MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Sentilan Maut..


__ADS_3

Di Dalam sebuah gedung disuatu tempat, terlihat sesosok tubuh masih terpejam nampak belum sadarkan diri. Kedua tangan dan kakinya terlentang dan terikat dan dia nampak terbaring diatas sebuah busa dengan tubuh tak tertutupi dengan kain satupun.


"Euuggghhh.." Terdengar suara lenguhan dari sosok yang nampaknya mulai menyadarkan diri. Mata terpejamnya berangsung angsur terbuka dan mengerjap. Kepalanya sedikit pusing dan saat dia mau bergerak, nampak dia terkejut. Badannya tidak bisa digerakkan. Dia menoleh dan seketika matanya membelalak melihat tangan dan kakinya terikat. Dia juga baru menyadari kini tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi.


Dia lebih terkejut lagi ketika matanya menangkap sesosok tubuh yang sedang duduk tak jauh darinya menyeringai menatapnya.


"Kau..!!!" Gertaknya.


"Kenapa? kaget?"


"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku..!!"


"Lepaskan? Hhahaha.. Tak semudah itu Lucky Firnansyah.." Jawab orang itu menekan nama pria yang terikat.


Lucky Firnansyah, anak salah satu pengusaha pertambangan yang juga memilki nama yang cukup terkenal meski jauh di bawah nama Prapanca. Pria pendiam dan lebih suka menyendiri daripada berkerumun itu, kini sedang berhadapan dengan anak dari tuan Prapanca di sebuah ruangan.


"Cihh, kalau berani hadapi aku, Nggak perlu kaya pengecut, main ikat kaya gini.."


Mendengar gertakan seperti itu Damar hanya menyeringai.


"Hahhaha, lucu kamu Luk, Bukankah lebih pengecut kamu, yang mau bermain licik??"


"Aku bukan pengecut seperti anda tuan muda.."


"Kalau bukan pengecut, trus apa julukan bagi orang yang diam diam menyukai istri orang dan hendak merebutnya??"


"Bhhahhaa..!!! merebut? Siapa yang merebut? Aku hanya ingin menyelamatkan istrimu.."


Damar tergelak. Alasan yang konyol.


"Menyelamatkan istriku? kamu ngigau?"


"Ya benar. Menyelamatkan istri kamu dari hidupmu tuan Damar.."


"Apa aku lagi berbicara dengan orang gila? Astaga.."


"Anda yang gila, harusnya anda sadar, hidup istri anda sudah terbebani dengan anak anak anda, dan anda sendiri juga pernah menyekapnya, harusnya anda malu, dan tak selayaknya membuat hidup dia susah dengan menjadikan istrimu..!!!"


Damar mengernyit. Kemudian tawanya pecah.


"Hahha, aku benar benar lagi berbicara sama orang gila, haduhh, kok ada yah laki laki sepertimu? Apa kamu kekurangan wanita sampai kamu menginginkan istri orang?"


"Cihh, kamu tak layak jadi suaminya, tapi aku, hanya aku yang layak jadi suaminya tuan Damar..!!!!"


"Hahahaa, Gila euy, kamu sangat terobsesi dengan istriku? Astaga, kasian banget, Miris"


"Kalau emang iya, kenapa? hahaha, anda tahu tuan Damar, bukan hanya aku yang menginginkan istrimu, Ahhahaa.."


"Wajar, istriku cantik, baik, maka itu aku akan menjaganya dengan nyawaku.."


"Ahhaha yakin anda bisa? jika dia melupakan anda bagaimana?"


"Melupakan?"


"Ya, jika dia yang melupakan anda dan menutuskan pergi dari hidup anda? apa yang anda lakukan?" Tanyanya dengan senyum mengejek.


Damar mendengus, dia merogoh sakunya dan melempar sesuatu ke wajah Lucky. Seketika pria itu terhenyak dengan apa yang dia lihat.


"Ini..??"


"Apa kamu pikir istriku sudah meminum obat itu? Ahh kamu terlalu bodoh Luk, harusnya kamu pikir mateng mateng jika ingin mengusik istriku.."

__ADS_1


"Kau..!!!"


"Nggak perlu kaget. Aku yang menerima paket itu.."


Lucky terdiam, namun sorot matanya terus menatap tajam ke arah Damar. Tiba tiba dia tersenyum miring.


"Ahhh sayang sekali, cara pertamaku gagal.."


"Cara pertama?" Damar tercenung.


"Ya, cara pertama, jangan kamu pikir aku mempunyai satu cara saja untuk merebut istrimu.."


"Oh, ada cara lain? aku tak yakin kamu bisa melakukannya?"


"Apa aku perlu turun tangan untuk melakukannya? Cihh, aku juga punya otak.."


"Punya otak tapi tak digunakan dengan baik, Mirisnya.."


"Hahhaa justru aku menggunakannya dengan baik, bahkan lebih baik darimu.."


"Silahkan, gunakan otak kamu sebaik mungkin, tapi apa otak kamu akan tetap berguna jika obat itu masuk ke dalam tubuh kamu?"


Seketika tubuh Lucky menegang. Matanya membulat dan hal itu membuat Damar semakin tertawa keras.


"Takut??" Ejek Damar.


"Takut? sama kamu? hahha bukankah kamu yang takut tuan Damar, sampai mengikat aku begini?" Sanggah Lucky untuk menutupi rasa takutnya. Siapapun tidak ingin ingatannya lumpuh.


"Apa kamu sudah siap menerima hukuman dariku?"


"Cihh, paling cuma menghancurkan usaha orang tua ku, terlihat jelas kan siapa yang pengecut disini.."


"Apalagi, paling ujung ujungnya aku di jebloskan ke penjara.."


"Dan kamu berharap anak pemimpin negeri ini akan menolongmu?"


Deggg..


Lagi, Lucky di buat syok dengan apa yang dia dengar.


"Nggak perlu terkejut, aku sudah tahu semuanya, dan bahkan siapa yang ngirim obat itu, aku juga tahu.."


"Apa?"


"Ya, aku tahu apa rencana kalian berikutnya.." Ucap Damar sembari mengambil sesuatu dari saku bajunya.


Entah ini keterkejutan yang keberapa, mata Lucky membulat sempurna. Ponselnya kini berada di tangan Damar.


"Apa saking pintarnya, kalian juga akan memakai jalan dukun?"


Mulut Lucky terkunci. Sudah dapat dipastikan Damar membaca semua rencananya dan rencana teman temannya.


"Bahkan mau mengirim beberapa wanita untuk menjebakku, Apa kalian pikir akan semudah itu merebut istriku? Ingat. Mawar itu hanya milikku, dan sampai kapanpun Mawar hanya milik tuan muda damar..!!!"


Entah dapat kekuatan darimana, Lucky malah terbahak mendengar ucapan Damar.


"Jangan terlalu yakin, kita lihat saja sampai kapan Mawar akan bertahan disisimu tuan..!!!"


Damar memandang tajam pria tak tahu malu itu.


"Kenapa memandangku seperti itu? apa kamu sengaja melepas pakaianku karena kamu punya kelainan?" Ejek Lucky.

__ADS_1


"Ahh iya, aku lupa.." Ucap Damar dengan mata berbinar, membuat Lucky semakin menyeringai.


"Aku tahu, aku tampan, tubuh aku bagus, banyak yang suka.." Ucap Lucky dengan pedenya.


"Iya, memang banyak yang suka, termasuk..."


Damar menjeda ucapannya, dia memberi kode dan seketika pintu terbuka.


Mata Lucky membelalak ke arah pintu. Dia terperangah tak percaya melihat begitu banyak wanita masuk. Namun sayangnya itu bukan wanita sesungguhnya. Mereka Wanita palsu. Seketika wajah Lucky menegang.


"Apa yang akan kamu lakukan Damar??"


"Nggak perlu takut, santai aja, kenalkan? mereka semua bernama Mawar.." Ucap Damar sembari terkekeh.


"Jangan gila kamu..!!"


"Bukankah kamu sendiri yang bilang, kamu banyak yang suka? termasuk mereka, lihat cara mereka memandangmu?"


Seketika Lucky bergidig. Tatapan penuh hasrat dari wanita palsu itu membuatnya takut setengah mati.


"Apa kamu sudah siap menerima hukuman mengusik keluargaku??" Tanya Damar. Mulut Lukcy terkunci. Damar berbalik dan memanggil pimpinan dari kelompok itu.


"Santi, kamu tidak lupa dengan tugasmu??"


"Tidak tuan muda.."


"Apa?"


"Buat burungnya tegang dan sentil sekeras kerasnya secara bergiliran..!!"


Mata Lucky semakin membulat sempurna mendengar hukuman yang akan dia terima.


"Jangan gila kamu Damar..!!!" Teriak Lucky sembari menggerak gerakkan tubuhnya agar terlepas dari ikatan. Tapi sayang sekali ikatan itu terlalu kencang.


"Lakukan sekarang Santi..!!"


"Siap Tuan muda.."


"Selamat menikmati pestamu Lucky..!!" Ucap Damar sembari tersenyum jahat dan dia segera beranjak meninggalkan Lukcy dengan sekumpulan wanita palsu.


"Tuan muda, tolong, lepaskan saya tuan, tolong, ampuni saya, TUAN MUDA...!!!!!"


sayangnya Damar tak peduli dengan teriakan itu. Asisten dan kedua sahabatnya sudah menunggu Damar diluar gedung.


Dan beberapa saat kemudian dari dalam gedung terdengar.


"Aaakkhhh..!!!"


"Aduuhhh..!!!"


"Aaakhhh.!!!"


"Gila Mar, dia yang di hukum, kok aku ikutan ngilu"


"Aku juga sumpah, telinga disentil dengan keras aja sakit apa lagi itu, aduh.."


"Emangnya kalian doang, aku juga ngilu kali ngebayanginnya, kena gigi aja sakit, apa lagi di sentil hhahaa.."


Dan merekapun pergi meninggalkan seseorang yang sedang dihukum pusakanya


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2