MAWAR MILIK TUAN MUDA

MAWAR MILIK TUAN MUDA
Milik Orang Lebih Menantang..


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian itu sang tuan muda. Kini dia sedang memenuhi ngidam istrinya. Damar benar benar begitu memanjakan istrinya. Meski istrinya hanya meminta dia berada di dalam kamar tanpa busana, dengan senang hati dia lakukan.


Seperti saat ini. Sejak kedatangannya di sebuah tempat wisata yang masih berada dalam satu negara. Damar dan istrinya lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Hampir dikatakan Damar hanya boleh memakai baju dan celana jika keluar kamar. Kalau di dalam kamar lepaskan semua pakaiannya. Damar memenuhi keinginan istrinya yanng ingin tiduran dan nempel terus ditubuhnya tanpa ada gangguan apapun dan dari siapapun.


"Mah.."


"Hummm"


"Nggak capek?"


Mawar hanya tertawa nyerah. dia semakin mempererat pelukannya dan menghirup aroma tubuh suaminya.


"Apa papah mengharapkan mamah lelah memeluk papah?"


"Ya bukan begitu, apa mamah nggak ingin keluar jalan jalan? kita sudah hampir tiga jam loh kaya gini?"


"Papah kan tahu apa keinginan mamah. ya lagian mamah nggak minta kita piknik kan?"


"Kan kali aja mamah juga pengin piknik, papah tuh pengin selalu menyenangkan hati mamah tahu.."


"Mamah ngerti pah, tapi papah juga harus tahu, tidak ada tempat yang menyenangkan dan nyaman selain berada di dalam pelukan suaminya. papah tuh tempat ternyaman bagi mamah, nggak ada bandingya dan nggak bisa di bandingkan dengan apapun"


"Humm, bisa aja mamah tuh kalau ngomong, selalu bikin papah adem, sini papah kasih cium.."


Dan sejenak sepasang suami istri pun saling adu bibir menyalurkan rasa nyaman.


"Nanti di pernikahan Mba Sisil, kita ngado apa pah?"


"Mamah nggak perlu mikirin, papah sudah siapain.."


"Sudah siapin? Emang papah mau ngado apa?"


"Kita ngado villa aja, yang gak ribet mah, terserah mereka mau villa dimana.."


"Ya elah itu si bukan kado pah.."


"Ya sama aja mah, cuma itu nggak di bunggkus. apa mamah nggak inget, hadiah pernikahan kita aja ada tuh dua puluh lima villa, belum hadiah mobil dan yang lainnya.."


"Hehehe iya pah, mamah aja sampai pusing waktu tahu hadiah pernikahan kita segunung. jiwa miskin mamah teriak teriak tahu pah.."


"Hhahha, ya mungkin ini rejeki mamah karena mamah sudah tulus merawat anak anak tanpa ibu. bahakan enam tahun mamah berjuang merawat anak papah.."


"Padahal, mamah dijodohkan sama papah aja sudah hadiah terbesar dalam hidup mamah,"


"Ya sudah, nikmatain aja mah, sini kasih papah cium lagi.."

__ADS_1


Kembali bibir mereka pun menyatu


"Pah.."


"Hummm"


"Rencana papah berikutnya apa pah?"


"Humm? Rencana apa masudnya?"


"Ya papah kan tahu setelah menangkap orang yang mengirim obat. ada dua temmannya. apa yang akan papah lakukan?"


"Oh, untuk mereka sih sementara ini papah masih membiarkan mah, karena mereka ngak punya bukti kuat untu d8jerat hukuman. tapi teteplah papah harus waspada."


"Jangan jangan mereka lagi siapin rencana baru lagi pah?"


"Jangan khawatir mah, papah sudah siapin segalanya untuk melawannya. Demi melindungi mamah dan keluarga kita, papah siap melakuan apapun, bahkan jiika harus melawan dunia.."


Lagi lagi Wawar mengencangkam pelukannya yang perlahan memudar.


"Terimakasih Tuhan, kamu mengirimkan laki laki seperti ini sebagai teman hidup saya. Semoga laki laki ini hatinya tetap kau jaga hanya untukku dan keluarganya ya Tuan."


"Aamiin.."


Dan lagi lagi adu bibir sebagai tanda mengikat kemesraan mereka.


Berita mengenai hukuman aneh yang dilakukan Damar pun kini menjadi trending di berbagai media. Hukuman yang dilakukan selama satu minggu itu, seakan menjadi cermin bagi siapapun yang ingin mengusik keluarga Prapanca harus berpikir ulang.


Setelah mendapatkan hukuman dari tuan muda, pria bernama Lucky itu langsung di jebloskan ke penjara. Jangan ditanyakan kondisi pusakanya. Semua laki laki di dunia ini pasti akan merasa ngilu hanya dengan membayangkannya. Meski kedua orangtua Lucky memohon maaf, hukum tetap hukum dan itu harus tetap dijalankan. Tentu saja, kejadian itu berpengaruh dengan usaha orang tua Lucky. Dengan sendirinya satu persatu perusahaan yang bekerja sama langsung melepaskan ikatan kerjasamanya tanpa hasutan dari Prapanca.


Sementara di sisi lain, dua orang teman karib Lucky yang salah satunya adalah anak petinggi negeri ini Nampaknya tidak berpengaruh pada keduanya.


"Gimana ini Kei?Lucky ketangkap? apa kita masih aman?"


"Jangan khawatir Rud, tidak ada bukti kuat yang mampu menjerat kita.."


Kini kedua teman Lucky sedang bertemu di sebuah caffe. Mungkin ada rencana lain lagi yang sedang mereka bahas.


"Syukurlah kalau kita aman. tapi apa nggak mungkin Damar semakin waspada?" kata orang yang akrab di panggil Rudi itu.


"Hahaha tenang saja Rudi. Damar tetap manusia. pasti ada saaatnya dia lengah.."


"Iya sih, tapi aku sudah diperingatkan orangtuaku, jangan lagi berurusan sama dia.."


"Kamu takut?"

__ADS_1


"Bukannya takut Kei, aku sadar diri aja, Mawar itu sudah menjadi istrinya Damar, anggak sepantasnya punya perasaan khusus sama milik orang, yang ada sakit hati mah iya.."


"Hhahha payah kamu, baru gitu aja udah melow. Nih ya kamu dengar. Yang namanya takdir tuh nggak tahu cuy, Selama kita berusaha pasti takdir bisa berubah. Jangankan rumah tangga Damar, rumah tanga orang yang sudah lama menikah aja bisa hancur jika takdir mengghendaki..."


"Ya kan hancurnya karena apa dulu. nah ini, kita malah pada terobsesi sama istri orang, .."


"Mending istri orang tapi sudah jelas kualitasnya Rud daripada cari perawan yang belum tentu kedepannya kaya gimana, apalagi jaman sekarang banyak yang ngaku perawan tapi aslinya udah banyak pengalaman soal ranjang.."


"Tapi teteplah cara kita salah"


"Aku sih nggak peduli, lagian jika kita bisa membuat Mawar jatuh cinta sama kita, bukankah kita bisa dengan mudah menghancurkan kesombongan Damar?"


Rudi hanya manggut manggut sembari sesekali menyeruput es kopi yang ada di hadapannya.


"Beruntung , Mawar ngefans sama aku. bsa jadi jalan mudah untuk mendekatinya. "


"Nah tuh, kamu enak Mawar sudah mengenal kamu, tapi aku? butuh perjuangan..."


"Hahah payah kamu.."


"Emang apa rencana kamu berikutnya?


"Membuat Damar harus terpaksa berbagi cinta.."


"Berbagi cinta? maksudnya?"


"Bukanlah sekarang pelakor makin hit, .."


"Ntar dulu, jangan bilang kamu akan..."


"Betul, kita harus main cantik dalam hal ini. nggak kaya lucky.."


"Apa kamu sudaah siapin orngnya?"


"Sudah dong, seorang profesionl ahli perusak rumah tangga kelas atas.."


"Gila kamu Kei,.."


"Hahaha kadang kita harus melakukan hal gila untuk mendapatkan sesuatu. Mawar didapatkan dan Damar dihancurkan, bukankah rencana yang bagus itu.."


"Bagus lah, kalau kamu sudah merencanakan dengan matang.."


"Iya dong, biarkan aja kali ini Damar diatas angin dengan tertangkapnya Lucky, dan tunggu saatnya dia lengah. baru aku bertindak.."


Dan sayang sekali, tanpa keduanya sadari tak jauh dari tempat mereka berada, sudah ada yang mendengar pembicaraannya. Orang itu tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Berbuatlah semau kalian, dan yang pasti target yang kalian incar sudah satu langkah di depan kalian, ahhh bahagianya akan mendapat bonus besar. istriku, kita nggak pusing lagi soal biaya persalinanmu.." Gumam orang itu sembari beranjak untuk segera memberi laporran atas hasil kerja kerasnya.


@@@@@


__ADS_2