MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Mengibarkan Bendera Perang..


__ADS_3

Bagi sepasang suami istri, tempat ternyaman untuk berkeluh kesah, bercerita dan saling terbuka mencurahkan perasaanya adalah berada bersama di dalam sebuah kamar. Begitu juga yang terjadi pada pasangan Damar Arya Prapanca dan Alika Mawar Tantri. Dan seperti terlihat pagi ini di sebuah kamar hotel yang pastinya kamar satu satunya yang digunakan khusus untuk sang pemilik hotel nampak baru bangun dari tidurnya. Mata dan suaranya masih sama sama berat dan posisinya juga masih sama seperti kemarin kemarin. Sang suami dengan lembuatnya mengusap usap kepala sang istri yang bersemayam didadanya.


"Udah bangun sayang?" tanya sang suami.


"Huumm.." sahut sang istri sembari merapatkan kembali pelukannya. dan sang suami tersenyum sekilas.


"Hari ini acaranya ngapain mah?"


"Memeluk papah.." jawaban sang istri membuat suaminya tertawa renyah. Dia sudah tahu jawabannya akan seperti ini tapi dia suka. Karena bagi Damar, istrinya bermanja kepadanya adalah hal yang paling membahagiakan.


"Kebiasaan, jawabannya pasti itu.."


"Sudah tahu pake tanya."


"Ya kan kali aja mamah pengin kemana gitu. tapi kok aneh yah, mamah nggak pengin pulang?"


"Papah pengin pulang apa?"


"Belum sayang, tanya doang.."


"Enggak tahu, entah ini bawaan bayi atau perasaan mamah, nggak pengin lepas dari papah sedetik pun. Tapi kalau ini hanya perasaan mamah ya nggak mungkin kan pah, soalnya waktu belum hamil juga mamah nggak gini gini amat."


"iIya, papah juga heran. Tapi papah senang sih, papah merasa meski anak anak papah masih dalam kandungan, mereka juga merasakan kasih sayang papah.."


"Dan semoga kasih sayang itu tetap selamanya hanya milik mamah dan anak anak.."


"Aamiin dan itu juga harapan papah, cium papah dulu dong, kalau bangun tidur nggak dapat cium dari mamah tuh seperti ada yang kurang.."


Dan sang istri tergelak sejenak kemudian bangit menyatukan bibirnya ke bibir sang saumi sejenak kemudian kemmbali ke posisi semula.


"Mah.."


"Humm.."


"Apa dulu pas mengandung Dian dan Dion, intan ngidam juga?"


"Mungkin pah, Intan sejak hamil tertutup sih.."


"Papah berdosa banget ya mah."


"Mamah tahu, papah menyesal dan perasaan menyyesal itu tak bisa terhapus begitu saja, tapi papah juga harus ingat, papah bisa menebus penyesalan itu dengan membesarkan anak anak. memberikan yang terbaik buat mereka, "

__ADS_1


"Itu sih pasti mah, cuma kalau lagi merenung kaya gini papah suka kepikirran.."


"Udah jangan dipikirkan, yang Intan butuhkan saat ini adalah doa. Mamah cemburu loh papah mikirin perempuan lain meskipun sudah almarhum."


"Hhahhaa, iya iya, kasih papah cium lagi sini. duh gemas papah.."


Dan kembali bibir mereka bersatu.


"Oh iya pah mamah mau cerita.."


"Cerita apa sayang?"


"Tapi papah jangan marah, soalnya ini menyangkut seorang pria.."


"Pria? Maksud mamah?"


"Ini mamah terbuka sama papah loh ya, mamah nggak mau papah salah paham.."


"Iya sayang, ada apa emangnya?"


"Papah tahu kan sama pria bernama Kei?"


degg.. Damar tercengang.


"Papah tahu kan kalau aku tuh ngefans sama dia."


"Iya terus?"


"Kemarin dia inbok mamah.."


"Inbok? coba lihat mana hp mamah.."


"Tuh sebelah papah.."


Damar pun menoleh dan segera meraih hp istrinya. Dia membuka aplikasi sosial media punya sang istri dan langsung menuju kotak masuk. Benar saja akun milik anak petinggi itu mengirim sebuah pesan dan istrinya sempat membalasnya. Cemburu dan marah pasti ada dalam hati Damar, namun dia tahu istrinya tidak salah dan tidak tahu apa apa. Dia tahu orang bernama Kei itu pasti sedang memulai rencananya. Bahkan dalam kotak masuk itu Kei berpesan kepada sang istri agar jangan bilang ke suami kalau dia mengirim pesan. Damar menyeringai.


"Sepertinya musuh sudah mulai bergerak.." Gumamnya.


Damar yang memang sudah menyuruh orang khusus untuk mengikuti gerak gerik seorang anak petinggii itu, sudah mendapat laporan kalau anak petinggi itu akan menjebak dia dengan seorang pelakor profesional. Dan sepertinya sang tuan muda akan mengikuti permainan itu. Yang pasti dia juga sudah menyiapkan rencana untuk menggagalkan bahkan menjerat anak petinggi itu.


Sementara itu di pagi yang sama di kamar sebuah hotel yang berbeda, sepasang anak manusia yang sayangnya bukan suami istri itu juga sedang saling memeluk seperti yang damar dan istrinya lakukan.

__ADS_1


"Gilaa, permainanmu kenapa masih bagus banget sih? bener bener memuaskan tahu nggak.." ucap sang pria pada perempuan yang sedang memeluk tubuhnya.


"Harus dong, nggak sia sia aku mengeluarkan biaya mahal untuk memuaskan pelangganku.."


"Pantas saja, kamu begitu laris."


"iya lah, aku kan spesialis orang orang kelas atas seperti kamu, mana ada pria yang nggak takluk dengan pesonaku.." ucap perempuan itu bangga.


"Hahha baguslah dan kamu pasti sudah siap dengan tugas kamu?"


"Sudah dong, aku siap kapan pun, lagian kan aku juga sudah lama mengincar Tuan Damar."


"Aku tahu, kamu sangat ingiin jadi nyonya Prapanca, makanya aku ngajak kamu kerja sama biar saling menguntungkan."


"Kenapa sih kamu sangat terobsesi dengan istrinya Damar?"


"Ini bukan obsesi tapi ini cinta. aku jatuh cinta sama dia.."


"Yayaya terserah kamu deh, terus kenapa jatuh cinta sama dia? sedangkan kamu tahu sendiri, banyak wanita yang mau bertekuk lutut dihadapanmu, kecuali aku tentunya.."


"Mereka pada nggak tulus, mereka hanya melihat harta dan aku anak siapa, beda sama Mawar.."


"Mawar juga sama aja kan? aku sih yakin dia mau sama Damar juga karenanhartanya, nggak munafik sih, secara dia anak panti dan dia mengunakan anak anak Damar untuk menjeratnya. udah kebaca triknya, di novel novel pun banyak."


"Bagi aku Mawar tuh beda. Dia wanita yang tak sama dengan wanita yang lainnya. Dan ini sudah jadi tugas kamu, kamu harus bisa bikin hubungan mereka runyam dan renggang. Buat Mawar terlihat buruk dimata damar juga."


"Hahaha kamu tenang saja, bukankah ini sudah jadi keahlianku? kalau bukan karena kepintaran otakku, aku tidak mungkin akan sukses seperti ini. mendapatkann uang dengan mudah dan cukup mengeluarkan keringat di ranjang.."


"Sipp, aku percaya sama kamu, sebelum kita pergi bagaimana kalau kita bermain lagi? kamu makin bikin aku kecanduan..'


"Hhahha, baiklah siapa takut."


Dan pasangan itu pun mulai bertempur lagi layaknya sepasang suami sitri


Tanpa mereka sadari, di sebelah kamar mereka ada seseorang yang tersenyum dengan bangganya.


"Akhirnya aku akan mendapatkan bayaran lagi, dasar orang orang bodoh tapi ngaku pintar, nggak tahu apa kamar kalian sudah aku sadap, kalian sudah tahu kan kalau hidup kalian dua puluh empat jam sudah di awasi? Hhahah"


Yah, pria itu sudah memasang alat penyadap di kamar yang digunakan sepasang anak manusia itu secara diam diam dan profesiaonal.


"Tinggal laporan, ambiil bayaran dan pulang, hhhaha.."

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2