
"Hallo.."
"maaf lagi agak sibuk niih, jadi baru bisa telfon.."
"Kenapa?"
"Baiklah. jam berapa?"
"oke, atur aja waktunya, nanti kamu kabari ya?"
"See you too.."
Klik.
"Puas?" Tanya Damar begitu telefon di tutup.
"Kok mamah cemburu ya pah, padahal yang nyuruh telfon mamah sendiri?" keluh mawar sembari membenamkan kepalanya dipangkuan sang suami.
"Hahah ya gimana lagi, katanya pengin memangsa ikan yang besar, harus banyak yang dikorbanin dong.."
"Emang nanti ngajak ketemuannya dimana?"
"Yang pasti di privat room lah mah, nggak mungkin di tempat terbuka. Tapi kalau di tempat terbuka juga diia bisa mengambil untung untuk menfitnah papah dengan menyuruh orang memotret kita berdua trus disebarkan kalau nanti papah terkesan sedang berselingkuh.."
"kok papah bisa tahu?"
"Itu cara klasik yang biasa digunakan mah, kalau di tempat tertutup paling nanti papah di ajak minum dan minumannya atau makananya dicampur sesuatu, Tapi sayangnya banyak istri istri terkecoh karena keburu sakit hati tanpa mau menyelidiki.."
"Iya ya pah, kok mamah nggak kepikiran sampai sana.."
"Tenang saja, papah sudah siapkan orang kok mah, karena kita belum tahu rencana Kei itu bagaimana. Apa hanya menjadikan Sonya umpan atau memang rencana mereka berdua. Kaya perempuan yang menghina anak kita, dia hanya umpan loh ya"
"Ah iya pah, apa saat ini Kei sudah tahu rencana kita papah?' tanya Mawar sembari menusuk nusuk gundukan yang ada di pangkal paha suaminya tempat dia merebahkan kepalanya.
"Hmm masih abu abu mah, tapi sepertinya dia belum curiga. Toh perempuan itu kan papah kirim ke Papua.."
"Kei juga belum meminta nomer ponsel mamah pah, cuma inbok terus.."
"Ya sudah ladenin aja semampu mamah. Itu jangan ditusuk tusuk gitu dong mah, nanti belalai gajah papah bangun.."
__ADS_1
"Hehhe, gemes pah.."
"Mamah bisa duduk dulu nggak, papah mau cari Bagas, kemana tu anak.."
"Lagi sama Fiza kali pah lagi makan, ini kan sudah siang.."
"Papah mau cek di ruangannya, bentar mah," dan Mawar pun menurut. Damar segera bangkit keluar ruangan. Di meja sekretaris tidak terliihat adanya orang. Mungkin mereka lagi makan siang karena ini memang jam istirahat. Damar pun bergegas menuju ruangan Bagas karena apa yang dia perlukan ada disana. Damar perlahan membuka gagang pintu. Namun seketika matanya membelalak. Dihadapannya sang asisten sedang berperang lidah dengan kekasihnya. Damar hendak teriak namun diurungkannya. Dia merogoh saku dan mengambil ponselnya. Dibukanya menu perekam video. Damar merekam kegiatan Bagas dan Fiza yang hanyut dalam gelora asmara dan tidak menyadari keberadaanya karena posisinya mereka merebahkan diri dan terhalang sandaran sofa.
Meski pakaian tampak masih rapi namun perang lidah itu terlihat semakin panas. Apalagi posisinya sangat menguntungkan bagi setan yang berbisik karena tubuh Fiza terkunci kungkungan tubuh tegap Bagas.
"Oh jadi ini menu makan siang yang baru?" Ucap Damar santai
Sontak saja suara Damar yang mengejutkan membuat perang lidah itu terhentii seketika.wajah Bagas dan Fiza mendadak pias dengan rasa malu tak terkira. mereka segera berdiri dan menunduk
"Bolehlah buat laporan om Iksan, beruntung aku punya bukti rekamannya.."
Mata keduanya langsung membelalak dan menatap ke arah Damar yang sedang memainkan ponselnya.
"Tuan, kami hanya.."
"Hanya apa Bagas? berlatih malam pertama? sepertinya aku ragu deh Gas kalau kamu tuh anak polos?"
"Tuan.."
"Bawa berkasnya dan kita bahas diruangan saya.."
"Baik tuan.."
Dan Damar pun keluar meninggalkan sepasang kekasih yang saling menyalahkan.
"Kamu sih pak? orang aku bilang jangan, malah nyosor aja.."
"Loh kok aku? kamu aja bilang jangan tapi menarik dasiku.."
"Aku kan narik nggak sengaja, lagian kalau bapak nggak maksa juga aku mau keluar, bapak pake ngancan ngancam segala.."
"Hais dasar wanita, pas enaknya aja diem, giliran nggak enak semua kesalahan dilemparnya ke lelaki, huu"
"Ya makanya jangan sama perempuan, sana main sam laki laki aja.."
__ADS_1
"Aku masih normal Fiza. Dah lah mending kita keruangan tuan muda, bisa berabe urusannya jika om Iksan tahu, bisa bisa aku dikirm balik ke kampung, gawat.."
Bagas segera mengambiil dokumen yang diperlukan dan bergegas menuju ruangan tuan muda, tak lupa, Fiza memngekorinya.
Apa yang di perkirakan Damar memang tak meleset. Sonya telah menyiapkan beberapa pil pembangkit gairah dan menyuruh orang orang pilihan untuk memuluskan rencananya. Dengan uang yanng dia dapat dari hasil menjarah pria pira kaya, dia mampu melakukan apapun yang dia kehendaki. Dan dibalik gerak geriknya, dia juga ada pelanggan kaya raya anak petinggi dan merupakan pengusaha muda juga. Siapa lagi kalau bukan Keinan alfarizky.
Kei adalah anak anggota dewan di negeri ini dan dia adalah anak tungal, tapi sayang jalan hidupnya tak semanis kesuksesannya.
Dari luar nampak keluarga Kei adalah keluarga yang baik bak saja, tapi yang sebenernya keluarga itu mempunyai masalah yang cukup rumit. Didepan mata Kei, ibu maupun ayah kei sering melakukan hubungan dengan orang yang bukan pasangan mereka. Kenyataan itu Kei terima dan jalani sejak dirinya masih kecil. Uang dan hasrat yang liar menjadi kan Kei kehilangan sosok yang tulus menyayangi dirinya. Bahkan wanita wanita yang pernah dekat dengannya pun selalu berakhir saat seorang Kei mengetahui tujuan wanita mendekatinya.
Berita Mawar yang sempat viral saat dituduh selingkuh dengan tuan Kusuma oleh anaknya sendiri membuat seoarang Kei takjub. Dia merasa Mawar adalah sosok yang tepat untuk dirinya Karena dilihat dari kisahnya Mawar benar benar gadis baik yang tak mengharap harta seedikitpun dari pengorbannya merawat dua bocah yang bukan anak kandungnya. Dari berita itulah seoarang Kei menjadi terobsesi dengan amawar karena kasing sayang yang Mawar tebarkan. sedangkkan Sonya adalah partner ranjang Kei yang dia kenal melalui temannya yang sudah berkeluarga. dari sanalah Kei melakukan penawaran kerja sama dengan seorang Sonya.
"Dimana nanti kalian ketemuan?" tanya Kei saat memakai pakaiannya sehabis pertempurannya dengan Sonya.
"direstoran tak jauh dari apartemenku, biar saat obatnya bereaksi aku nggak perlu susah susah nyari penginapan.."
Apa orang orangmu sudah siap?"
"Tenang saja. mereka sudah dilokasi dengan perannya masing masing.."
"Ya sudah semoga kamu sukses dengan misimu, ingat jika gagal jangan bawa bawa namaku?"
"Tenang saja Kei, apa kamu pernah lihat aku gagal?"
"Baiklah, setidaknya saat kamu gagal, aku juga masih punya cadangan rencana."
"Apa kau yakin akan melakukan hal yang lebih gila?"
"Demi mendapatkan Mawar, apapun akan aku lakukan, termasuk mengusik ketenangan Damar.."
"Mengerikan, tapi ya terserah kamu Kei, itu sudah pilihanmu.."
"Ya sudah aku pergi dulu, aku harus menemui seseorang.." Sonya hanya mengangguk.
"Siip"
@@@@@
Makasih, yang sudah mau membaca karyaku sampai sini ya? Dan tolong beri dukungan berupa Like aja nggak apa apa deh, biar penulis makin semangat melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
Dan dalam waktu dekat, Insya Allah akan meluncur karya baru lagi, ditunggu ya dan tetep tolong kasih dukungan, makasih