
Dan di sinilah keluarga kecil itu berada. Di sebuah kamar yang biasa digunakan tidur anak anaknya, keluarga kecil seorang tuan muda nampak sedang duduk bersama. Dia sedang menghadapi anak kembarnya karena sebuah aduan dari sang istri. Damar segera meluncur pulang saat medengar kabar yang tak mengenakkan hati. Entah dari mulut siapa yang sudah berani menghina dan membongkar masa lalu anak anaknya. Mawar sendiri bingung harus menjelaskan darimana karena ini terlalu mengejutkan.
Rahasia yang ingin mereka pendam agar anak anak tidak tahu, harus terbongkar oleh pihak lain. Dan sudah dapat dipastikan seorang tuan muda tidak akan tinggal diam. Damar benar benar akan menunjukkan sisi lain seorang tuan muda yang selama ini tak pernah terlibat masalah serius dengan siapapun.
"Katakan pada papah siapa yang bilang?" Tanya Damar setenang mungkin.
"Tadi ada tante tante di sekolah pah,," jawab Dian takut takut.
"Apa kalian sering melihat mamah menangis saat kalian nakal?"
"Tidak pah.."
"Sekarang kalian lihat mamah nangis, itu tandanya mamah kecewa sama kalian. Kalian lebih percaya orang lain daripada mamah. "
"Tapi pah.."
"Kalau mamah nggak sayang kalian, bisa saja mamah sudah pergi ninggalin kalian. Harusnya kalian itu nambah sayang sama mamah, mamah akan memberi kalian adik, jika kalian tambah sayang sama mamah dan adik kalian, mamah sama papah juga pasti akan tambah sayang sama kalian. Mana ada, sayang kita buat kalian hilang gara gara adik. apa kalian mau, mamah sakit karena terlalu capek? Di perut mamah ada adik bayi, tapi mamah harus nurutin kalian, mamah juga ngurusin papah, terus kalau mamah sakit bagaimana? mamah minta bantuan tante Fiza bukan berarti mamah nggak sayang kalian. justru biar mamah selalu sehat agar bisa menjaga kalian.."
"Tapi pah, kalau anak haram.."
"Di dunia ini, tidak ada yang namanya anak haram sayang. Semua anak yang lahir itu suci. Yang haram itu perbuatan orang tuanya karena pas anak anak itu lahir orang tuanya belum menikah. Kalian tidak perlu takut dan jangan mendengar apa kata orang. Entah kalian itu keluar dari perut mamah atau bukan, yang harus kalian tahu, Mamah yang sudah menjaga kalian dari saat kalian bayi. kalau bukan mamah, siapa coba? apa kalian mau tidak punya mamah?" dan keduanya menggeleng.
"Ya sudah, kalian jangan berpikir kalau mamah nggak sayang sama kalian saat punya adik nanti. itu tidak benar. justru mamah akan semakin sayang sama kalian jika kalian juga ikut menjaga adik kalian.."
Dan kedua anak itu pun bangkit menghampiri mamahnya yang sedari tadi menangis.
"Mah, maafin adek ya?"
"Kakak juga minta maaf mah, kakak malah buat mamah nangis.."
"Kalian tuh anak anak mamah, sampai kapanpun kalian anak anak mamah.." ucap Mawar sembari merengkuh kedua bocah itu.
"Mamah jangan nangis lagi, kakak nggak suka lihat mamah nangis.." ucap Dion sembari mengusap airmata yang menetes di wajah mamahnya.
Damar pun merasa sangat lega melihat pemandangan dihadapannya. Hatinya menghangat. dan dia pun ikut mendekat merengkuh ketiga orang yang sangat dia sayangi.
Beberapa saat kemudian setelah anak anak sudah berdamai dengan hati dan mamanya, kini keceriaan terpancar lagi di wajah keduanya. Saat ini mereka sedang berkumpul di belakang rumah berlatih sepeda dengan papahnya, Sedangkan Mawar dan Fiza hanya duduk ngobrol mengawasi.
__ADS_1
"Syukur lah War, anak anak mau mendengar omongan papahnya." ujar Airin yang juga ikut duduk di sebelah menantunya.
"Iya mih, untung mas damar kerjaannya sudah selesai, jadi bisa cepet pulang.."
"Lagian siapa sih yang iseng banget ngomong kaya gitu? Bikin kesel aja.."
"Apa papih tahu mih?"
"Belum War, tapi bisa saja nanti mamih cerita..." Mawar hanya manggut manggut.
"Anak anak, sudah sore, mandi!!" teriak Mawar.
"Iya mahh..!!" dan mereka pun bergegas mendekat.
"Mandi sendiri aja mah.."ucap Dian.
"Ya biarin tante Fiza bantuin nanti ya?" Tanya Mawar dan anak anak mengangguk.
"Za tolong bantu anak anak ya?"
"Iya non.."
"papah juga mau mandi?" tanya Mawar begitu Damar mendekat.
"Emang boleh papah mandi sore?" tanya Damar dan Mawar hanya senyum senyum.
"Jorok kalian ini.." ucap Airin dan dia pun beranjak pergi.
"Ayo mah temenin papah istirahat.."
Tanpa mengangguk maupun menggeleng mawar segera mengikuti suaminya.
"Mamah nggak nyangka pah. masih saja ada orang orang seperti itu?" ucap Mawar begitu mereka sekarang berada di ranjang.
"Namanya juga orang cari masalah mah, kaya idola mamah itu.."
"Idola mamah? Siapa?"
__ADS_1
"Yang rajin nginbokin mamah akhir akhir ini.."
Mawar tampak berpikir sejenak, namun kemudian senyumnya terkembang.
"Ya ampun pah, papah cemburu? Kita kan hanya ngobrol biasa pah.."
"Bagi mamah itu ngobrol biasa, tapi belum tentu bagi orang itu, apa mamah nggak curiga, dari ribuan penggemar dia, cuma mamah yang di ajak chat?"
"Ya nggak tau ya pah, dia kan bukan siapa siapa mamah, mamah nggak mau tau urusan dia, mamah cuma mau ngurusin keluarga mamah.."
"Maka itu mamah sayang, mending mamah kurangi lah balesin chat dia, papah cemburu, jelas banget dia berusaha deketin mamah, apa mamah nggak risih? coba kalau di balik, papah yang chat sama perempuan lain, gimana perasaan mamah?"
Mawar mendongak sembari tersenyum. kemudian dia mendekat ke wajah suaminya dan mencium semua bagian wajah itu tanpa sisa. Damar mendapat perlakuan seperti itu pun emosinya mereda.
"Masih meragukan cinta mamah?" Tanya Mawar dihadapan wajah suaminya begitu selesai memberi kecupan.
"Tapi mah.."
"Kalau papah masih cemburu, ya sudah, papah aja yang balesin setiap Mas Kei chat.."
"Beneran? mamah nggak marah?"
"Ya bener lah, buat apa mamah marah, mamah cuma nggak mau papah salah paham, karena mamah tahu papah orangnya mudah salah paham. Sekalinya salah paham, omongannya nggak dijaga.." Ucap Mawar ketus sembari kembali merebahkan kepalanya di dada suaminya. Sedangkan Damar tercengang.
Bagaimana dia tidak tercengang. Yang namanya wanita, meskipun sudah memaafkan kesalahan seorang laki laki, tapi kesalahan itu akan selalu diungkit jika hatinya merasa jengkel atau ada perdebatan kecil dengan laki lakinya. Karena itulah wanita pantas menyandang ahli sejarah, karena kesalahan bertahun tahun dari seorang lelaki akan selalu di ingat, meski itu hanya kesalahan kecil.
Sementara itu d tempat lain.
Tok Tok Tok..
"Ya siapa?" terdengar suara wanita menyahut. namun seketika dahinya berkerut karena tidak ada jawaban.
Tok Tok Tok..
kembali perempuan itu mendengar pintu di ketuk. Dia pun merasa jengkel dan penasaran. Dengan malas dia beranjak membuka pintu. Begitu pintu di buka
Hap..!!!
__ADS_1
seorang laki laki maju dan membius perempuan itu.
@@@@@