuran membasahi badannya. Sedangkan sang istri, dengan sisa tenaganya menggeserkan badannya biar lebih dekat dengan sang suami dan segera dia menyambar aroma ketiak berbulu milik suaminya. Tangannya melingkar erat di badan suami, matanya terpejam, namun hidungnya tak henti hentinya menghisap aroma asam yang menenangkan jiwa raganya. sang suami hanya terkekeh dengan kebiasaan baru istrinya. Dan dia juga sangat bangga karena semua yang ada di badan dia adalah sesuatu yang menjadi kesukaan istrinya.


"Mah kira kira anak kita lagi protes nggak ya.?"


"Protes gimana, orang mereka lagi tidur.."


"Bukan yang di kamar mah, tapi yang di dalam perut."


"Oh." Jawab singkat sang istri yang sekarang tangannya berpindah memainkan belalai gajah suaminya yang masih agak basah karena sisa ludah belalai gajah dan keringat.


"Mungkin kalau mereka bisa ngomong, mereka akan protes ya mah, papah, bukannya nengok ngasih duit eh malah cuma ngasih ludah ahhaha.."


"Ahhahaa sepertinya, tapi papah hebat ya, sekalinya bikin hamil langsung dua anak."


"Papah juga heran mah, padahal setahu papah, keluarga besar papih dan mamih, ngga ada yang mempunyai keturuan kembar. Tapi papah bangga juga sih, rumah jadi nanti semakin rame.."


"Papih dan mamih juga nggak kesepain menghabiskan masa tua meraka ya pah.."


"Iya mah, makasih ya mah, mamah bahkan mencintai semua keluarga papah, papah beruntung banget dijodohkan dengan mamah, tapi papah takut mah, semakin mamah dikenal, semakin banyak pria yang menginginkan mamah.."


"Hheheh, bagi mamah yang penting papah tahu, hati mamah hanya untuk papah.."


"Duh, manisnya, kasih papah cium dong..." Dan tanpa menunggu lama bibir merekapun bertemu sejenak.


"Mah, sepertinya papah akan merekrut beberapa orang untuk mengawal mamah deh.."


"Mengawal.?"


"Iya, untuk berjaga jaga jika mamah pergi tanpa papah.."


"Apa nggak merepotkan pah.? apa lagi yang ngawal otomatis laki laki, apa papah nggak cemburu.?"


"Ya kalau pengawal laki laki papah letakkan agak jauh dari mamah, tapi kalau perempuan akan menemani mamah kemanapun mamah pergi.."


"Tapi kan mamah jarang pergi pah, sekalinya pergi juga paling sama mamih dan papah kan.?"


"Ya ini buat jaga jaga aja mah, mamah mau yah.? papah nggak mau ada laki laki lain yang mendekati mamah kayak kei itu.."

__ADS_1


"Hahaa, duh papah masih cemburu yah.?"


"Iya lah, mana ada suami yang nggak cemburu kalau istri tercintanya di dekati pria lain, kalau bukan anak pimpinan, udah aku bogem tuhh anak tadi.."


"Hhhaha, terus, emangnya papah punya gitu perempuan yang akan menjadi pengawal mamah.?"


"Ada dong mah, orang dia kerja di kantor papah.."


"Sebagai apa sih.?"


"Itu, salah satu sekretaris papah. yang masih gadis.."


"Oh, mba Fiza.?"


"He em.."


"Dia kan hanya sekretaris pah, masa mengawal mamah.?"


"Jangan salah, dia tuh ahli bela diri. Gara gara keahlianya itu, dia belum mendapatkan jodoh sampai sekarang. Mungkin semua cowok berpikir seribu kali jika mau mendekati Fiza. kelihatanya aja, dia lembut. Aslinya mah kalau sudah emosi, duh, papah aja ngeri lihatnya.."


"Hhaahha masa pah.? ya udah deh mamah mau, yah itung itung buat nemenin mamah juga supaya nggak bosen di rumah. "


"Iya sayang, selama papah berbuat untuk kebaikan mamah, masa mamah tolak sih tanda cinta dari papah.."


"Duh, istri papah tuh yah bisa saja kalau bikin papah seneng, mah, belalai gajahnya boleh masuk sarang lagi nggak mah.? udah berdiri lagi tuh..?"


"Papah nggak capek.?"


"Nggak pernah ada kata cape mah kalau main sarangnya mamah, penginya terus gitu.."


"Baiklah, tapi inget, yang pelan, ada si kembar loh di dalamm.."


"Asiiiaapp..!!"


Dan ranjang itupun kembali bergetar oleh dua insan yang telah larut dalam hasrat yang menjulang.


Di lama yang sama, di rumah sang asisten yang memang hidup sendirian di kota, nampak begitu sunyi. Padahal di dalamnya ada dua manusia berbeda kelamin. Keduanya, nampak di liputi rasa canggung akibat perbuatan spontan yang dilakukan perempuan itu.


Rasa bersalah dan tak enak juga menyelimuti hati sang perampuan. Bagaimana bisa, dia bertindak sejauh itu kepada asisten kepercayaan bos di tempat dirinya bekerja.

__ADS_1


"Pak Bagas.." Panggil perempuan itu kepada pria yang sedari tadi diam dengan wajah yang sangat susah diartikan.


"Eh, Ehm iya, kenapa Za.?" Jawab Bagas gugup. bagaimana tidak gugup, pemuda kampung yang mendapata bantuan dari sang paman, untuk kuliah dan bekerja dikantor yang sama dengan pamannya itu tak pernah sekalipun berhubungan dengan perempuan menggunakan hati. Bukannya Bagas tidak normal, hidupnya hanya di hiasi dengan belajar belajar dan belajar guna mengangkat derajat keluarganya.


Kalau bukan karena bujukan dan bantuan iksan sang asisten Tuan kusuma yang merupakan pamannya. Mungkin anak itu masih berkutat hidup di kampung dengan segala keterbatasannya.


"Maaf, soal tadi saya.."


"Jangan dibahas, tidurlah dulu, istirahat. kalau memang kamu tak berani pulang.."


"Terima kasih pak.."


"Apa memang ibu tirimu selalu bertindak semaunya.?" Tanya Bagas pelan. dan gadis bernama Fiza itu mengangguk. "kenapa betah tinggal sama mereka.?"


"Nggak ada pilihan lagi pak, aku nggak punya keluarga lain.."


"Gajimu kan besar selama kerja di Prapanca.?"


"Percuma pak, aku tak bisa menikmatinya secara penuh. Buat bayar hutang yang entah kapan ada ujungnya.."


"Oh jadi karena itu, kamu dipaksa kawin, untuk melunasi hutang.?"


"Iya pak, apalagi ibu dapat tawaran yang membuatnya makin semangat menikahkan aku.."


"Kok bisa yah ada orang kaya gitu.?"


"Hmmm apes aku ya pak?" Tanyanya sembari tersenyum kecut.


"Ya sudah, mending kamu tidur sanah, besok kerja.."


"Tapi aku nggak bawa baju ganti pak.."


"Itu besok aja dipikirkan, sekarang istirahat saja, aku ngantuk.." Ucap Bagas sembari langsung beranjak. Padahal itu cuma alasan untuk menutupi gejolak hati yang sedang meletup letup akibat panyatuan bibir yang tak pernah dia pikirkan.


Dan masih di malam yang sama di tempat lain dalam sebuah kamar, Seorang Pria juga sedang bersolo ria menggunakan tangannya sambil berfantasi dengan menyebut nama perempuan yang fotonya terpajang memenuhi dinding kamarnya.


"Mawar.. " Racaunya sembari berkhayal hingga cairan kental putih keluar membasahi perut dan bulu bulu keriting di area bawah perutnya.


"Mawar, dalam khayal aja aku begitu ketagihan terhadapmu, apa lagi jika ini menjadi nyata. Kamu tunggu sebentar lagi yah, aku sedang mencari celah untuk membawamu kesini, akan aku pastikan, kau lebih bahagia jika bersamaku, aku jamin.." Racaunya sembari tangannya memainkan benda yang sudah mulai menyusut ukurannya.

__ADS_1


@@@@@@


__ADS_2