MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Cerita Bulu..


__ADS_3

Saat ini waktu sudah menunjukkan jam tiga lebih sedikit. Itu pertanda waktu telah beranjak sore dan beberaoa menit lagi jam pulang kantor akan segera tiba. Namun terlihat di dalam sebuah kamar yang tersedia di dalam kantor presdir, sepasang suami istri sedang melepas lelah dengan tubuh polos dan hanya tertutup selimut tebal.


Pertengkaran kecil yang terjadi beberapa jam yang lalu berakhir indah karena permintaan sang istri yang tidak akan pernah ditolak sekalipun oleh sang suami. Sang istri merebahkan kepalanya di tempat favoritnya yaitu dada bidang suaminya. Bagi dia tak ada tempat nyaman melebihi dada sang suami. Salah satu tangannya melingkar erat tubuh suaminya.


"Mah.." Panggil Damar.


"Iya pah.."


"Bulu ketiak papah dirapiin yah?"


Sang istri seketika mendongak dan menatap tajam suaminya.


"Jangan..! Bulu kesayangan mamah itu, papah jangan berani berani memotongnya." dan Mawar kembali merebahkan kepalanya di dada sang suami.


"Sedikit aja sayang?" Rengek Damar.


"Nggak boleh..! Kalau papah berani memotong bulu kesayangan mamah, belalai gajah dilarang masuk sarang mamah sebulan penuh.." Ancam Mawar.


"Astaga. Tapi bulu belalai gajah juga udah panjang dan berantakan juga, boleh dirapiin?"


"Nah kalau bulu ini mah boleh, tapi bulu ketiak dilarang keras.." Balas Mawar sembari jari jarinya memainkan bulu belalai gajah yang keriting kasaf itu.


"Ya udah gih rapiin.." Perintah Damar dan Mawar pun bangkit.


"Ada gunting?"


"Tuh dilaci meja yang itu.." Tunjuk Damar ke arah lemari dekat pintu kamar mandi. Mawar pun beranjak turun sejenak. Setelah mengambil gunting, dia kembali ke ranjang dan mulai merapikan bulu keriting disekitar belalai gajah suaminya.


"Pah.."


"Humm? apa sayang?"


"Papah sampai kapan mau perang terus sama mas Kei?"


"Jangan sebut namanya mah, papah nggak suka mamah nyebut nama laki laki brrengsek itu." titah Damar.


"Iya iya, maaf mamah lupa, mamah penasaran kapan perang papah dengan laki laki itu berakhir?"


"Sampai diia benar benar menyesal mah. Bener bener nggak ada malu malunya tuh orang.."


"Tapi kok dia udah nggak pernah kirim pesan lagi ya pah? kayaknya dia sudah mundur deh pah?"


"Mundur apaan, dia malah semakin menjadi mah. dan mamah harus benar benar hati hati. Sepertinya dia mau pake dukun untuk memiliki mamah.."


"Apa?" Mawar terkejut. Sejenak dia menghentikan acara potong bulunya.


"Iya, dia mau pake dukun." jawab Damar meyakinkan. Dia bangkit dan bersandar di dinding ranjang.

__ADS_1


"Kok ngeri banget sih pah. mamah jadi takut berhubungan sama dia lagi.." Ucap Mawar dan kembali melanjutkan kegiatannya yang terhenti tadi.


"Janggan panik, papah sudah punya rencana sendiri untuk menggagalkannya."


"Jangan janagan dia pake foto mamah pah? ahhh mamah nggak mau pah, mamah takut," Rengek sang istri kembali dia menghentikan sejenak potong bulunya.


"Jangan takut sayang, Papah sudah siap melawannya."


"Ya tetep takut lah pah, apa lagi ini main dukun,"


"Mamah percaya saja sama papah, papah tidak akan membiarkan laki laki itu berhasil dan bahkan papah akan perlahan menghancurkannya." jawab sang suami meyakinkan.


Sementara itu di tempat lain. Terlihat juga seorang perempuan sedang merebahkan kepalanya di dada seorang pria. Dan mereka berdua juga nampak polos, hanya ada selimut yang menutupi tubuh polos mereka. ymayang lebiih parahnya mereka bukan pasangan suami istri. Mereka hanya pasangan yang dekat sejak bertemu di cafe beberpa waktu lalu.


Sang pria tidak tahu kalau wanita yang baru saja berbagi keringat dengannya adalah perempuan langganan anaknya dan sang perempuan juga tidak tahu kalau laki laki yang sedang dipeluknya adalah ayah dari laki laki teman ranjangnya.


Yang mereka tahu mereka sama sama saling membutuhkan. Perbedaan usia tidak menjadi penghalang bagi mereka. Didalam pikiiran mereka hanya kesenangan tanpa batas.


"gimana mas?kecewa nggak dengan punya ku?" tanya perempuan itu. tangannya memainkan bennda kecil berwana gelap di salah satu dada laki laki yang sedang membelai rambutnya.


"Gila gila, bikin nagih tahu nggak punya kamu Sonya. kok bisa masih sempit banget sih?"


"Sekarang mas Yuda percaya kan? kalau aku tuh jarang banget disentuh.." bohongnya.


"Percaya sayang. dan terima kasih loh, kamu mau dengan pria tua sepertiku." ucap Yuda merendah.


"Emang aku nggak terlihat tua sayang?"


"Enggak, malah kamu terlihat tampan, apa lagi permainan kamu mas. Yang usianya muda aja nggak sehebat kaya tadi. Aku sampai keawalaahn meng8mbanginya mas.."


"Haha bisa aja kamu Sonya.."


"jadi gimana mas? mas mau mencari yang lain atau..."


"Ya enggak lah, mas akan menjadikanmu ratu dihatiku sayang."


"Lah terus istri mas Yuda gimana? aku takut nanti aku ditutduh pelakor lagi."


"Tenang aja sayang, istri saya tidak akan pernah mau tahu apa yang aku lakukan. Lagian dia juga punya brondong kesayangannya."


"hHhaha? kok bia sih mas? padahal mas Yuda masih hebat banget loh.." Aku Sonya dan dia bangkit langsung menatap wajah laki laki yang sedang tersenyum itu.


"Ya bisa lah, namanya juga selera sayang. Istri aku udah nggak selera sama aku ya udah, aku mencaari yang mau.."


"Heran aku mas. kalau aku jadi istri mas Yuda, bakalan bahagia banget aku." gombal Sonya.


"Bahagia?"

__ADS_1


"Iya lah, bakalan bahagia banget. Mas Yuda kaya raya, anggota dewan, usahanya besar dan ada dimana mana. dan masih hebat diranjang, aku nggak bakalan mu mencari laki laki lain. udah paket komplit."


"Hhahah bisa aja kamu sayang.." ucap yuda dan dia menarik tubuh Sonya kembali ke dalam pelukannya.


"Emang kamu mau jadi yang kedua?" tawar Yuda, kini tngan satunya sudah mulai merambat ke benda kembar milik wanita itu.


"Nggak apa apa jadi kedua asal selalu diutamakan.." balas Sonya dan dia mengecup dada bidang laku laki itu.


"Beneran?"


"Dari awal aku nggak bohong loh mas.." Ucap Sonya manja.


"Baiklah, baiklah, aku percaya.." ucap Yuda. Tangannya masih terus memainkan benda kembar milik Sonya.


"Jadi kapan kapan kita nikah mas?" pinta Sonya dengan tatapan memohon.


"Secepatnya sayang. Kamu bisa sabar kan?"


"Mana mungkin bisa sabar mas. Aku takut ada wanita lain yang merebut mas Yuda. Secara mas Yuda tampannya keterlaluan.." Rayu Sonya dan kembali dia mengecup dada Yuda berkali kali.


"Ughh menggemas kan sekali sih kamu sayang, mana mungkin aku bisa berpaling dari wanita seindah kamu. Kalau kamu jadi istriku, kamu harus siap tiap hari nggak pakai baju loh ya?"


"Dengan senang hati Mas Yuda sayang. Asal mas Yuda juga nggak perpaling dari aku.."


"Iya, aku janji. Ya udah kita main lagi yuk?"


"Dengan senang hati.."


Dan ciuman panas pun terjadi sebagai awal dimulainya permainan penuh gairah itu.


"Akhirnya aku dapat mangsa yang wow, nggak bakalan miskin aku.." Ucap Sonya dalam hati.


Dan di sisi lain, seorang pria muda sedang mengumpat penuh amarah. Dia tak mendapati wanita pelampiasannya di apartemennya.


"Dimana kamu Sonya??" Ucapnya sembari menghubungi nomer wanita tersebut namun tak ada respon sama sekali.


"Pasti lagi bersama mangsanya, menyebalkan.."


Umpatnya. Tanpa dia sadari gadis yang dia cari kini sedang memadu kasih dengan umpan baru yang tak lain adalah ayah kandungnya.


@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....


...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw, nih ada karya bagus dan romantis sangat....


__ADS_1



__ADS_2