MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Mimpi Kei Dan Keinginan Santi..


__ADS_3

Waktu pun cepat belalu dan hari ini adalah hari dimana seorang Keinan akan melasaknakan acara ritual untuk memenangkan hati istri orang di rumah paranormal yang dia percaya. Dia sudah sangat tak sabar ingin berada dan memeluk wanita pujaannya yang sudah jelas jelas milik orang.


Padahal saat ini sudah ada perempuan dalam pelukannya. Perempuan yang selalu menjadi pelampiasan hasratnya entah kenapa Keinan tidak menginginkannya? mungkin benar kata orang, tidak ada cinta dalam hubungan hasrat.


Wanita itu sedang ada diatas tubuhnya. bergerak naik turun menghentakkan sesuatu yang tegang masuk ke liang kenikmatan. Tapi dipikiran seorang Keinan, perempuan diatasnya adalah seorang Mawar yang sedang bemain dengannya. Benar benar pikirann jahat.


Hingga beberapa saat permainan penuh keringat pun berhenti dengan tumbangnya sang perempuan yang kali ini lebih agresif dan penuh gelora membara.


Perempuan itu tumbang dengan nafas yang tersengal sengal sedangkan sang lelaki nampak masih segar bugar. Meski pegulatan mereka hampir memakan waktu dua jam.


"kenapa kamu sangat semangat sekali hari ini?" tanya Kei.


"Entah Kei, mungkin karena sebentar lagi aku mau nikah dan kamu memiliki Mawar."


"Kamu nikah? sama Damar?" tanya Kei dan dia melingkarkan tanganya di perut perempuan itu.


"Bukanlah, tapi tambang uangku yang baru. Dia ngajakin nikah."


"Terus rencana sama Damar gimana?"


"Ya lanjut, kalau sudah mendapatkan Damar, hidupku baru tenang. Masa depan nggak khawatir lagi."


"Masih suka kirim pesan kan?"


"Masih lah, cuma dia lagi marah gara gara pertemuan kita gagal. Sepertinya dia benar benar sudah suka sama aku Kei. Meski pun marah dia tetep saja mau balas pesan yang aku kirim." ucap perempuan itu dengan sangat pecaya diri sekali.


"Ya sudah lanjutin aja. Harus berhasil, bila perlu bikin skandal yang membuat Damar mau tak mau harus menikahimu."


"Tenang saja Kei. Semua sudah aku pikirkan. Cuma ya itu, tiap mau ketemu tiba tiba ada aja kendalanya. Kamu mending sekali ketemu Mawar malah dapat apa yang kamu butuhkan."


"Hahah mungkin kita emang berjodoh, jadi Tuhan ngasih jalan mudah." Ucap Kei dengan bangganya.


Dan yah. Disaat mereka berdua lagi berkhayal tentang keberrhasilan mereka justru suami istri yang menjadi target mereka sekarang sedang bergembira tanpa harus berkhayal. Damar dan Mawar sedang berbahagia menikmati pagi dengan keluarganya. Seperti biasa acara sarapan di meja makan adalaah acara bercengkrama yang dijadikan sarana untuk membahas semua hal yang berhubungan dengan keluarga.


"Jadi kalian sudah siap menerima lamaran pacar pacar kalian?" Tanya Tuan Kusuma kepada tiga perempuan yang bejejer di meja makan. dan ketiganya mengangguk.


"Ya sudah nanti suruh pria pria kalian menghadap sama saya. Untuk uruana Fiza, biar nanti Bagas dan orang saya yang kerumah kamu. Kalau urusan Mita dan Sinta mah sepertinya tidak ada kendala. Orang panti sepertinya setuju setuju saja selama itu untuk kebaikan kalian beredua."


Dan ketiganya serentak mengucapkan terimakasih atas kebaikan Tuan Kusuma Prapanca.

__ADS_1


"Kandungan kamu gimana War? Nggak ada masalah apa apa kan?" tanya Airin.


"Alamdulillah dua bulan ini baik baik saja mih."


"Syukurlah. Apa masih suka bau asemnya Damar?"


"Hahah malah makin menjadi mih. Nggak cuma anaknya kayaknya mih, mamahnya juga." ucap Damar dengan bangganya.


"Jorok."


"Nggak apa apa, yang penting istri suka. Asal istri bahagia kan Damarnya ikut bahagia mih."


"Iya, mba mawar, sejak hamil malah terlihat semakin bahagia terus" Sela Mita.


"Gimana nggak bahagia, ada Dian dan Dion yang semakin pintar, ada calon bayi dan ada cinta mas Damar yang selalu besar. Apa lagi yang aku butuh kan coba?"


"Semoga suami suami kalian juga seperti Damar. Lebih baik menjaga rumah tangga meski banyak godaan." Saran tuan Kusuma. Dan kembali ketiganya mengangguk.


"Pah?" Kini Dion yang besuara.


"Iya sayang? ada apa?" jawab Damar.


"Kakak minta apa?" kini Mawar yang bertanya.


"Kaka pengin sunat, boleh?" semua mata terkejut dengan perrmintaan anak laki laki paling kecil dirumah itu.


"Ya boleh dong sayang. Emang Kaka sudah siap?" tanya Damar


"Yaa siap. temen temen kakak juga sudah banyak yang sunat pah."


"Iya pah, malah kata temen temen kakak, mereka dapat hadiah dan uang yang banyak banget." gadis kecil itu ikut berceloteh.


"Masa sunat hanya karena ingin dapat mainan dan uang sih kak?" tanya Sinta.


"Ya nggak apa apa, boleh kan pah?"


"Iyaa sayang boleh, nanti papah nyari tanggal yang tepat yah."


"Makasih papah."

__ADS_1


"Gimana nih pih, cucu minta sunat?" tanya Airin.


"Ya sudah kita rencanakan saja. Kita cari saja orang orang yang berkompeten di bidangnya."


"Duh anak mamah udah pada gede ternyata. Padahal mamah masih inget loh saat kalian pipis di baju mamah. Eh serakang kalian malah sudah pada mau punya adik." ucap Mawar antara terharu dan bahagia.


Dan obrolan dimeja makan pun berakhir karena waktu yang terus mendesak mereka untuk memulai dengan kegiatan kegiatan yang telah menunggu mereka.


"Pah, hari ini Kei beraksi yah?" tanya Mawar ketika dalam perrjalanan menuju kantor.


"Iya, kenapa?"


"Takut lah pah. Namanya juga main dukun."


"Ngapain takut sayang? kan ada papah. Semua pasti aman." ucap Damar meyakinkan sang istri.


"Gimana reaksi Kei nanti pah kalau dia tahu itu bukan aku? Ntar rencana papah ketahuan?"


"Tenang aja mah. Di saat Kei menyadari semuanya, disaat itu pula papah sudah siap perang secara terbuka dengan dia. Papah sudah mikirin semuanya kok. Dan lagian mamah kan tahu gerak gerik dia sudah papah awasi."


Kini mobil yang dikendarai Damar berhenti di persimpangan karena ada lampu merah dan kemacetan. Mawar tiba tiba mengangkat tubuhnya dan mencondongkannya ke arah suaminya.


"Mamah mau ngapain?" Tanya Damar kaget ketika Mawar tiba tiba memgang pipinya.


"Mau cium papah, karena mamah sudah muji papah dalam hati."


Damar tersenyum dan mereka pun berperang bibir. Beruntung kaca mobil Damar tidak tembus pandang dari luar. Jadi orang orang tidak tahu apa yang terjadi di dalam mobil tuan muda tersebut.


Tak terasa waktu cepat berlalu. Kini malam jumat yang dinanti Kei sudah datang. Dan dia juga sudah berada di rumah paranormal untuk melakukan ritual seperti yang dia inginkan.


Senyum terus terkembang dibibir pria itu. Halusinasinya sudah melambung tnggi. Dia sudah tak tahan lagi melewati malam ini dengan kabar kalau Mawar sudah tunduk padanya.


Dan di bumi sebelah lain, seoang wanita setengah pria juga sedang berhalusinasi tinggi tentang pria tampan yang akan terjebak dalam permainannya sendiri dan jatuh kedalam pelukan wanita setengah pria itu.


"Akhirnya sebentar lagi aku bisa menggapanya."


@@@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....

__ADS_1


__ADS_2