
Dan setelah puas dengan apa yang dilakukan dan ingin di lihat, kini Damar dan sang istri sudah terlihat rapi. Beruntung diruangan itu fasilitasnya lengkap. Begitu mereka selesai dengan permainan di kolong meja, Damar langsung bergegas mandi sedangkan sang istri membersihkan sisa sisa ludah yang tercecer di lantai dan dia juga membersihkan mulut dan tangannya.
Kini suami istri itu terlihat santai berada di sofa sembari menikmati hidangan yang sudah tertata di meja.
"Ternyata punya papah kalau lagi meludah lucu ya pah?" ucap Mawar terlihat sangat bahagia dengan pengalaman barunya.
"Lucu gimana? mamah ada ada aja." jawab Damar gemas melihat reaksi sang istri.
"Nggak bisa dijelaskan dengan kata kata pokoknya pah. Lucu gemas. kaya Dian dan Dion waktu kecil."
"Astaga, masa disamakan kaya anak anak sih mah."
"Ya nyatanya gitu. Lain kali lagi ya pah."
"Terserah mamah aja. Asal mamah seneng papah juga seneng mah. Kok tadi pas belalai gajahnya meludah, nggak ditelen aja mah?"
"Hah.! ditelen? jijik tahu pah." jawab Mawar sambil bergidik di sela sela makannya.
"Kalau yang doyan ya katanya enak mah. Apa lagi ludah belalai gajah papah kan sehat. Papah nggak pernah merokok dan minum alkohol."
"Loh, kok bsa? apa pengaruhnya pah?"
"Ya pengaruh lah sayang. Papah sih nggak bisa menjelaskan secara detail, tapi yang pasti intinya rasa dan kualitasnya ludah dari belalai gajah itu lebih sehat dan enak daripada belalai gajah milik orang lain yang merokok atau pengonsumsi alkohol." ucap Damar mencoba menjelaskan semampunya.
"Dan juga dengar dengar ludahnya belalai gajah tuh bisa bikin kulit wajah perempuan halus dan sehat loh." sambungnya.
"HAH...! yang benar pah? masa bisa kayak gitu?"
"Ada kok artikelnya. Di luar negeri malah ada yang sudah melakukan penelitian dan bahkan ada perusahaan yang memproduksi alat kecantikan dengan bahan dasar ludah belalai gajah." Mawar yang mendengar cerita sang suami dibuat melongo keheranan.
"Papah seirus? masa ada perusahaan kayak gitu?"
"Ada sayang. nanti mamah cari aja artikelnya."
"Sepertinya papah pengalaman sekali?" dengus Mawar.
"Hahha. kan papah suka membaca mamah. makanya papah tahu banyak."
Obrolan yang tidak ada manfaatnnya sama sekali pun terus berlanjut diantara suami istri yang selalu terlihat romantis kapanpun dimanapun. Tak lupa hidangan juga mereka nikmati di sela sela obrolan mereka.
Sejenak obrolan mereka terhenti begitu ada yang membuka pintu ruangan Damar.
"Ada apa Gas?" tanya Damar begitu tahu siapa yang masuk.
__ADS_1
"Ada nona santo tuan." balas Bagas.
"Nggak sama Fiza?"
"Dengan Fiza, tapi dia.." ucap Bagas gantung.
"Suruh mereka masuk. kamu pacarannya nanti dulu, saya ada perlu dengan mereka berdua." potong Damar.
"Baik tuan." Bagas kembali keluar dengan perasaan dongkol. Niat hati ingin berduan malah Fiza disuruh masuk.
Tak lama kemudian masuklah dua orang tersebut. Mawar langsung pindah tempat duduk disisi sang suami dan kedua orang itu duduk dihadapan mereka.
"Kalian sudah makan?" tanya Damar.
"Sudah tuan." jawab Santo.
"Kalau belum makan, sekalian aja nih. Masih banyak."
"Nggak tuan makasih, kita tadi makan dulu kok waktu mau kesini." ucap Fiza.
"Tuan Damar benar benar sempurna yah? udah baik tampan seksi menggemaskan dan.."
"Jangan genit Santi..! ada istrinya tuh." bisik Fiza geram
Mawar dan Damar yang melhat tingkah Santo alias Santi hanya bisa berkata dalam hati, "amit amait jabang bayi," sambil mengusap perut masing masing dan juga perbanyak istighfar.
"Fiza, apa kamu sudah melaksanakan apa yang aku perintahkan?" tanya Damar begitu dia selesai makan.
"Sudah tuan, dan saya juga sudah memberi tahu kan semuanya sama Santi."
"Iya tuan, saya sudah siapkan semua yang tuan butuhkan dan perintahkan." sambung santi sembari membuka tas dan menunjukkan sesuatu yang diinginkan Damar.
"Bagus, bentar yah." ucap Damar kemudian meraih gelas dan menghabiskan isinya. begitu juga Wawar.
"Sekarang kalian dengarkan baik baik rencana saya." ucap Damar berikutnya dan dia langsung menjelaskan detail rencananya secara lugas. Ketiga orang yang ada dihadapannya langsung mengerti dengan apa yang Damar katakan.
"Tapi mamah takut pah." rengek Mawar sembari melingkarkan tangannya di bahu sang suami dan bergelayut manja padanya. Tentu saja pemandangan seperti itu membuat iri dua kepala yang ada dihadapan mereka.
"Jangan takut sayang. Kan ada Fiza dan Santi. Nanti orang orang papah juga ada yang melindungi mamah."
"Tetep aja nggak akan tenang lah, orang nggak ada papah."
"Papah cuma sebentar sayang. dan papah juga yakin papah nggak akan ketemu sama Sonya."
__ADS_1
"Bener?"
"Iya, begitu tugas papah selesai, papah akan langsung meluncur ke tempat mamah."
"Baiklah, tapi bener loh papah jangan sampai ketemu apa lagi kegoda."
"Iya sayang, bagaimana mungkin papah kegoda dengan sampah."
Fiza dan Santi hanya saling lirik dan merasa jadi obat nyamuk melhat kemesraan yang tersaji di depan mata mereka.
"Sampah kalau didaur ulang juga bisa jadi barang berharga pah."
"Mau berharga mahal pun, yang namanya sampah tetap sampah mamah. udah yah, jangan merajuk. Biar semuanya lancar. Semua ini tergantung mamah loh."
"Baiklah." Ucap Mawar dan dia membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami tanpa peduli dengan dua wajah yang menyaksikan kemesraan mereka dengan rasa iri.
Persiapan juga sedang dilakukan oleh pihak Kei dan Sonya. Setelah beberapa saat tadi Kei mendapat balasan pesan dari wanita pujaan tentang ajakan ketemuan, Kei dengan perasaan suka cita langsung bersiap siap tanpa mempedulikan perempuan yang masih terbaring di atas ranjang. Sonya hanya mendengus sebal. Bagaimana bisa seorang Kei langsung melupakan keberadaan dirinya padahal sebelum Mawar membalas pesannya, Sonya dan Kei masih bersatu badan tanpa busana.
"Kamu bersiap siap dong Sonya. Jadi nggak sih kamu ketemuan sama Damar?" Tanya Kei.
"Jadi dong, orang ini waktu yang ditunggu." Jawab Sonya sembari bangkit dan sesaat duduk di tepi ranjang.
"Ya udah sana mandi, siap siap. Jangan lupa persiapkan semuanya apa yang kamu butuhkan."
"Kamu jangan khawatir. Kali ini nggak bakalan gagal. Kan ketemunya bukan ditempat biasa. Kamu jadi pake paranormal Kei?"
"Jadi dong, minimal hari ini aku harus dapat rambut Mawar. Dan jika berhasil, sudah dipastikan Mawar akan melepaskan Damar dan dia akan tunduk kepadaku." Ucap Kei dengan khayalan yang sudah terlalu tinggi.
"Tapi kamu jangan lupakan aku Kei."
"Pasti dong, kamu tuh teman ranjang yang paling hot." Ucap Kei dan dia mendudukan tubuhnya di sebelah Sonya dan menyerang bibir perempuan itu.
Sungguh sangat disayangkan. Di balik rencana mereka akan ada kejutan yang sudah menanti pasangan yang penuh obsesi tersebut.
@@@@@
...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....
...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw, nih ada karya bagus dan romantis sangat....
__ADS_1