MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Kejutan..


__ADS_3

Kei terus merutuki kebodohannya sendiri dan sumpah serapah juga selalu dia lontarkan kepada seseorang yang sudah membodohinya. Dia mencoba menghubungi Sonya namun entah sudah panggilan ke berapa kali Sonya tak kunjung juga merespon panggilannya. Kei sudah merasa kalau rencana Sonya pasti juga gagal total.


Sementara di sisi lain Sonya nampak terlihat bahagia. Hari ini adalah hari dimana dia akan menjadi istri seorang anggota dewan dan juga pengusaha. Sonya yang tidak pernah mencari tahu siapa suaminya, menerima begitu saja laki laki bahkan bukan saja menerima tapi dia yang memaksanya ingin segera dinikahi demi terus mendapatkan jatah uang dari sang lelaki. Meski hanya menjadi istri siri, itu sangat cukup bagi Sonya. dan dengan menjadi istri siri, dia juga tidak akan terikat sepenuhnya denga laki laki tersebut dan dia bisa mencari mangsa lain untuk menambah pundi pundi keuangannya.


"Sahh.."


Akhirnya kata itu tercetus dari sebuah pernikahan sederhana. Yang hanya di hadiri beberapa orang saja sebagai saksi.


Mungkin benar. Semakin lama dunia semakin gila. Banyak pasangan yang hanya melakukan nikah siri demi melegalkan hubungan ranjang agar tidak dikatakan zina. Dan lebih parahnya lagi, setelah tidak ada kecocokan mereka akan dengan mudah melakukan perpisahan. Astaga.


Begitu juga dengan Sonya. Dia sering melakukan nikah siri dengan tambang uangnya. Dan sekarang nikih siri yang ke berapa yang sudah dia lakukan. Dan sangat menikmatinya.


"Nanti kita tinggal dimana mas?" Tanya Sonya manja kepada Yuda, suami barunya.


"Di apartemen saja. Aku belum siap membawamu kerumah." Jawab Yuda. Tangannya sudah mulai bergerilya di tubuh istrinya.


"Loh katanya istri dan anak anak mas Yuda setuju? Kok tinggal di apartemen sih? aku juga pengin tinggal di rumah kamu loh mas. Aku juga istri kamu" Ucap Sonya merajuk dan tentu saja tingkahnya membuat Yuda semakin dibuat gemas.


"Iya, besok kita pindah ke rumah, malam ini kita disini dulu yah?" Bujuk Yuda.


"Bener?"


"Iya, mas janji. Sekarang kita main yuk sayang. Mas sudah ngak tahan."


"Ih apaa sih mas."


"Ayo dong, layani mas sampai pagi yah?"


"Iya iya."


Sementra itu di tempat lain Kei maasih terlihat uring uringan. Otaknya benar benar sedang tidak bisa berpikir jernih. Yang dia butuhkan saat ini adalah wanita teman ranjangnya namun sayang sekali wanita itu malah sedang asyik bermain dengan ayahnya tanpa sepengetahuannya. Entah apa lagi yang akan Kei lakukan kali ini. Tapi yang pasti tuan muda masi terus mengawasinya. Karena tuan muda yakin, Kei akan melakukan pembalasan setelah mengetahui semuanya.

__ADS_1


Kei juga tidak ada keberanian mengirim pesan terhadap wanita pujaannya. Dia juga pasti sudah berpikir kalau wanita pujaannya sudah mengetahui rencana buruknya. dan itu sangat membuatnya malu. Karena Kei tahu betapa Mawar sangat mengidolakan dirinya tapi sekarang mungkin Mawar jadi jijik terhadapnya. Frustasi, cuma itu yang dia rasakan saat ini.


Kei benar benar tidak menyangka, rencana yang menurutnya sudah sangat tersusun rapi bakal hancur berantakan seperti ini. Bahkan dirinya yang jadi alat permainan seorang Damar.


"Pah kok Kei tidak menghubungi mamah ya?" Tanya Mawar saat dia sedang rebahan di sofa kantro suaminya.


"Ya papah nggak tahu sayang, mungkin dia sudah sadar kali kalau kita ngerjain dia." Jawab Damar dari balik meja kantornya.


"Apa Santi baik baik saja pah?"


"Ya pasti baik baik saja. Buktinya dia sudah mengiriim hasil yang kita butuhkan. "


"Syukurlah, mamah takut aja dia kenapa napa."


"Jangan khawatir sayang, semua orang yang membantu papah, dijamin keamanannya kok."


"Pah, mamah ke kantin boleh?" Tanya Mawar dan dia bangkit dari rebahanya. menatap suaminya yang sedang fokus dengan layar laptopnya.


"Tapi mamah bosen pah. Bingung mau ngapain."


"Daripada bingung, main sama belalai gajah saja sini."


"Papah nggak ke ganggu?"


"Enggak lah sayang, yang penting mamah nggak hilang dari pandangan papah."


Mawar pun beranjak ke meja kerja suaminya.


Sementara di sisi ruangan lain, sang asisten juga nampak sedang membicarakan hal serius dengan kekasihnya.


"Jangan khawatir sayang, ibu tiri kamu pasti akan menerimaku. Kamu tahu kan kekuatan keluarga Prapanca. Walaupun sebenarnya aku ingin berjuang sendiri dengan kemampuanku, tapi aku juga nggak bisa menolak keinginan Tuan besar dan Om iksan." Ucapnya yang kini duduk bersebelahan dengan sang kekasih.

__ADS_1


"Tapi kamu janji, jika dia meminta uang, kamu jangan kasih. Aku cuma takut, dia akan memanfaatkan keadaan ini untuk meraup uang yang banyak. Mau di taruh dimana muka aku nanti, terutama pada tuan besar."


"Iya sayang, aku janji, sudah, kamu jangan khawatir, malam minggu besok aku sama om iksan akan melamarmu. Kamu akan pulang dulu atau gimana?"


"Ya pastinya pulang dulu. Aku juga harus mempersiapkan segalanya. Ya udah lanjutkan pekerjaan kamu sana. Aku juga akan ke meja kerja lagi."


"Okeh.."


Fiza kembali lagi ke meja kerjanya. Dia menjabat lagi sebagai sekretaris tuan muda. Karena akhir akhir ini orang yang harus dia jaga malah lebih sering ikut ke kantor menemani suaminya.


Dan waktu terus bergulir perlahan namun pasti. Kei benar benar frustasi. Biasanya jika uring uringan seperti ini ada Sonya yang menghiburnya dengan palayanan ranjangnya, namun sejak pagi perempuan itu seakan menghilang di telan bumi.


Saat ini dia sedang berada di rumahnya. Hari ini dia benar benar tidak melakukan apapun selain marah karena usahanya gagal, dia juga meraskan jijik yang luar biasa. Bisa bisanya tubuhnya tenodai oleh perempuan jadi jadian. Bahkan disaat dia meminta penjelasan kepada paranormal, mereka mengatakan sudah melakukan sesuai dengan prosesinya. Mereka juga tidak mau disalahkan. Seandainya Kei tahu, sebenarnya paranormal hanya memanipulasi keadaan.


"Kamu kenapa Kei cemberut gitu?" Tanya mamih begitu yang melihat anaknya terlihat malas malasan di ruang keluarga.


"Nggak kenapa napa mih, lagi males aja." Jawab Kei. Dia tidak bakalan berani mengatakan yang sebenarnya. Kalau orangtuanya tahu dia mengusik keluarga Prapanca, bisa panjang urusannya.


"Oh, eh papih katanya mau bawa istri mudanya kemari."


"Yang bener mih, his, papih mah ada ada deh, buat apa sih istri mudanya dibawa kesini?" Tanya Kei merasa terkejut.


"Ya mending disini lah, daripada di luar, ntar nama kita tercoreng, papih juga nggak bakalan siap dari anggota dewan kan."


Di saat yang sama, orang yang mereka bicarakan pun datang dengan seorang perempuan muda di dalam pelukannya. Dan disaat mereka sampai di ruang keluarga.


"Kalian disini?" Tanya sang papih.


Dan keduanya menoleh. Mata Kei seketika membulat melihat siapa wanita yang sedang berada dipelukan papihnya. Begitu juga perempuan itu.


"Kei.."

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2