MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Kerja Sama..


__ADS_3

Acara besar sebuah pernikahan pun berakhir. Kini terlihatlah empat bidadari cantik beerbalut pakaian sederhana nampak berdiri di depan pintu utama sebuah hotel. Mereka sedang menunggu para pangeran yang akan membawa mereka kembali.


"Fiza, kamu mau ikut mobil siapa?" tanya sang nona muda.


"Ikut mobil aku aja Za, buat temen ngobrol?" tawar Mita.


"Mobil aku aja nggak apa apa za?" tawar Sinta.


"Za, kamu jawab aja, emang mereka pada punya mobil? gaya bener pada nawarin.." Dan ketiganya sontak tertawa bersama.


"Ya ampun mba, jangan buka kartu dong?" ucap Mita.


"Ya lagian, yang punya mobil juga cowok kalian tapi kalian yang ngaku ngaku,.."


"Hahah sial, mba Mawar ini sejak jadi istri bang Damar paling bisa nindas adek adeknya."


"Yah anggap aja balas dendam, bukankah kalian dulu juga gitu, bikin aku malu depan mas Damar.."


"Oya iya mba? gimana tadi waktu liat bang Damar bisik bsik sama perempuan?'


"Panas dong Mit, gila aja, gini nih resiko punya suami tertampan di dunia.."


"Trus gimana? mba Mawar mau nyerah?'


"Hahah nyerah? gila aja? nggak bakalan aku takluk dan melepaskan tambang emasku, Lagian kan kalian tahu kalau mas Damar macam macam sama wanita lain, bakalan langsung miskin dia"


"Iya yah, om Kusuma lebih mengerikan.."


"Nah tuh kalian tahu. eh Fiza nanti kamu ikut aku aja nggak apa apa?"


"Nggak usah non, aku ada yang jemput kok,"


"Ada yang jemput? siapa? eh Fiza, bisa berhenti ngak panggil aku nona? nggak nyaman banget tahu.."


"Mana saya berani non, ntar saya bisa bisa di penggal sama tuan muda.."


"Jangan lebay deh, mana mau ma Damar ngilangin nyawa orang, bikin susah hidup orang lah, dia baru berani.."


"Itu dia maksudnya non.."


"Tapi aku nggak nyaman Fiza, panggil mba aja ya kaya Mita dan Sinta? orang tiap hari ketemu juga."


"Siapa yang jemput kamu za? pacar?"


"Hmm belum pacar sih mba Mita?"


"Oh baru deket.." dan Fiza mengangguk.


Tak lama kemudian berjejerlah tiga mobil di hadapan mereka. tentu saja itu adalah mobil Damar Dika dan Aldi.


"Lagi nungguin apa? ayo masuk..!!"


"Ntar dulu, ini Fiza kasian, lagi nunggu jemputan."


"Fiza? di jemput siapa za?" tanya Damar.


"Temen tuan.."


"Tunggu sebentar sih pah, kasian juga.."

__ADS_1


"iya iya.."


Beberapa saat kemudian munculah sebuah mobil yang sangat dikenali ke tiga pria yang ada di sana. dan saat pengemudinya keluar.


"Bagas..!!"


Dan berpisahlah ke empat perempuan itu dengan pasangan masing masing meski tujuan mereka sama yaitu kediaman tuan Prapanca.


"Papah kenapa senyum senyum?" tanya Mawar ketus.


"Nggak nyangka aja mah, Bagas sama Fiza sekarang malah jadi semakin deket.."


"Emang papah tahu kalau mereka sudah deket?"


"Ya tau mah, bahkan papah lihat mereka ciuman di depan papah.."


"Apa? Yang bener pah? Gimana ceritanya?"


Dan Damar pun menceritakan kejadian beberapa waktu lalu saat iseng berbuat jahil kepada sang asisten akibat kesalah pahaman yang dibuat asistennya.


"Sembarangan papah ih, jahat, sama asisten setia juga?"


"Sekali sekali mah, papah kan juga pengin lihat Bagas punya cewek?"


"Kalau pengin mereka deket ya kenapa mereka dipisahin? satu dirumah satu di kantor?"


"Gampang, ntar juga papah kembaliin lagi Fiza ke kantor.."


"Baguslah.. eh pah.."


"Hummm.."


"Maksud mamah?"


"Yah, tadi ada perempuan yang sedang berbisik bisik gitu sama pria beristri, kelihatannya pria itu seneng banget dibisikin, sampai tersenyum dengan manisnya.." ucap Mawar ala ala peran antagonis.


Kening Damar kembali mengernyit dan otaknya bepikir ke beberapa saat yang lalu. dan sektika dia pun mengerti sindiran yang dilontarkan istrinya.


"Mamah lihat?"


"Kenapa emangnya kalau mamah nggak lihat? papah nggak suka?"


"Bukannya gitu sayang, hahha tapi papah seneng sih mamah jadi cemburu?'


"Ih mamah cemburu kok seneng sih pah?"


"Ya seneng dong mah, berarti mamah tuh cinta banget sama papah.."


"Dihh, emang apa yang dilakukan perempuan itu pah?"


Dan Damar pun menceritakan yang sebenernya. Damar bahkan membuka jassnya dan menyerahkan ke istrinya. Benar saja ada nomer ponsel terselip di sakunya.


"Kalau mamah nggak lihat, papah akan tetep hubungi nomer ini pasti?"


"Iya lah mah, tapikan tujuan papah bukan untuk selingkuh.."


"Lah terus untuk apa?"


"Perempuan itu namanya Sonya, dia tuh terkenal dengan pekerjaannya yang menaklukkan pria pria beristri. dan tujuan dia kali ini tuh papah.."

__ADS_1


"Dihh, amit amit, ada pekerjaan kaya gitu?"


"Yaitu buktinya ada, semuanya kan demi hidup mewah mah.."


"Sayang sekali, cantik cantik kok kerjaannya gitu?"


"Cantik? cantik darimananya mah? cantikan mamah kemana mana."


"Apaan sih pah, ya jelaslah dia cantik, sampai banyak lelaki yang takluk pada wanita itu dan rela rumah tangganya hancur.."


"Ya beda jauh lah sama mamah, kalau dia mengunakan kecantikannya untuk mendekati laki laki, lah mamah, hanya pasang satu foto tersenyum di akun mamah langsung yang ngasih hati dan komentar jutaan. Mana kebanyakan laki laki, terbukti kan? Mana yang cantik beneran dan mana yanng cantik bohongan."


"Bisa yah papahnya anak anak kalau ngomgong. bikin mamah sombong tau nggak, mamah jadi merasa cantik.."


"Halah bisa aja.."


"Terus rencana papah gimana nih? menghadapi cewek kaya gini? Ntar papah niatnya apaan malah kegoda lagi? orang katanya dia kan ahlinya penggoda.."


"Gini aja deh, berhubung mamah sudah tahu, gmana kalau mamah ikut ngerjain dia?'


"Ngerjain gimana pah?"


Damar pun meneceritakan rencananya pada sang istri. Dan nampaknya mlMawar tahu apa yang akan dilakukkan suaminya.


"Emang wanita seperti itu harus ditumpas pah, kasian wanita wanita lain yang hidupnya sudah dia hancurkan.."


"Ya begitulah mah.. dan mamah tahu siapa yang menyuruh wanita itu?"


"Siapa?"


"Idola mamah itu? Kei si anak petinggi.."


"Apa? yang benar pah?"


"Mamah tuh kalau papah ngomong soal dia nggak percaya, ntar kalau udah ketahuann busuknya aja mamah baru nyesel.."


"Buukannya gitu pah, tapi kan dia kelihatannya sopan dan baik gitu, lihat deh di berita berita.."


"Yah mamah, percaya sama berita. itu semua hanya kedok."


Tiba tiba Mawar teringat sesuatu.


"Owalah pantes, tadi dia yang nunjukkin ke mamah saat papah sedang bisik bisik sama wanita itu.."


"Loh tadi dia datang? kok papah nggak tahu?"


"Datang pah, malah duduk bareng mamah dan yang lain. "


"Sialan papah kecolongan.."


"Ya sudah pah, kita kerjain bareng aja keduanya? gimana?"


"Sipp, itu yang papah mau.."


Dan Mawar membuka jendela mobil kemudian melempar jass damar keluar.


"Loh kok jass papah di buang mah? itukan baru beli kemarin?"


"Nggak apa apa pah, mending papah kehilangan jass seharga sepuluh juta daripada ada jejakk wanita lain nempel di baju papah.."

__ADS_1


@@@@


__ADS_2