MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Siang Santo Malam Santi..


__ADS_3

Ke empat pria itu terbelalak dengan hadirnya teman Fiza. Bukan hanya ke empat, tapi juga dua perempuan yang ada diantara mereka. Dan Damar juga selalu mengucapkan istighfar dan kata amit amit jabang bayi dalam hatinya karena istrinya lagi mengandung dan dia tidak mau anak anaknya punya kepribadian lain yang tak diharapkan.


Sementara teman Fiza, tersenyum sumringah berada disitu. Bagaimana dia tidak bahagia, dia kini berada diantara empat pria yang ketampanannya mampu memporak porandakan hati siapa saja termasuk dirinya. Apalagi jika memandang sang tuan muda, pesonanya sungguh bisa menimbulkan perang dunia bagi seluruh kaum hawa dan kaum sepertinya.


Wanita yang identitas aslinya adalah seorang pria itu, tak pernah bermimpi sekalipun dapat berada apa lagi menjabat tangan seorang Damar. Sungguh anugerah tersendiri yang akan dia pamerkan nanti kepada teman temannya.


"Za.." Bisik dia lirih.


"Humm? Apa?"


"Manusia kan terbuat dari tanah ya?"


"Iya, terus?"


"Tuan muda terbuat dari tanah sebelah mana sih? kok gantengnya bikin pengin pasrah?"


"Jangan genit kamu San.."


Sementara di sisi lain ada yang bisik bisik juga.


"Ya ampun Mit? Kita kalah telak.."


"Hihihii bisa yah mirip cewek banget. kakinya jenjang euy, ramping bangat kaya artis korea.."


"Kamu nggak takut Mas Aldi genitin dia?"


"Kalau doyan ya monggo.." Dan mereka pun tertawa kecil.


"Siapa nama kamu?" Tanya Damar, setelah beberapa saat tadi terjadi keheningan ketika wanita yang aslinya pria ini baru datang.


"Nama siang apa nama malam tuan? Jawabnya malah tanya balik.


"Loh emang apa bedanya?" Tanya Aldi heran.


"Beda tuan, kalau siang nama rumah, tapi kalau malam nama tenar.." Jawabnya dengan nada nada manja gimana gitu yang pasti membuat ke empat pria itu bergidik geli.


"Sebutkan saja semuanya? nama siang dan nama malammu?"


"Nama siang saya Santo tuan, tapi kalau nama malam Santi.."


Grrrr.. Seketika tawa mereka pun pecah begitu mendengarnya.


"Berarti enaknya manggilnya siapa nih?" Tanya Dika.


"Panggil Santi saja tuan, kan ini malam hari.."


Dan lagi lagi semuanya senyum senyum mendengarnya.


"Kamu tahu kan kenapa kamu di panggil kesini?" Tanya Damar.


"Tahu tuan, emang tuan muda mau minta bantuan apa dari saya?"


Dan Damarpun langsung menceritakan maksud dan tujuan dia serta rencana rencananya. Nampak Santo alias Santi itu manggut manggut tanda mengerti dengan apa yang tuan muda arahkan.


"Wah, bau bau pelakor ya tuan?" Tanyanya takjub.

__ADS_1


"Kenapa emang San?"


"Paling demen kalau ngasih hukuman sama yang namanya perebut. bikin gemes, pada nggak tahu diri, kita aja ya tuan, meski kita kaya gini, paling jijik dengan yang namanya merebut milik orang.."


"Emang didunia kamu juga ada gitu saling berebut pasangan?" Tanya Aldi.


"Ya banyak tuan. kalau sudah berhubungan sama nafsu tuh nggak pandang bulu, teman sendiri juga diembat.."


Dan semuanya nampak manggut manggut.


"Ya sudah, aku sudah kasih tahu semua rencananya kan? Untuk sementara kamu boleh tidur disini? berhubung kamu pria, kamu bisa tidur bareng ketiga pria ini.."


Tentu saja ucapan Damar membuat ketiganya melotot, sedangkan Damar terkekeh.


"Waduh, bisa bisa aku di keroyok tuan, kuat nggak yah aku?"


Dan ucapan Santi membuat ketiganya lagi lagi bergidik.


"Jangan mimpi kamu, yang perempuan asli aja ada nih.." Tunjuk Aldi kearah Mita.


"Eh kali aja pengin ngerasain yang beda.." Ledek Santi.


"Amit amit.." Jawab ke tiganya hampir serentak.


"Nanti Santi tidur sama saya saja tuan" Ucap Fiza membuat kening Bagas berkerut.


"Kamu nggak takut.....?" Tanya Bagas gantung.


"Udah biasa pak Bagas, malah aku sering tidur dirumah dia.." Bagas membelalakan matanya. Pikirannya pun mulai aneh aneh.


"Ya sudah, aku ke kamar dulu, kalian terserah mau ngapain, dan kamu Santi, jangan lupa tugas kamu.."


"Baik tuan, nanti aku akan menghubungi teman temanku.."


"Sipp, ya sudah aku permisi dulu ya.." Dan Damarpun beranjak menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Damar sudah melihat istrinya sedang berbaring sembari cemberut.


"Lama banget sih pah?" Keluh Mawar.


"Hehhe maaf sayang, kan kamu tahu papah lagi ngapain?" Jawab Damar yang segera melepas seluruh pakainnya. Bagi Damar, tidur tanpa berbusana demi istrinya tak menjadi masalah, toh dia juga saat masih sendiri selalu tidur tanpa sehelai benangpun. Atau paling tidak memakai celana kolor.


Begitu terbuka semuanya, Damar segera berbaring di sisi istrinya. Wajah cemberut Mawar pun seketika berubah cerah dan dia langsung menyambut tubuh suaminya ke dalam pelukannya.


"Tubuh papah memang paling tempat paling nyaman di dunia, tenang banget.."


"Semoga selamanya, papah bisa membuat mamah tenang seperti ini.."


"Aamiin.."


Dengan diselingi beberapa ciuman, sepasang ini melewatkan malam dengan berbagi segala cerita termasuk rencana sang suami untuk membasmi orang orang yang hendak mengusik keluarganya.


###


Tak terasa pagi pun menjelang. Kini Damar dan yang lain sudah berkumpul sejak habis subuh memantau cctv. Jika dugaan mereka benar, dipastikan orang misterius itu pasti akan datang lagi.

__ADS_1


Binggo..


Sesuai dugaan, tak jauh dari kediaman Damar, mobil yang sama terlihat sudah terparkir tak jauh dari kamera pemantau. Maklum saja, dipintu gerbang rumah Damar, ada lima kamera cctv terpasang dan yang ketiganya terpasang secara tersembunyi. Jadi walapun mobil itu kelihatannya jauh dari rumah, tetap saja dapat terdeteksi.


"Bagas, peralatan yang dibutuhkan sudah dikasih ke Santi?"


"Sudah tuan.."


"Santi, sudah siap??"


"Sangat siap tuan.." Santi begitu bersemangat, selain dapat imbalan banyak, dia juga dapat bonus bisa menatap pria pria bagaikan dewa dihadapannya terutama dewanya dewa, tuan Damar.


Sedangkan di dalam mobil, nampak seorang pria sedang bersiul sembari matanya mengawasi sebuah rumah.


"Aku yakin, pagi ini dia sudah meminum obat dari dokternya?" Ucapnya menyeringai jahat.


Dan tak lama kemudian. Sepertinya yang dia kira, nampak perempuan berkerudung dan bercadar mengendap endap keluar dari pintu gerbang. Perempuan itu agak menoleh ke kiri dan ke kanan, nampak kebingungan dan tak lama kemudian perempuan itu berjalan ke arah lain.


Pria itu menyeringai, dan dengan keyakinannya pria itu melajukan mobilnya mengikuti perempuan bercadar itu.


Dan hingga berada di tempat sepi, mobil itu berhenti menghadang perempuan itu. Perempuan itu heran, ditambah lagi sang pengemudi keluar dari mobilnya.


"Mau kemana nona?" Tanya pria itu ramah. Namun perempuan bercadar itu terlihat mengerutkan keningnya.


"Jangan takut, saya tidak ada niat jahat, sepertinya anda mau pergi??"


"Eh, em, saya mau keterminal tuan.." Jawab perempuan itu lirih.


"Boleh saya antar??"


"Apa nggak merepotkan??"


"Tentu tidak, dengan senang hati saya akan mengantar anda kemanapun.." Jawab pria itu antusias. pria itu segera membuka pintu mobilnya.


"Silahkan masuk.." Perintahnya, namun perempuan itu tak bergeming, dia masih kebingungan.


"Nggak perlu takut, masuk saja silahkan.."


Mau tak mau perempuan itu pun masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah pria itu. Setelah siap, dengan riang pria itu melajukan mobil itu namun entah ke arah mana.


Dan pada saat itu juga perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya sembari mengawasi gerak mata pria itu. Pria yang sedang angannya melambung tinggi itu bersiul siul sepanjang perjalanan, tanpa dia sadari tiba tiba


Cusss..


Sebuah benda runcing panjang menancap di lehernya. Pria itu kaget, matanya melotot.


"Aakhhh, apa yang kamu lakukan?" Pekik pria itu sembari memegang lehernya.


Dengan sigap perempuan itu membuka cadar dan kerudungnya dan tersenyum. Mata pria itu membelalak.


"Kamu bukan..." Dan pria itu seketika terkulai lemas dan terpejam.


"Kena kau..!!"


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2