
Kluntang kluntang kluntang.
Dering sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja berbunyi. Meski sudah berkali kali diabaikan oleh pemilik ponsel, tapi dering itu terus berbunyi tak mau berhenti, hingga sang pemilik merasa gusar karena aktifitas yang sedang dia lakukan diatas ranjang bersama istrinya benar benar terganggu. Dengan posisi badan yang masih saling menempel dengan sang istri, dia pun mengambil ponsel dan mengangkatnya dan percakapan dalam telfon pun terjadi.
"Hallo Mar.."
"Iya, ada apa Al.?" Jawab Damar dengan suara desah yang sedikit tertahan
"Kamu dimana.?"
"Aku dirumah.."
"Ya udah aku ke rumahmu saja sekalian sama dika.."
"Oke.."
"Kamu lagi ngapain sih.? kok suaranya.?"
"Lagi main di ranjang sama Mawar.."
"Sialan, Dasar Gila kau, Nggak ada akhlak banget.."
"Makanya, aku dari tadi nggak angkat, gangguin aja.."
Klik.. sambungan telfon pun terputus. Damar langsung melempar ponsel ke sebelah ranjang dan kembali melakukan aktifitasnya bersama istri tercinta.
Tak lama kemudian, aktifitas itu pun berakhir.
Kini mereka terbaring tanpa berselimut. Badannya lelah penuh keringat. Seperti yang sudah sudah, sang istri akan selalu menempel pada tubuh suaminya. Bersih maupun kotor, bagi dia aroma suaminya adalah kenyamanan hakiki yang tidak bisa terganti oleh aroma apapun dan milik siapapun.
"Mah, besok kita ke dokter yah?"
"Ngapain? kan baru kemarin kita kesana pah?"
"Papah takut saja mah, karena dalam dua puluh empat jam kita sudah tiga kali berhubungan.."
"Perasaan papah mainnya pelan banget?"
"Tetaplah mah, papah takut gara gara hasrat papah yang tak terbendung, papah kehilangan anak papah.."
"Baiklah, trus kita kapan pergi berdua pah?"
"Nanti setelah ketemu dokter dan setelah papah membereskan orang yang mau berbuat ulah sama kita.."
"Kok ada sih pah, orang orang seperti itu?"
"Ya ada dong mah, dimana mana orang iri tuh selalu ada, apa lagi kalau manusia manusia kurang belaian, behh banyak.."
"Apa mereka berencana merusak rumah tangga kita pah?"
"Pastinya mah, mereka mungkin iri sama papah atau sama mamah.."
"kok mamah takut ya pah? mamah takut suatu saat cinta papah berkurang? dan kita...."
__ADS_1
"Hust, jangan ngomong kaya gitu. Mendapatkan wanita seperti mamah tuh sulit banget, meluluhkan hati mamah juga butuh perjuangan. Masa iya papah mau sia siakan perjuangan itu. Kalaupun papah selingkuh, apa mungkin akan bahagia? enggak kan? bahagianya sesaat, takutnya lama, sekali ketahuan hancur semua. kebahagian papah ada dirumah papah, ada mamah, anak anak, mamih papih, Mita Sinta yang sudah papah anggap adik. papah nggak akan mencari kebahagian lain yang hanya sesaat mah.."
Mendengar penuturan suaminya, Mawar pun terharu. Dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Pah, entah bagaimana caranya mamah harus bersyukur memiliki suami seperti papah? mamah terlalu bahagia pah.."
"Kan itu memang tujuan papah, membuat mamah bahagia, karena mamah tuh cahayanya rumah papah. Papah nggak mau cahaya itu meredup karena papah."
"Coba saja ya pah laki laki di dunia ini sama seperti papah, pasti banyak wanita wanita yang sangat bahagia dengan rumah tangganya.."
"Lain kali mamah jangan terima paket paket lagi yah, kalau mamah pengin sesuatu mending telfon papah atau bilang sama orang rumah. Papah nggak mau ada kejadian kaya tadi pagi.."
"Baiklah.."
"Aldi dan Dika mau ke rumah, Bagas juga nanti kesini sekalian nganter Fiza dan membeli sepeda buat anak anak, sekarang kita mandi yuk mah.."
"Laaahhhhhhh....." Jawab Mawar malah semakin erat pelukannyan.
"Mah.."
"Mamah masih pengin kaya gini pah, susah banget sih meluk suami seharian.?"
"Ya kan nanti malam lagi.?"
"Hhmmm.."
"Ya udah ya, yuk mandi, ngga enak, mereka kan mau nolong kita.."
"Baiklah.."
Sementara itu di depan gerbang kediaman prapanca,
Tin Tin..!!!
Suara klakson mobil mengagetkan dua penjaga rumah yang nampak sedang asyik mendengarkan musik dangdut melalui ponsel mereka. Salah satu dari mereka pun bergegas menghampiri mobil tersebut.
"Eh den Aldi, den Dika.."
"Damarnya ada mang.?"
"Ada den di dalam, bentar ya den.." Dan penjaga itupun membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mobil itu masuk.
"Makasih mang.."
"Sama saam den.."
Mobil itu pun menuju pelataran parkir, tak lama kemudian kedua orang yang ada di dalamnya beranjak turun. Salah satu dari mereka terlihat menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Dik.?"
"Tuh lihat ulahnya Damar.." Tunjuk Dika ke salah satu bangunan kaca..
"Motor kenang kenangan itu, pertama kali Damar kencan naik motor sama Mawar.."
__ADS_1
"Ada ada aja, pake di simpen di lemari kaca lagi.."
"Namanya barang spesial, meski butut gitu harganya lima puluh juta.."
"Seneng bener tuh ojol, motor bekasnya dibeli harga tinggi.."
"Kaya ngga tau Damar aja kamu mah Dik.."
Disaat mereka mau masuk, tiba tiba ada dua mobil masuk juga. Yang satu mobil mewah dan yang satu mobil bak terbuka nampak membawa dua sepeda.
Setelah berhenti di tempat yang semestinya, semua yang ada di dalam mobil pun keluar.
"Bagas.!!" Seru Aldi dan Dika hampir bersamaan, dan mereka berdua lebih kaget lagi begitu melihat seorang perempuan turun dari mobil yang Bagas tumpangi.
"Ini sepedenya den Dion dan neng Dian den.?" tanya penjaga pintu yang ikut masuk mobil bak terbuka.
"Iya mang, tolong taruh di tempatnya ya mang.?" pinta Bagas.
"Baik den.."
"Ceilehh Bagas, sudah bawa gandengan aja nih.." Goda Aldi.
"Temen mas, kebetulan mau kerja disini.." Jawab Bagas malu malu.
"Kerja disini.?"
"Iya mas Dika, disuruh menemani non Mawar.."
"Oh begitu, ya udah yok masuk, Damarnya lagi makan serabi lempit istrinya, menyebalkan.."
Dan semuanya tergelak mendengar Aldi menggerutu.
Sementara di sebuah kamar, Seorang pria nampak terlihat sedang memaki sambil bercermin.
"Brengsek kau Damar. kenapa kau menghalangi jalanku? Mawar itu harusnya jadi milikku bukan milik kamu..!!! Kamu sudah cukup membuatnya menderita dengan membesarkan anak anakmu, seharusnya kamu malu menikahinya..!!! Dasar bedebah, Rujak spesial buatan tanganku harus terbuang sia sia gara gara ulahmu..!!"
Dan pria itu pun beralih menatap foto foto yang terpampang di dinding.
"Kenapa kamu nggak keluar rumah sayang? aku dari tadi menunggumu loh, aku mau ngasih rujak eh malah disuruh dibuang sama suamimu, kurang ajarkan yang? Tapi tenang saja sayang, bentar lagi kita akan bersatu kok, kamu jangan lupa minum obatnya ya sayang ya. kamu akan melupakan segalanya, semua masalalu yang pahit yang kamu alami, hanya akan ada aku dalam ingatanmu selamanya, sampai kita menua bersama, okeh.."
Dan pria itu terkekeh sembari meraih ponselnya yang berdering.
"Hallo.."
"Ada apa?"
"Cihh, nggak perlu tahu apa rencanaku.."
"Bodo amat, Demi Mawar apapun akan aku lakukan..!!!
Klikk...
Entah apa yang sedang pria itu pikirkan, yang pasti saat ini senyum jahat sedang dia sunggingkan.
__ADS_1
@@@@