
"Tuan muda?"
Mata Sonya dan Yuda sama sama membelalak. YUda langsung menatap tajam Sonya, sedangkan perempuan itu wajahnya panik seketika.
"Aduh gawat, bisa ketahuan ini. gimana ini?" jerit Sonya dalam hatinya.
"Jelaskan ini Sonya? Apa maksudnya tuan muda? Siapa dia hah...!!" Tanya Yda dengan wajah muali terbakar amarah.
"Eh itu mantan saya mas." Jawab Sonya dusta.
"Mantan? kenapa namanya tuan?" Tanya Yuda curiga.
"Iya, mantan saya tiga tahun yang lalu mas. dulu pas masih di pulau sulawesi dia atasan saya mas." Dusta Sonya.
"Ngapain dia menghubungi kamu?"
Sonya berusaha bersikap setenang mungkin mencari jawaban yang tepat biar pria di sampingnya percaya.
"Apa dia minta balikan?" sambung Yuda penuh selidik.
"Iya mas, tapi aku nggak mau. dia pelit, jelek, dan selalu maksa. Nggak sebaik kamu mas." ucap Sonya dengan wajah cemberut dan dibuat seakan akan bersedih.
"Yang bener?"
"Mas Yuda nggak percaya?"
"Ya bukannya nggak percaya sayang. Tapi merasa aneh aja."
"Sama aja. Ya udah kalau nggak percaya. yang penting aku sudah jujur. Terus buat apa aku memilih mas Yuda dan mau jadi istri kedua kalau aku ada main laki laki lain?" Berbagai jurus dilakukan Sonya agar laki laki kaya dihadapannya luluh dan percaya kembali.
Dan seperti dugaan, laki laki itu langsung merasa bersalah karena sudah mencurigai calon istri keduanya.
"Sayang, bukan begitu."
"Sudah lah mas, aku mau ke toilet dulu."
Sonya segera beranjak meninggalkan pria yang kini merasa bersalah. Begitu sampai toilet, Sonya langsung menelfon Damar.
Damar yang sedang duduk manis sambil menyeruput kopinya sedikit terkejut saat ponselnya berdering.
"Sonya? Cih, mau alasan apa dia?" Gumam Damar dan dia menggeser tombolb berwarna hijau.
"Hallo." Sapa Damar dingin.
"Tuan muda maaf, sepertinya acara ketemuan hari ini batal."
"Loh kok gitu, aku sudah ada di tempat kita janjian loh. malah ngecewain lagi." Jawab Damar pura pura marah.
"Aku nggak bisa, tiba tiba ada ayahku." balas Sonya lagi lagi dusta yang keluar dari mulutnya.
"Chh, bener bener dah nih cewek." ucap Damar dalam hatinya.
__ADS_1
"Dua kali loh kamu ngecewain aku, mana yang katanya bikin seneng? malah bikin kecewa doang. padahal aku sudah siapkan apartemen paling mewah buat kita. tapi kamu, nggak menepati janji terus." ucap Damar. bibirnya berucap penuh kemarahan tapi di hati penuh kemenangan.
"Aku juga nggak tahu tuan tiba tiba ayahku datang.."
"Udahlah, males aku dibohongi terus sama kamu."
Klik.
Damar menghakhiri panggilan.
"Tugas sudah selesai, sekarang tinggal menjemput istri tercinta." gumamnya dan dia pun segera beranjak. Namun sebelum melangkah keluar, Damar menghampiri sosok laki laki yang duduk tak jauh dari tempatnya.
"Terus awasi dia. Kemanapaun dia pergi nanti dan ingat tugasmu apa saja."
"Siap tuan."
Damar pun melenggang pergi.
Sementara di toilet, Sonya begitu nampak frustasi.
"Aarrgghh, dasar bandot tua. Jadi gagal menghabiskan malam dengan tuan Damar. sial." Umpatnya. Dia bergegas kembali keluar toilet. Matanya mencari sosok yang tadi sedang menunggu namun sepertinya sosok itu telah pergi.
"Tuan Damar udah pergi, menyebalkan." tak henti hentinya Sonya merutuki pria tua bernama Yuda yang sedang menatapnya dengan penuh rasa bersalah.
"Kok masih cemberut sih sayang? maafin aku. iya deh aku percaya." Ucap Yuda mengalah.
"Tau ah mas. sebel aku jadinya."
"Udah dong, jangan marah. Gini aja deh sebagai permintaan maaf aku, gimana kalau kita pergi ke toko emas. Kamu ambil apapun yang kamu mau." ucap yuda ngasih penawaran. Tentu saja Sonya sangat girang. Wajah cemberutnya pun seketika berubah.
"Beneran dong sayang. Tapi dengan satu syarat. layani aku sampai pagi." Ucap Yuda dengan senyum nakalnya.
Sonya hanya mendengus namun dia juga menyetujui syarat itu. Yang penting bagi Sonya tidak merasa dirugikan. Biarlah dia menuruti pria disebelahnya. Urusan Damar dia akan mencari cara lain lagi karena Sonya yakin Damar ada rasa sama dia.
Dan tak perlu menunggu lama. Sonya dan Yuda beranjak meninggalkan tempat itu. Sepertinya yuda lupa tujuan dia datang ketempat iitu. Bagaimana bisa ingat kalau dia sudah berhadapaan dengan wanita penghangat tubuhnya. Sudah dipastikan dia lupa segalanya. Tak jauh dari sana ada seseorang yang mengikuti mereka dan mengawasinya.
Sementara itu di tempat lain, Kei nampak senyum senyum tidak jelas. Dia tak pernah membayangkan akan mendapatkan sesuatu yang dia butuhkan semudah ini. Dia pun sempat sempatnya membayangkan hari hari indah yang akan dia lewati dengan istri orang yang saat ini berada di hadapannya.
"Mas Kei kenapa senyum senyum gitu? Lagi bahagia yah?" tanya Mawar sambil menikmati hidangan berupa puding.
"Iya non, lagi bahagia aku." jawab Kei dengan kayakinan penuh.
"Wah, bahagia karena apa tuh mas?"
"Karena, emmm" Kei menjeda ucapannya. sengaja agar Mawar penasaran.
"Karena apa? pake gantung lagi."
Kei semakin tersenyum lebar. Tebakannya benar, Mawar pasti penasaran.
"Karena perempuan yang aku sukai bentar lagi akan jadi milikku non."
__ADS_1
"Wah? benarkah? siapa wanita yang beruntung itu?" Tanya Mawar pura pura terkejut.
"Ada deh, pokoknya dia wanita baik hati idaman seluruh laki laki. Dan akulah laki laki yang akan beruntung memilikinya."
"Ya ampun, main rahasia segalanya sih mas. takut wartawan pada tahu ya?"
"Iya lah non. Aku nggak mau semua orang tahu. Karena dia akan menjadi milikku. Hanya milikku yang boleh tahu." Kei benar benar sangat yakin kalau rencananya akan berhasil. Sedangkan Mawar cuma tersenyum sebagai tanda kalau dia percaya dengan ucapan sang pemimpi di hadapnnya.
Ting.
Ponsel Mawar berbunyi. Dia langsung mengambilnya dan ternyata sang suami yang mengirimi pesan.
"Mas Kei maaf. ini suami aku nyariin. Sepertinya dia udah pulang. Aku permisi dulu yah?"
"Oh silahkan nona Mawar, silahkan." Balas Kei seramah mungkin
"Fan tolong rahasiakan pertemuan ini. Aku nggak mau ada berita buruk tentang kita."
"Pasti non, pertemuan kita aman. Apa mau aku antar nona?"
"Tidak usah, aku pakai taksi aja. Biar aman."
"Baiklah."
"Ya sudah, aku permisi dulu ya mas Kei, sampai jumpa lain waktu."
"Siap.."
Mawar pun segera beranjak meninggalkan tempat itu. Disana Kei masih tersenyum melepas kepergian Mawar. Kei mengeluarkan kantong plastik dari dalam sakunya dan memandang helaian rambut yang dia dapat.
"Mawar. sebentar lagi kamu akan jadi milikku. hanya milikku." Gumamnya
Sedangkan di meja lain tapi masih satu tempat dengan keberadaan Kei, seorang wanita jadi jadian sedang bersorak dengan tingkah gemulainya.
"Akhirnya Za, aku dan teman teman akan dapat kesempatan mencicipi tubuh Kei. aw." soraknya membut perempuan asli yang menjadi sahabatnya tertawa geli.
Sementara itu di luar cafe, Mawar sudah disambut mobil sang suami dan dia langsung saja masuk.
"Gimana mah? sukses?" Tanya Famar begitu Mawar sudah duduk disebelahnya.
"Sukses dong pah."
"Wahh istri papah memng hebat. Kasih papah cium dong."
Mawar mendengus namun dia tak akan pernah menolak permintaan suaminya itu. Dan sebelum pergi, untuk sejenak suami istri itu berperang lidah.
@@@@@
...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....
...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw, nih ada karya bagus dan romantis sangat....
__ADS_1