MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Istriku Yang Menggemaskan..


__ADS_3

Hari pun berganti dan setiap makhluk yang bernafas pun kembali melakukan kegiatan yang memang sudah terbiasa di jalani.


Begitu juga setiap nyawa yang mendiami istana Prapanca. Anak anak yang ke sekopah, dua perempuan yang yang sibuk kuliah nyonya besar yang sibuk dengan yayasan pendidikan dan sosial, tuan besar yang yang masih menjadi pemimpin perusahaan besar. dan tuan muda yang juga masih memegang jabatan tertinggi di beberapa hotel yang masih satu grup dengan perusahaan sang ayah.


Seperti hari hari kemarin, sang tuan muda selalu bekerja dengan mengajak sang istri. Hingga orang yang di minta mengawal sang istri juga kini kembali bekerjaa di kantor namun dengan cacatan tetap menemani sang istri atasan jika sewaktu waktu di butuhkan.


Terlihat di ruang kebesaranya, seperti biasa tuan muda sibuk dengan berkas dan layar laptopnya. Sedangkan sang istri sibuk dengan benda pipih di tangannya.


Bosan? sudah pasti.Tapi itulah pekerjaan yang memang harus sang tuan muda lakukan. Karena di tangannyalah ratusan manusia menggantungkan nasib dan jalan rejekinya. Beruntung dia didampingi sang istri yang benar benar mengerti akan dirinya. Tidak pernah ada sekalipun keributan besar diantara keduanya. Kalaupun ada keributan, selalu berakhir damai di atas ranjang. Itulah kenapa pasangan tuan muda dan istrinya dinobatkan pasangan paling bahagia dan selalu menjadi tolak ukur bagi ribuan pasangan yang ada di negeri ini.


"Papah, lihat deh ini.." ucap Mawar sembari beranjak menuju kursi kerja suaminya.


"Lihat apa ?" tanya Damar melirik sekilas ke sang istri yang sedang mendekat. Dan setelah berada di sisi sang suami, Mawar menunjukkan sebuah pesan daari pria yang mengaguminya dan menaruh hati padanya.


Damar membaca pesan itu dan senyum miringnya tersungging.


"Iya in aja mah." ucap Damar santai dan dia kembali meenerusakn pekerjaanya.


"Lah, mamah takut pah." ucap Mawar tanpa mau beranjak kembali ke sofa. Dia justru meletakkan pantatya di tepi meja kerja suaminya.


"Jangan takut sayang, papah pasti melindungi kok."


"Gimana papah bisa melindungi mamah, kalau papah juga akan ketemuan sama Sonya? bukankah entah kebetulan atau apa mereka minta ketemuan di waktu yang bersamaan?"


"Jangan khawatir sayang. Mamah percaya deh, papah sudah merencenakan segalanya dengan matang. Papah tinggal nunggu orang aja yang akan menggantikan peran mamah." Ucap Damar sembari menghentikan sejenak pekerjaannya dan menghadap ke istrinya.


"Maksudnya pah?"


"Nanti papah ceritain kalau Fiza dan Santo sudah datang."


"Papah mau make Santo lagi?"


"Iya. Dan dia pasti nggak akan menolak. Apa lagi yang jadi mangsanya Kei. Dia nggak dibayar juga rela katanya."

__ADS_1


"Hem. jadi penasaran rencana papah apaan."


"Tunggu aja yang pasti sangat sempurna." ucap Damar penuh keyakinan menatap mawar sejenak kemudian dia kembali menatap layar laptopnya.


"Iya deh mamah percaya. Suami mamah tuh memang terbaik banget. makasih yah." ucap Mawar dan dia hendak kembali duduk di sofa namun tangannya seketika ditahan oleh sang suami.


"Kalau bilang makasih tuh harus pakai cium Mamah.."


"Ah iya lupa." seperti biasa Mawar selalu tak menolak permintaan suaminya yang satu ini.


Bibir mereka pun sejenak beradu cukup lama dan setelah merasa cukup, bibir itu terlepas. Damar kembali dengan kegiatannya menghadap lapto0. Sedangkan Mawar yang tadinya hendak beranjak ke sofa, entah kenapa tiba tiba muncul ide gila buat mengusir rasa bosannya.


Tiba tiba Mawar berjongkok dan merangkak menuju kolong meja kerja suaminya dan berhenti tepat di depan kedua kaki sang suami.


"Mamah? mau ngapain?" tanya Damar heran.


"Papah fokus aja sama laptopnya. Mamah pengin bermain." jawab Mawar enteng. Tiba tiba kedua tangannya terangkat meraih sabuk yang melingkar di clana sang suami. Dan dengan cekatan Mawar melonggarkan sabuk itu dan membukanya


"Mamah ... !' pekik Damar melihat kelakuan istrinya namun dia tidak melarangnya.


"Astaga mamah, jangan aneh aneh... ! Hentikan ... !" mulut Damar melarang tapi badannya tak menolak dengan apa yang dilakukan sang istri.


Kini celana dan underwear yang menempel ditubuh Damar sudah melorot hingga mata kaki dan dengan santainya Mawar bermain main dengan benda kesayangannya yang menempel ditubuh Damar.


"Udah kayak yang di film film nggak pah?" tanya Mawar.


"Ya Ampun istri papah, menggemaskan banget. Jangan dipegangin doang mah, pakai lidah juga?"


"Siap suamiku tersayang."


Damar hanya menggeleng geleng tak percaya dengan tingkah sang istri. Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya meski fokusnya terbagi dengan kelakuan sang istri dikolong meja kerjanya.


Berbeda dengan apa yang terjadi di sebuah apratemen. keduaa manusia berbeda jenis tampak sedikit bersitegang karena sang pria kesal, beberapa waktu tak bisa bermain ranjang dengan wanita yang kini sedang menyantap makanan yang dia beli lewat online.

__ADS_1


"Kamu kemana aja sih Sonya? kenapa dari kemarin kamu susah dihubungi? harusnya kamu semalam ngasih jatah buat aku.." sungut sang pria


"Ya ampun Kei. kan aku udah balas. Aku kemarin sedang terapi khusus buat area kebanggaanku Bukankah aku lakukan ini juga untuk kamu?" bohong Sonya. Tapi sebenarnya Sonya tak sepenuhnya bohong. Nyatanya setelah berbagi keringat dengan seorang pria bernama Yuda, Sonya pergi ke tukang urut spesialis langgananannya guna kembali mengencangkan otot otot kewanitaannya. Dan entah dengan ilmu apa yang dipakai tukang urut itu namun haslinya terbukti kepunyaan Sonya selalu kembali kencang dan indah. Yang pasti membuat siapapun yang bermain ranjang dengan Sonya akan selalu ketagihan laksana candu.


"Kamu pergi sendiri atau dengan mangsa barumu?"


"Sendiri lah, itukan rahasia aku."


"Oh, ya bagus lah. terus gimana dengan Damar? kapan kamu akan menanganinya?"


"Tenang saja. Aku sudah melakukannya sesuai dengan perintah kamu."


"Baguslah. pokoknya kamu harus bisa membawa Damar msuk perangkapmu... !"


"Kamu tenang aja Kei, toh di jam yang sama, kamu juga akan ketemuan sama Mawar kan?"


"Mawar belum balas. padahal aku sudah kirim pesan lagi barusan."


"Kalau kamu gagal bertemu dengan Mawar ya ngak apa apa. Yang penting kan kita bisa memperdaya Damar. toh kalau Mawar sudah ragu pasti mereka akan sering bertengkar dan Famar hanya akan lari ke aku sebagai pelampiasan." Ucap Sonya penuh dengann keyakinan.


"Ya sudah ayo kita main. Dari kemarin nggak dapat jatah, pusing aku.."


Sonya pasrah ketika tangannya ditarik paksa Kei menuju ranjang


Sperti biasnya tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka bukan hanya didengar oleh keduanya. Tapi ada sesosok manusia yang tersenyum karena berhasil mendapatkan info penting dari alat yang diam diam pasang di beberapa sisi apartemen itu saat dirinya menyamar sebagi tukang bersih bersih di komplek apartemen tersebut.


"Duit lagi duit lagi, yeahhh.." Soraknya.


@@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....


...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw, nih ada karya bagus dan romantis sangat....

__ADS_1




__ADS_2