
Udara cerah sungguh sangat terasa di sore ini. Sebenarnya tidak cerah karena yang namanya ibu kota waktu kapanpun udaranya akan terus terasa panas. Udara terlihat cerah mungkin bagi orang orang yang hatinya sedang dimabuk cinta, jadi semuanya terlihat indah di mata mereka. Begitu juga yang dirasakan Keinan Alfarizky.
Deru dan riuhnya berbagai kendaraan seakan terdengar nyanyian cinta yang terdengar romantis di telinganya. Teriakan kasar dari orang orang jalanan seakan panggilan mesra yang terlontar untuk dirinya. Belum lagi hal hal lain selalu dia sangkut pautkan denga suasana hatinya yang lagi bertabur bunga.
Saat ini Kei sedang duduk manis menanti kedatangan wanita spesial yang katanya masih dijalan dan sebentar lagi sampai. Kei tidak keberatan sama sekali untuk menunggunya. Dan menurut dia, penantian ini adalah penantian terakhir dan setelah pertemuan ini, dirinya sangat yakin perempuan idamannya akan menjadi wanita yang selalu bersamanya.
Tanpa Kei sadari di beberapa sudut tempatnya berada, ada mata mata yang sedang mengawasi keberadaanya. Tentu saja mata mata itu adalah orang orang kepercayaan tuan muda yang akan menjalakan tugasnya masing masing.
Jika dipikir pikir mungkin ini perbuatan yang kejam. Bagaimana bisa tidak kejam? Bahkan sang pemilik restoran dimana Kei berada saat ini, juga ikut ambil bagian dalam rangka memberi pelajaran kepada sosok pria bernama Kei. Dia melakukan hal itu juga karena dia thu siapa orang yang berpengaruh di balik rencana itu. Dan hal itu akan menjamin keberhasilan usaha restoran lebih meningkat lagi.
Senyum Kei makin menghangat saat matanya menatap wanita pujaannya memasuki restoran dan berjalan ke arahnya.
"Maaf mas Kei. maaf aku terlambat, jalanan macet." sapa perempuan itu langsung duduk.
"Wah nggak apa apa, kamu bisa datang aja aku sudah senang non." jawab Kei dengan riangnya.
"Belum pesan minuman?"
"Belum, sengaja nungguin kamu."
"Wah maaf, ya sudah mending pesen deh, kan aku sudah datang."
"Oke.."
Dan Kei pun memanggil karyawan restoran untuk memesan beberapa makanan dan minuman. Setelah menyebutkan semua yang dipsen, karyawan itu pun pergi. Kei dan Mawar kembali larut dalam obrolan.
Di saat Mawar dan Kei sedang membicarakan tujuan dari pertemuan ini, di saat bersamaann pula para mata mata tuan muda sedang beraksi sesuai apa yang ditugaskan.
__ADS_1
Sejujurnya Mawar sangat tak nyaman berada berdua dengan pria yang pernah dia idolakan ini. Apa lagi jika Kei sudah mengeluarkan gombalan gomblan mautnya. Kalau bukan karena sang suami, mungkin Mawar sudah buang air besar di depan Kei karena terlalu enek dengan gombalan gombalan yang membuat perut mules ingin ketoilet.
Tak lama pesenan mereka pun datang. Beberapa hidangan enak nan mahal sengaja Kei pesan sebagai perayaan kalau beberapa saat lagi wanita di hadapannya akan tergila gila padanya.
Sebelum menyantap makanan, Mawar sengaja minta ijin dulu ke toilet dan dengan senang hati Kei mengijinkan karena ini memang waktu yang ditunggu oleh Kei untuk melancarkan aksinya.
Begitu Mawar pergi, Kei langsung mengeluarkan botol kecil disakunya. Dia membuka penutup botol itu dan menuangkan beberapa tetes cairan ke dalam minuman Mawar. Tentu saja Kei melakukannya dengan sangat hati hati dan mata yang terus waspada. Meski Kei tidak sadar ada mata yang sedang mengawasi setiap gerak geriknya.
Setelah beberapa tetes cairan itu tercampur dengan minuman Mawar, Kei langsung menutup kembali botol itu dan meletakannya dalam sakunya kembali. Senyum Kei makin terkembang membayangkan detik detik yang akan terjadi setelah Mawar minum air yang sudah tercampur sesuatu dari paranormal. Sambil menunggu Mawar yang katanya lagi di toilet, akei pun semenatara mencicpi dulu beeberapa hidangan dan juga meminum minuman yan sudah dipesannya.
"Yes..!! Akhirnya.." Teriak lirih seorang perempuan setangah pria di salah satu sudut restoran itu.Sedangkan temannya hanya terkekeh melihat perempuan yang akrab dipanggil Santi kegirangan saat melihat target masuk dalam permainan tuan muda.
"Seneng bener jeng." Ledek sang perempuan asli.
"Seneng dong Za. kapan lagi bisa berduaan dengan makhluk setampan babang Keinan. Walauapun ketampanannya kalah jauh dengan tuan muda, tapi cukuplah bagi aku Za." Ucap Santi dengan centilnya. Dia segera mengambil alat make up untuk merias diri mempercantik penampilannya karena jika sesuai perhitungan dia akan mulai dengan aksinya.
Seteal beberapa saat Kei menenggak seperempat minuman yang dia pesan, tiba tiba kepala dia terasa berat dan begitu pusing. Dia mencoba tenang namun kepala itu semakin terasa berat. Kei mencoba memberi pijatan pada kepalanya, hingga beberapa saat kepalanya berangsung angsur pulih.
Dan beberapa saat kemudian senuyum Kei terkembang lagi karena wanita yang tadi pamit ke toilet telah datang kembali. Tanpa Kei sadari kalau perempuan yang kini duduk dihadapannya adalah Santi. Namun di mata Kei dia adalah Mawar.
Itu semua adalah efek dari minuman yang sudah di bubuhi beberapa tetes cairan oleh keryawan suruhan tuan muda. Dan efek dari cairan itu adalah Kei akan memandang kalau perempuan dihadapannya itu dalah Mawar. sedangkan Mawar yang asli kini sudah berada di dalam mobil bersama sang suami tercinta.
"Aduh pah, tadi mamah bener bener takut banget. gila aja."
"Hahah tapi sekarrang aman kan? "
"Papah itu ih bikin mamah kaya mafia tahu nggak."
__ADS_1
"Hahaah mafia cantiknya papah, kasih papah cium dulu dong, sebelum kita pulang."
"Baiklah,"
Sementara yang terjadi di restoran. Hati Kei sedang berbunga bunga saat wanita dihadapannya menenggak air minum yang sudah di bubuhi beberapa tetes cairan yang dia bawa. Padahal air itu tidak menimbulkan efek apa apa. Justru efeknya adalah Kei yang kena.
"Setelah ini, kamu langsung pulang atau mau kemana non?" Tanya Kei untuk memastikan hasil dari apa yang telah dia lakukan.
"Mau ngikut mas Kei aja." jawab Mawar palsu dengan nada manja dan genitnya. Tentu saja jawaban itu membuat bibir Kei tersungging senyum sangat menawan.
"Aduh mas Kei senyuman manis banget sih." Dan lagi lagi gombal kecil itu membuat Kei semakin melayang.
"Kamu mau nggak ikut aku ke suatu tempat?"
"Kesuatu tempat? Kemana mas Kei?"
Kei benar benar sudah terpengaruh oleh racun asmara yang dia minum. Bahkan suara wanita di depannya pun tidak bisa dia bedakan dengan suara asli seorang Mawar.
"Tempap yang hanya ada kita berdua."
"Wah beneran mas Keii? Aku mau aku mau, kapan?"
"Kalau mau sekarang ya ayok. Setelah kita habiskan makanan ini ya?"
"Okeh."
Kei dan Mawar palsu pun segera menghabiskan makanan yang ada hingga habis. Tak butuh berapa lama Kei dan Mawar palsu meninggalkan restoran dan juga meninggalkan beberapa orang yang tersenyum puas karena rencananya berhasil.
__ADS_1
"Selama Santi, bersenang senanglah malam ini.." Teriak Fiza dengan ketawa yang membahana.
@@@@@@