
"Hallo.."
"Apa?"
"Oke.."
"Baiklah, kalian tahu kan apa yang harus kalian lakukan?"
"Jangan lupa, pakai Santi lagi."
"Baiklah, aku percayakan tugas ini pada kalian."
Klik.
Dan sambungan telefon pun terputus. Sang penerima telfon hanya tersenyum miring kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Siapa pah?" Tanya seorang perempuan yang tangannya sibuk memotong mangga di sebelahnya.
"Biasa mah, Kei mau berulah. Di pikirnya dia sedang tidak diawasi apa." Jawab sang suami tanpa menoleh. Matanya fokus menatap layar kecil di hadapannya.
"Kok, nggak kapok sih pah tuh orang."
"Salah satu contoh orang egois ya kaya gitu mah. Dia nggak mau kalah dan nggak mau ngalah. Dia belum puas kalau ambisinya tercapai." Terang sang suami menghentikan pekerjaannya sejenak. Dia menghempaskan punggung di senderan sofa.
"Emang dia mau melakukan apa lagi pah?" Tanya sang istri dengan potongan mangga di piring dan bersiap menyuapi sang suami.
"Nanti juga mamah tahu." Jawab Sang suami dan seketika mulutnya menerima potongan mangga yang disodorkan sang istri.
Ya. Hari ini Kei telah bersiap diri dengan komplotannya. Dia yakin sekali kalau rencananya kali ini tidak akan pernah diketahui oleh orang orangnya Damar. Namun Kei salah pemikiran. Justru Damar semakin meningkat dalam pengawasannya. Bahkan sekecil gerakan apapun, orang orang Damar selalu memantau gerak geriknya.
"Kamu yakin, kali ini akan berhasil?" Tanya seorang perempuan yang terlihat sedang memakai baju.
"Aku yakin. Aku sudah mengecoh gerak gerik anak buah Damar. Biarkan saja dia berpikir, kalau aku pasrah dan nyerah." Jawab seorang pria dari atas ranjang.
"Ya sudah terserah kamu saja, aku akan kembali ke kamar papihmu. Dia pasti sudah pulang dari tadi."
"Harusnya kamu jangan menjerat papih, waktu bersamaku jadi berkurang."
"Ya gimana lagi Kei, aku kan juga butuh uang dari papihmu. Aku belum menemukan tambang uang yang lain. Kamu tahu sendiri, dengan Damar aja gagal. Padahal dia incaran utamaku eh aku belum ngapa ngapain sudah gagal duluan."
"Tapi kamu harus tetap aman loh, kamu jangan sampe kebobolan dan hamil. Ogah amat aku punya adik dari wanita kaya kamu."
"Kamu tenang aja, ya udah aku keluar ya, bye.."
__ADS_1
Sang perempuan mengendap endap menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar laki laki tadi.
"Bagaimana aku bisa terjebak diantara bapak dan anak begini? Apa karena aku terlalu cantik dan hebat di ranjang? Nggak kebayang kalau bapak dan anak itu menyantapku bersama sama. pasti seru." Gumam perempuan itu dengan diakhiri tertawa dengan penuh rasa bangga.
Dan petang pun datang. Kini waktu yang direncanakan Kei tiba. Terlihat di sebuah jalanan sekitar empat mobil bergerak mengikuti sebuah mobil mewah yang berisi sepasang laki laki dan perempuan. Entah mobil mewah itu sadar atau tidak, yang jelas pengendara mobi mewah itu terlihat biasa saja dalam melajukan kendaraannya. Padahal di belakang mereka empat mobil berwarna hitam benar benar mengintai mereka.
Dan kini mobil tersebut melantasi ruas jalan yang sepi dan tanpa penerangangan jalan. Entah mungkin memang seperti sudah di komando oleh seseorang, dua mobil yag mengikuti mobil mewah itu tiba tiba melaju lebih kencang dan menyusul mobil mewah yang jaraknya tak terlalu jauh. Dan begitu kedua mobil itu berada di depan mobil mewah itu, Kedua mobil itu tiba tiba berbelok dan melintang serta berhenti mendadak hingga mau tak mau mobil mewah di belakangnya juga melakukan hal yang sama berhenti mendadak di dekat kedua mobil itu.
Tentu saja penghuni mobil itu panik namun mereka tidak bisa melakukan apa apa dan sepertinya mobil itu terkepung dengan dua mobil di belakang mereka juga.
Secara bersamaan semua pengendara mobil itu keluar dan serentak melangkah menuju mobil mewah yang pengemudinya sedang ketakutan.
"Buka... !" teriak salah satu orang itu.
Pengemudi mobil mewah tak serta merta patuh akan perintah itu. Mereka terlihat sangat panik dan ketakutan. Apalagi di daerah tersebut begitu gelap tanpa adanya penerang lampu jalanan.
"Buka pintunya atau aku pecah kaca mobil kalian... !" Nentak salah satu orang itu lagi.
Dan mau tak mau pintu mobil mewah itu pun terbuka.
"Turun... !" Bentaknya lagi.
"Maaf tuan apa yang kalian lakukan? siapa kalian?" Tanya sang lelaki masih berada di dalam mobil.
"Baik. sayang ayo kita turun." Dan mereka pun perlahan turun.
namun saat kepala mereka baru keluar dari pintu mobil tiba tiba dua orang dari mereka langsung melakban mulut mereka dan menutup kepalanya dengan plastik htam hingga pandangan mereka semakin gelap dan tentu saja rasa takut pun seketika semakin mejalar pada diri mereka.
Kedua pasangan itu hanya bisa berusaha berontak namun orang orang itu nampak tak peduli.
"Diam atau nyawa kalian lepas dari raga kalian...!" dan tentu saja ancaman itu sukses membuat keduanya tak berkutik lagi.
Sepasang laki laki dan perempua itu dipaksa masuk ke dalam satu mobil dan dengan segera mobil mobil itu meninggalkan kawasa sepi beserta mobil mewah ditengah jalan.
Tak butuh waktu lama, kawanan tersebut kini berada di area yang sepi. Hanya ada beberapa bangunan yang sepertinya bekas sebuah gudang. Kawasan itu terletak tak jauh dari pantai.
Terlihat di salah satu bangunan seseorang turun dari mobil menghampiri dua orang yang nampaknya sedang berjaga.
"Bagaimana?" Tanya orang itu pada salah satunya.
"Mereka ada di dalam bos. Sudah kami amankan." Jawab salah satu dari mereka dengan sangat percaya diri.
"Bagus, bawa saya kesana."
__ADS_1
"Baik."
dan orang itu bersama dua orang laki laki melangkah menuju salah satu bangunan dan memasukinya.
Terlihat disana. Sepasang laki laki dan perempuan terikat disebuah tiang dengan kepala yang tertutup plastik hitam.
"Apa yang pria pentup mulutnya sudah dibuka?"
Suda bos.."
"Bagus.."
Dan saat dia sampai.
"khirnya kalian berhasil saya taklukan." ucap sang bos dengan bangganya menatap sinis kepada pasangan yang terikat dihadapnnya.
"Siapa kamu?" Tanya sang laki laki dengan suara menggelegar.
"Nggak perlu tahu siapa saya tuan. yang jelas malam ini saya akan menikmati tubuh wanita yang paling anda cintai di depan mata anda."
"Brengsek..!! kalau berani lepaskan saya, jangan jadi pengecut."
"Maaf kata kata anda tak berguna sama sekali dihadapan saya tuan muda."
"Sialan kau Kei..!!"
"Lepaskan ikatan perempuan itu pindah ke ranjang yang sudah di siapkan." Perintah Kei dan anak buahnya dengan sigap melaksanakan.
Sekarang perempuan itu benar benar terikat di atas ranjang. Perempuan itu hanya merintih lirih dari balik pembungkus kepalanya.
"Buka penutup kepala mereka" Perintah Kei dan denga patuh anak buah itu membuka penutup kepala meraka.
Kei yang sedari tadi tersenyum bangga tiba tiba senyumnya memudar menjadi rasa terkejut yang luar biasa saat melihat siapa orang yang dia tangkap.
"Kalian."
"Tamat riwayatmu Kei."
@@@@@
Nah loh Kei kei, kapokmu ki kapan to.?? Eh sambil nunggu Kei kapok, baca yuk novel yang bikin panas gelisah tak karuan.
__ADS_1