
Di dalam sebuah kamar yang remang remang karena minimnya pencahayaan. Di salah satu komplek perumahan elit. Seorang pria dewasa nampak sedang memandangi ratusan foto seorang wanita cantik yang sangat dia idamkan. Sejak kabar kebaikan wanita cantik itu muncul di berita, pria pemalu dan suka menyendiri itu diam diam menaruh hati pada wanita yang sudah dengan tulus merawat dan membesarkan dua anak yang bukan darah dagingnya. Apa lagi wanita itu dengan lapang dada menerima ayah dari anak anak itu yang sudah menculiknya dan menjadikan ayah mereka itu sebagai suaminya.
Di dalam kamar yang selalu terkunci pintunya, ratusan foto itu terpampang dan bertebaran di hampir seluruh dinding kamar itu. Pria itu sangat yakin kalau perempuan dalam foto itu juga pasti akan mau menerima dirinya apa adanya, tak seperti wanita lain yang justru sering membully dan menghinanya.
"Mawar sayang, kamu sabar sedikit yah.? aku pasti akan akan membawamu kerumah ini, akan aku jadikan kau satu satunya ratu di hatiku. Aku akan buat kamu melupakan semuanya dan hanya ada aku yang berada dalam ingatanmu. Sabar ya sayang. sebentar lagi aku akan datang hehhee.." Gumam pria itu sembari tangannya memegang bungkusan berisi butiran obat entah obat apa itu.
Sementara itu di dalam sebuah mobil, seorang istri nampak sedang senyum senyum menikmati wajah suaminya yang sedari tadi cemberut. Dia tidak menyangka kalau suaminya masih bisa cemburu pada laki laki yang menghampiri dirinya. Padahal suaminya tahu kalau hati dan cinta dia hanya untuk lelaki yang sedang mengemudikan mobil itu.
"Kenapa cemberut gitu sih pah.?" Tanya Mawar sembari mengusap usap telinga sang suami.
"Tau ah, sebel.." Jawab Damar dengan bibir manyunnya.
"hihihhi masa papah cemburu sama mas kei.?"
"Jangan sebut sebut nama itu dari bibir mamah, papah nggak suka.."
"Hmmm baiklah, ya sudah dong jangan cemberut gitu.."
"Ya kesel aja mamah, mamah ngerti nggak sih perasaan papah.? udah tahu mamah sudah punya suami dan sedang berduaan dengan suaminya eh ngapain coba tu orang menyapa mamah.? padahal dia aja terkenal dan banyak perempuan yang ingin hidup bersamanya, tapi kenapa dia malah mendekati mamah yang dunia sudah pada tahu kalau mamah sudah bersuami.."
"ya kan mas kei cuma nyapa doang.,?"
"Jangan sebut nama itu lagi mamah.! ihh suka gitu yah.."
"Iya maaf, mamah lupa, duh.."
"Masa nyapa cuma ke kita doang, udah jelas jelas disana banyak orang, ngapain cuma kita yang disapa.? apa lagi cara mandang dia ke mamah. ih, bener bener bikin nyolok tu mata..."
"Hhahaa gini nih yang mamah suka dari papah. papah tuh kalau lagi cemberut dan merajuk selalu menggemaskan, yah gara gara merajuknya papah, mamah jadi jatuh cinta sama papah dulu.."
"Yang bener mah.?" Tanya Damar. Wajah cemberutnya seketika berubah jadi cerita.
"Ya bener dong pah, Mungkin perempuan lain bisa saja jatuh cinta sama ketampanan papah, tapi mamah jatuh cinta saat papah merajuk kaya gini."
"Wahh, ya udah, kalau gitu papah merajuk terus saja ya mah, biar mamah terus terusan jatuh cinta sama papah.?"
"Hahaha ya nggak gitu juga sayang, ih gemesin banget.."
"Kalau gemes ya kasih papah cium dong.?"
"Jangan aneh aneh deh, papah lagi nyetir.."
__ADS_1
"Ngga apa apa, papah nyetirnya pelan inih atau papah menepi dulu ya.?"
"Ya ampun papah. segitunya banget.."
"Ya makanya cepet cium papah,mumpung lampu merah ini.."
"Astaga, baiklah, sini.." Dan merekapun sejenak menyatukan bibir mereka sebelum melanjutkan perjalanannya kerumah sakit.
Dan beberapa saat kemudian, kini sepasang suami istri itu sudah nampak berada di ruangan dokter khusus kandungan. Damar sengaja memilih yang menangani istrinya adalah dokter perempuan. Dia tidak akan pernah rela jika istrinya di sentuh laki laki lain kecuali Dion, anaknya.
Sekarang dokter sedang memeriksa Mawar dengan menempelkan sebuah benda yang tersalur dengan layar yang terpampang di depan mereka.
"Bisa dilihat tuan muda. keduanya nampak baik baik saja,.."
"Apa dok.? keduanya?" Tanya Damar heran.
"Loh apa non Mawar kemarin nggak bilang tuan.?"
"Astaga, mamah lupa pah, hahaha.."
"Jadi kita akan punya anak kembar lagi mah.?"Dan Mawar mengangguk. "Alhamdulillah ya Allah.."
"Iya papah tahu mah, mamah kemarin sendirian disini, papah boleh nangis enggak mah.?"
"Lebay ih, malu tuh sama dokter." Sedangkan sang dokter hanya senyum senyum melihat kebahagiaan pasangan orang terkenal di depannya.
Setelah selesai dengan pemeriksaan perutnya. Kini mereka duduk bersama untuk konsultasi dengan dokter tersebut.
"Jadi gimana dok.? ngga ada masalah kan sama kandungan istri saya.?"
"Alhamdulillah nggak ada tuan, tapi istri tuan harus tetap jaga kondisi kesehatannya dan menambah asupan makanan sehat tuan.."
"Baik lah dok, oh iya dok, dalam masa hamil boleh nggak sih kita melakukan hubungan suami istri.?" Dan sontak saja kedua perempuan itu wajahnya memerah begitu mendengar pertanyaan yang sangat jujur dari seorang pria.
"Ya boleh boleh saja tuan, tapi tolong tuan juga harus paham kondisi istri tuan muda. Mainnya juga jangan terlalu keras dan sering tuan. mainnya pelan pelan saja, biar anak yang ada dalam kandungan tetap terjaga dan tidak protes.."
"Tidak protes.? maksudnya dok.?"
"Ya agar mereka tidak protes, karena bapaknya tiap jenguk mereka cuma ngasih ludah doang, udah kepalanya botak, doyan meludah lagi.." jawaban absurd sang dokter sukses membuat Damar dan Mawar ternganga namun juga membuat mereka senyum senyum.
"Ahh dokter bisa saja.."
__ADS_1
"Hehhe, Apa ada lagi yang mau ditanyain.?"
"Sepertinya sudah jelas dok, gampang nanti kita kesini lagi kalau ada hal lain yang memang butuh bantuan dokter.."
"Siap Tuan, saya akan membantu semampu saya.."
"Kalau begitu kami permisi dulu ya dok.."
"Oh iya tuan, silahkan dan jangan lupa yang sudah saya resepkan kemarin ya non Mawar..?"
"Baik dok, permisi.." Dan mereka pun nampak pulang dengan perasaan ceria.
"Orang rumah sudah pada tahu belum mah, kalau mamah mengandung anak kembar.?"
"Belum pah, kemarin mamah benar benar lupa, mamah cuma ingat papah doang yang lagi merajuk."
"Baguslah kalau mereka pada belum tahu.."
"Kok bagus sih pah.? mereka ya harus tahu lah.."
"Jangan dulu, biar ini jadi kejutan buat mereka.."
"Kejutan.?"
"Iya mah, kita rahasiakan anak kembar ini sampai mereka lahir, biar orang rumah terutama mamih jantungan pas tahu mamah hamil anak kembar."
"Hust kalau ngomong.?"
"Ya gantian dong kita yang punya rahasia buat kejutan mereka.."
"Tapi ntar kalau terjadi sesuatu gimana.?"
"Jangan ngomong gitu ah, papah akan perketat penjagaan mamah selama mamah hamil.."
"Baiklah, ya udah yok kita pulang, mamah sudah kangen sama ketiak papah."
"Ayok, papah juga udah nggak sabar, memasukan belalai gajah papah ke sarang mamah.."
"Dihh..." Dan sepasang suami istri itu tertawa bersama menyambut malam yang beberapa saat lagi datang.
@@@@@
__ADS_1