MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Keluarga Macam Apa Ini..


__ADS_3

Mobil itu terus melaju menembus ramainya jalan raya. Lagu lagu cinta menggema mengiringi dua insan yang sedang dilanda bahagia. Yang pengemudi berbahagia karena berhasil membawa sang wanita pujaan sedangkan wanita palsu di sebelahnya bahagia karena akan merasakan kehangatan yang diimpikan oleh semua wanita wanita palsu seperti dia.


Keduanya sudah sama sama berpikir liar. Membayangkan hari hari penuh cinta dan gelora asmara.


Kini perlahan mobil itu sudah memasuki kawasan perumahan elit. Perumahan super elit dimana orang orang yang tinggal di kawasan elit tersebut aadalah orang orang kaya dan ternama meski nama mereka masih kalah jauh dengan nama Prapanca.


Sang perempuann palsu sangat takjub begitu mobil masuk ke dalam gerbang perumpahan elit tersebut. abagaimana dia tidak takjub, selama hidupnya dia tinggal di pemukiman padat penduduk yang terkesan kumuh. Sekarang sekarang saja kehidupannya lumayan membaik sejak kenal dengan FIza. Apa lagi kini dia dipercaya untuk membantu seorang paling berpengaruh di negeri ini dengan imbalan yang tak biasa. Dari imbalan pertama saja dulu dia bisa buka salon di kontrakannya. Meski pun kecil kecilan tapi setidaknya sumber uang yang dia dapat tidak hanya dari pria pira yang mempunyai hasrat menyimpang.


Tak butuh waktu lama, mobil itu kini memasuki rumah yang sangat mewah. Sudah dipastikan kalau rumah ini adalah rumah dari si pemilik mobil di sebelahnya.


Kini mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah tersebut.


"Ayo non turun?" Ajak pria itu dan perempuan palsu itu pun mengangguk dengan anggunnya kemudian turun setelah pintu mobil dibuka oleh sang pria.


"Ini rumah siapa mas Kei?" Tanya perempuan itu manja dan pastinya cuma basa basi.


"Rumah aku, dan pastinya akan jadi rumah kamu juga." Jawab sang pria dengan senyum yang terus berkembang setiap dia mengakhiri ucapannya.


"Wahh.." Jawab perempuan paslu itu takjub.


"Udah ayo masuk." Pria itu menyambut tangan sang wanita palsu dan menggandengnya memasuki rumah miliknya.


Begitu dia berada di dalam rumah, sang asisten rumah tangga yang melihat tuannya masuk, dibuat melongo dengan apa yag dilihatnya. Sang majikan muda membawa perempuan dan yang membuat sang asisten rumah tangga syok adalah perempuan itu bukan perempuan biasa tetapi perempuan yang memiliki jakun di lehernya.


"Astaga ini tuan Kei bahwa mahluk dari planet mana? Ini nggak salah kan? ya ampun tuan Kei seleranya sekarang makhuk jadi jadian." Gumam sang asissten rumah tangga begitu melihat apa yanng baru di saksikannya.


Kei membawa perempuan itu ke kamarnya dan menyuruhnya istirahat dulu karena mereka akan menikmati malam panjang nanti. Kei keluar kamar dan beranjak menuju meja makan untuk mengambil minum dan beberapa cemilan yang ada disitu.


Saat Kei meliwati sebuah kamar, kamar itu terbuka. Kei menoleh dan keluarlah wanita yang usianya sekitar empat puluh lima tahun dengan penampilan yang acak acakan, bahkan dia memakai baju tidur. Kei yang sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu hanya acuh melewati perempuan yang menyandang status ibu kandung bagi Kei.


"Tumben jam segini kamu di rumah Kei." Tanya perempuan itu.


"Lagi pengin saja mih."

__ADS_1


Tak berapa lama dari kamar yang sama keluarlah seorang pemuda yang bisa dikatakan usianya baru menginjak dua puluh. Pemuda tampan idaman tante tante kesepian.


"Cowoknya beda lagi mih?" tanya Kei yang sudah tak heran dengan pemandangan yang ada didepan matanya.


"Yah seperti yang kamu lihat," ajawab sang mamih sambil melingkarkan tangannya di pinggang pemuda itu.


"Lebih tampan dan lebih hot saat di ranjang, nggak sia sia deh mamih yang dapat arisannya kali ini."


Kei hanya mengendikann bahunya tanda acuh.


Di saat yang bersamaan muncul juga kepala keluarga di rumah itu. Entah ada angin apa pria paruh baya itubdi rumah pada jam yang tidak biasanya. Seperti yang anggota keluarga lain tahu, pria itu baru pulang ke rumah menjelang jam dua belas malam atau bahkan tidak pulang lebih memilih meenghabiskan malamnya dengan berbagi peluh bersama wanita lain.


"Tumben papih jam segini di rumah? ada apa?" Tanya Kei.


Sementara pemuda tadi sedang cium pipi kiri dan kanan sebagai simbol kalau mereka akan berpisah. Dan benar saja pemuda itu melangkah ke arah pintu utama rumah ini.


"Iya, papih ada perlu sama kalian, kita duduk di ruang tengah saja." Kei dan sang mamih pun nurut. Mereka menuju ruang keluarga.


"Papih besok mau nikah, papih harap kalian tdak keberatan. Karena wanita itu terus menuntut papih menikahinya terus, nggak apa apa kan? kalian nggak keberatan?" tanya sang papih serius menatap dua orang di hadapannya.


"Ya terserah papih, asal tidak menghancurkan reputasi keluarga kita. Ingat pih, kalau ketahuan, papih bisa kehilangan jabatan." Ucap Mamih memperingati.


"Makanya mih, papih hanya akan nikah siri dulu."


"Emang perempuan mana sih pih yang mau papih nikahin?"


"Adalah, yang jelas masih muda Kei, sepertinya usianya tak beda jauh dari kamu."


"Ya sudahlah, Kei mau balik ke kamar dulu."


Dan semuanya bubar. Keluarga yang aneh.


Di dalam kamar, perempuan palsu itu nampak sedang berbaring. Begitu masuk, Kei langsung merebahkan diri dan memeluk perempuan palsu itu dari belakang dan memberinya banyak kecupan di tengkuk belakang perempuan palsu itu.

__ADS_1


"Geli mas.." Ucap perempuan itu manja.


"Tapi kamu suka kan? Kamu pasti sangat tergila gila sama aku, iya kan?" Tanya Kei dengan yakinnya.


"Iya dong, aku sangat mengidolakan mas Kei sudah lama."


"Ulululuh, gemesin banget sih kamu Mawar. Jadi pengin makan kamu nih."


"Tunggu dulu dong mas Kei, lampunya dimatiin ya?"


"Kok dimatiin?" Tanya Kei heran.


"Aku suka main dalam keadaan gelap Mas, lebih membara loh." Jawab perempuan itu beralasan dengan manjanya.


"Baiklah." Dengan malas Kei mematikan semua lampu yang ada,kecuali satu lampu remang remang di dekat jendela.


Tanpa permisi Kei langsung saja menyerang perempuan palsu itu dengan ganas. Permainan panas pun tak terelakan lagi. Beruntung bagian tubuh atas perempuan itu menonjol seperti punya perempuan asli.


Dengan lihainya perempuan itu menyuruh Kei berbaring, dia meminta posisi di atas dan Kei di bawah. Dengan senang hati Kei melakukannya.


"Kok menjepit banget sih sayang punya kamu?" Tanya Kei saat benda tumpulnya melesak masuk ke dalam lubang milik perempuan palsu.


"Iya dong, enak nggak?"


"Ini sih benar benar enak banget sayang, ayo gerak sayang, aku sudah tak tahan." Pinta Kai.


"Dengan senang hati."


Dan mulai lah goyangan maut bergerak.


Seandainya Kei tahu lubang apa yang dia masuki, masihkah dia mengerang keenakan seperti itu?


@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2