MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Cantik Sih.. Tapi kok..


__ADS_3

"Kenapa kalian malah pada disini??" Tanya Damar begitu dia selesai dengan semua ritual bersama istrinya dan keluar kamar mencari keberadaan sahabat sahabatnya.


"Enakkan di sini Mar, adem.." Jawab Aldi.


"Halah kalian, alesan aja, Mita Sinta belum pulang.." Cibir Damar yang tahu paham betul maksud sahabatnya, kenapa lebih memilih duduk di pavilium daripada di rumah utama.


Jika diperhatikan, pavillium itu memang nyaman buat santai. Selain ada tiga kamar berukuran sedang, pavilium itu juga berada di tengah tengah kolam Ikan. Makanya Sinta dan Mita betah menempati kamar ini.


"Fiza, nanti kamu tidur di kamar sebelah sana ya? taruh aja barang barang kamu disana?" Tunjuk Damar.


"Baik tuan.."


"Gimana Mar? kok bisa sih ada orang iseng kaya gitu?"


"Ngeri amat yah Mar, Tujuannya apa coba?"


"Yang pasti tujuannya untuk mencelakai Mawar lah, membuat Mawar lupa ingatan.."


"Coba buruan cek cctv rumah kamu?"


Damar pun menyerahkan laptop yang di bawanya ke Aldi. Kemudian Aldi langsung membuka hasil rekaman cctv yang pastinya dengan petunjuk yang sudah Damar arahkan. Mereka memeriksa rekaman dari mulai subuh hingga sore ini.


Dilihat dari hasil rekaman, hanya ada satu orang yang nampak asing dengan gerak gerik mencurigakan. Orang itu memakai jaket ojol dan bermasker serta memakai topi. Dan dua kali orang itu mendatangi kediaman Damar. Dan yang membuat mereka yakin, jika benar benar itu ojol kenapa tidak ada motor disekelilingnya, yang ada hanya mobil mewah yang terpantau lumayan jauh tapi masih bisa tertangkap kamera.


"Gimana menurut kalian?" Tanya Damar setelah selesai menyaksikan hasil rekaman cctv.


"Berarti pelakunya laki laki? Apa dia menginginkan istrimu?"


"Kemungkinan begitu, aku sih yakin, apalagi sejak ada voting aneh kemarin.."


"Apa mungkin laki laki ini suruhan seseorang? bisa saja kan dia disuruh seorang perempuan?"


"Menurut aku sih nggak mungkin Dik, kamu lihat kan dia memakai mobil mewah, dan mobil itu tuh ada klubnya sendiri loh.."


"Tapi kan bisa saja yang menyuruh dia ada di dalam mobil Al??"


"Kalau memang dia suruhan orang, nggak mungkin dong dia naik mobil sesantai itu. Lihat gayanya, Aku yakin sih kalau dia mengincar Mawar.."


"Aku juga sependapat dengan Mas Aldi tuan, menurutku orang itu ingin non Mawar melupakan semua yang ada di rumah ini. Setelah non Mawar merasa asing di sini, bisa saja non Mawar keluar rumah dan pria itu membawanya entah dengan alasan apa.."


"Aku juga mikirnya gitu sih Gas.."


"Benarkan? ada yang mau mengusik rumah tanggaku? tapi aku yakin dia nggak sendirian, kamu tadi dengarkan kata dokter Gas, obat itu sengaja diracik khusus. Berarti ada orang lain yang membantunya.."


"Apa kamu mencurigai seseorang Mar?"


"Jujur sih, aku mencurigai anak pimpinan negeri ini.."


"Maksudmu Mar?"


"Kei, aneh aja loh, anak pimpinan itu tiba tiba menyapa Mawar di mall kemarin, padahal ada aku, tapi arah tatapannya tertuju pada Mawar, aneh kan??"

__ADS_1


"Tapi apa Kei punya mobil kaya gitu? dan sepertinya laki laki yang tadi kita lihat lebih tinggi dan lebih kurus dari Kei?"


"Mungkin orang itu ada hubungannya dengan Kei.."


"Lah terus rencanamu apa Mar?"


"Gini, rencana aku tuh begini.." Dan Damar menceritakan rencananya.


"Gila kamu Mar, kamu seriu? kok aku ngebayanginnya ngilu yah?"


"Aku juga Dik, Ih serem amat.."


"Apa nggak ada pilihan lain Mar? masukin dia ke kandang buaya atau gimana??"


"Cih, dia berusaha merusak mental istriku Al, ya aku juga harus bisa dong merusak mentalnya.."


Sedangkan Fiza malah senyum senyum mendengar rencana tuannya. Rencana yang aneh.


"Kenapa kamu senyum senyum Za? Ada yang lucu?"


"Rencana tuan muda aneh pak Bagas, tapi lucu.."


"Lucunya gimana? Bikin ngilu kali, nggak kebayang deh nyerinya, ighhhhh.." Dan ketiga laki laki itu hanya bergidik.


"Aku yakin sih, kalau pria ini besok akan kembali lagi.."


"Bener Mar, bisa jadi dia mikir obatnya sudah di minum Mawar, secara paket yang tadi berhasil masuk rumah.."


"Umpan gimana maksudnya Mar??"


Dan lagi lagi Damar menceritakan langkah langkah penjebakan untuk menangkap orang itu.


"Gila Damar, kamu serius??"


"Aku selalu serius, apa lagi ini udah mengusik istriku.."


"Kok aku makin ngilu yah, sialan kamu Mar, idenya mengerikan.."


Damar hanya tergelak melihat ekspresi ketiiga pria.


"Sekarang yang aku butuhkan adalah orang yang akan aku gunakan untuk menjebak orang itu.."


"Dika aja Mar, dia cocok.."


"Amit amit, aku waras kali.."


"Atau Bagas.."


"Aku lebih baik memilih mengundurkan diri Mas Aldi.."


"Hahhaah, siapa juga yang mau menggunakan kalian? aku cuma butuh usulan seseorang, atau mungkin kalian punya kenalan orang seperti itu?"

__ADS_1


Ketiga pria itu menggeleng tapi tidak dengan Fiza.


"Aku punya tuan, dia sahabat aku.."


Ketiga pria itu menoleh dan membelalak bersama.


"Kamu bersahabat sama orang orang seperti itu?"


"Iya Tuan Aldi.."


"Nggak jijik?"


"Jijik apaan tuan, justru berteman dengan orang orang seperti itu lebih menyenangkan dan nggak ada jaim jaimnya sama sekali, kalau membantu juga terlihat tulus.."


"Kamu punya kontaknya Za?"


"Punya tuan muda.."


"Ya sudah, coba kamu panggil, kalau bisa suruh dia datang malam ini, soal bayaran jangan khawatir.."


"Wah pasti dia mau banget tuan.." Jawab Fiza antusias.


"Ya sudah hubungi dia sekarang coba?"


"Baik tuan.."


Dan Fiza pun melakukan apa yang diperintahkan Damar, sedangkan Damar dan ketiga pria lainnya kembali membahas rencana mereka.


Beberapa saat kemudian.


"Dia bersedia tuan, katanya dia senang sekali dimintai bantuan oleh tuan muda.."


"Ya sudah pasti senanglah Za, secara Damarkan idaman semua jenis makhluk.."


Dan ke empatnya tertawa bersama.


Mereka kembali mengobrol ke hal hal lainnya. Hingga tak terasa malam pun menghampiri.


Setelah makan malam, mereka kembali ke pavilium untuk membahas lagi rencan mereka. Kini yang ikut gabung mereka bertambah, ada Mita dan Sinta yang beberapa jam lalu sudah pulang kuliah. Sedangkan Mawar bersama si kembar sedang mengajari anak anaknya mengerjakan PR. Tuan kusuma dan Airin yang awalnya kaget mendengar kabar tentang paket yang Mawar terima, setuju saja dengan ide Mawar. Tuan kusuma yakin anaknya akan melakukan hal yang terbaik untuk menjaga keluarganya.


Seseorang yang dihubungi Fiza pun kini nampaknya sudah datang, terlihat Fiza langsung beranjak menuju gerbang menjemput temannya itu.


"Gilaa, mimpi apa aku Cin, ketemu sama babang Damar, Pria tercakep sedunia akherat.." Ungkap orang itu dengan genitnya.


"Biasa aja kali san, jaga sikap, awas loh kalau nggak sopan.."


Begitu orang itu sampai, Ke empat pria itu ternganga melihat penampilan teman Fiza.


"Gillaa..!!! cantik banget.." Gumam Aldi.


"Cantik sih, tapi sayang.." Dika menjeda ucapannya sejenak sambil senyum senyum "berbatang.."

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2